
"Karin," sapa Marinka saat melihat musuhnya itu tengah mengepel tepat di depan ruangannya.
"Ya nyonya." Jawab Karin.
"Karin. Apa kamu sudah mendengar tentang berita yang tengah beredar saat ini?" tanya Marinka.
"Apa itu tentang MD yang akan membuka jati dirinya? berita itu sangat heboh saat ini, aku juga jadi tidak sabar ingin melihatnya." Jawab Karin.
"Yah...kamu ikut aku masuk! aku ingin berbicara penting denganmu," ujar Marinka.
Karin mengekor dibelakang Marinka dan duduk di atas sofa di dalam ruangan itu.
"Karin. Kamu menganggapku temanmu bukan?" tanya Marinka.
"Tentu saja," ujar Karin.
"Maukan kamu membantuku?" tanya Marinka.
"Membantu apa?"
"Aku butuh bantuanmu, saat pembukaan jati diri MD nanti, akan di undang 2 bintang tamu untuk mewakili publik tentang sosok MD di mata bintang tamu. Terutama bagaimana pendapat publik tentang pelayanan atau cara kerja di MD Collection. Untuk itu kita membutuhkan satu orang dalam untuk jadi bintang tamu di acara itu."
"Jadi maksud anda, anda ingin saya jadi bintang tamu diacara tersebut?" tanya Karin
"Ya. Kalau kamu mau, gajihmu akan dinaikkan 3 kali lipat gajih UMR."
"Benarkah?" tanya Karin antusias.
"Tapi syaratnya saat di acara itu kamu harus mengenakan seragam CS. Jadi secara langsung Manager MD collection mengundangmu menjadi bintang tamu di acara itu. Coba kamu bayangkan, bisa masuk tv dan bisa bersalaman langsung dengan MD yang terkenal itu. Di luar sana banyak sekali yang ingin berada di posisimu. Aku sengaja memberikan job ini padamu, karena aku tahu kamu membutuhkan uang."
"Oh iya, menjadi bintang tamu itu juga akan diberi hadiah oleh MD secara langsung." sambung Marinka.
"Hadiah?"
"Ya. Uang tunai senilai 25 juta, wujud terima kasih pada salah satu pegawai MD collection. Tapi kalau kamu tidak mau, ya tidak apa-apa. Aku akan memberikannya pada Tina, cleaning service yang lain."
"Bolehkah saya meminta waktu untuk berpikir?" tanya Karin.
"Tentu saja. Kami akan memberikan waktu sampai besok. Jadi secepatnya kamu harus memberikan keputusan. Oh ya, di sana nanti juga akan di undang salah seorang pengusaha terkenal. Dia juga akan memberikan komentarnya tentang MD collection."
"Pengusaha? siapa?" tanya Karin.
"Aku juga tidak tahu, karena aku hanya mengurus untuk yang dari sisi publik. Yang pasti, pengusaha itu mewakili dari sisi pengusaha. Dan kamu mewakili dari sisi publik." Jawab Marinka.
"Baiklah aku akan segera memberi keputusannya besok," ujar Karin.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu boleh kembali bekerja." ujar Marinka.
Karin keluar dari ruangan itu, sementara Marinka tersenyum puas. Sementara itu di tempat berbeda, Galang sedang merasa senang saat ini. Karena Sahamnya kembali naik seperti semula. Keadaan perusahaan sudah mulai stabil kembali.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" ujar Galang.
"Maaf pak, ini ada undangan untuk anda," sang asisten memasuki ruangan, sembari menenteng sebuah undangan bersampul hijau lumut ditangannya.
"Undangan? undangan dari siapa?" tanya Galang.
"Undangan salah satu stasiun tv. Anda di undang sebagai bintang tamu. Soalnya akhir pekan nanti pemilik MD collection akan membuka jati dirinya. Jadi anda diundang untuk ikut memeriahkan acara itu dari sisi pengusaha."
"Benarkah? apa menurutmu ini bagus, kalau saya ikut acar itu?" tanya Galang.
"Kalau menurut saya tentu saja bagus, sebab kalau anda menolak, takutnya akan di cap sombong."
"Benar juga. Lagipula itu bagus untuk memperkenalkan usaha kita di publik," ujar Galang.
"Baik Pak," ujar sang asisten.
*****
"Ma. Aku butuh pendapat mama tentang undangan salah satu stasiun tv," ujar Karin.
"Undangan stasiun tv? undangan dalam rangka apa?" tanya Paulin.
"Aku di undang dari sisi publik, untuk menjadi bintang tamu saat MD membuka jati dirinya di depan publik. Managernya bilang, akan ada hadiah 25 juta kalau ikut acara itu. Terus gajiku juga akan dinaikkan jadi 3 kali gajih UMR. Menurut mama bagaimana?" tanya Karin.
"Bukankah itu tawaran yang bagus? gajih 3 kali UMR senilai dengan gajih karyawan disebuah perusahaan besar kan?" ucap Paulin.
"Apa menurut mama itu tidak masalah? soalnya wajahku pasti akan tampil di televisi, dan semua orang yang mengenal kita akan tahu. Soalnya aku akan tampil dengan pakaian CS."
"Kenapa harus begitu?" tanya Paulin.
"Entahlah. Tapi sejujurnya tawaran itu memang sangat menggiurkan. Tapi disisi lain, aku juga malu kalau teman-temanku sampai tahu,"
"Mama serahkan semuanya padamu Karin. Terus terang toko manisan kita tidak bisa diharapakan. Hasilnya cukup untuk makan kita sehari-hari. Tapi kalau kamu mengambil job itu, setidaknya kamu bisa menabung dan bisa ikut kursus,"
"Kursus?"
__ADS_1
"Ya. Setelah mama pikir, kamu itu kan cantik. Sangat cocok kalau kamu buka kursus kecantikkan. Kamu bisa buka salon sendiri nantinya."
"Mama benar juga. Kenapa nggak kepikiran waktu itu?"
"Ya makanya, mama pikir nggak ada salahnya ngambil job itu. Toh kita tidak perlu malu juga, karena teman-teman kamu tidak ada yang memberi kita makan, jadi cuek saja. Nanti setelah kamu buka salon, baru kita bisa bergaya lagi. Iya kan?" bujuk Paulin.
"Oke ma, aku setuju. Semoga pengorbanan aku ini nggak sia-sia ya ma?"
"Emm." Paulin mengangguk.
"Ya sudah, Karin pergi kerja dulu ya ma? Karin harus cepat memberitahu keputusan Karin segera. Takutnya peluang itu akan diberikan Marinka pada orang lain," ujar Karin.
"Marinka?" tanya Paulin.
"Emang Karin belum cerita ya ma? Marinka istri tuan Ezra bekerja di MD collection sebagai Manager. Dialah yang menawarkan job ini untukku, sebelum menawarkannya ke orang lain."
"Enak sekali hidup wanita itu. Suami kaya raya, kariernya juga lumayan bagus. Beruntung kamu kenal dia, jadi dia kasih job itu ke kamu."
"Iya Ma. Dia juga bilang kalau ada lowongan bagus di kantor suaminya, dia akan memberikannya untukku," ucap Karin.
"Itu bagus sekali Karin. Ternyata kemalangan tidak berpihak pada kita terlalu lama. Kamu pepet saja wanita itu, manfaatkan dia selagi bisa."
"Iya ma. Ini juga sedang aku lakukan. Ya sudah aku berangkat ya ma?"
"Oke. Good luck ya,"
Karin pergi ke kantor dengan membawa keputusan yang mantap. Wanita itu bergegas mengetuk pintu ruangan Marinka untuk memberitahukan tentang keputusannya itu.
"Masuk!" ujar Marinka setelah mendengar 3 kali ketukkan di pintu ruangannya.
"Nyonya," sapa Karin.
"Eh...kamu, duduklah!"
"Tidak perlu nyonya. Saya cuma ingin memberitahukan bahwa saya setuju untuk menghadiri acara akhir pekan nanti."
"Benarkah? itu bagus, aku senang mendengarnya. Sebagai tanda jadi, MD akan memberikan DP hadiah itu untukmu," ujar Marinka.
"Benarkah?" tanya Karin.
"Tentu saja." Marinka kemudian mengambil sebuah amplop coklat berisi uang senilai 5 juta rupiah dan memberikannya pada Karin.
Karin sangat senang menerima uang itu dari tangan Marinka. Sementara tanpa Karin tahu, Marinka mengeluarkan seringai aneh dari sudut bibirnya.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
__ADS_1