
"MD i love you...." teriakkan beberapa fans terdengar riuh memecah keheningan bandara.
"Makasih," Marinka menjawab dengan menundukkan sedikit kepalanya tanda penghormatan.
"Mbak MD. Bisakah anda memberikan kami sedikit bahan berita untuk besok?" ujar salah seorang wartawan sembari menyodorkan sebuah ponsel perekam.
Marinka menyunggingkan senyumnya sembari mengangguk. Jangan ditanya bagaimana kualahannya para bodyguard untuk mengamankan majikannya itu, agar tidak dijangkau oleh para fans yang menggila.
Marinka meletakkan jari telunjuk di bibirnya, mengisyaratkan agar para fans bersikap tenang dan tidak membuat keributan. Dan keajaibanpun terjadi, para fans itu mendadak diam. Karena mereka ingin mendengar suara sang idola.
"Aku sangat terharu kalian datang menungguku disini. Terima kasih sudah mendukungku dari awal hingga sampai sekarang ini. Dukungan kalian sangat berarti, aku sudah kembali karena ingin memenuhi semua harapan kalian."
"Mbak MD. Apa pabrik itu benar-benar akan dibuat?" tanya wartawan.
"Tentu saja. Itulah sebabnya aku kembali, saat ini pengerjaan pabrik itu sudah selesai. Nanti akan tiba saatnya produk-produk dari MD collection akan segera diluncurkan. Saya berjanji, saat brand itu sudah diluncurkan, maka MD collection akan memberikan diskon sebesar 30% selama 3 hari bertutut-turut."
"Yeaayyy...." Sorak para fans kembali memecah keheningan.
Mereka tidak bisa membayangkan, betapa murahnya untuk pakaian kalangan menengah kebawah. Karena tanpa diskon saja, mereka sudah banyak mengoleksi pakaian dari MD collection.
"Mbak MD. Kapan anda akan membuka identitas anda? para fans dan lapisan masyarakat juga penasaran," tanya wartawan.
"Saya janji kalau sudah waktunya saya akan membuka topeng saya secara live di televisi." Jawab Marinka.
"Yeaayyy...." para fans kembali bersorak.
"Tapi untuk sekarang, tolong hargai dulu privasi saya. Karena untuk alasan pribasdi, saya belum bisa memberitahu lebih banyak tentang saya dan keluarga saya."
"Baiklah itu saja ya?" sambung Marinka sembari melambaikan tangannya kearah fans.
"Makasih mbak MD,"
"Sama-Sama." Marinka menangkupkan kedua tangannya dengan senyum mengembang dibibirnya.
Marinka bergegas pergi dan memasuki sebuah mobil alphard berwarna hitam. Sebelum benar-benar melesak pergi, Marinka sedikit membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan ke arah para fans.
"Apa sudah lega. Hem?" tanya Ezra.
"Sangat. Makasih ya bang? semua ini berkat abang,"
"Sudah kewajibanku untuk melindungimu."
"Eh? anak-anak tidur bang?"
"Iya. Sepertinya mereka sangat kelelahan." Jawab Ezra.
Marinka mengusap puncak kepala putra putrinya yang tampak tertidur pulas.
__ADS_1
*****
Marinka sekeluarga sedang menikmati waktu santai mereka sembari menonton tv diruang tamu. Saat ini seluruh stasiun tv yang memiliki program infotaiment sedang menayangkan berita tentang kepulangan MD ke tanah air. Bahkan beberapa selebriti terkenal ditanah air jadi ikut berkomentar tentang kepulangan MD. Yang membuat Marinka senang adalah, respon mereka sangat positif, bahkan mereka menginginkan kontak langsung dengan Marinka, agar mereka bisa memesan baju rancangannya yang sedang buming diseluruh penjuru dunia.
Respon positif tidak hanya berasal dari kalangan selebriti saja, para designer senior juga mengapresiasi kedatangannya tersebut, bahkan ada yang ingin mengajaknya bekerja sama.
Dan kehebohan itu juga terjadi di rumah para musuh Marinka saat ini. Karin yang mengagumi sosok MD bahkan menopangkan kedua tangan di dagunya, karena dia terlalu mengagumi sosok Marinka yang ada dilayar kaca.
"Sepertinya kamu sudah jadi fans fanatiknya dia," ujar Galang sembari menyesap teh buatan istrinya yang masih belum bisa pas, meski mereka sudah menikah selama 4 tahun.
"Iya mas. Dia ini hebat banget loh mas, baru umur 26 sudah sesukses ini. Pengen deh ketemu dia secara langsung, siapa tahu ketularan hoki." Jawab Karin sembari terkekeh.
"Memang bagus banget ya hasil rancangannya?" tanya Galang.
"Beh...jangan ditanya mas. Mas ingat nggak gaun yang mas puji malam pesta waktu itu?"
"Ya. Apa itu hasil rancangannya?"
"Iya mas. Bagus kan? pokoknya hasil rancangan dia ini sudah mendunia mas. Jadi nggak perlu diragukan lagi kualitasnya."
"Siapa dia emangnya?" tanya Galang yang jadi ikut penasaran.
"Itulah yang bikin penasaran, karena dia masih belum mau buka jati dirinya. Tapi dia janji bakal buka identitasnya secara live di tv. Aku nggak akan melewatkan kesempatan buat nonton tayangan itu." Jawab Karin yang hanya direspon dengan gelengan kepala oleh Galang.
Tring
Sebuah chat masuk kedalam ponsel Karin. Karin segera meraih ponsel itu dan membacanya dengan senyum yang terbit dari bibirnya. Karin segera mengubah ekspresi itu dan beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kelas senam mas. Berat badanku baru turun dikit, aku pengen langsing lagi kayak dulu." Jawab Karin.
"Kamu mau langsing seperti apalagi? sepertinya tubuhmu juga sudah ideal?"
"Ya kan harus tetap dijaga mas. Mas juga pasti senang kan kalau tubuhku cantik dan terawat?"
"Hah...terserah saja. Padahal meski tubuhmu berat satu ton juga aku akan terima kamu apa adanya," ujar Galang menghela nafas.
"Meskipun begitu, aku nggak pengen buat suami jadi malu. Aku ini kan istri dari pengusaha hebat mas, masa iya tampilannya nggak karuan."
"Ya sudah pergilah. Hati-Hati ya?"
"Emm." Karin mengangguk.
Karin bergegas menaiki tangga karena ingin mengambil tas dan dompetnya. Setelah itu dia pergi ke tempat Gym.
"Hallo bang bro, apa kabarmu ha?" tanya Yuda saat dia dan keluarganya tiba dikediaman Ezra.
Hari ini mereka memang membuat janji untuk makan siang bersama dikediaman Ezra. Beberapa tahun tidak bertemu, membuat mereka ingin menghabiskan hari libur untuk berkumpul bersama.
__ADS_1
"Apa kabar kak?" tanya Marinka.
"Baik Ka. Kamu tambah populer aja sekarang. Meski pakai topeng, wajahmu wara wiri belakangan ini."
"Syukur alhamdulillah ini karunia Tuhan, juga berkat do'a kalian semua." Jawab Marinka.
"Nabung lagi?" tanya Ezra saat melihat perut Regia kembali membuncit.
"Kejar target. Udah tua, jadi harus kudu banyak anak. Mumpung mesin cetakkan belum berkarat," ujar Yuda sembari terkekeh.
"Aduhhh...sakit sayang," Yuda berjengkit karena Regia mencubit pinggangnya
"Udah berapa bulan mbak Re?" tanya Marinka.
"7 bulan nyonya." Jawab Regia.
"Kok nyonya? mbak Re masih aja kaku nih, panggil saja namaku. Nggak apa-apa kok, lagian usiaku lebih muda dari mbak Re," ujar Marinka.
"Tapi kan anda istri dari bos saya," ucap Regia.
"Noh...dengerin tuh Yud. Punya istri etika yang bagus, nggak kayak kamu. Panggil aku malah nyebut nama. Dasar bawahan nggak punya ahlak," timpal Ezra bercanda.
"Takut kesleo lidahku," ujar Yuda sembari terkekeh.
"Pokoknya panggil nama saja ya? biar lebih akrab," ujar Marinka.
"Baiklah."
"Oh ya kak. Rencananya bulan depan produk MD akan launching perdana. Setelah mbak Re lahiran, boleh nggak sih dia jadi asistenku? soalnya aku butuh orang yang bisa dipercaya," tanya Marinka.
"Kalau kakak sih terserah Regia saja. Soalnya dia ini agak sensitif kalau masalah anak,"
"Nanti akan saya pikirkan ya Ka? soalnya anak-anak masih kecil, aku agak kurang percaya 100% kalau nyerahin anak-anak sama baby sitter." Jawab Regia.
"Mbak Re jangan khawatir, kita nggak tiap hari meninjau pabrik. Paling seminggu 3 kali, itupun saat akan membuat produk yang baru,"
"Oh begitu ya? okelah." Jawab Regia.
*****
Seorang wanita cantik turun dari pesawat. Hari ini adalah tepat hari ke 4 tahun dirinya berada di negeri gingseng. Dan hari ini dia kembali ketanah air, dengan wajah orientalnya.
"Wah...dia cantik sekali,"
"Iya. Dia sempurna sekali,"
"Apa dia bidadari?"
__ADS_1
Senyum dan binar terpancar dari bibir dan dari matanya yang tersembunyi dibalik kaca mata hitamnya, saat mendengar semua pujian untuk dirinya. Gadis itu berjalan melenggak lenggok, seperti ingin menunjukkna bahwa dirinya memang pernah menguasai panggung catwalk.
TO BE CONTINUE...🤗🙏