Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.304. Sarangku


__ADS_3

Sudah seminggu berada di Swiss, Abizard dan Joana langsung kembali ke kota S. Aura pengantin baru itu sangat berbeda saat tiba di sana. Abizard yang tahu kepribadian istrinya tidak ingin berlama-lama membiarkan istrinya itu berada satu rumah dengan orang tuanya. Sebelum berangkat ke Paris dia sudah menyuruh orang untuk mencari rumah yang akan dia tinggali bersama Joana setelah menikah.


"Ini rumah kita?" tanya Joana.


"Suka?" tanya Abizard.


"Ya. Sangat indah. Terima kasih sudah membuatku senang," ujar Joana.


Grepppp


Abizard memeluk Joana dari belakang.


"Kedepannya aku akan membuatmu jauh lebih senang lagi. Tapi untuk sekarang tunjukkan dulu ketulusanmu," bisik Abizard.


"Ketulusan? ketulusan apa?"


"Tentu saja melayaniku." Jawab Abizard yang langsung menggendong Joana dan membaringkannya diatas tempat tidur.


"Sayang. Apa kamu tidak bosan melakukannya terus? di Swiss kamu bahkan tidak membiarkan aku istirahat barang seharipun. Pagi, siang, malam selalu mengajakku bercocok tanam. Apa pinggangmu itu tidak sakit?" tanya Joana.


"Alat tanamnya sudah terlatih. Jadi sama sekali tidak merasakan lelah." Jawab Abizard sembari terkekeh.


Pukk


Pukk


Joana memukul lengan Abizard dengan pelan.


"Dasar casanova," ucap Joana.


Srettt


Srettt


Abizard langsung melepas semua kain yang melekat pada tubuhnya. Jujur saja, Joana sangat kesulitan saat sudah melihat tubuh indah Abizard. Joana akui, tubuh pria itu. sangat menggairahkan saat sudah terlihat.


"Kenapa kamu selalu melihatnya? kalau suka pegang saja!" ujar Abizard sembari menuntun Joana untuk memegang otot-otot perut di tubuhnya.


"Suka?" tanya Abizard.


"Emm." Joana mengangguk sembari meraba-raba otot perut itu.


"Kalau yang ini, suka nggak?" tanya Abizard sembari menuntun tangan Joana agar menyentuh kejantanannya.


"Sangat." Jawab Joana malu-malu.

__ADS_1


Tanpa aba-aba lagi, Abizar merebahkan tubuh Joana setelah melepaskan seluruh pakaian yang ada ditubuh istrinya itu. Merekapun kembali berperang keringat.


*****


Cup


Abizard mencium kening Joana, hingga wanita itu jadi terbangun. Joana melihat Abizard sudah berpakaian rapi dan terlihat tampan dengan jas yang dia kenakan.


"Jadi mau ikut ngantor yank? katanya mau lihat kantor tempatku bekerja," tanya Abizard.


"Jadi. Tapi aku belum mandi. Kamu kenapa nggak bangunin aku?" ujar Joana.


"Habisnya nggak tega lihat kamu yang kayak kelelahan banget," ucap Abizard.


"Emang siapa yang buat aku begini?" tanya joana.


"Aku. Sang petarung tangguh." Jawab Abizard sembari menepuk dada dengan bangga.


"Dasar sombong!" cebik Joana yang membuat Abizard jadi terkekeh.


"Ya sudah kamu pergi duluan saja. Nanti aku menyusul. Beri saja alamat kantormu. Ngomong-Ngomong kamu bekerja sebagai apa disana?" tanya Joana.


"Karyawan biasa. Nanti setelah sampai kantor, kamu bisa telpon aku. Nanti akan aku jemput di loby." Jawab Abizard.


"Baiklah. Aku akan memberitahumu saat sampai," ujar Joana.


Cup


"Aku tunggu," ujar Abizard.


"Ya." Jawab Joana.


Abizard pergi ke kantor lebih dulu setelah mencium Joana. Joana bergegas bangun untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia kemudian membuka koper pakaian yang belum sempat dia susun di lemari.


"Aku pakai baju apa ya? disana pasti banyak teman-teman Abi. Kalau aku kelihatan lecek, nanti Abi bisa malu," ucap Joana.


"Emm...sekalian aku susun di lemari aja deh,"


Joana membuka lemari pakaian 8 pintu yang sudah ada saat dirinya datang bersama Abizard. Namun betapa terkejutnya dia, saat membuka bagian lemarinya sudah dipenuhi oleh berbagai pakaian wanita dari berbagai merk. Dan pakaian itu masih sangat baru.


"Astaga. Pakaian siapa ini? apa Abi membelikannya untukku? atau...."


Joana segera membuat panggilan untuk Abizard. Dia sangat penasaran itu baju milik siapa.


"Ya sayangku ada apa? baru juga di tinggal sebentar udah telpon. Kenapa, kangen ya?" ujar Abizard diseberang telpon.

__ADS_1


"Abi. Aku barusan buka lemari, dalam lemari banyak sekali pakaian wanita. Ini punya siapa ya?" tanya Joana.


"Tentu saja punya istriku tercinta. Emang punya siapa lagi? kamu bisa memakainya saat ke kantor nanti. Dandan yang cantik ya sayang?"


Joana terdiam. Tanpa Abizard tahu, Joana sudah meneteskan air mata karena terharu.


"Sayang? kok diem?" tanya Abizard.


"Hikz...."


"Sayang. Kamu kenapa?" Abizard yang semula bersandar di kursi mobil, mendadak menegakkan tubuhnya karena terkejut saat mendengar Joana menangis.


"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Kamu selalu memberikan yang terbaik untukku. Aku mencintaimu Abi," ujar Joana.


Abizard mengelus dadanya karena lega. Dia sempat berpikir terjadi sesuatu dengan istrinya itu.


"Kamu itu adalah istriku. Sudah seharusnya mendapatkan hal yang terbaik. Karena kamu juga hal terbaik yang hadir di hidupku. Aku juga mencintaimu sayang," ucap Abizard.


"Kamu kalau nangis jangan pas jauh dari aku dong. Aku jadi nggak punya kesempatan buat meluk kamu dan menghapus air matanu," sambung Abizard.


Joana jadi tersenyum mendengar ucapan Abizard. Sungguh pria itu sangat pandai menghibur dirinya.


"Tunggu aku," ujar Joana.


"Ya." Jawab Abizard.


Joana segera mengakhiri panggilan itu dengan senyum yang tersungging dibibirnya. Dia bergegas memilih pakaian, dan berdadan secantik mungkin.


"Sempurna," ujar Joana yang mengagumi kecantikkannya di depan cermin.


Joanapun pergi dengan menggunakan taksi online. Setelah sampai di kantor alamatnya sesuai yang diberikan Abizard, Joana menatap gedung yang menjulang dengan logo perusahaan A Corp. Joana melangkah masuk menuju loby.


Semua orang berbisik-bisik saat melihat kedatangannya, karena mungkin wajahnya yang asing. Joana menghubungi nomor ponsel Abizard, tapi yang menerima panggilan itu adalah seorang wanita.


"Hallo, bisa bicara dengan Abizard?" tanya Joana. Yang mengira wanita itu adalah teman sejawat Abizard.


"Kamu siapa? Abi lagi ke kamar mandi. Apa kamu temannya dari dunia bawah tanah? soalnya di kontak ponselnya namamu di buat dengan sebutan sarangku,"


Joana tersenyum saat mendengar ucapan wanita diseberang telpon.


"Kalau begitu katakan padanya, sarangnya ingin bertemu," ujar Joana.


"Bisakah kamu bertemu dia lain kali saja?


"Kenapa?" tanya Joana.

__ADS_1


"Soalnya kami akan pergi berkencan hari ini. Aku baru pulang dari kuliah di luar negeri." Jawab wanita itu.


Joana tertegun mendengar ucapan wanita itu. Senyum yang semula terbit, mendadak hilang dari bibirnya. Joana segera mengakhiri panggilan itu, karena ingin memastikan sendiri ucapan wanita yang ada di telpon.


__ADS_2