Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.85. Kaya mendadak


__ADS_3

"Kirim uangnya di rekening ini," chat Yuda.


Jihan membaca nama pemilik rekening itu dan merasa geram sendiri.


"Jadi yang ingin memerasku ini adalah seorang wanita?" ujar Jihan geram.


"Lihat saja. Aku pasti akan menemukanmu, aku akan membuat kamu membayar perbuatanmu ini lain kali," gerutu Jihan.


"Akan aku kabari setelah uangnya aku transfer,"


"Oke. Videomu akan aku kirim setelah uangnya sampai,"


"Ya."


"Regia Renata. Aku akan selalu mengingat nama itu. Lihat saja, setelah video itu berada ditanganku, giliran aku yang akan membuat perhitungan denganmu," ucap Jihan lirih.


Jihan bergegas pergi kesebuah bank. Dengan perasaan hancur lulur, Jihan terpaksa merelakan uang senilai 160 milyar untuk orang yang bernama Regia itu.


"Aku harus bersabar. Setelah menikah dengan Ezra nanti, aku akan mendapatkan uang yang lebih banyak dari situ. Ezra sangat mencintaiku, dia pasti akan memberikan segala yang aku minta," Jihan menyeringai.


"Tapi dia kenapa sih tidak mau bertemu denganku? bahkan dia melarangku datang kerumahnya? apa ini yang dinamakan kena sindrome sebelum pernikahan?" Jihan terkekeh dalam hati.


"Apa kamu punya SMS banking? aku sudah mentransfer uangnya, silahkan cek secara berkala,"


"Jika uangnya masuk, maka video itu akan sampai ke Apartementmu."


"Sepertinya dia sudah mengincarku sejak lama. Dia bahkan tahu alamat apartementku," ucap Jihan lirih.


Jihan melenggang pergi dari bank, gadis itu berusaha kembali menemui Ezra dirumahnya. Namun lagi-lagi Jihan kecewa, karena Ezra tidak sedang berada dirumah, sementara pelayan tidak ada satupun yang tahu tentang keberadaan majikannya itu.


"Ezra kamu kemana sih? ponselpun tidak kamu aktifkan. Aku sudah banyak kehilangan uang, aku harus minta duit lagi sama dia buat belanja. Aku butuh refreshing untuk hilangin stres," ujar Jihan kesal.


"Maaf nona. Anda dilarang masuk kemari," ujar salah seorang security.


"Apa maksudmu? apa kamu tidak tahu siapa aku? aku ini calon istri dari bos kalian, apa kamu mau aku menyuruh Ezra buat memecat kalian yang kurang ajar padaku?"


"Maaf nona. Tapi ini adalah perintah dari tuan Ezra sendiri. Kalau anda tidak berkenan, tolong hubungi tuan Ezra secara langsung."


"Ada dimana dia sekarang?"


"Tuan baru saja keluar bersama tuan Yuda. Mereka ada meeting diluar kantor."


"Kemana?"


"Maaf saya kurang tahu."


"Ckk...lama-lama aku kesal juga kalau begini. Dia kenapa sih? apa dia mau pakai adat suku tertentu? sebelum nikah pengantin tidak boleh bertemu? tapi dengan Marinka dia tidak begitu, apa itu karena pernikahan kontrak? tapi kan seharusnya dia bilang dulu sama aku," batin Jihan.


Jihan melenggang pergi dari kantor Ezra. Ezra yang baru saja pergi dari luar, tidak sengaja melihat kedatangan Jihan dan menyuruh Security untuk mengusir gadis itu.


"Belum saatnya Jihan. Kamu lihat saja dan tunggu saja hari kehancuranmu. Seluruh dunia bahkan tidak ingin melihat wajahmu, sama seperti kamu menghancurkan kepercayaanku dan hidupku, maka aku akan membuatmu merasakan apa yang aku rasakan saat ini," batin Ezra.


Ezra melenggang naik ke ruang kerjanya.

__ADS_1


"Gia. Bawa semua berkas yang mau ditanda tangani," ujar Ezra.


"Baik tuan." Jawab Regia.


Drapp


Drapp


Drapp


Brakkkk


Yuda membuka pintu ruang kerja Ezra dengan tidak sabar, wajahnya berbinar seperti baru saja mendapat sebuah harta karun.


"Zra...."


Kata-Kata Yuda terhenti saat mendapati Regia berada didalam bersama Ezra.


"Ehem..." Yuda berdehem dan merubah gayanya kembali menjadi lebih cold dan berwibawa.


Sementara itu Ezra sedikit kesal dengan apa yang dilakukan Yuda. Tapi karena ingin menjaga citra pria itu didepan Regia, Ezra terpaksa menahan diri.


"Kamu bisa keluar sekarang," ujar Ezra pada Regia.


"Baik tuan."


Regia melangkah pergi dan melewati Yuda begitu saja. Yuda sedikit melirik ke arah Regia, dan kemudian berjalan perlahan mendekati Ezra.


"Ada apa? tingkahmu itu seperti tinggal di hutan saja," tanya Ezra.


"Apa yang membuatmu senang? apa keberadaan Marinka sudah kamu temukan?"


"Belum. Bukan itu yang membuatku senang,"


"Apa?"


Yuda menunjukkan isi pesan yang menyatakan uang transferan sudah masuk. Mata Ezra terbelalak karena Yuda berhasil mendapatkan uang itu dalam waktu 2 hari saja.


"Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu? sepertinya kamu tidak senang melihat aku kaya mendadak?" tanya Yuda sembari menyipitkan mata.


"Baru juga 160 milyar, sudah dibilang kaya. Uang ku loh, yang triliunan aja nggak sombong."


"Nggak sombong? baru saja kamu pamer uang triliunan, apa itu tidak dibilang sombong?"


"Ya mau gimana lagi Yud, namanya juga sudah terlanjur kaya. Masak aku harus berdo'a minta miskin,"


"Ah...pokoknya makasih ya, sudah membuat aku kaya mendadak."


"Itu tidak gratis ya? aku sudah membayarmu cukup mahal, jadi kamu harus membantuku habis-habisan kali ini."


"Tenang. Soal Marinka kan?"


"Itu mah soal pasti. Ada hal lain yang aku ingin kamu lakukan?"

__ADS_1


"Apa?"


"Siapkan pernikahanku dengan Jihan."


"Ap-Apa? apa kamu sudah gila? kamu masih mau menikah dengan ulat sagu itu?" tanya Yuda dengan emosi.


"Ckk...makanya dengarkan dulu kalau aku ngomong. Eh, ngomong-ngomong ulat sagu tinggi loh proteinnya."


"Kenapa jadi bahas ulat sagu? kamu mau minta tolong apa?"


"Ya itu aku minta kamu nyiapin pernikahanku dengan dia, tapi semuanya harus palsu. Termasuk penghulunya. Aku juga ingin kamu menyewa orang bayaran, cari yang mulutnya suka ember dan mengandung cabe rawit."


"Buat apa?"


Ezra menceritakan dengan detail rencana yang ada dalam benaknya. Yuda yang mendengar itu jadi menyeringai senang. Dia tidak sabar ingin melihat kehancuran Jihan.


"Lalu mau kamu apakan uang 160 itu?"


"Buat modal nikah kalau udah ketemu calonnya."


"Saranku kamu investasikan dalam bentuk properti. Ingat, jangan mengulang kebodohan seperti yang aku lakukan."


"Aku sama kamu mah jelas beda. Meski nggak berpengalaman, tapi aku nggak buta-buta amat dengan cinta," ejek Yuda.


"Kalau gitu noh si Regia embat aja. Cari yang pasti-pasti aja."


"Maaf. Dia bukan tipeku." Jawab Yuda.


Ezra mencebikkan bibirnya saat mendengar jawaban dari Yuda.


"Ah...ya, aku punya janji sama Regia buat ngasih jatah dia."


"Apa hubungannya dengan Regia?"


"Aku pinjam rekening dia soalnya. Kalau aku pakai rekening pribadi bisa ketahuan dong."


"Apa kamu yakin tidak membahayakan Regia?"


"Maksudnya?"


"Yang kita hadapi ini Jihan loh? gadis mata duitan, mana rela dia hilang uang banyak begitu saja. Sepertinya kamu punya tugas baru kedepannya nanti."


"Tugas baru?"


"Harus menjaga Regia sementara waktu, sampai situasinya aman."


"Jihan nggak akan seberani itu. Masa iya berani ngilangin nyawa orang, dia juga takut kali masuk penjara."


"Sebaiknya waspada saja. Kita tidak tahu segila apa wanita itu."


"Emm."


Ezra melirik kearah pigura yang ada diatas mejanya. Foto Ezra dan Marinka ketika mereka melakukan resepsi pernikahan. Foto yang diam-diam sangat Ezra kagumi, karena Marinka terlihat bak seorang putri dan dirinya bak seorang pangeran di negeri dongeng.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2