
Disarankan baca pas berbuka puasa teman-temanπππ
*****
Grepppp
Abizard memeluk Joana dari belakang, dengan wajah yang sudah berada di ceruk leher gadis itu. Joana yang tingkat kewaspadaannya tinggi langsung membuka matanya, dan mencengkram tangan yang berani memeluknya di tengah malam.
Brukkkkkkk
Joana menekan orang yang berani memasuki kamarnya dengan lancang menjadi dibawah dirinya. Sementara Joana tepat berada diatas tubuh Abizard yang tengah menyilangkan tangan dibelakang kepalanya.
"Wow beb. Agresif sekali? kita belum pernah mencobanya, tapi kamu sudah mau diatas?" ucap Abizard yang membuat gadis itu jadi merona.
"Ka-Kamu? apa yang kamu lakukan dikamarku? ini sudah malam," tanya Joana sembari melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 2 malam.
Joana ingin beranjak dari atas tubuh Abizard, namun pria itu malah duduk dan memeluk Joana hingga gadis itu jadi berada dipangkuannya.
"Aku merindukanmu," bisik Abizard.
"Ta-Tapi kan baru tadi siang kita bertemu. Kamu jangan coba-coba merayuku lagi. Aku tidak akan pernah kelain hati," ucap Joana sembari memalingkan wajahnya yang merona.
"Tapi aku sungguh merindukanmu," ujar Abizard sembari membawa Joana dalam pelukkannya.
"Coba kamu dengarkan detak jantungku. Coba dengarkan degupannya. Dia hanya menyeru namamu. Aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu," ucap Abizard.
Joana yang terdoktrin, jadi benar-benar mendengarkan degup jantung Abizard. Dan dia bisa mendengar, kalau degup jantung pria itu lebih cepat dari degupan normal. Joana mendongakkan wajahnya dan menatap mata pria dihadapannya itu. Sesaat kemudian dia teringat dengan wajah Ilyas, dan langsung memalingkan wajahnya kembali.
"Maaf Abizard. Tapi aku benar-benar tidak bisa membalas perasaanmu," ujar Joana.
"Tidak masalah. Karena aku juga tidak mengharapkan kamu membalas perasaanku." Jawab Abizard.
"Kamu lupakan saja aku. Besok aku akan kembali ke Jerman. Aku akan menemui Ilyas disana, karena aku sangat merindukannya," ujar Joana yang sengaja mengatakan itu.
"Tidak masalah. Karena setelah malam ini kamu pasti akan merindukan aku disaat kamu sedang bersamanya," ujar Abizard.
"Ap-Apa maksudmu?" tanya Joana.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun lagi Abizard langsung mencium Joana. Aneh, ciuman itu sangat lembut dan tidak menuntut. Namun entah kenapa joana sama sekali tidak menolak perbuatann Abizard padanya. Bahkan gadis itu lambat laun membalas ciuman itu.
"Ah..."
Joana meloloskan suara merdunya dari mulutnya, saat Abizard bermain diceruk lehernya. Tangan Abizard menjelajah bagian belakang Joana, dengan masuk kedalam tanktop gadis yang sama sekali tidak mengenakan penyangga dada itu.
Sreeetttt
Dengan satu kali gerakkan, Abizard meloloskan tanktop itu dari kepala Joana, hingga gadis itu mau tidak mau menutup bagian dadanya karena malu.
"A-Abi...."
Abizard tidak membiarkan Joana mengeluh, karena dia sudah membuat gadis itu berada dibawah kungkungannya sembari me**mat bibir gadis itu dengan lembut.
"Emmppttth" Joana menutup mulutnya saat Abizard me**mat puncak dadanya secara bergantian.
Abizard bisa merasakan tubuh gadis dibawah kungkungannya itu tengah bergetar. Abizard tahu ini kali pertama Joana disentuh oleh lawan jenis. Karena reaksi seperti itu tidak dia temukan saat dirinya bersama wanita lain.
Ingin sekali Joana mendorong kepala pria yang tengah menikmati kedua aset berharganya itu. Namun dorongan dalam dirinya lebih menginginkannya.
Sreeettt
"Ab-Abi. Jang...ah...."
Joana tidak bisa berkata apapun lagi saat Abizard sudah bermain di pusat inti tubuhnya. Kini tinggal tubuhnya yang bergelinjang hebat. Dengan lihai pria itu membuat tubuhnya melayang, sembari tangan nakalnya me**mas kedua aset berharganya.
"Jangan ditahan suaramu sayang," ujar Abizard.
"Ah...Abi..."
Suara itu kembali lolos dari bibirnya. Joana tidak kuasa menahan nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dan rambut pria tampan itu menjadi sasaran tangan Joana.
"Ah...ah...aaaaaaaahhhh"
Joana mengerang panjang, saat puncak ternikmat tiba-tiba datang menghampirinya. Abizard bisa melihat nafas gadis itu masih tersenggal sembari menatapnya dengan tatapan sayu.
Sruuupppp
__ADS_1
Abizard menarik selimut dan menutup tubuh Joana dengan selimut itu.
"Tidurlah," ujar Abizard sembari membawa gadis itu dalam pelukkannya. Kini Abizard dan Joana berbaring bersama dengan Joana berada dalam dekapan Abizard.
Joana mendongakkan kepala melihat kearah Abizard.
Cup
Abizard mencium kening Joana yang tengah mendongak melihatnya.
"Mau lagi?" tanya Abizard yang membuat wajah Joana bersemu merah.
"A-Abi ini tidak benar. Jangan kamu kira sudah melakukan itu padaku, maka aku akan mencintaimu. Aku...."
"Aku tahu. Sudah aku bilang padamu. Aku tidak berharap kamu juga membalas perasaanku. Cukup aku saja yang mencintaimu," ujar Abizard.
Joana terdiam. Abizard mengeratkan pelukkannya. Entah mengapa Abizard merasa sedikit terluka. Karena baru pertama kalinya dia di tolak seorang wanita. Padahal selama ini para gadis selalu mengejar-ngejar dirinya dan bersedia menaiki ranjangnya dengan suka rela. Tapi terhadap Joana dirinya tulus, bahkan dia tidak ingin mengambil kehormatan Joana sebelum gadis itu menyerahkan hati untuknya.
"Tidurlah," ujar Abizard.
Joana perlahan memejamkan matanya. Entah mengapa setelah mendapatkan pelepasannya, Joana jadi tiba-tiba mengantuk. Setelah mendengar Joana mendengkur halus, Abizard mengecup sekilas bibir gadis pujaannya dan kemudian beranjak perlahan.
Abizard kemudian pergi dari rumah itu dan menghilang dikegelapan malam
*****
"Ah...sial pakai terkirim lagi," ujar Joana yang menyesali isi chatnya terkirim pada Abizard.
Gadis itu hanya mengirim pesan chat, bahwa dirinya berpamitan pergi ke Jerman.
"Apaan pakai pamitan segala. Aku kan nggak punya hubungan apapun dengan dia. Nanti dia bisa mengira aku berubah pikiran. Ini lagian jari gatal sekali. Duh...bagaimana ini?"
Sementara itu di tempat berbeda, Abizard tengah menandatangani banyak dokumen di kantornya. Matanya melirik kearah ponsel yang bergetar, dan melihat Joana mengirim chat untuknya.
"Dia jadi pergi ke Jerman?" ucap Abizard lirih.
Abizard tidak membalas chat Joana, yang membuat gadis itu jadi mengerutkan dahinya. Perasaan Joana jadi tidak senang, karena Abizard membaca pesannya, namun tidak membalasnya.
__ADS_1
"Dasar pria brengsek! katanya cinta, tapi balas chat saja malas," gerutu Joana.
Joana menarik kopernya dan memasuki kawasan bandara. Dia ingin menemui Meiza kembali dan mengatur strategi yang baru bersama wanita itu. Joana tahu tidak akan mudah lepas dari Deryl. Karena selain dirinya, Deryl memiliki penembak Jitu dari Australia. Hanya saja penembak Jitu itu bukan bekerja untuk Deryl, namun pembunuh bayaran dari mafia Autralia.