Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.301. Swiss


__ADS_3

"Atur tiket kami ke Swiss ya pa!" ucap Abizard pada Mario.


"Kalian ingin bulan madu ke Swiss?" tanya Mario..


"Iya pa." Jawab Abizard.


"Biar aku yang mengurus tiket keberangkatan kalian. Kalian siapkan saja diri kalian dan pakaian yang akan dibawa," ujar Rakha.


"Makasih bro. Kamu memang terbaik deh," ujar Abizard.


"Sayang. Kita istirahat diatas yuk?" sambung Abizard yang langsung mendapat cebikkan dari Meiza.


"Bisa aja musang ayam modusnya," ucap Meiza.


Joana hanya bisa tersipu. Tapi sejujurnya dia memang sangat lelah saat ini, setelah seharian melakukan resepsi pernikanan. Tentu saja ajakkan istirahat merupakan surga baginya.


Abizard membantu Joana melepaskan pakaian pengantinnya, hingga tubuh istrinya itu polos.


Cup


Abizard mencium punggung istrinya itu sembari me**mas kedua aset berharganya


"Sa-Sayang. Bisakah kita jangan melakukannya sekarang? aku benar-benar sangat lelah," tanya Joana.


"Aku tahu. Aku hanya sedang mengagumi kecantikkan dan keindahan tubuhmu," ucap Abizard sembari memeluk erat tubuh Joana dari belakang.


Namun tubuh pria yang sudah ikut polos itu menempel sempurna dibelakangnya, hingga Joana bisa merasakan tonjolan luar biasa menyentuh bokongnya.


"Kita mandi bersama, aku akan membantumu mencuci rambut. Agar rambut indahmu bersih dari hairsprey," sambung Abizard.


Joana membalikkan badan dengan menyilangkan tangan didadanya. Sungguh dirinya masih merasakan malu, meskipun kini Abizard sudah menjadi suaminya.


"Tidak usah ditutupi. Aku suka melihat dan merasakannya," ucap Abizard sembari mengedipkan mata.


Namun tiba-tiba matanya terbelalak, saat melihat kejantanan suaminya yang berukuran tidak biasa yang sudah tegak sempurna. Joana memalingkan wajahnya dengan pipi merona.


"Kamu mau? dia siap buat melayanimu," tanya Abizard sembari terkekeh.


"Nggak mau. Aku mau mandi dan pergi tidur. Capek banget." Jawab Joana sembari menuju kamar mandi.


"Aneh sekali. Kalau wanita lain sudah menerjangku saat melihat kejantananku yang luar biasa. Ini kok malah kabur," ujar Abizard lirih.


Tanpa Abizard tahu, dari balik pintu kamar mandi Joana tengah mengelus dadanya. Jantungnya berdegup melihat pemandangan yang tidak biasa itu.


"Bagaimana ini. Aku sangat takut. Bukankah ukuran untuk orang asia tidak sebesar itu? apa itu akan muat? oh astaga Joana...kenapa kamu jadi mikirin hal itu. Huffftttt...lebih baik aku bergegas mandi dan istirahat," ujar Joana.

__ADS_1


Baru saja dirinya menikmati air mancur dari shower, sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya dengan wajah yang sudah berada di ceruk lehernya.


"A-Abi. Bukankah pintu kamar mandi tadi aku kunci?" tanya Joana gugup.


"Masih saja menanyakan itu. Jangankan pintu, akun bank Amerika saja bisa ku bobol." Jawab Abizard.


"A-Apa maksudmu? kamu seorang peretas?" tanya Joana terkejut.


"Hanya hobby saja. Suamimu ini seorang pengusaha." Jawab Abizard.


"Bohong. Katakan padaku akun mana saja yang sudah kamu bobol? uangnya kamu kemanakan?" tanya Joana.


"Salah satu bank di Amerika, Spanyol, Paris, dan banyak negara lainnya." Jawab Abizard.


"Apakah berhasil?" tanya Joana.


"Tenti saja." Jawab Abizard.


"Uangnya?" tanya Joana.


"Aku tidak pernah memakannya. Karena aku masih mampu mencari uang halal. Aku membagi-bagikannya pada orang yang membutuhkan. Aku bangun untuk membuat panti asuhan, agar anak-anak dijalanan punya tempat berlindung." Jawab Abizard.


"Abi aku mohon jangan lakukan itu lagi. Aku takut kamu akan tertangkap. Lalu aku bagaimana? akun yang kamu bobol akun internasional. Hukum disana lebih ketat. Itu sangat berbahaya, jangan lagi ya?"


"Iya sayang aku janji." Jawab Abizard.


Abizard membalikkan tubuh Joana, dan segera me**mat bibir istrinya itu. Tubuh yang dingin karena cipratan air, kini tidak lagi mereka rasakan. Mereka berbagi kehangatan, meskipun tidak menyatu dengan sempurna.


Abizard menyatukan keningnya dan Joana. Saat ciuman panas mereka telah usai.


"Ingin sekali aku memakanmu saat ini. Tapi aku ingin melakukannya saat kita berada di swiss. Sabar ya tong, besok kamu akan masuk kesarangmu," ujar Abizard sembari mengajak pusakanya berbicara.


Joana mengulum senyumnya, saat mendengar ucapan Abizard. Joana senang, karena abizard tidak memaksakan kehendaknya dan sangat menghargai dirinya.


*****


"Tidurlah. Perjalanan masih panjang," ujar Abizard saat pesawat mereka baru saja mengudara 10 menit yang lalu.


"Emm. Aku sangat mengantuk." Jawab Joana.


Cup


Abizard mengecup puncak kepala Joana sembari mengusapnya. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, merekapun tiba di Swiss tepat pada pukul 5 sore. Abizard dan Joana segera mencari penginapan untuk beristirahat.


"Sayang. Apa yang ingin kamu makan?" tanya Abizard.

__ADS_1


"Apa saja. Lagipula aku tidak tahu apa makanan khas disini." Jawab Joana.


"Baiklah. Kamu tunggu disini ya? biar aku carikan makanan," ucap Abizard.


"Aku ikut saja. Biar kita makan bersama sembari menikmati suasana Swiss," ujar Joana.


"Kalau begitu kita mandi saja dulu. Jadi kita bisa makan malam romantis. Iya kan?"


"Ya." Jawab Joana sembari tersenyum.


Merekapun memutuskan membersihkan diri bersama. Setelah selesai merekapun makan malam diluar sembari menikmati malam di kota Swiss.


"Kamu bisa memesan apapun. Aku ke toilet sebentar ya?" ujar Abizard.


"Oke." Jawab Joana.


Namun baru saja melangkah sekitar 5 langkah, Abizard bertabrakkan dengan seorang gadis bule yang sama sekali tidak dia ingat.


"Abi?"


Mendengar nama suaminya disebut, Joana menoleh ke belakang dengan mengerutkan dahinya.


"Sorry siapa ya?" tanya Abizard.


"Kamu lupa sama aku? aku Reina, kita pernah melakukan one night stand di Bali." Jawab Reina yang membuat mata Abizard melotot.


Kepala Abizard memutar melihat kearah Joana. Dan sudah bisa pria itu pastikan, kalau wajah istrinya itu sudah dingin sedingin es batu. Abizard cengar cengir melihat kearah Joana, sembari memberikan tanda dua jari pada istri bule nya itu.


"Abi aku masih ingat betapa kamu hebat saat diranjang. Punyamu begitu kokoh. Apa kamu punya waktu? aku ingin sekali mengulanginya lagi. Aku sungguh menikmatinya waktu itu,' ujar Reina yang membuat Abizard bertambah tegang.


Tap


Tap


Tap


Joana mendekat kearah Reina dan Abizard. Tubuh Joana yang semampai, membuat Reina terlihat sangat pendek. Hanya sebatas leher wanita itu. Joana berdiri diantara Abizard dan Reina dengan tatapan yang sangat dingin.


"Sayang. Sabar, disini banyak orang," bisik Abizard.


"Menyingkirlah dari hadapanku dan dari hadapan suamiku. Kalau kamu berani menggodanya lagi, jangan salahkan aku kalau aku pecahkan kepalamu itu," ucap Joana sembari meraih sebotol minuman yang berada disamping meja tempatnya berdiri. Botol minuman milik pelanggan lain yang tengah berkunjung di restaurant itu.


"Abi. Siapa dia?" tanya Reina.


"Istriku." Jawab Abizard.

__ADS_1


Reina langsung pergi. Dia tidak ingin dipermalukan oleh Joana, karena sudah menggoda Abizard. Kepala Joana berbalik menatap Abizard setelah kepergian Reina. Sementara Abizard hanya bisa memasang senyum kaku.


To be continue....🤗🙏


__ADS_2