Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.208. Menghindar


__ADS_3

Sudah 3 hari sejak kejadian itu, Ezka sama sekali tidak bisa Yure hubungi. Pria yang minim pengetahuan tentang cinta itu, jadi merasa dirinya dicampakkan oleh seorang gadis. Tanpa Ezka tahu, kejadian malam itu benar-benar sudah merubah segalanya. Karena Ezka terkesan menghindarinya, Yure berubah menjadi sedikit pendiam dan mudah marah.


"Aku tidak bisa begini terus. Ezka benar-benar membuat hatiku tidak tenang. Aku tahu dia pasti marah padaku atas kejadian malam itu, tapi kenapa dia tidak minta pertanggung jawaban dariku?" batin Yure.


Yure hanya mengaduk-aduk makanan di depannya, sementara pikirannya melayang entah kemana. Rakha yang sudah memperhatikan perubahan Yure belakangan ini, sedikit terusik hatinya.


"Kamu kenapa sih? kamu ada masalah? tapi apa masalahmu? tentang perjodohan itu sudah selesai, keuangan juga stabil, jadi masalahnya ada dimana?" tanya Rakha.


"Aku bingung menjelaskannya padamu, bertanya denganmu sama saja bertanya dengan kambing congek." Jawab Yure.


"Maksudnya apa nih? kok ngatain aku kambing congek?" tanya Rakha.


"Ini masalah wanita. Aku sudah di campakkan oleh seorang wanita." Jawab Yure.


"Apa? sejak kapan kamu punya pacar?" tanya Rakha terkejut.


"Bukan pacar. Cuma hubungan one night stand. Tapi aku benar-benar tidak bisa terima di perlakukan seperti ini. Harga diriku terasa di injak-injak." Jawab Yure yang tiba-tiba menghempaskan sendok diatas piring.


"Sepertinya kamu menyukai gadis itu. Siapa yang berhasil merenggut keperjakaanmu itu? jadi benar ya, kamu nggak masuk kerja waktu itu karena indehoy sama seorang gadis?"


"Aku tidak tahu ini cinta atau bukan. Tapi sejak kejadian malam itu, aku selalu memikirkan dia setiap saat."


"Kenapa kamu harus pikirkan? dia mencampakanmu, jadi bukan salahmu. Lagipula siapa sih gadis itu? apa dia masih perawan?" tanya Rakha.


"Justru karena dia perawan, itulah yang menjadi pikiranku. Dia menghindariku, sudah tiga hari panggilan telpon dan chatku tidak dibalas dan cuma di read doang. Rasanya sakit sekali,"


"Lebay banget yur. Kamu itu kan di pihak laki-laki. Dia yang menghindar, dia sendiri yang rugi."


"Nggak bisa gitu dong Ka. Dia memperlakukan aku seperti habis manis sepah dibuang. Meski aku ini laki-laki, tapi aku ini punya harga diri."


"Siapa sih gadis itu? ini seorang Yure yang terkenal cuek dan pemilih loh? kok kamu jadi terpengaruh gitu? hebat sekali gadis itu," ujar Rakha.


Yure tidak menanggapi ucapan Rakha. Dia tidak ingin menambah runyam pikirannya, sebelum dia memastikan hubunganya dengan Ezka.


"Ka. Apa menurutmu dia keberatan karena usiaku lebih muda dari dia?" tanya Yure.


"Busyettt...kamu jadi gigolo Yur?"


"Ckk...bisa nggak sih nggak becanda dulu?" melihat Yure yang sensitif, Rakha jadi tertawa.


"Berapa tahun?" tanya Rakha.

__ADS_1


"Apanya?" tanya Yure.


"Terpaut usia berapa kalian?" tanya Rakha.


"Satu Tahun." Jawab Yure.


"Seharusnya sih nggak jadi masalah. Tapi mungkin gadis itu punya prinsip sendiri. Bisa jadi dia tidak suka brondong," ujar Rakha.


"Apa iya ya?" ucap Yure.


"Lagipula gimana ceritanya, kamu kok bisa one night stand sama gadis itu?" tanya Rakha.


"Dia diberi obat perangsang oleh pacarnya. Aku hanya sekedar menolong dia, bisa dibilang malam itu aku diperkosa oleh dia." Jawab Yure sembari mengulum senyumnya.


"Cih...pakai bilang diperkosa segala. Memangnya sebesar apa tenaga wanita itu, hingga kamu tidak bisa melumpuhkan dia. Kalau kamu memang nggak mau, pasti kamu sama sekali tidak akan tergoda sama dia," ujar Rakha.


"Rakha benar. Aku memang tidak maksimal menghindari kejadian itu. Tanpa aku sadari, sebenarnya aku juga menginginkan hal itu terjadi. Ah...bagaimana mungkin aku bisa menolak, malam itu Ezka benar-benar sangat cantik dan menggoda," batin Yure.


"Kenapa kamu tidak datangi rumahnya saja?" tanya Rakha.


"Sudah. Tapi dia selalu tidak ada dirumah." Jawab Yure.


"Tempat kerjanya?" tanya Rakha.


"Pergilah sekarang!" ucap Rakha.


"Nanti saja seusai pulang kerja. Sekarang jam makan siang sudah habis, kita harus segera kembali ke kantor," ujar Yure.


"Tidak usah. Selesaikan dulu masalahmu, biar aku kembali ke kantor sendiri," ucap Rakha.


"Makasih Ka,"


"Apa kamu mau mendengar saranku?" tanya Rakha.


"Apa?"


"Tapi aku ingin tanya dulu ke kamu. Apa kamu mencintai dia?" tanya Rakha.


"Eh? a-aku tidak tahu, tapi sejak malam itu aku selalu memikirkan dia." Jawab Yure.


"Itu artinya kamu sudah jatuh cinta padanya."

__ADS_1


"Darimana kamu tahu? kamu saja belum pernah merasakannya," tanya Yure.


"Benar juga. Kok bisa aku ngomong gitu ya? tapi anggap saja itu benar," ujar Rakha.


"Jadi apa saranmu?" tanya Yure.


"Kamu hamili saja dia, dia pasti akan minta pertanggung jawaban darimu." Jawab Rakha sembari menahan tawanya.


Yure mengerlingkan matanya tanda tidak senang dengan usulan Rakha. Pria itu kemudian berdiri dan pergi dari hadapan Rakha untuk menemui Ezka di tempat kerjanya.


Sementara itu di MD collection, Ezka tampak sedang menyibukkan diri. Tidak jauh berbeda dengan Yure, kejadian malam itu banyak merubah diri gadis itu. Dia masih saja sedih atas apa yang menimpa dirinya. Itulah sebabnya Ezka menyibukkan diri, agar dia bisa melupakan kejadian itu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!" Ezka tampak sibuk mengecek jumlah barang yang keluar masuk pada bulan ini.


"Maaf bu. Ada tamu yang mencari ibu," ujar Intan sang serketaris.


"Tamu? siapa?" tanya Ezka.


"Namanya pak Yure." Jawab Intan.


Deg


Jantung Ezka serasa hendak berhenti, saat mendengar nama itu.


"Katakan saja saya sedang tidak ada di kantor," ucap Ezka.


"Maaf bu. Tapi resepsionis dibawah, sudah terlanjur mengatakan ibu ada." Jawab Intan.


"Katakan saja saya sedang tidak enak badan, jadi tidak mau di ganggu," ujar Ezka.


"Baik bu." Jawab Intan dan kemudian keluar dari ruangan itu.


Ezka memijat dahinya. Entah sampai kapan dirinya harus menghindari Yure. Dia cukup malu bertemu pria yang sudah dia anggap seperti adik kandungnya itu.


"Maafkan kakak Yure. Kakak rasanya tidak punya muka lagi untuk bertemu denganmu. Kakak tahu kamu datang hanya ingin meminta maaf, dan kakak juga tidak menyalahkanmu. Kejadian malam itu sama sekali bukan salahmu. Jadi kakak tidak ingin membuatmu merasa bersalah," ucap Ezka lirih.

__ADS_1


Ezka berdiri dari kursi kebesarannya. Gadis itu kemudian menatap arah luar jendela. Dapat Ezka lihat, Yure tengah memukul mobilnya karena kesal tidak bisa bertemu dengannya. Tanpa Ezka sadari, air matanya menetes dengan sendirinya.


__ADS_2