Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.213. Cuek


__ADS_3

Seperti janji Ezka. Gadis itu kini tengah berada dirumah sakit setelah pulang bekerja. Namun alangkah kecewanya dia, saat seorang suster mengatakan pasien yang bernama Yure Bagaskara telah meminta pulang paksa. Ezka yang kesal langsung menemui pria itu ke rumah Yuda dan Regia, karena dia pikir Yure berada disana untuk dirawat.


Ting tong


Ting tong


Ceklek


"Nona Ezka?" sapa pelayan saat melihat Ezka yang berada di ambang pintu.


"Yurenya ada nggak bik?" tanya Ezka.


"Tuan muda tidak ada disini non. Dia ada dirumah pribadinya." Jawab Pelayan.


"Siapa yang merawatnya?" tanya Ezka.


"Tidak ada non. Tuan muda menolak dirawat nyonya besar. Oh ya silahkan masuk dulu non, biar saya panggilkan nyonya besar," ucap Pelayan.


"Tidak usah bi. Saya langsung ke rumah Yure saja. Titip salam saja buat nyonya besar," ujar Ezka.


Ezka kemudian memutuskan untuk langsung pergi di kediaman Yure. Gadis itu benar-benar kesal dengan tingkah Yure yang keras kepala dan berbuat maunya sendiri.


Sementara itu, Yure yang baru saja mengantar Rakha di depan pintu sekitar 5 menit yang lalu, dikejutkan kembali dengan suara bel apartemennya.


"Siapa yang datang? apa Rakha kembali lagi? tapi perasaan nggak ada yang lupa," ujar Yure sembari berjalan menuju pintu.


Tanpa mengecek siapa yang datang, Yure langsung membuka pintu begitu saja.


Deg


Jantung Yure serasa berhenti berdetak, saat melihat gadis yang mengalihkan dunianya berada tepat di depan matanya. Tanpa di persilahkan masuk, Ezka langsung masuk begitu saja.


"Mau apa kamu datang kemari? bukankah kamu memintaku untuk melupakan semuanya? seharusnya kamu tidak usah muncul lagi di hadapanku," ucap Yure.


"Ngomong apa sih? aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan," Ezka seolah bersikap cuek.


Gadis itu bahkan dengan santainya membuka kulkas Yure, untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan dan dia minum.


Krauuukkk


Ezka memakan sebuah apel merah, dan duduk di sofa dengan santai. Yure hanya bisa mengelus dadanya, menahan sabar atas sikap gadis yang tengah meremehkan dirinya itu.


"Pulanglah! aku mau beristirahat," ujar Yure yang langsung pergi menuju kamarnya.


"Berani kamu berjalan selangkah lagi? aku akan patahkan kakimu itu," ucap Ezka.


"Kalau begitu aku ingin melihat, apa kamu sanggup melakukannya." Jawab Yure sembari kembali melangkahkan kakinya.


Pukkkk


Ezka melemparkan buah apel kearah Yure, meskipun lemparan itu memang sengaja dia buat sedikit menyimpang. Yure melirik buah apel yang berserakkan di lantai, namun langkahnya kembali maju, tanpa takut dengan ancaman Ezka.


"Beraninya kamu tidak mengidahkan ucapanku Yure," teriak Ezka.


Ezka yang hilang kesabaran, langsung menyusul Yure kedalam kamar.

__ADS_1


Brakkkkk


Ezka membuka pintu kamar itu dengan cukup kasar. Sementara Yure menunggu di dekat pintu dengan menyilangkan tangan didada.


"Ya ampun nona Ezka. Tindakanmu ini bisa membuatku salah faham loh. Apa sebenarnya kamu itu masih penasaran dengan kejadian malam itu?" tanya Yure dengan gaya santainya.


Mendengar ucapan Yure, membuat wajah Ezka jadi memerah seketika.


"Omong kosong! apa bonyok diwajahmu itu minta di tambahi?" tanya Ezka.


Tanpa rasa takut Yure mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Ezka, namun dengan sigap gadis itu menepisnya. Yure yang mempunyai tingkat kejahilan luar biasa, kembali melakukannya berkali-kali, hingga Ezka hilang kesabaran dan melayangkan sebuah tinju ke arah Yure.


Tap


Yure menangkap tangan Ezka dan menarik gadis itu kearahnya. Kini tidak ada lagi jarak antara keduanya, karena Yure sudah memeluk pinggang ramping gadis itu.


"Yure lepaskan! kamu mau jadi kayak Alex?" hardik Ezka sembari berusaha melepaskan pelukkan Yure.


"Bukankah aku lebih bajingan dari Alex? aku bahkan sudah merasakan semuanya," bisik Yure dengan suara sensualnya.


Deg


Deg


Deg


Bisikkan sensual itu membuat bulu roma Ezka meremang, dan debaran jantungnya dua kali lipat lebih cepat.


"Apa kau takut?" tanya Yure, yang melihat rona panik diwajah Ezka.


"Oh ya?" Yure mendekatkan wajahnya, dan itu membuat tubuh Ezka menegang.


"Yur-Yure...kamu mau apa? aku ini kakakmu, jangan macam-macam," ucap Ezka.


"Tapi kamu adalah wanita pertamaku," bisik Yure.


"Tapi a...."


Cup


Yure mencium bibir Ezka dan melu**tnya dengan lembut. Tubuh gadis itu menegang, dengan mata yang melebar.


Pak


Puk


Pak


Puk


Ezka memukul dada Yure beberapa kali. Namun semakin Ezka berontak, semakin Yure memperdalam ciuman itu. Semakin lama pertahanan Ezka semakin melemah, dan lama kelamaan dirinya juga ikut terhanyut.


"Kamu juga menyukainya," bisik Yure dengan nafas yang masih memburu.


"Dan aku sangat yakin, sebenarnya dihatimu sudah ada namaku di dalamnya. Hanya saja kamu belum menyadarinya. Apa perlu kita mengulang kejadian malam itu, agar kamu bisa memastikan, apakah kamu benar-benar menganggapku seorang adik? atau sebagai seorang pria dewas?"

__ADS_1


"Yang bisa memuaskanmu hingga berkali-kali" bisik Yure, sembari sedikit menyetuh ujung telinga Ezka dengan lidahnya.


"Yure. Aku benci kamu," ujar Ezka sembari melepaskan diri dari pelukkan Yure.


Ezka kemudian berlari kearah pintu keluar, dengan rasa malu.


"Tapi aku mencintaimu," teriak Yure yang berhasil menghentikan langkah kaki Ezka.


Yure berharap Ezka berbalik badan, namun harapan itu hanya ada dalam angannya saja. Meski berhenti sejenak, Ezka kemudian pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Brakkkkk


Ezka membanting pintu dengan lumayan keras. Sementara Yure tertawa keras melihat tingkah Ezka yang masih galak, meski mereka sudah berciuman cukup panjang. Sesaat kemudian tawa Yure mereda, dan pria itu memegang bibirnya sendiri. Yure masih bisa merasakan lembut dan manisnya bibir Ezka yang baru saja di lu**t habis olehnya.


Bugh


Bugh


Bugh


Ezka memukul setir mobilnya beberapa kali.


"Yure brengsek! dasar bocah tengil. Berani-Beraninya dia berbuat begitu. Lagian bisa-bisanya aku terhanyut dengan ciuman bocah tengil itu. Rasanya ingin ku pukul kepalanya itu pakai panci," gerutu Ezka.


Ezka meraba bibirnya yang sedikit masih merasakan kebas. Sekilas dia jadi teringat, ciuman panjang dan memabukkan yang terjadi pada beberapa saat yang lalu.


Ezka kemudian memutuskan untuk pulang kerumah. Dia memutuskan untuk menghindar dari Yure, pria yang sudah mengacaukan hidupnya itu.


*****


Gadlyn terlihat cantik dengan blouse dan rok yang dia kenakan saat ini. Rambutnya dia ikat menjadi satu bagian yang sedikit menjulang, hingga memperlihatkan lehernya yang putih dan jenjang.


"Bukankah itu motor Gadlyn? tapi kenapa dia memakai pakaian seperti itu? bukankah dia seoarang OG?" ujar Reno lirih.


Hari ini pria itu tidak pergi bersama Poppy, karena gadis itu sedang cuti sakit.


Tiiinnnn


Reno membunyikan klakson, dan membuka kaca mobilnya. Dapat dia lihat Gadlyn terlihat cantik dan Sexy dengan pakaian yang dia kenakan. Gadlyn yang marah langsung menghentikan motornya, karena Reno terlalu memepetkan kendaraan kearahnya.


"Kamu sudag gila ya? kamu mau bikin aku celaka terus menerus? Reno, kita sudah menjalani hidup kita masing-masing. Tidak usah lagi mengganggu aku," hardik Gadlyn.


"Apa ini? bukankah kamu seorang OG? kenapa OG berpakaian seperti ini?" tanya Reno.


"Oh iya aku lupa. Karena aku sangat senang, jadi aku akan memberi kabar gembira ini padamu. Sekarang aku tidak lagi jadi OG, tapi sudah menjadi serketaris di EH Group." Jawab Gadlyn.


"Ser-Serketaris?" Reno terkejut.


"Ya. Ya sudah ya, aku mau pergi kerja dulu," Gadlyn berlalu dengan motornya.


"Nggak mungkin dia jadi serketari dari seorang OG. Kecuali apa yang di katakan Poppy memang benar. Gadlyn, aku terlalu meremehkan kemampuanmu merayu seorang pria. Aku jadi penasaran bagaimana performamu saat diatas ranjang," ujar Reno menyeringai.


Setelah 20 menit meniti jalanan, Gadlyn akhirnya tiba di kantor. Gadlyn datang ke pantry untuk membuatkan Rakha kopi. Pria berwajah dingin itu menatap penampilan baru Gadlyn, yang terlihat cantik dan sexy, meski tidak menggunakan pakaian terbuka.


TO BE CONTINUE....🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2