Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
211. Di tolak


__ADS_3

"Apa sudah puas menjadi orang bodoh? rasanya aku ingin sekali menambahi bonyok di wajahmu itu. Kamu kenapa bisa gegabah begini sih? mau sok jagoan dengan menangani masalah sendirian? hasilnya apa? bonyok kan?" Rakha mengomeli Yure habis-habisan.


"Maaf," ujar Yure lirih.


"Maaf-Maaf, enak saja bilang maaf. Beruntung kamu tidak mati. Kalau sampai kamu mati, aku akan mengobrak-abrik kuburanmu," ucap Rakha.


"Kamu kan bisa bawa anak buah kita, atau kamu bisa menghubungiku. Kenapa kamu jadi bertindak sendiri dengan alasan harga diri. Harga diri tahi kucing. Kalau kamu mati dikeroyok, tahi kucingpun nggak mau nempel di kuburanmu," Rakha mengomel panjang lebar, hingga daun telinga Yure terasa panas mendengarnya.


"Kamu tega sekali Ka. Aku sudah bonyok begini masih juga dimarahi. Elus kek, disayang kek," ujar Yure yang ingin mencairkan suasana.


"Elus kepalamu. Yang ada aku ingin menyentil lukamu. Biar kamu tahu, kalau kamu itu manusia bodoh. Lagian kamu ngapain sih berkorban sampai segitunya? kamu sendiri yang bilang, kalau gadis itu tidak mau menerima tanggung jawabmu. Lalu kenapa kamu harus susah payah memberi pria itu pelajaran? gadis itu saja nggak perduli,"


"Dia nggak perduli, tapi aku perduli. Tapi setelah ini mungkin aku akan menuruti semua saranmu. Aku mendatangi pria itu hanya karena ingin melampiaskan kekesalanku saja. Sekarang aku sudah lega, aku akan belajar melupakan gadis itu," ujar Yure.


"Baguslah. Lain kali kalau bertindak dipikir pakai otak, kalau otakmu tidak mau dipakai lagi, biar aku saja yang meledakkannya," ucap Rakha.


"Ya sudah, aku sudah memutuskan akan berhenti mengejar gadis itu. Tapi sebagai gantinya aku akan mengejar Gadlyn." Jawab Yure yang sengaja ingin menjahili Rakha.


"Awwww......sakit Ka," teriak Yure, saat Rakha dengan sengaja menekan bengkak pada pipinya.


"Rasakan itu. Masih sakit saja, bisa berpikir untuk mengencani OG ku. Kamu harus minta izinku dulu kalau ingin mengencaninya," ujar Rakha.


"Ini kan sudah Izin," ucap Yure.


"Kamu belum layak. Lagipula dia belum pandai membuat teh."ujar Rakha.


"Nggak ada hubungannya Ka. Lagi pula aku tidak suka teh atau kopi, jadi pasti dia lebih cepat jatuh cinta padaku." ucap Yure.


"Oh...nantangin ya? minta di pencet lagi lukanya?" tanya Rakha.


"Apaan sih Ka. Tega amat sama teman sendiri,"


"Ka...."


Tok


Tok


Tok


Kata-Kata Rakha terhenti, saat mendengar ketukkan dari luar. Regia, dan Yuda datang untuk melihat keadaan putra mereka.


"Sebenaranya siapa yang membuatmu bisa melakukan tidakkan bodoh begini? papa dengar ini menyangkut urusan wanita, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Yuda.

__ADS_1


"Semua gadis di kencan buta dia tolak Om. Sekarang giliran dia merasakan di tolak oleh seorang gadis. sekalinya di tolak ngamuk nggak jelas," ujar Rakha sembari terkekeh.


"Ember sekali mulutmu itu Ka," gerutu Yure.


"Siapa gadis itu? sepertinya dia sangat istimewa. Apa papa perlu turun tangan?" goda Yuda.


"Apaan sih pa. Omongan Rakha di percaya. Ini nggak ada hubungannya dengan seorang gadis. Ini perselisihan biasa saja." Jawab Yure.


Rakha mencebikkan bibirnya saat mendengar ucapan Yure. Sementara itu, Marinka dan Ezra tengah sarapan bersama dengan Ezka. Pasangan itu ingin mengisi perut sebelum pergi menjenguk Yure di rumah sakit.


"Aku tidak mengerti gadis seperti apa yang Yure perebutkan. Sehingga dia bisa babak belur begitu," ujar Ezra.


Mendengar ucapan Ezra, Ezka jadi menghentikan kunyahannya.


"Yure kenapa Pa?" tanya Ezka.


"sekarang dia tengah berada di rumah sakit. Semalam dia terlibat perkelahian dengan seorang pria di klub malam. Lalu teman-teman pria itu datang, dan mengeroyok Yure hingga babak belur." Jawab Ezra.


Deg


Jantung Ezka berdegup dengan kencang. Tentu saja dia sangat mencemaskan keadaan Yure.


"Dia berkelahi dengan siapa?" tanya Ezka.


Deg


Deg


Deg


Jantung Ezka berdetak dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


"Kamu mau ikut jenguk Yure nggak?" tanya Ezra.


"Papa mama duluan saja. Nanti Ezka akan jenguk sendirian saja. Ada hal lain yang harus aku kerjakan." Jawab Ezka.


"Baiklah," ujar Ezra.


Setelah selesai sarapan, Ezra dan Marinka benar-benar pergi menjenguk Yure. Sementara Ezka pergi menemui Alex untuk membuat perhitungan dengan pria itu.


Brakkkk


Ezka mendorong pintu kontrakkan yang biasa Alex tinggali selama ini. Alex cukup terkejut dengan kedatangan Ezka, namun senyumnya tiba-tiba mengembang.

__ADS_1


"Sayang. Kamu datang? sekarang kamu baru sadar, bahwa kamu tidak bisa hidup tanpaku kan?" tanya Alex.


"Jangan bicara omong kosong. Aku benar-benar muak mendengarnya. Aku datang kesini hanya ingin bertanya padamu, kenapa kamu membuat adikku terluka?" tanya Ezka.


"Alex. Biar aku tegaskan padamu, aku tidak akan pernah memiliki hubungan dengan pria sampah sepertimu," sambung Ezka.


"Sayang. Aku mohon maafkan aku, aku benar-benar khilaf waktu itu. Lagi pula kita tidak sampai melakukan hal itu bukan? jadi aku mohon padamu, berilah aku kesempatan," ujar Alex dengan wajah memelas.


"Kesempatan? mimpi saja kamu. Aku memang belum membuat perhitungan denganmu atas kejadian waktu itu. Tapi bukan berarti aku mau melepaskanmu begitu saja. Dan hari ini biarkan aku menambahi babak belur diwajahmu itu," ucap Ezka.


Ezka yang memiliki kemampuan bela diri, langsung menyerang Alex dengan membabi buta. Meski Alex melakukan perlawanan, tapi tetap saja pria itu kalah telak. Dan akhirnya pria itu tumbang tak sadarkan diri.


"Rasakan itu. Waktu itu aku tidak bisa melawan karena tubuhku benar-benar lemah. Kamu tidak pernah melihat sisiku yang ini kan? sekarang kamu sudah merasakannya," ucap Ezka


Bughh


Ezka yang emosi memberikan pukulan terakhir sebelum dia benar-benar pergi dari tempat itu. Ezka kemudian pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Yure. Setelah mendapat informasi ruangan Yure, gadis itupun bergegas pergi kesana.


Saat mendekati ruangan itu, Ezka melihat dua pria bertubuh besar berjaga di depan ruangan itu. Namun saat Ezka hendak masuk, Ezka dihalangi oleh kedua pria itu.


"Maaf nona Ezka. Tuan Yure melarang anda menjenguknya," ujar salah seorang dari mereka.


"Apa maksudnya aku tidak boleh masuk? apa kalian lupa siapa aku?" tanya Ezka.


Dua pria itu ketakutan. Siapa yang tidak mengenal Ezka di dunia mafia. Gadis yang memiliki kemampuan bela diri yang lumayan tinggi, putri dari pemimpin mereka terdahulu. Kini dunia bawah tanah memang digantikan oleh anak-anak Ezra dan Yuda.


"Bagaimana ini?" bisik salah satu pria itu.


Melihat kedua pria yang tampak kebingungan, Ezka jadi menghela nafas panjang.


"Beritahu tuanmu, katakan padanya aku benar-benar ingin bertemu," ujar Ezka.


Ezka tidak ingin membuat keributan dan harus baku hantam dengan dua pria di depannya. Lebih baik dia menyuruh mereka untuk memberitahu keberadaannya pada Yure. Setelah menunggu beberapa detik, salah seorang dari pria itu kembali keluar setelah memberitahu keinginan Ezka yang ingin bertemu.


"Maaf nona. Tuan Yure tetap tidak mengizinkan anda masuk. Beliau bilang kalau anda memaksa masuk, itu artinya anda setuju untuk jadi wanitanya. Kalau anda tidak setuju, maka anda tidak usah bertemu dia selamanya. Ma-Maaf nona, itu kata-kata dari tuan Yure," pria itu tampak gugup saat mengatakannya.


"Apa-Apan si Yure? apa dia ingin memberitahu semua orang, kalau kami sedang dalam hubungan yang sangat rumit? dan apa itu tadi? kalau masuk aku akan jadi wanitanya? benar-benar kekanakkan," batin Ezka.


"Katakan pada tuan kalian, besok aku akan datang lagi," ujar Ezka.


"Baik nona." Jawab mereka serentak.


Ezka berbalik badan dan kemudian meninggalkan tempat itu

__ADS_1


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2