Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.210. Aku Membencimu


__ADS_3

"Tentu saja belum cukup. Aku ingat betul malam itu kamu meneriakkan namaku hingga berkali-kali. Aku yakin saat itu kamu sudah sedikit sadar, karena kalau kamu masih dalam pengaruh obat, tentu nama pria lain yang akan kamu sebut,"


"Hentikan Yure...." hardik Ezka.


"Aku tidak akan berhenti. Aku akan selalu mengatakannya. Aku begitu marah sudah kamu perlakukan seperti sampah. Kalau kamu tidak memikirkan keperawananmu, maka aku yang memikirkan keperjakaanku," ucap Yure.


"Omong kosong!" suara Ezka penuh penekanan.


"Ezka. Tidakkah kamu berpikir, kalau ini semua terjadi karena takdir? mungkin dengan cara ini Tuhan ingin mempersatukan kita," ujar Yure.


"Maaf Yure. Aku tidak bisa, aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Terlebih kamu sudah kuanggap seperti adik kandungku sendiri. Yure, jangan jadikan peristiwa itu menjadi suatu obsesi bagimu. Maaf karena aku sudah melibatkanmu dalam hal ini,"


"Katakan alasanmu dengan jelas, apa ini karena usiaku yang terpaut lebih muda satu tahun darimu?" tanya Yure.


"Bukan hanya itu. Dari segi apapun sepertinya kita tidak akan cocok." Jawab Ezka asal.


Gadis itu tidak tahu lagi bagaimana caranya membuat Yure mengerti. Saat ini dirinya memang tidak memiliki perasaan apapun pada pria itu.


"Heh. Tidak cocok," Yure tersenyum sinis saat mendengar ucapan Ezka.


"Bagaimana bisa kamu bilang tidak cocok, sementara kamu sama sekali tidak pernah memberiku kesempatan untuk mengejarmu. Kita juga baru kali ini ngobrol dengan intim. Jadi dari segi mananya dibilang nggak cocok?" tanya Yure.


"Pokoknya apapun yang ingin kamu katakan, aku tetap tidak bisa bersamamu. Yure, aku harap kamu melupakan kejadian malam itu. Karena aku sudah melupakannya setelah keesokkan harinya. Hubungan satu malam waktu itu sama sekali tidak memiliki arti apapun bagiku. Aku harap kamu mengerti," ujar Ezka.


Hanya satu kata yang Yure rasakan saat ini. Yaitu 'sakit'. Padahal sejak kejadian malam itu, Yure tidak bisa makan dan tidur dengan baik. Dia selalu teringat sosok Ezka dan percintaan panas itu.


"Waw...kamu benar-benar gadis yang luar biasa Ezka. Beruntung aku yang mendapatkan keperawanamu. Karena kalau pada malam itu kamu sudah tidak perawan lagi, aku pasti mengira kamu sudah biasa melakukannya."


"Yure jaga bicaramu," ujar Ezka.


"Perkataan mana yang harus dijaga? kamu juga bisa dengan santai mencampakkanku. Dengan santainya kamu mengatakan itu tanpa beban sedikitpun dibibirmu. Bagaimana bisa kamu tega mengatakan itu, setelah memanfaatkan tubuhku untuk memuaskanmu." Jawab Yure.

__ADS_1


"Ckk...kamu ini. Kamu kan tahu sendiri kalau malam itu karena pengaruh obat. Kalau dalam keadaan sadar, mana mungkin aku mau melakukannya. Yure, aku tidak akan membuat perhitungan atas ucapan kasarmu itu. Tapi aku mohon lupakan kejadian itu, anggap seperti tidak pernah terjadi apa-apa," ucap Ezka.


"Lagi pula kenapa kamu mengkhawatirkan masalah keperawanan itu? dikota ini ada berapa banyak gadis yang hilang keperawanan dengan cuma-cuma? itu sama sekali tidak mempengaruhiku," dusta Ezka.


"Egois kamu Ezka. Sungguh aku membencimu," ujar Yure dengan tatapan yang mematikan.


Hilang sudah panggilan kakak untuk wanita di sampingnya itu. Karena sejak kejadian malam itu, Yure benar-benar sudah menganggap Ezka sebagai wanitanya.


Setelah mengatakan hal itu, Yure membuka pintu dan menutupnya dengan kasar.


Brakkkkkkk


Pria itu kemudian meninggalkan tempat parkir dengan langkah besar. Sementara Ezka masih berada didalam mobil sembari terisak.


"Maafkan aku Yure. Aku nggak mau kejadian itu membuatmu mengasihaniku, dan membuatmu jadi terpaksa bertanggung jawab. Aku tahu kamu pria yang baik, aku ingin kamu mendapatkan wanita yang benar-benar kamu cintai, bukan wanita yang terpaksa kamu nikahi," ucap Ezka lirih.


"Biarlah kamu membenciku, itu lebih baik daripada kamu mengasihaniku,"


Ezka kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan bergegas pergi dari situ. Sementara Yure tampak frustasi atas penolakkan yang dilakukan Ezka padanya. Jadilah pria itu mengamuk didalam apartemennya.


Yure menjatuhkan semua barang-barang yang ada di depan meja rias. Nafas pria itu naik turun, karena dirinya benar-benar emosi saat ini.


"Ini semua gara-gara pria itu. Lihat saja, aku akan lampiaskan semuanya padamu," gerutu Yure.


*****


Suara dentum musik memenuhi gendang telinga, saat Yure memasuki sebuah klub malam untuk mencari seseorang. Yah...saat ini dia memang sedang mencari keberadaan Alex. Dia ingin menghajar pria itu dengan tangannya sendiri.


Yure maraih ponselnya dan memastikan klub yang dia datangi, sesuai info yang dia dapat. Mata Yure mencari kesana kemari, namun belum menemukan keberadaan Alex. Yure bahkan menyisiri tempat terlarang, untuk menemukan keberadaan pria itu.


Yure sangat benci berada di tempat yang saat ini sedang dia datangi. Suara-Suara aneh saling bersahutan di setiap kamar yang dia lalui. Namun suatu kebetulan, saat dirinya akan melangkah pergi, suara seorang wanita meneriakkan nama Alex , disaat wanita itu sudah mencapai puncak kenikmatannya.

__ADS_1


Barang yang sangat jarang dia sentuh, kini terapit diantara dua jarinya. Asap benda itu mengepul di udara. Saat ini Yure menunggu Alex keluar, tepat disamping pintu. Setelah menunggu beberapa saat, Alex pun keluar dari pintu itu.


Setelah memastikan pria itu memang pria yang dia cari, Yure kemudian langsung melayangkan sebuah pukulan diwajah pria itu. Yure memukuli Alex secara membabi buta. Wanita yang menjadi teman kencan Alex jadi panik, dan langsung menghubungi teman-temannya yang lain.


Prakkkkkk


Sebuah botol minuman menghantam kepala Yure, hingga pecah berhamburan. Darah segar mengalir dari kepala pria itu, seseorang sudah memukulnya secara diam-diam.


"Bangsat! rasakan ini," hardik Alex.


Alex yang sudah babak belur, memberikan pukulan pada Yure disaat pria itu masih merasakan pusing akibat pukulan dari botol minuman. Kini Alex tidak lagi sendiri, tiga temannya sudah ikut mengepung Yure dan ikut menghajar pria yang tengah tak berdaya itu.


Beruntung keamanan segera melerai perkelahian itu, sehingga Yure bisa diselamatkan. Yure kemudian dilarikan kerumah sakit dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.


Sementara itu Alex kini tengah kesal. Dia tidak bisa melupakan wajah pria yang sudah menggagalkan rencananya malam itu. Gara-Gara kejadian itu, pohon duitnya memblokir semua akses, agar tidak bisa bertemu dengannya. Segala macam bentuk rayuan dan permintamaafan palsunya, sama sekali tidak di gubris oleh Ezka.


"Siapa sih dia? kok main hajar orang sembarangan?" tanya Dodi salah satu sahabat Alex.


"Awww...pelan-pelan dong, sakit ini." Ucap Alex saat dirinya tengah di kompres es oleh Dodi.


"Dialah cecunguk yang kuceritakan waktu itu. Gara-Gara dia semua rencana kita gagal. Padahal kalau aku berhasil menidurinya dan membuat video itu, kita akan jadi orang kaya raya." Jawab Alex.


"Tapi kamu bodoh juga Lex. Sudah aku bilang, kenapa kamu harus melakukan itu? dia mencintaimu apa adanya, seharusnya kamu nikahi saja dia, dan kamu bisa menguasai hartanya nanti," ujar Dodi.


"Pernikahan apa? aku nggak suka hubungan seperti itu. Aku ini pria bebas, aku tidak suka terikat dengan hubungan seperti itu," ucap Alex.


"Hah...terserah saja. Padahal kamu bisa bebas, meskipun sudah menikah dengan dia. Dia itu orang sibuk, mana sempat memperhatikanmu yang ada di luar rumah. Kamu tinggal minta uang yang banyak, dan bisa membuat alasan apapun setelah uang itu kamu dapatkan," ucap Dodi.


"Jadi aku harus bagaimana sekarang? nggak ada dia, keuanganku kacau," tanya Alex.


"Gunakan seluruh kemampuanmu. Buat dia kembali percaya padamu. Minta maaf dengan sungguh-sungguh, tipu dia sekali lagi." Jawab Dodi sembari terkekeh.

__ADS_1


Alex setuju dengan usulan Dodi. Pria itu menyeringai penuh arti.


Yuk intip audio book SERANJANG 3 NYAWA. sekarang sudah ada audio booknya loh, beri dukungan disana juga yah🤗🙏


__ADS_2