Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.292. Calon istri


__ADS_3

"Sayang. Abizard menghubungimu tidak? dia menyuruhku pulang cepat karena katanya dia mau bawa calon istrinya ke rumah," tanya Mario lewat sambungan telpon.


"Iya. Dia menyuruhku masak makanan spesial. Dia bahkan meyuruh bunda sama ayah hadir. Apa menurutmu ini sungguh-sungguh?" ucap Milana.


"Bukan apa-apa. Tahu sendiri putra kita itu terkenal playboy selama ini. Iya kan?" sambung Milana.


"Tapi dia tidak pernah membawa seorang gadis ke rumah. Terlebih menyuruh kita mengumpulkan keluarga. Mungkin saja kali ini dia benar-benar serius," ujar Mario.


"Iya juga sih. Ya sudah kalau begitu aku akan menyuruh pelayan menyiapkan semuanya. Sekalian aku akan menghubungi ayah dan bunda," ucap Milana.


"Ya lakukanlah. Sebentar lagi aku juga akan sampai," ujar Mario.


Sementara itu ditempat berbeda Abizard tengah menunggu Joana yang berganti pakaian. Entah apa yang membuat Joana akhirnya setuju untuk pergi kerumah Abizard.


Joana mematut dirinya dicermin. Dirinya yang biasa berpakain preman, saat ini tengah mengunakan gaun yang ternyata sudah disiapkan oleh Abizard untuk dirinya.


"Ingin menjadikan aku istrimu, mimpi saja. Aku akan membuatmu kehilangan muka di depan keluargamu sendiri. Tapi untuk saat ini, aku akan membuatmu melambung dengan penampilanku," ucap Joana lirih.


Joana menggerai rambut pirangnya yang biasa terikat. Joana terlihat sangat cantik dengan penampilannya saat ini.


Kriekkkkk


Joana keluar dari kamar, dan membuat Abizard terpesona dengan kecantikkannya.


"Kamu cantik banget sayang," ujar Abizard dengan mengulurkan tangannya yang kemudian disambut oleh Joana.


"Terima kasih. Bajunya juga indah," ucap Joana.


"Aku sudah tidak sabar ingin meminangmu beb," ujar Abizard.


Abizard dan Joana kemudian pergi di kediaman Mario. Setelah tiba disana, Joana cukup mengagumi arsitektur rumah Abizard yang menurutnya sangat tradisional itu. Karena Mario tidak ingin menghilangkan budaya juga darimana keturunannya berasal.


"Apa kamu masih keturunan keraton?" tanya Joana.


"Ya." Jawab Abizard singkat.


Joana melihat-lihat ukiran unik pada rumah Abizard. Dan dia tertarik saat melihat foto-foto keturunan keluarga Abizard. Namun belum sempat dia melihat semuanya, Joana sudah disambut oleh keluarga besar Abizard. Sambutan yang begitu hangat, hingga Joana merasa begitu sangat dihargai.


"Ini calon cucu menantu. Hem?" tanya Lilian sembari membelai rambut pirang Joana dengan lembut.


"Iya nek. Cantik kan?" ucap Abizard.

__ADS_1


"Pandai sekali cucu nenek cari calon istri. Cantik dan anggun." Jawab Lilian.


"Sayang. Kenalin ini nenek aku, nenek Lilian namanya. Dan ini kakekku, kakek Dirham. Nah kalau yang ini papa dan mamaku. Papa Mario dan mama Milana," ujar Abizard


Niat hati Joana yang ingin mempermalukan Abizard, joana malah mencium tangan para orang tua itu satu persatu.


"Ayo mari. Kita berbincang diruang keluarga sembari menunggu makanan dihidangkan," ujar Milana.


Merekapun pergi keruang tamu mengajak Joana berbincang-bincang.


"Siapa namamu cantik. Hem?" tanya Lilian.


Lilian terlihat sekali sangat menyukai Joana, hingga Joana merasa sangat disayangi oleh wanita tua itu.


"Joana Alexandra." Jawab Joana.


"Dimana orang tuamu tinggal nak?" tanya Milana.


"Saya anak tunggal. Kedua orang tua saya sudah meninggal karena di eksekusi mati. Mereka gembong narkoba." Jawab Joana dengan jujur.


Liliana melirik kearah Milana dan yang lainnya. Semua menatap tanpa ekspresi.


"Apa kamu kuliah saat ini? atau sudah bekerja?" tanya Milana yang ingin mengurangi kecanggungan.


"Oh ya? jadi apa pekerjaanmu?" tanya Lilian


"Seorang pembunuh bayaran. Lebih tepatnya penembak jitu." Jawab Joana.


Sungguh jawaban Joana seperti sambaran petir bagi keluarga Abizard. Namun mereka tidak ingin memperlihatkan rasa terkejut itu, karena mereka pikir semua manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua.


"Untuk siapa kamu bekerja?" tanya Lilian.


"Untuk si perjaka tua Deryl."


Kali ini Abizardlah yang menjawab pertanyaan itu. Lilian tampak berpikir keras dan dia tiba-tiba teringat tentang Ezra dan Marinka yang berkata Deryl mengirim penembak jitu dari Rusia untuk melenyapkan Meiza di Jerman.


"Ap-Apa kamu keturunan Rusia?" tanya Lilian.


"Ya." Jawab Joana.


Lilian tertegun. Sementara Joana jadi heran, kenapa nenek Abizard tahu tentang negara asalnya.

__ADS_1


"Kapan terakhir kali kamu mengambil job?" tanya Lilian.


"Saat inipun sedang berlangsung. Saya sedang mendapat misi melenyapkan seseorang di Jerman. Tapi karena ada perkerjaan lain, saya kembali dulu kesini." Jawab Joana.


Abizard tidak menyangka Joana akan jujur 100% tentang jati dirinya. Dan dia bertambah menyukai gadis bule itu.


"Kenapa kamu jujur sekali tentang latar belakang keluargamu juga pekerjaanmu? apa kamu tidak takut, kalau kami tidak akan memberikan restu?" tanya Milana.


Mendengar pertanyaan itu Joana jadi tersenyum simpul. Karena sejak awal tujuannya memang ingin menyuruh Abizard mundur. Tapi entah mengapa melihat sikap keluarga Abizard yang hangat, membuat Joana bertujuan lain. Dia ingin kejujurannya, tidak menjadi hambatan bagi dirinya kedepan. Karena dia tidak suka menjelaskan berulang-ulang tentang dirinya itu.


"Karena menurutku tidak ada yang perlu ditutupi kebenaran tentang diriku. Inilah diriku apa adanya." Jawab Joana.


"Apa kamu sungguh menyukai Abizard?" tanya Lilian.


Deg


Pertanyaan inti itu membuat Joana jadi menoleh kearah Abizard. Pria itu terlihat senyum kearahnya, dan entah mengapa pula dia jadi tidak tega mematahkan senyum penuh harap itu.


"Ya." Jawab Joana tanpa mengalihkan pandangannya dari pria itu.


"Bagaimana ini? bagaimana saat gadis ini tahu, bahwa orang yang ingin dia lenyapkan adalah keluarga dari kekasihnya sendiri. Apa ini. merupakan jalan dari Tuhan, agar Meiza bisa selamat dari bahaya yang mengancamnya? Abizard bisa memanfaatkan hubungan mereka bukan?" batin Lilian.


Lilian menoleh kearah Abizard. Pria itu tahu arti dari tatapan itu.


"Nanti akan aku bicarakan dengan Joana nek. Nenek tidak perlu khawatir. Joana sudah jujur pada keluarga kita, maka kita juga harus jujur padanya," ujar Abizard yang membuat Joana jadi mengerutkan dahinya.


"Ya sudah ayo kita makan bersama," ujar Milana.


Merekapun makan bersama sembari berbincang banyak hal. Joana merasa sangat senang, karena keluarga Abizard tidak menghinanya apalagi meremehkan statusnya. Setelah makan selesai, Abizardpun mengajak Joana ke kamar pribadinya.


"Apa ini kamarmu?" tanya Joana.


"Ya." Jawab Abizard sembari membuka bajunya dan terlihatlah tubuh Abizard yang indah dengan tato kalajengking dipunggungnya.


"Kenapa kamu membawaku kekamarmu? nanti keluargamu mikir yang macam-macam tentang kita?" tanya Joana.


"Kenapa kamu perduli dengan pandangan negatif mereka? toh mereka sudah tahu siapa kamu sebenarnya. Santai saja." Jawab Abizard.


"Abi. Jujurlah padaku. Siapa kamu sebenarnya? kenapa aku merasa keluargamu menyembunyikan sesuatu?" tanya Joana.


"Aku akan memberitahu semuanya. Kemarikah," ujar Abizard sembari menepuk pahanya.

__ADS_1


"Jangan aneh-aneh," ucap Joana sembari melihat kearah lain. Dia tidak ingin Abizard tahu, kalau dia sedang merona saat ini.


Joana tidak pernah melakukan kontak fisik secara intim dengan lawan jenisnya, termasuk Ilyas. Jadi saat Abizard memperlakukannya dengan lembut dan romantis, jelas saja dia jadi salah tingkah.


__ADS_2