Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
319. Nangis Lebay


__ADS_3

Abizard tengah mengurut keningnya saat ini. Pasalnya Joana tengah nangis bombay, karena kemauannya tidak dituruti oleh Abizard.


"Sayang. Bukannya aku nggak mau nurutin kemauanmu yang satu itu. Itu bisa memicu adrenalinmu, aku takut terjadi sesuatu dengan anak kita," ujar Abizard.


"Aku janji akan hati-hati. Kamu mah gitu sudah nggak sayang aku lagi ya?" tanya Joana.


"Kok gitu mikirnya? justru karena aku melarangmu, itu suatu bentuk rasa sayang dan perhatianku ke kamu." Jawab Abizard.


"Tauk ah...pokoknya kalau nggak diantar kelapangan tembak, kamu nggak usah tidur peluk-peluk aku," ucap Joana sembari menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Eh? kok gitu yank? lalu aku peluk apa? aku nggak mau peluk guling lagi ya! kayak kembali bujangan kalau gitu," ujar Abizard.


"Oh kamu mau cari wanita lain?" tanya Joana.


"Eh? k-kok gitu lagi mikirnya? aku jadi kudu ngomong apa supaya benar dimata kamu yank. Kok salah semua?"


"Taukkk...ah...pokoknya jangan dekat-dekat aku kalau nggak mau ngantar aku kelapangan tembak. Dasar pria aneh, orang pengen menembak, kok malah disuruh mainan boneka. Emangnya aku bocah apa," gerutu Joana didalam selimut.


Abizard kembali memijat dahinya. Sudah satu minggu Abizard diajak perang dingin oleh Joana karena dirinya tidak menuruti kemauan Joana untuk diantar ke lapangan tembak. Joana ingin sekali menembak, tapi Abizard khawatir karena olahraga menembak cukup memacu adrenalin.


Abizard ikut berbaring disamping Joana, namun Joana seperti enggan dia sentuh. Dan akhirnya Abizard memilih tidur di ruang kerjanya.


Krieekkkkk


Waktu menunjukkan pukul 1 malam ketika Joana menekan handle pintu ruang kerja Abizard sembari menangis. Abizard yang mendengar isak tangis langsung membuka matanya dan mendapati Joana duduk diujung kakinya yang tengah berbaring disebuah sofa panjang.


"Sayang. Kamu kenapa?" tanya Abizard panik.


"Kamu nggak mau tidur sama aku lagi ya? kamu jijik tidur sama aku? kamu nggak anggap aku istri kamu lagi, hingga lebih milih tidur diruang kerja?"


"Eh? bu-bukanya kamu yang nggak boleh aku tidur dekat-dekat kamu? kamu kan nggak boleh aku meluk kamu,"


"Jadi kalau aku suruh kamu lompat kedalam sumur, kamu beneran akan lompat? kok kamu nggak peka sih? kok kamu nggak bujukkin aku?"


"Ya...salammm...salah lagi aku," ucap Abizars kebingungan.

__ADS_1


"Kenapa? jangan-jangan kamu ada wanita lain diluar sana ya? mentang-mentang sekarang aku udah gendut?"


"Astaga...aku mintak ampun deh sama kamu yank...ya udah yok kita bobok ke kamar lagi," ujar Abizard sembari merangkul pundak Joana.


"Nggak usah. Lebih baik aku tidur sendiri saja,"


Joana beranjak dari sofa dan menutup pintu dengan lumayan keras. Sementara Abizard jadi melongo karena syok. Namun sesaat kemudian pintu kembali terbuka, nafas Joana terlihat naik turun.


"Tuh kan...nggak mau nyusulin aku? pasti karena betah tidur disini kan? ya udah, tidur aja disini selamanya,"


"Sa...."


Brakkkkkk


"Yang...." Ucapan Abizard terputus-putus. Abizard bergegas menyusul Joana ke kamar. Dia tidak ingin Joana kembali mengeluarkan taringnya.


Joana tampak menyelimuti tubuhnya sembari menangis lebay. Abizard sampai bingung harus membujuk Joana dengan cara apa.


"Apa aku turuti saja kemauan Joana buat pergi kelapangan tembak? tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Joana? lagipula bisa sia-sia saja aku gigih melarangnya buat pergi kelapangan itu," batin Abuzard.


Abizard mencoba peruntungannya dengan berbaring disisi Joana, sembari memeluk istrinya itu. Telapak tangan Abizard mengelus-elus perut Joana, hingga tangis Joana mendadak Reda.


"Maaf," ujar Joana.


"Maaf untuk apa?" tanya Abzard.


"Seharusnya aku tidak boleh bersikap kekanakkan. Kamu pasti muak melihat tingkahku akhir-akhir ini. Aku juga tidak tahu kenapa, perasaanku jadi campur aduk." Jawab Joana.


Abizard tersenyum mendengar ucapan Joana.


"Tidak masalah. Do'akan saja suamimu ini mempunyai stok kesabaran ekstra," ujar Abizard sembari mencubit lembut pipi Joana.


"Tapi anterin aku kelapangan tembak ya yank?" tanya Joana.


"Emm...mulai lagi," batin Abizard.

__ADS_1


Abizard meraih kedua sisi wajah Joana dan menatap lekat mata istrinya itu.


"Sayang dengar. Ini adalah anak pertama kita. Aku melarangmu juga bukan sembarangan melarang. Itu semua demi kebaikkanmu, terutama demi anak kita."


"Coba kamu bayangkan, bagaimana saat kamu menembak adrenalinmu terpacu hebat sehingga menyebabkan kontraksi. Kamu mau anak kita kegugu...."


Mulut Abizard langsung dibekap oleh telapak tangan Joana.


"Jangan berkata sembarangan. Daripada anakku yang begitu, lebih baik aku saja yang celaka," ujar Joana.


"Ya nggak boleh keduanya dong. Kamu dan anak kita adalah belahan jiwaku. Kalau terjadi sesuatu pada kalian, maka aku juga tidak ingin hidup lagi. Jadi bersabarlah ya sayang? aku janji, setelah kamu melahirkan kamu boleh pergi kelapangan tembak kapanpun kamu mau," ujar Abizard.


"Sungguh?"


"Emm." Abizard mengangguk sembari membawa Joana dalam pelukkannya.


Abizard cukup lega, akhirnya prahara tentang lapangan tembak sudah bisa diselesaikan. Padahal kata-kata itu sudah puluhan kali dia ulang, tapi baru kali ini kata-kata itu bisa mempan.


"Sayang,"


"Hem?


"Boleh jenguk anak kita tidak?" tanya Abizard dengan cengar cengir. Sementara mata Joana jadi melotot.


"Satu ronde please...." wajah Abizard memelas.


"Aku janji akan pelan-pelan. Kan udah satu minggu nggak gituan yank," sambung Abizard.


Kini giliran Joana yang menghela nafas. Melihat helaan nafas Joana, Abizard jadi bersemangat. Karena itu pertanda Joana tengah pasrah meski tidak rela. Abizard bergegas menanggalkan pakaiannya dan segera mencumbu Joana. Dia tidak ingin Joana berubah pikiran, dan menyebabkan burungnya gagal masuk kedalam sarangnya.


🌹🌹🌹


Selamat kepada reader dibawah ini. Setelah dikocok, keluarlah nama-nama ini. Silahkan nanti tinggalkna nomor wa di kolom komentar ya. Makasih sudah berpartisipasi mengikuti kuis receh author. Yang belum beruntung tunggu kuis selanjutnya🙈🙈🙈


🌶️Miuchan **

__ADS_1


🌶️Yurini Yulastri


🌶️Ar. Ririn


__ADS_2