
"Lancang! siapa yang menyuruhmu masuk? keluarlah dari rumahku!" hardik Joana.
Abizard tidak menggubris ucapan Joana. pria itu malah menggeleng-gelengkan kepala saat melihat rumah Joana yang sudah seperti kapal pecah. Dan hal memalukan terjadi, saat Abizard duduk di sebuah sofa. Karena Abizard menemukan sebuah penyangga dada berwarna merah milik Joana.
"40 B. Lumayan," ujar Abizard saat melihat ukuran cup penyagga itu.
Sementara itu wajah Joana jadi memerah. Dia sangat malu barang pribadinya sudah dibentuk pria asing. Spontan Joana menyilangkan dada, karena baru sadar dirinya tidak mengenakan benda itu saat ini.
"Astaga. Pria ini pasti sudah gila. Bahkan Ilyaspun belum pernah masuk kedalam kontrakkanku. Dan ini malah tahu ukuran dadaku," batin Joana.
"Pakailah. Jangan menggodaku, membayangkannya saja sudah membuat jantungku berdebar," ujar Abizard sembari melemparkan bra kearah Joana.
"Dasar brengsek! siapa yang menggodamu. Pergilah dari rumahku! kamu tidak diterima disini," ucap Joana dengan kasar.
"Cepatlah pakai! atau aku yang akan bantu pakaikan." ucap Abizard.
"Dasar gila," gerutu Joana sembari masuk kedalam kamar.
Brakkkkkk
Joana menutup pintu dengan lumayan keras. Sementara itu Abizard merapikan kontrakkan Joana yang sudah seperti kapal pecah.
"Hufffttt benar-benar calon istriku ini. Sepertinya nanti akan terbalik. Dia yang cari duit, sementara aku disuruh masak dan beberes rumah," ujar Abizard lirih.
Abizard kemudian membuka kulkas Joana yang isinya cuma berisi buah dan minuman. Abizard meraih satu apel merah dan mencucinya di washtafel yang sudah banyak tumpukkan piring kotor.
"Astaga. Sumpah parah banget calon istriku ini. Mana bisa cocok dia serumah dengan mama. Bisa-Bisa kena sembur ular kobra," ujar Abizard.
Abizard kemudian memakai celemek dan mencuci piring yang ada di washtafel. Setelah selesai dia mengeringkannya dan meletakkannya di rak piring.
"Kemana dia? kok sampai pekerjaan rumah beres nggak keluar-keluar?" ujar Abizard sembari melepaskan celemek dari tubuhnya.
Abizad menoleh kearah pintu kamar yang tertutup, dan perlahan menekan handle pintu itu.
"Astaga...dia tidur lagi?" ucap Abizard.
Dan Abizard tidak kalah terkejut saat melihat keadaan kamar Joana yang sama sekali tidak layak ditiduri itu.
"Bangun!" ucap Abizard yang langsung membuat Joana terbangun dari tempat tidur karena terkejut.
"Lancang sekali kamu? berani-beraninya kamu masuk kamarku?" hardik Joana.
Abizard tidak menjawab ucapan Joana. Dia lebih fokus pada dua bulatan yang ada didada Joana. Joana memang tidak langsung mengenakan penyangga dada, meski Abizard sudah menyuruhnya.
"Kamu sengaja ya ingin menggodaku?" tanya Abizard.
"Nggak ada goda-godaan. Keluar dari kamarku," ucap Joana sembari mendorong Abizard.
Greppppp
__ADS_1
Cup
Abizard langsung merangkul pinggang Joana, dan mencium gadis itu. Joana berontak, dan ingin melayangkan tinju kearah Abizard.
Tap
Abizard menangkap tangan Joana, sembari memperdalam ciumannya.
Kreettt
Joana menggigit bibir Abizard hingga berdarah.
"Ya ampun. Ternyata calon istriku shio anjing," ujar Abizard.
Krakkk
Krakkkk
Krakkk
Joana memasukkan peluru dan membidikkannya kearah kepala Abizard. Namun bukannya takut, Abizard malah menjatuhkan diri ketempat tidur dengan posisi telentang. Abizard kemudian menopangkan kedua tangannya dibelakang kepalanya.
"Buatkan makanan. Aku lapar," ujar Abizard.
"Sepertinya kamu sangat meremehkan ucapanku. Dan kamu sudah berani mencuri ciuman pertamaku. Aku benar-benar akan melubangi kepalamu," ucap Joana.
"Jadi itu ciuman pertamamu? aku sangat beruntung sekali. Apa...."
Joana memperingatkan Abizard dengan menembakkan sebuah peluruh yang hanya kurang beberapa senti saja akan mengenai barang masa depan milik Abizard.
"Beb. Kalau tadi sampai kena, bagaimana caraku menggoyangmu nanti?" tanya Abizard.
"Pria ini benar-benar. Apa dia tidak ada rasa takut sedikitpun. Apa status pria ini? kalau pria biasa, tentu dia sudah terkencing dicelana saat ditodong sebuah pistol," batin Joana.
"Huffftttt,"
Joana menghembuskan nafas ke udara. Percuma bersikap impulsif pada pria dihadapannya itu. Pria itu pasti tidak akan menuruti ucapannya.
"Sebenarnya apa maumu?" tanya Joana.
"Buatkan aku makanan. Aku lapar." Jawab Abizard.
Tanpa banyak bicara Joana berbalik badan.
"Kamu tidak ingin memakai bra dulu?" tanya Abizard.
"Aku rasa kamu sudah biasa melihat dada wanita. Itulah sebabnya kamu hafal betul ukurannya. Jadi anggap saja tontonan gratis kali ini," ucap Joana yang langsung pergi kedapur.
Selang 7 menit kemudian, Joana kembali dan mengabarkan masakkannya sudah jadi.
__ADS_1
"Kamu masak apa? kok cepat sekali?" tanya Abizard.
"Jangan banyak tanya. Makananmu ada diatas meja luar. Setelah selesai, mari kita bicara," ujar Joana.
Abizard menuruti ucapan Joana. Sementara Joana mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan.
"Ah...pantas saja cepat masak. Dia memasakkan aku mie instan dengan telur dadar rupanya," ujar Abizard sembari duduk di kursi.
"Aku kapan terakhir kali makan mie instan ya?" ujar Abizard yang kemudian memakan mie instan hingga tandas.
Tidak berapa lama kemudian Joana keluar kamar dan membuka kulkas untuk mengambil buah untuk dia santap.
"Sebaiknya kamu jauhi aku. Aku bukan gadis yang layak kamu dekati. Kamu tidak tahu latar belakang keluagaku dan apa pekerjaanku," ujar Joana sembari menjatuhkan bokongnya di kursi.
"Joana 23 tahun. Seorang gadis yatim piyatu. Yang bekerja di tempat perjaka tua Deryl. Bekerja sebagai pembunuh bayaran. Lebih tepatnya seorang penembak Jitu." Jawab Abizard yang membuat buah yang ada ditangan Joana terlepas dan menggelinding di lantai.
"Kamu menyelidikiku sedetail itu? apa kamu tidak takut padaku?" tanya Joana.
"Kenapa harus takut dengan calon istri sendiri." Jawab Abizard dengan santai.
"Ckkk...berhenti omong kosong terus. Lagipula aku sudah memiliki calon suami," ujar Joana dan meraih apel yang lain.
"Tidak perlu mencari alasan untuk menolakku. Aku tahu kamu berbohong." Jawab Abizard.
Joana menghela nafas pria didepannya itu. Joana tidak menyangka akan bertemu dan disukai oleh pria aneh tapi berani seperti Abizard.
"Kamu sudah tahu latar belakang keluargaku, dan apa pekerjaanku. Mungkin kamu bisa menerimaku, tapi keluargamu belum tentu. Kamu juga tahu sepertu apa aku ini. Semua pekerjaan wanita sama sekali tidak aku sukai. Kamu cari gadis lain saja, karena aku sama sekali tidak cocok untuk dijadikan seorang istri," ucap Joana.
"Hanya aku yang boleh menilai kamu layak atau tidak jadi istriku. Jadi Joana, menikahlah denganku," ujar Abizard yang dijawab kekehan oleh Joana.
"Maaf. Tapi aku sudah menyukai pria lain. Sama sepertimu, aku iuga sedang menunggu pria itu mencintaiku," ucap Joana.
"Kenapa kehidupan harus dipersulit. Menunggu orang yang tidak pasti. Sementara yang pasti sudah berada di depan mata," ujar Abizard.
"Kalau kamu menerimaku. Aku akan membuatmu keluar dari oraganisasi si perjaka tua Deryl. Pria itu bukan orang baik. Kamu akan kesulitan suatu saat nanti," sambung Abizard.
"Sebenarnya siapa kamu? kenapa kamu banyak tahu tentang Deryl?" tanya Joana.
Abizard mendekat kearah Joana dan berbisik.
"Calon suamimu," bisik Abizard yang dijawab putaran bola mata malas oleh Joana.
"Mandilah. Aku akan mengajakmu menemui kedua orang tuaku," ujar Abizard.
"Ap-Apa maksudmu? aku belum setuju jadi istrimu," ujar Joana.
"Belum bukan berarti tidak. Kamu harus melihat dunia lain, agar kamu tahu bahwa hidup di luar lingkungan yang Deryl ciptakan sangatlah menyenangkan," ucap Abizard.
Joana tampak terdiam dan merenung. Tanpa Joana sadari, Abizard menyunggingkan senyum nyaris tak terlihat.
__ADS_1
Author ucapkan terima kasih buat partisipasi teman-teman yang sudah menjawab kuis receh dari author🙈. Ada beberapa jawaban yang benar. Sesuai aturan, saya akan ambil jawaban yang tercepat dan teratas. Selamat buat bunda AULIA PUTRI AULIA. Silahkan tinggalkan nomor wa di kolom komentar ya bund. Jawabannya benar si Abizard anak Mario🤭🤭
Tunggu kuis author selanjutnya ya teman-teman🤭🤭