
"Pantas saja. Pantas saja aku seperti pernah bertemu dengan bang Ezra ataupun Jihan. Ternyata Jihan adalah gadis itu," batin Marinka.
Flashback On
4 tahun yang lalu...
Hosh
Hosh
Hosh
"Sial, capek banget. Ayo semangat Marinka, kamu harus ikut ujian. Ini ujian terakhirmu. Setelah itu kamu akan lulus,"
Marinka kembali berlari, gadis kecil itu terpaksa sekolah berjalan kaki, karena sang kakak angkat pergi meninggalkannya duluan kesekolah dengan motor maticnya.
"Disana ada jalan pintas bukan?" ujar Marinka.
Tanpa pikir panjang, Marinka mengambil jalan pintas, agar cepat datang ke sekolah. Namun saat tiba diujung jalan pintas, Marinka melihat seseorang tengah dikeroyok oleh tiga orang pria bertubuh besar. Mulanya pria itu bisa mengalahkan dua orang yang bertubuh besar itu, namun karena dirinya lengah, dia sama sekali tidak sadar kalau seorang pria yang lain mengendap-endap dibelakangnya dan memukul kepalanya dengan sebuah kayu.
Melihat hal itu, Marinka melihat benda yang ada disekitarnya, dan menemukan sebuah kayu besar. Saat pria itu ingin memukul kembali, Marinka menghantamkan kayu itu pada punggung pria itu hingga tidak sadarkan diri.
Sangat beruntung saat itu tiba-tiba ada tukang ojek yang lewat, Marinka bergegas membawa pria yang ia tolong untuk naik ojek dan membawanya kerumah sakit JJ.
Saat tiba didepan rumah sakit, Marinka yang teringat dirinya sedang melaksanakan ujian akhir, merasa sangat gelisah dan panik. Marinka melihat seorang gadis yang baru saja keluar dari ruang KIA, dan segera memanggilnya.
"Kak. Kakak bisa bantu saya?"
"Ada apa?"
"Saya tadi abis nolongin orang kena rampok, sekarang dia sedang ada diruang tindakan. Saya nggak bisa nungguin dia, karena saya mau ujian nasional sekarang. Kakak tungguin dia ya?"
"Nggak bisa, saya sedang sibuk."
"Tolonglah kak. Dia orang kaya loh, siapa tahu kakak dikasih duit sama dia. Sepertinya dia juga seorang bujangan, wajahnya sangat tampan."
Mendengar kata-kata duit, gadis itu jadi tertarik. Pasalnya dia baru saja masuk kedalam agen model. Dia butuh modal untuk menunjang penampilan dan kariernya.
"Baiklah. Kamu pergilah, biar aku yang menunggui pria itu."
"Makasih kak. Aku pergi ya?"
"Emm."
Marinka bergegas pergi meninggalkan rumah sakit. Namun naas bagi Marinka, saat tiba disekolah pagar sudah tertutup. Semua siswa sedang khusyuk melaksanakan ujian nasional. Marinka duduk tepat didepan pagar dengan wajah lesu. Dan keesokkan harinya, Marinka memohon pada kepala sekolah, agar dapat melaksanakan ujian susulan. Marinkapun menceritakan kejadian yang membuat dirinya tidak bisa mengikuti ujian tepat waktu. Karena Marinka tergolong murid berprestasi, jadi kepala sekolah memberikan dia kesempatan untuk mengikuti ujian susulan.
__ADS_1
Flashback Off
"Ada apa? kenapa kamu tertawa?" tanya Yuda.
"Apa kalau aku menceritakan sesuatu kakak akan percaya? bukannya aku iri dengan rejeki orang, tapi aku pikir hal ini perlu diluruskan juga."
"Kakak percaya 1000% padamu."
Marinka lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya, ketika dirinya menolong Ezra dari para perampok. Mendengar itu Yuda sangat terkejut, namun senyumnya tiba-tiba terbit, dan kini giliran pria itu yang tertawa keras.
"Kenapa sekarang kakak yang tertawa?"
"Tentu saja karena aku senang."
"Senang?"
"Ya. Itu artinya kalian itu memang jodoh sejati. Gadis tidak tahu malu itu sudah merebut hakmu sejak dulu, aku akan menceritakan ini semua pada Ezra."
"Jangan kak. Aku tidak mau menghancurkan kebahagiaan bang Ezra. Mau Jihan salah atau benar, sekarang bang Ezra mencintai Jihan. Aku tidak mau menghancurkan hubungan mereka kak."
"Jadi aku mohon, jangan beritahu dia yang sebenarnya. Aku percaya, jika dia memang jodohku, Tuhan akan membawanya padaku dengan cara apapun."
"Tapi itu tidak mungkin kan? itulah sebabnya aku akan pergi jauh dari sini. Aku tidak ingin jadi penghalang kebahagiaannya. Aku ingin dia mencintaiku dengan hatinya, bukan dengan utang budi ataupun rasa bersalah."
"Ya mau gimana lagi kak. Aku tidak mungkin memaksa orang mencintaiku kan? yang bisa aku lakukan hanya berusaha mengambil hati orang itu, tapi kalau masih tidak bisa, aku bisa berbuat apa?"
"Jadi kumohon pada kakak, jangan menceritakan hal ini padanya. Kakak sudah berjanji bukan? kalau ingkar dosa loh," ujar Marinka.
"Ya. kakak janji. Sekarang lebih baik kamu beristirahat ya? kakak pulang dulu, masih ada banyak pekerjaan yang harus kakak selesaikan."
"Iya kak." Jawab Marinka.
Yuda bergegas pulang dari apartemen Marinka. Disepanjang jalan Yuda tampak berpikir keras, bagaimana caranya menyelamatkan Ezra dari Jihan. Bukti yang dia miliki belum cukup kuat untuk menjatuhkan gadis itu, sementara Ezra sama sekali tidak mengizinkan dirinya menyelidiki Jihan sejak dulu.
*****
"Sejujurnya aku sangat takut menemui orang tuamu, tapi ini harus kita lakukan. Kita harus meminta restu mereka bukan?" tanya Jihan.
"Ya. Apapun yang terjadi kita harus menghadapinya bersama." Jawab Ezra.
"Sayang. Bagaimana kalau mereka tetap tidak merestui kita?"
"Maka kita akan menikah tanpa restu dari mereka."
Jihan bersorak senang dalam hati. Gadis itu memang tidak perduli jika kedua orang tua Ezra setuju atau tidak dengan pernikahan mereka, yang terpenting baginya Ezra mau memperjuangkan hubungan mereka.
__ADS_1
Mobil yang Ezra kendarai tiba dikediaman orang tuanya, kebetulan pasangan suami istri baskoro dan Masayu sedang santai diruang tamu. Melihat kedatangan putranya dan wanita yang mereka kenal, membuat pasangan itu menjadi tidak senang.
"Apa ini maksudnya?" tanya Baskoro.
"Ezra kesini mau meminta restu sama papa dan mama. Ezra dan Jihan akan menikah."
"Menikah? apa-apaan ini? mau kamu kemanakan istrimu?" tanya Masayu.
"Kami sudah menandatangani surat perceraian."
Prangggggg
Baskoro melemparkan piring kue kelantai, hingga benda itu hancur berantakan.
"Sampai matipun hanya Marinka yang kami akui sebagai menantu," hardik Baskoro.
"Tapi Om. Ezra dan Marinka cuma melakukan pernikahan kontrak selama 6 bulan. Mereka tidak saling mencintai, Om bisa melihat surat perjanjian ini. Disini ada tanda tangan Marinka,"
Jihan menyodorkan sebuah map yang berisi surat perjanjian antara Ezra dan Marinka.
Brettttt
Breetttt
Bretttt
Masayu merobek surat perjanjian itu didepan Ezra dan Jihan.
"Sebuah kertas tidak akan merubah persepsi kami pada seseorang. Jangan kamu mengira papa dan mama tidak tahu apa yang terjadi pada kamu dan Marinka selama 6 bulan ini. Mama pastikan kamu akan menyesal sudah membuang Marinka demi wanita seperti dia,"
Mendengar itu air mata palsu Jihan mengalir deras. Gadis itu bahkan berhambur kepelukkan Ezra karena ingin mencari perlindungan.
"Setuju atau tidak, Ezra akan tetap menikahi Jihan. Aku sangat mencintai Jihan Ma."
"Kalau begitu silahkan saja. Tapi kamu ingat satu hal, begitu kamu sah menjadi suaminya, maka sejak itu pula kita tidak memiliki hubungan apapun lagi," ujar Baskoro.
"Pa..." bibir Ezra bergetar.
"Ayo Ma. Jangan hiraukan anak tidak tahu diri ini," Masayu dan Baskoro pergi meninggalkan Ezra yang mematung dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang. Hikz..." Jihan masuk kedalam pelukkan Ezra.
Ezra mengusap puncak kepala Jihan dan menciumnya. Ezra membawa Jihan pergi dengan membawa sesak didadanya.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
__ADS_1