Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.257. Istri Astoge


__ADS_3

Yugie yang tengah mengenakan topi dikepalanya, menarik sedikit ujung topinya agar samarannya sedikit sempurna. Yugie berjalan mendekat kearah kerumunan, dia sangat penasaran untuk melihat ada apa dibalik kerumunan itu.


Mata Yugie terbelalak saat wanita yang dia kenal sudah nangkring diatas sebuah motor sport berwarna hitam. Sementara itu disamping motor itu ada seorang pria yang menaiki motor sport jenis yang sama namun menggunakan warna yang berbeda.


Ada yang lebih menarik perhatian Yugie, rambut Vania sudah berubah warna. Yang tadinya berwarna hitam legam, kini Vania sudah mewarnainya dengan warna blonde.


"Apa yang mau dia lakukan? apa dia ingin mengikuti balap liar? mana mungkin bisa imbang melawan laki-laki itu? orang luka kena pisau saja nangis bombay, gimana kalau dia terjatuh dari motor? apa dia tidak memikirkan hal itu?" batin Yugie.


Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang yang sedang menyebutkan aturan balap liar itu, beserta taruhan yang diperebutkan.


Yugie memijat keningnya, saat tahu istrinya benar-benar ingin mengikuti taruhan balap liar itu.


"Benar-Benar istri astoge ini mah. Bagaimana bisa suaminya patuh aturan, sementara istrinya tukang melanggar peraturan. Apa dia ini tidak mengerti tugas sebagai istri perwira polisi? benar-benar istri bhayangkari yang astoge," batin Yugie.


"Taruhan kali ini cukup spektakuler teman-teman. Kalau pihak Nando yang kalah, maka nando akan menyerahkan motor Ninjanya buat Vania. Sementara kalau Vania kalah, maka Nando boleh mencium Vania sepuasnya," ujar Anita yang disambut sorak sorai para penonton.


"Apa-Apaan Vania buat taruhan seperti itu? aku saja belum menciumnya. Bagaimana kalau dia sampai kalah? aku harus menghentikan taruhan konyol ini," batin Yugie.


"Deal." Jawab Nando dan Vania bersamaan.


"Kesepakatan sudah diambil. Maka tidak ada yang boleh melanggar kesepakatan, apalagi ingin membatalkan. Kalau tiba-tiba ingin membatalkan, maka akan dikenakan denda 10 kali lipat, kemudian dipermalukan di media sosial," ujar Anita.


Langkah Yugie terhenti saat mendengar ucapan Anita. Yugie jadi berpikir ulang ingin menggagalkan taruhan itu.


Vania dan Nando sudah mengambil ancang-ancang, dengan mulai menghidupkan mesin motor mereka. Suara bising dari knalpot motor memekakkan gendang telinga. Vania dan Nandopun memasang helm di kepala mereka.


"Start...mulai! teriak Anita.


Vania dan Nando mulai menarik gas, dan berlomba mengitari alun-alun. Mereka sudah sepakat akan memutari alun-alun sebanyak 3 kali. Anita dan Yugiepun harap-harap cemas, menanti Vania yang sedang berjuang dalam taruhan itu.


"Awas saja kalau tidak menang. Aku gantung kamu di monas," batin Yugie.


Saat ini Vania dan Nando sudah melakukan putaran kedua, hanya tinggal satu kali putaran untuk menentukan pemenangnya. Yugie memejamkan matanya, karena dia sangat takut untuk mengetahui hasil akhir dari pertandingan itu.


"Yeyyyyyyyyyy," sorak sorai Anita dan penggemar Vania membuat gaduh alun-alun. Yugie membuka matanya, saat suara mesin motor sudah dimatikan.


Mata Yugie mencari keberadaan Vania, dan tampak istrinya itu tengah berada ditengah kerumunan, karena mendapat ucapan selamat dari teman-temannya. Yugie menghembuskan nafas lega, ada gurat senyum yang tertarik dari sudut bibirnya.


Vania mendekat kearah Nando yang berwajah masam, dan menadahkan tangannya di depan pria itu.

__ADS_1


"BPKB sama STNK motor," ujar Vania.


Dengan cemberut Nando menyerahkan STNK dan BPKB motor pada Vania. Dan terakhir dia menyerahkan kunci motor kesayangannya.


"Tidak masalah. Aku bisa membeli yang baru nanti. Tentukan pertandingan lagi lain hari. Dan taruhannya aku ingin di tingkatkan lagi. Aku ingin kalau kamu kalah maka kamu harus tidur denganku," ujar Nando.


"Siapa yang mau meniduri istriku? siap-siaplah akan aku patahkan lehernya," ucap Yugie yang muncul tiba-tiba dari belakang kerumunan.


Deg


Jantung Vania seakan berhenti berdetak, saat mendengar suara pria yang sudah dua hari ini dia rindukan. Namun saat dirinya teringat ucapan Yugie, Vania langsung memasang wajah dingin.


"Kamu Anita bukan?" tanya Yugie.


"I-Iya." Jawab Anita. Anita lumayan gugup, karena dia tahu, kalau suami sahabatnya itu adalah seorang perwira polisi.


Yugie melempar kunci mobilnya kearah Anita, dan disambut oleh gadis itu.


"Titip mobilku," ujar Yugie dan kemudian langsung menyambar kunci motor ditangan Vania.


Yugie kemudian mendekat kearah Nando dan menyuruh pria itu segera menyingkir. Nando sangat kesal karena Yugie sudah berhasil mengintimidasinya.


"Tidak mau." Jawab Vania sembari melengos.


"Naik aku bilang!" Yugie sudah menaikkan suaranya beberapa oktaf.


Anita memberikan kode pada Vania, agar menuruti perintah suaminya. Vania dengan berat hati naik keatas motor dengan tangan menyilang di dadanya. Yugiepun mulai menjalankan motornya dan membawa Vania menembus malam.


"Peluk!" ujar Yugie yang ingin mencairkan suasana yang tampak suram.


Sejak pergi dari alun-alun, Vania sama sekali tidak mengeluarkan suara. Sementara Yugie sedang kebingungan untuk memulai pembicaraan dengan istri cantiknya itu. Jadilah dia salah membuka pembicaraan , yang membuat mereka jadi bertengkar diatas motor.


"Apa-Apaan kamu kabur dari rumah ikut balapan liar begitu? apa kamu lupa kamu ini istri siapa?" tanya Yugie


"Istri siapa ya? sebab aku ngerasa nggak punya suami." Jawab Vania.


"Apa maksudmu bicara begitu?" tanya Yugie.


"Kenapa emangnya? emang kenyataannya Suamiku sudah diambil wanita lain. Jadi aku nggak punya suami lagi. Makanya tadi ikut balapan liar, biar dapat suami baru." Jawab Vania asal.

__ADS_1


"Oh jadi tadi kamu ngarep dicium sama si brengsek itu?" Yugie mulai tersulut emosi.


"Setidaknya dia punya niat buat milikkin aku." Jawab Vania.


"Vania. Apa kamu biasa melakukan hal itu dengan sembarang pria? kamu ikut taruhan yang nggak masuk akal itu. Apa kamu tidak perduli dengan harga dirimu saat kamu kalah?" tanya Yugie dengan emosi.


"Turunin aku!" teriak Vania.


Vania menarik-narik baju Yugie.


"Hentikan Vania! itu bahaya tahu nggak?" ucap Yugie.


"Pokoknya berhenti! aku benci kamu Yugie, aku benci kamu!" teriak Vania sembari memukul-mukul punggung Yugie.


"Hentikan! nanti tangan kamu sakit," ujar Yugie sedikit lembut.


"Kamu jahat sama aku. Hikz...aku benci kamu hikz..." Vania jadi terisak.


Yugie menepikan matornya di salah satu taman yang sudah sepi dari pengunjung itu.


Greppppppp


Yugie membawa kepala Vania kedalam dekapannya. Yugie ingin menenangkan istrinya itu.


"Maaf...maafkan aku sayang," ujar Yugie sembari mengusap-usap puncak kepala Vania.


"Sayang? dia tadi menyebutku sayang kan? apa aku salah dengar?" batin Vania.


"Tapi apa gunanya dia memanggilku sayang, pada kenyataannya dia punya hubungan dengan Polwan cantik itu,"


"Kita bicarakan semuanya dirumah ya?" ucap Yugie.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Pokoknya aku tetap mau minta pisah," ujar Vania sembari memalingkan wajah.


"Apa kamu yakin? soalya dengar-dengar ada yang diam-diam sudah jatuh cinta padaku," sindir Yugie.


"Siapa yang mencintaimu?" ucap Vania dengan wajah yang memerah.


Tanpa menjawab Yugie hanya menarik hidung mancung Vania. Dan kemudian membisikkan sesuatu di telinga Vania yang membuat istrinya itu jadi tersipu.

__ADS_1


__ADS_2