Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.138. Hari Bahagia Sera dan Ando


__ADS_3

"Ini mah bidadari Ra," ujar Marinka saat MUA selesai mendandani sahabatnya itu.


Sera menatap wajahnya di cermin, wajahnya memang berubah drastis. Wajahnya terlihat cantik dan nyaris tidak bisa dikenali.


"Ini beneran aku bukan sih? kok bisa pangling gini?" tanya Sera.


"Ya beneran kamu dong masak iya dedemit. Itu tandanya MUA nya hebat, karena bisa merubah wajah kamu dari aslinya sampai jadi cantik luar biasa," ucap Marinka.


"Ho'oh, kalau aku cantiknya begini, bisa-bisa aku jatuh cinta pada diri sendiri," ujar Sera sembari terkekeh.


"Sebentar lagi kamu pasti dipanggil, saat sudah SAH."


"Aku jadi deg-degan. Apa kak Ando bisa lancar 100% dibawah?" tanya Sera.


"Mudah-Mudahan." Jawab Marinka.


Saat ini Marinka dan Sera memang tengah berada dikediaman rumah Ando. Karena hari ini merupakan hari bahagia Sera dengan pria itu.Tidak bisa dibayangkan betapa gugupnya Sera saat ini, terlebih Ando yang sedang berada dibawah untuk melaksanakan acara ijab qobul.


"Gugup?" bisik Ezra.


"Banget. Emang gini ya rasanya?" tanya Ando.


"Emm. Tapi kalau udah selesai, rasanya lega dan berbunga-bunga." Jawab Ezra.


Penghulu yang ditunggu-tunggu pun tiba, acara sakral itupun segera dilaksanakan. Hanya dengan satu tarikkan nafas, Ando berhasil mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar dan sudah menjadikan Sera sebagai istri yang Sah.


Setelah Sah menjadi pasangan suami istri, pengantin wanitapun dibawa turun kebawah. Ando menyunggingkan senyumnya, saat melihat kecantikan istrinya yang sangat luar biasa.


Sera dibuat duduk disebelah Ando, pria itu tidak tahan untuk tidak membisikkan sesuatu ditelinga istrinya itu.


"Kamu cantik banget sayang," bisik Ando.


Mendengar bisikkan itu Sera jadi tersipu malu, terlebih ada banyak orang yang memperhatikan mereka.


Ando dan Sera segera menandatangani dokumen-dokumen pernikahan. Setelah itu mereka bersalaman dengan keluarga dan kerabat serta para tamu yang hadir menyaksikan acara tersebut.


"Persiapkan diri kalian buat acara resepsi nanti malam," ujar Handoyo.


"Ya Pa." Jawab Ando.


"Sekarang ajak istrimu ke kamar buat istirahat, biar kalian tidak kelelahan nantinya," ucap Helen.


"Ya Ma." Jawab Ando.


Ando dan Sera pun pergi ke kamar atas untuk beristirahat, setelah semua tamu pulang kerumah mereka masing-maising.

__ADS_1


"Kak. Bantuin adek lepasin aksesoris ini," ujar Sera.


"Ya." Jawab Ando sembari meletakkan peci berwarna hitam diatas meja rias.


Ando mulai mendekati istrinya untuk membantu Sera melepaskan semua aksesoris yang melekat dirambutnya.


Satu persatu Ando membantu Sera melepaskan kancing baju pengantin yang terletak dibelakang tubuh wanita itu, hingga terpampang jelas kulit mulus Sera disana.


Cup


Ando mencium punggung putih mulus itu dengan penuh perasaan dan hasrat.


Ssssrrrrrr


Darah Sera berdesir saat mendapatkan sentuhan itu dari suaminya.


"Ka-Kakak, kita harus istrirahat." ucap Sera gugup.


"Kakak tahu. Kakak tidak akan memakanmu sekarang, kakak masih sanggup menunggunya buat nanti malam. Sekarang nyicil aja dulu," ujar Ando.


"Nyicil? apanya yang dicicil? sudah seperti kreditan panci aja pakai dicicil," ujar Sera sembari menahan bajunya agar tidak luruh sepenuhnya dari tubuhnya.


Cup


Ando kembali mencium ditempat yang sama, hingga membuat Sera jadi salah tingkah.


Sera langsung pergi memasuki kamar mandi, sementara Ando hanya bisa terkekeh saat melihat istrinya itu salah tingkah.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam, saat iring-iringan mobil mewah tiba disebuah gedung pernikahan yang sudah disewa oleh keluarga Ando. Dekorasi acara itu terkesan sangat mewah dan megah, karena orang tua Ando memang menginginkan acara itu jadi spektakuler untuk putra satu-satunya.


Setelah melewati berbagai rangkaian acara, kini tiba saatnya melewati acara dansa. Marinka dan Ezra tampak berdansa dan juga beberapa pasang tamu yang lain. Raja dan ratu sehari juga ikut berdansa, diiringi lagu paling romantis menurut mereka.


"Abang jadi pengen ngadain acara resepsi lagi dek,"


"Buat apa bang, kita kan sudah punya anak juga."


"Apa adek tahu? saat kita melakukan pernikahan ulang, abang merasa sangat bahagia. Itu berbeda saat kita melakukan pernikahan diawal waktu itu. Resepsi kita waktu itu juga tidak berkesan, karena situasi yang berbeda diantara kita. Abang pengen merasakan kembali momen indah seperti ini," ujar Ezra.


Marinka menyunggingkan senyumnya, kemudian mengalungkan kedua tangan di leher suaminya itu.


"Tidak perlu bang, tidak perlu mengulang sejarah. Yang terpenting moment kita sekarang yang perlu diperbanyak. Tidak perlu lagi menoleh kebelakang, kita harus fokus menatap masa depan. Yang terpenting saat ini kita sudah bahagia, karena sudah merasa memiliki satu sama lain." ucap Marinka.


"Emm. Adek ada benarnya juga. Sekarang abang ingin fokus buat adek bahagia dan sukses."


"Makasih ya bang. Adek sangat mencintai abang,"

__ADS_1


"Abang juga. Ckk...sial, banyak sekali orang disini,"


"Emang kenapa bang?"


"Biasanya sehabis mengungkapkan kaya cinta, pasangan akan saling berciuman." Jawab Ezra terkekeh.


Puk


Marinka memukul dada Ezra pelan, dengan pipi yang merona.


"Kayak nggak pernah gituan aja bang. Padahal dalam sehari bisa berkali-kali,"


"Ya ini kan pas momennya dek, suasananya sangat romantis."


"Abang mah dimana tempat dibilang romantis semua, itu artinya selama ini abang cuma modus."


Ezra tertawa renyah mendengar ucapan istrinya. Apa yang Marinka katakan memang benar, sejak pertemuan mereka dan sah menjadi pasangan suami istri kembali, tidak ada satu haripun terlewatkan bagi mereka untuk bermesraan. Marinka sudah seperti sabu-sabu bagi Ezra, yang bisa menyebabkan ketergantungan dan ketagihan.


"Lihat si Ezra dan Marinka, sudah seperti mereka yang pengantinnya disini," ujar Ando.


"Mereka memang gitu kak. Dirumah juga gitu, kadang aku sendiri yang malu melihat kemesraan mereka."


"Nanti kita juga gitu, nggak kalah romantis dari mereka." ucap Ando.


"Kakak mah emang nggak mau kalah dalam segala hal,"


"Iya dong. Biar cepat jadi Sera dan Ando junior,"


Wajah Sera bersemu merah. Merekapun mengakhiri dansa itu setelah lagu romantis itu selesai dimainkan.


Setelah semua acara dilewati, aula gedung sudah tampak sepi dari para tamu yang hadir. Ando dan Sera cukup lega karena acara pernikahan mereka tidak menemui hambatan apapun. Merekapun kembali pulang dikediaman Ando.


Sera lagi-lagi meminta bantuan Ando untuk melepas aksesoris ditubuhnya yang lebih ramai dari sebelumnya. Rasa lelah dan letih membuat Sera ingin segera beristitahat.


Krieekkk


Sera membuka pintu kamar mandi, setelah dirinya selesai membersihkan diri. Sera tampak sibuk mengeringkan rambutnya yang tidak terlalu panjang itu, sementara Ando memperhatikan istrinya itu sembari menopang kepala dengan tangannya.


"Kakak nggak mandi?" tanya Sera yang salah tingkah karena Ando memperhatikan dirinya sejak tadi.


"Ya, tunggu kakak ya? jangan pergi tidur dulu. Ada yang harus kita kerjakan sebelum tidur."


"Apa kak? perasan semua laporan tentang butik sudah kita selesaikan semua."


"Ada yang belum pokoknya. Kamu tunggu kakak ya?"

__ADS_1


Sera tidak menjawab, karena Ando sudah bergegas memasuki kamar mandi.


__ADS_2