Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.40. Lelang Termahal


__ADS_3

Satu persatu hasil karya dari berbagai tim dilelang. Mulai dari harga terendah, hingga harga tertinggi. Namun yang paling mengejutkan bagi Tim Marinka adalah, ada seorang dermawan yang berani membeli baju mereka dengan harga fantastis yaitu seharga 1 milyar.


Harga diluar perkiraan itu benar-benar membuat tim Marinka dan teman-temannya menjadi pemenang, karena mendapat harga lelang tertinggi. Sampai-Sampai Marinka mengeluarkan air matanya karena saking terharunya.


"Ah...andai bang Ezra ada disini, apa dia akan merasa bangga padaku? ternyata tidak sia-sia selama tiga hari ini aku pulang terlambat, hasilnya sungguh membuatku puas," batin Marinka.


"Sudah hampir jam 11 malam, apa kamu mau nebeng aku lagi?" tanya Rehan.


"Sepertinya gitu Re, takut nggak dapat taksi kalau sudah jam segini." Jawab Marinka.


"Ya udah ayo,"


"Bentar aku ambil tasku dulu,"


Marinka sedikit berlari menuju belakang panggung dan mengambil tasnya yang dititipkan kedalam loker.


"Yuk," ujar Marinka.


"Kami duluan ya?" ucap Rehan pada teman-temannya lain.


"Oke, sampai ketemu besok." Jawab Arumi.


Arumi dan teman-temannya yang lain melambaikan tangan ke arah Marinka dan Rehan.


"Apa suamimu tidak masalah kamu pulang terlambat terus tiga hari ini?" tanya Rehan saat mereka sudah berada dijalanan.


"Untungnya dia mengizinkan, suamiku sangat baik dan mengerti kalau ini adalah tugas kampus."


"Baguslah," ujar Rehan.


Marinka yang merasa sangat lelah, menyandarkan kepalanya dipintu mobil, dan tanpa sadar terlelap tidur. Selang 25 menit kemudian akhirnya mereka sampai didepan pintu gerbang rumah Ezra. Melihat Marinka yang terlelap, Rehan jadi tidak tega membangunkannya. Beruntung tiba-tiba ponsel Marinka berdering, awalnya Rehan ragu untuk mengangkat panggilan itu, tapi Rehan akhirnya nekat karena dia tahu itu berasal dari suami Marinka.


"Dek...."


Kata-Kata Ezra terhenti saat mendengar suara pria yang mengangkat panggilan telpon darinya.


"Maaf pak, saya lancang menjawab telpovjn Marinka. Apa bapak ada dirumah?"


"Kemana istriku?"


"Marinka ada bersama saya, kami ada didepan pintu gerbang rumah bapak. Tapi Marinka saat ini sedang tertidur, saya tidak tega membangunkannya. Apa bapak bisa turun kebawah?"


Tanpa menjawab, Ezra langsung bergegas turun kebawah bahkan dengan mengenakan piyama tidurnya.


Ceklek


Ezra langsung membuka pintu mobil berwarna merah itu, dan mendapati Marinka tertidur pulas.


"Dasar wanita ceroboh, bagaimana dia bisa tidur didalam mobil laki-laki lain? bagaimana kalau laki-laki ini mengambil keuntungan dari dia?" batin Ezra yang bersungut kesal.


Rehan langsung bisa membaca mimik wajah Ezra yang tampak tidak bersahabat, bahkan cenderung seperti mengajak bermusuhan.


"Sepertinya suami Marinka tidak suka istrinya pergi bersamaku, tapi yang pentingkan aku tidak memiliki skandal apapun dengan Marinka,"


Tanpa mengucapkan terima kasih, Ezra langsung menggendong Marinka dan membawa istrinya itu masuk kedalam kamar mereka. Karena terlalu lelah, Marinka sama sekali tidak terbangun bahkan saat Ezra melepaskan sepatu dari kakinya sekalipun.

__ADS_1


Ezra kemudian ikut berbaring disamping Marinka dan memeluk wanita itu hingga terlelap.


*****


Blammm


Marinka membuka matanya dan melihat daerah sekitarnya.


"Bukankah terakhir kali aku sedang berada di mobil Rehan? tapi kenap a ini sedang berada dikamar?" batin Marinka.


Marinka menoleh kesamping dan mendapati wajah Ezra yang tampan sedang memeluk erat dirinya.


"Kenapa aku tidak bisa mengingat? apa semalam bang Ezra yang menggendongku?"


Marinka perlahan melepaskan pelukkan tangan Ezra dari pinggangnya, dan turun dari tempat tidur karena ingin segera membersihkan diri. Seperti biasanya Marinka segera kedapur untuk membuat sarapan dan bekal sang suami, setelah itu dia kembali naik keatas untuk membangunkan Ezra agar tidak terlambat ke kantor.


"Bang,"


"Hemm,"


"Adek sangat senang deh, karena baju hasil karya kami dibeli dengan harga tertinggi."


"Benarkah?"


"Iya. Adek senang, uang itu pasti sangat bermanfaat untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Adek tidak menyangka baju itu akan dilelang seharga 1 milyar."


"Itu rejeki untuk orang-orang yang membutuhkan,"


"Iya abang benar. Senang deh bisa berbagi," ujar Marinka.


"Emm...oh ya bang, apa semalam abang yang menggendong adek sampai kekamar?"


"Tidak?"


"Apa kamu tidak ingat kalau sudah jalan sendiri sampai kamar? abang mana sanggup menggendongmu? kamu pasti sangat berat,"


"I-Iya juga. Tapi kenapa adek sama sekali tidak ingat ya?"


"Mungkin karena kamu terlalu mengantuk."


"Benar juga."


"Lain kali jangan tertidur di mobil pria lain,"


"Eh? kok abang tahu?"


"Abang cuma menebaknya saja, lain kali jangan begitu lagi. Itu ceroboh namanya, bagaimana kalau pria itu berniat jahat padamu?"


"Tidak mungkin, Rehan sangat baik padaku. Dia tidak mungkin mengambil keuntungan saat aku sedang tidur di mobilnya,"


"Sial, dia bahkan berani membela pria lain didepanku. Apa Marinka menyukai Rehan?" batin Ezra.


Ezra yang tengah mengunyah makanannya, mendadak tidak berselera lagi meneruskan sarapannya. Pria itu segera bangkit dari tempat duduk dan meraih tas kerjanya.


"Eh? abang sudah selesai? kenapa sarapannya tidak dihabiskan?"

__ADS_1


"Abang ingat ada rapat penting, jadi harus buru-buru pergi."


Ezra melangkah pergi kedepan teras, yang langsung disusul oleh Marinka.


"Bang, bekalnya jangan lupa."


Ezra meraih bekal yang susah payah Marinka siapkan dan kemudian masuk kedalam mobil. Marinka yang sama sekali tidak merasa bersalah, kembali masuk kedalam rumah karena ingin segera bersiap ke kampus.


"Inka. Apa hubunganmu dan suamimu baik-baik saja?" tanya Rehan.


"Baik. Memangnya kenapa?"


"Aku takut suamimu memarahimu dan kalian bertengkar gara-gara kamu tertidur dimobilku tadi malam."


"Kenapa kamu bisa berpikir begitu?"


"Wajah suamimu sangat seram, dia bahkan menggendongmu dan pergi begitu saja tanpa bicara lagi padaku,"


"Jadi bang Ezra yang menggendongku?" batin marinka.


"Dia memang begitu, tapi aslinya baik kok.Ya mungkin karena sudah terlalu malam kali ya? jadi bawaan ngantuk, jadi malas buat ngomong. Kalau gitu, aku mewakili suamiku berterima kasih sudah mengantarku tadi malam."


"Syukurkah kalau kalian tidak bertengkar, kalau melihat raut wajahnya semalam, aku mengira dia cemburu padaku."


"Mana mungkin, aku sudah cerita sama dia dari awal. Kalau yang sering mengantarku pulang adalah kamu,"


"Baguslah, aku jadi tenang."


"Ngomong-Ngomong kemana Arumi dan yang lainnya?" tanya Rehan.


"Mungkin mereka ada di kantin kali ya?"


"Susulin aja yuk?"


"Emm."


Marinka dan Rehan pergi menuju kantin bersama, dan benar saja Arumi dan teman-temannya yang lain sedang berada ditempat itu sembari makan dan berbincang.


"Eh Ka, sini! kita ada berita gembira buat loe dan Rehan," ujar Mela yang melihat kedatangan Marinka dan Rehan.


"Apaan?" tanya Rehan.


"Karena kampus kita mendapat hasil lelang terbanyak, maka pihak kampus akan mengajak semua tim buat jalan-jalan kepemandian air panas." Jawab Mela.


"Benarkah? jadi kita akan liburan dong?" tanya Marinka.


"Tentu saja. Kita akan liburan selama 3 hari disana, jadi bersiap-siaplah," ujar Arumi.


"Yeyyy...pasti seru banget ya?" ujar Marinka.


"Emangnya suamimu pasti mengizinkan Ka?" tanya Fandi.


"Tentu. Dia orangnya bukan pengekang kok, selagi kegiatannya positif, dia pasti akan mendukungku." Jawab Marinka.


"Wah...pasti suamimu sangat mencintaimu ya," ujar Arumi.

__ADS_1


Mendengar itu Marinka mendadak terdiam dan hanya menyunggingkan sebuah senyuman dibibirnya.


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2