
"Apa kamu ingat saat di Turki?"
Yuda berusaha membuat Ezra sadar dari keterkejutannya, karena pria itu benar-benar syok dengan apa yang dia lihat.
"Ya, kenapa?" tanya Ezra lesu.
"Saat itu Jihan bilang, dia kesana karena sedang ada pemotretan. Nyatanya bukan seperti itu kejadian sebenarnya."
"Apa maksudmu?"
"Jihan sudah berada di Turki, dua hari sebelum kamu datang kesana. Dia datang kesana karena ingin menemani pemilik agensi di Amerika untuk melakukan perjalanan bisnis, sekalian menemani pria itu tidur."
Klikkk
"Bahkan Jihan juga melayani beberapa kolega dan rekan bisnis pria itu. Bahkan mereka melakukannya di satu kamar yang sama, dengan cara bergilir."
Saat Yuda menekan tombol play, terlihat Jihan tengah digagahi oleh beberapa pria dikamar yang sama. Sungguh Ezra sangat geram melihatnya, membayangkan dirinya pernah bercumbu dan hampir bercinta dengan Jihan, membuat pria itu mual seketika.
"Dan ini ketika Jihan berada di Paris, sama seperti di Turki, di Paris juga tujuannya juga sama."
Ezra mengepalkan tangannya, saat melihat adegan demi adegan yang membuatnya merasa jijik.
"Nah...ini saat Jihan berada di Amerika, Video yang paling banyak ketika dia sedang berada di Amerika. Bahkan dia melakukan itu dengan managernya sendiri," ujar Yuda.
Praaaannnnggggggg
Televisi berukuran jumbo milik Yuda hancur berantakan, saat sebuah asbak berbahan kristal menghantam benda berlayar datar itu.
Tak ada suara sedikitpun dari kedua pria itu. Terlebih Yuda, pria jomblo itu membuat mulutnya menganga, saat benda miliknya hancur berantakan.
"Oh...ya Tuhanku..tv ku tersayang...hikz..." gumam Yuda.
Sementara itu wajah Ezra sudah berubah merah padam karena amarahnya yang meledak. Pria itu benar-benar tidak menyangka, gadis yang dia cintai dan sayangi selama bertahun-tahun, sudah menipunya mentah-mentah.
"Jihan...beraninya kamu menipuku, beraninya kamu sekurang ajar itu padaku. Sungguh nyalimu sangat besar, aku akan menghancurkanmu!"
Gigi-Gigi Ezra bergemeratuk satu sama lain. Andai saja Jihan ada didekat pria itu, tentu nyawa gadis itu tidak bisa dipastikan lagi masih bersarang diraganya atau tidak.
Brakkkkk
Ezra lagi-lagi menendang meja yang ada didepannya, hingga meja yang terbuat dari kayu jati itu terbalik dilantai.
"Aduh...bisa-bisa habis semua seluruh hartaku kalau begini," batin Yuda.
"Emm...Zra, ada hal yang lebih penting lagi dari ini. Bukankah kamu bilang pernah mencelupkan barangmu itu pada Jihan?"
Ezra menoleh kearah Yuda, wajah pria itu tampak tidak senang saat Yuda mengingatkannya akan hal itu.
__ADS_1
"Eh? jangan marah dulu, maksudku aku ingin mengajakmu periksa kerumah sakit, aku takut kamu terkena penyakit aneh."
Mata Ezra semakin melotot, pria itu seakan diingatkan dengan hal yang mengerikan itu. Ezra tiba-tiba berdiri dari duduknya dan menyeret tangan Yuda.
"Ada apa?" tanya Yuda.
"Temani aku kerumah sakit. sial, aku akan melubangi kepala wanita itu, kalau sampai dia memberiku penyakit laknat itu," gerutu Ezra.
Yuda menghela nafas, paling tidak dia merasa lega karena berhasil membawa Ezra keluar dari rumahnya. Pria itu sangat takut kalau semua barang dirumahnya hancur. Ezra orang yang sulit ditebak, ketika marah dia bahkan sanggup membakar rumah seseorang.
Setelah memakan waktu hampir 25 menit, Ezra dan Yuda tiba disebuah rumah sakit yang tak lain adalah rumah sakit yang Ezra bangun sendiri. Rumah sakit bertaraf internasional itu mempunyai fasilitas lengkap dan merupakan rumah sakit yang bisa menjadi tempat rujukkan bagi pasien.
"Aku ingin medical chek up. Cek semua jenis penyakit dalam tubuhku, terutama penyakit menular seksual!" perintah Ezra.
Semua dokter yang sengaja Ezra kumpulkan jadi panik, saat menerima perintah itu. Bukan apa-apa, kalau hasilnya sampai tidak memuaskan, bukan tidak mungkin karier mereka juga akan tamat.
"Sssstttttt..."
Ezra mendesis saat seorang dokter mengambil sampel darah dilipatan lengannya. Darah dengan 3 tabung kecil telah berhasil dokter itu dapatkan, dan segera ia bawa ke laboratorium.
Setelah selesai mengambil sampel darah, Ezra dan Yuda pergi ke ruang pribadinya.
"Duduklah dengan tenang," ujar Yuda saat melihat Ezra tengah mondar mandir menunggu hasil dari dokter.
Ezra begitu gelisah dan takut, kalau-kalau dirinya terjangkit penyakit yang mematikan.
"Wanita sialan itu, tunggu sampai aku bertemu dengannya. Aku akan membuat perhitungan sepuasnya dengan dia," batin Ezra.
"Lihat saja bagaimana aku membuat perhitungan denganmu. Satu sen saja materi yang ku keluarkan untukmu, maka aku akan membuatmu menggantinya dua kali lipat."
Tok
Tok
Tok
"Masuklah!" perintah Ezra.
Kriekkk
Seorang dokter yang berusia sekitar 40 tahun, memasuki ruang pribadi Ezra, sembari membawa sebuah amplop putih ditangannya. Dokter itu menyodorkan amplop itu dihadapan Ezra.
"Tuan, ini adalah hasil cek lab yang kami lakukan beberapa saat yang lalu."
"Bacakan hasilnya!"
"Baiklah."
__ADS_1
Dokter itu perlahan membuka isi amplop dan membacakan hasil yang mereka peroleh setelah mengecek sampel darah milk Ezra.
"Dari hasil cek lab, tidak ada penyakit yang berbahaya disemua organ yang tuan miliki."
"Bagaimana dengan penyakit menular seksual?"
"Negatif."
"Benarkah?" tanya Ezra semringah.
"Ya tuan. Dari hasil yang kami dapat, tidak ada satupun penyakit menular seksual yang hinggap ditubuh tuan."
"Baiklah. Kamu bisa kembali bekerja, aku akan memberikan bonus untuk kalian nanti."
"Terima kasih tuan muda."
Dokter itupun pergi dengan wajah berseri-seri. Dia tahu betul kebiasaan Ezra yang suka memberi bonus. Bonus yang akan diterima tiap orang bahkan bisa untuk pergi naik haji orang tersebut.
"Kau dengar itu Yud? aku sehat," ujar Ezra semringah.
"Aku turut senang zra. Itu sangat bagus,"
"Hah...aku bingung harus mengatakan apa padamu Yud. Aku benar-benar malu. Andai saja sejak awal aku mendengarkan ucapanmu, tentu aku tidak akan berakhir setragis ini."
"Tidak Masalah, inilah proses hidup. Kita tidak akan belajar, kalau tidak pernah membuat kesalahan lebih dulu."
"Emm. Tapi tetap saja aku merasa malu padamu, aku benar-benar tidak menyangka Jihan gadis yang jahat dan licik. Gadis matre tidak tahu malu itu, bahkan berani berkata bohong disaat dirinya sudah ketahuan tidak suci lagi."
"Baru sadar sekarang kalau dia matre? jadi mau bagaimana kamu ingin menagih uang yang sudah kamu berikan padanya?"
"Aku serahkan padamu. Kalau kamu bisa mendapatkannya, maka seluruh kerugianku itu akan menjadi milikmu."
"Benarkah? apa kamu tahu berapa total kerugianmu selama 4 tahun ini?"
"Berapa?"
"Kurang lebih 160 milyar. Pokoknya kamu itu sangat luar biasa...luar biasa bodohnya,"
"Ckk...kamu mengataiku?"
"Hah...sudahlah, bahas masalah itu bikin aku darah tinggi saja. Ada fakta yang lebih menarik lagi yang harus kamu tahu dan kamu dengar."
"Fakta apa lagi?"
"Ini tentang Marinka."
"Marinka?"
__ADS_1
Ezra tiba-tiba teringat sosok yang sangat dia rindukan itu. Marinka yang menghilang tiba-tiba membuatnya benar-benar merasa kehilangan. Bahkan sejak kepergian Marinka, Ezra tidak bisa tidur dengan baik. Ezra juga tidak makan dengan teratur, hingga membuat penyakit maghnya sering kambuh. Kini Yuda mengingatkannya lagi tentang Marinka, membuat perasaan rindu pada istrinya itu semakin mendalam.
TO BE CONTINUE...🤗🙏