
Sudah hampir seminggu sejak Galang menjatuhkan talak pada Karin. Kini Agenda persidangan sudah ditetapkan pengadilan, akan digelar dua pekan mendatang. Seiring menunggu persidangan, Galang juga sudah mencari keberadaan Marinka, yang belum juga dia temukan. Namun dirinya tidak ingin menyerah, prioritas utamanya adalah ingin mendapatkan maaf dari Marinka, dan bermaksud ingin mengajaknya rujuk kembali.
Saat sedang sendiri dan menjelang tidur, Galang selalu teringat dengan Marinka yang dulu selalu dia abaikan, dia hina dan dia perlakukan dengan kasar. Saat membayangkan itu semua, timbul rasa penyesalan dalam hatinya.
Sementara itu disisi lain Marinka hanya tersenyum sinis, saat orang suruhannya memberitahu dirinya bahwa Galang tengah mencari dirinya karena ingin mengajaknya rujuk kembali. Marinka bahkan tertawa keras karena dirinya merasa geli hati mendengar permintaan Galang itu.
"Katakan padanya, tidak perlu mencariku lagi. Saat waktunya tiba, aku yang akan menemuinya secara langsung. Jadi jangan buang-buang energi, karena sampai matipun dia tidak akan bisa menemukanku," ujar Marinka diseberang telpon.
"Apa saya perlu mengatakannya secara langsung?" ujar pria disebrang sana.
"Tidak perlu, jangan sampai dirimu terekspose. Kirim surat kaleng saja."
"Baiklah," ujar pria itu.
Marinka mengakhiri panggilan itu dengan senyum puas dibibirnya.
"Abang baru melihat sisi mengerikan diri adek yang ini? abang malah tidak menyangka adek bisa bersikap seperti itu," ujar Ezra sembari memeluk tubuh polos istrinya dari balik selimut.
"Jadi kalian para lelaki berpikirlah sebelum membuat para wanita marah. Karena wanita yang terlihat selalu lemah, tidak selamanya bersikap seperti itu kalau dia sudah merasa sangat tersakiti. Bahkan kalian para pria tidak akan menyangka, kalau kami para wanita bisa melakukan hal yang tak terduga,"
"Waduh, kedengarannya jadi seram dek. Abang nggak gitu loh dek," ujar Ezra.
"Iya abang nggak gitu, dan jangan sampai begitu. Kalau sampai begitu, adek nggak segan-segan nyuruh mantri buat nyunat abang dua kali," ucap Marinka.
"Aduh bisa abis dong," goda Ezra.
"Ho'oh," cengir Marinka.
"Gimana persiapan launching besok?" tanya Ezra.
"Sudah beres. Besok pukul 8 pagi agenda launchingnya." Jawab Marinka.
"Abang akan mengirim beberapa bodyguard untuk acara besok," ujar Ezra.
"Makasih ya bang?"
"Emm." Ezra mengangguk.
"Apa abang nggak bisa hadir besok?" tanya Marinka.
"Maaf abang nggak bisa, soalnya ada meeting penting jam 9. Nggak apa kan?"
"Nggak apa bang, kita sama jalan saja."
"Pokoknya abang do'akan acara besok lancar,"
"Amin. Makasih ya bang,"
__ADS_1
"Emm." Ezra mengangguk.
*****
Hari ini hari yang paling membahagiakan bagi Marinka. Karena hari ini adalah hari dimana produknya yang terkenal sudah mendunia, akan launching perdana di tanah airnya. Marinka juga mengundang beberapa awak media, karena dia ingin sedikit menyampaikan beberapa patah kata untuk para penggemarnya.
Dengan topeng handalannya, Marinka menatap layar kamera dengan mantap, karena kegiatan itu akan disiarkan secara langsung di televisi.
"Selamat pagi teman-teman dan awak media semuanya. Hari ini merupakan hari launching perdana untuk MD collection di negara tercinta kita ini. Saya sangat bahagia sekali, bisa ikut andil memberikan kontribusi untuk perekonomian tanah air. Semoga kedepannya usaha ini makin sukses, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi."
"Sesuai janji saya waktu itu, untuk tiga hari kedepan MD collection akan memberikan diskon sebanyak 30% per item. Jadi untuk para penggemar MD collection bisa happy shop mulai hari ini ya? nanti silahkan juga para lapisan masyarakat bisa memberikan kritik dan sarannya untuk MD collection. Silahkan kunjungi media sosial kami." sambung Marinka.
"Apa yang akan anda katakan untuk teman-teman sejawat yang juga mencari rejeki di bidang ini?" tanya Seorang wartawan.
"Untuk teman-teman sejawat, saya ingin mengatakan tetap semangat berkarya, majukan terus perekonomian Indonesia." Jawab Marinka.
"Apa tujuan anda Launching produk di indonesia?"
"Ya itu tadi, selain ingin memajukan perekonomian indonesia, saya juga ingin membuka lapangan pekerjaan juga bagi yang membutuhkan, dan yang pasti saya ingin rakyat indonesia lebih cinta produk indonesia."
Marinka menjawab semua pertanyaan Wartawan dengan mantap dan penuh wibawa. Ezra yang menyaksikan hal itu tersenyum bangga menyaksikan istrinya itu dari layar kaca.
"Baiklah. Untuk itu MD collection resmi kita buka hari ini," ujar Marinka sembari menggunting pita berwarna ungu.
Tepuk tangan meriah bergema di depan salah satu gerai yang akan Marinka buka. Marinka sangat senang, karena banyak masyarakat yang mendukung usahanya itu.
"Ini semua karena kecerobohan kamu Karin. Kalau nggak, kita nggak mungkin miskin begini," hardik Paulin.
"Mama tenang saja. Aku pastikan Galang akan jatuh lagi kepelukkanku. Aku nggak mungkin membiarkan dia lepas gitu aja." ujar Karin.
"Baguslah. Memang itu yang harus kamu lakukan," ucap Paulin.
*****
"Tuan. Ada seseorang misterius yang memberikan ini untuk anda," ujar salah seorang security kantor.
"Apa ini?" tanya Galang.
"Sepertinya surat kaleng tuan."
Galang kemudian membuka surat kaleng itu.
"TIDAK PERLU MENCARIKU, KARENA SEBENTAR LAGI AKU YANG AKAN MENEMUIMU. MARINKA!"
Galang tersenyum senang, karena akhirnya dia mendapat petunjuk tentang Marinka.
"Aku akan menunggumu, aku ingin memperbaiki semuanya dari awal. Aku yakin aku dan kamu memang sejak awal sudah berjodoh, tapi Tuhan ingin kita menghadapi lika-liku kehidupan ini. Marinka, tunggu saja. Aku akan membuatmu jadi wanita yang paling bahagia di dunia ini," ujar Galang lirih.
__ADS_1
Galang melipat surat itu dengan rapi dan memasukkannya ke dalam laci meja kerjanya. Pria itu tampak bersemangat karena akan bertemu Marinka sebentar lagi, setidaknya itulah yang dia pikirkan.
Tring
Tring
Tring
Suara ponsel Marinka berdering saat Marinka selesai memandu acaranya itu.
"Ya Bang?"
"Sayang. Selamat ya? abang bangga banget melihatmu di tv barusan," ujar Ezra.
"Makasih ya bang. Ini juga berkat do'a dan dukungan dari abang." ucap Marinka.
"Sama-Sama sayang. Pokoknya sukses terus buat usahamu ini. Abang akan selalu mendukung apapun usahamu, selagi itu bernilai positif."
"Makasih bang. Abang suami terbaik yang pernah adek miliki. Adek sangat mencintai abang,"
"Abang juga mencintaimu. Malam ini full service yak?" goda Ezra.
"Apaan sih bang?" pipi Marinka merona.
"Biar cepat jadi dek. Udah nggak sabar punya bayi lagi,"
"Iya ...iya...terserah abang deh,"
"Sekarang aja yuk dek? abang pulang sekarang ya?"
"Hissttt abang, ini kan masih jam kantor bang?"
"Ya nggak apalah. Kan abang juga yang bosnya disini. Siapa yang mau marahin abang?"
"Nanti malam saja ya sayangku," rayu Marinka.
"Hah...baiklah," ujar Ezra bersuara lesu.
"Jangan cemberut dong bang. 3 ronde deh," ujar Marinka.
"5 ronde deal,"
"Huuu...dasar pemaksa!"
Ezra terkekeh mendengar ucapan Marinka. Dia sudah membayangkan wajah cantik istrinya itu saat sedang cemberut. Ditempat berbeda, Lilian tidak kalah bangga dengan pencapaian putrinya itu. Wanita parubaya itu berjanji, disaat Marinka akan membuka jati dirinya didepan publik, maka dia akan membuka jati dirinya didepan putrinya. Dia akan menerima apapun keputusan Marinka tentang hubungan mereka. Lilian tidak akan memaksa, jika Marinka memang tidak ingin menerima dirinya.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
__ADS_1