
"Kamu kenapa nggak kerja? ini sudah 3 hari loh," tanya Marinka.
"Aku mogok kerja dulu," ujar Sera.
"Kamu nggak takut dia pecat kamu?"
"Bodo amatlah Rin, mau mecat ya pecat aja. Masih banyak pekerjaan didunia ini,"
"Sepertinya kamu benar-benar merajuk kali ini. Seharusnya kamu harus menunjukkan pada si Ando, kalau kamu baik-baik aja liat dia sama Renata. Kamu yang kayak gini, kelihatan sekali kalau sedang cemburu buta."
"Uggghhh...aku baru tahu rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Jadi gini ya Rin yang kamu rasakan waktu itu?"
"Emm. Kamu jangan lagi mengingatkan aku tentang masa lakuku, saat ini belum waktunya aku balas dendam ke mereka."
"Kamu masih mau balas dendam? nggak usahlah Rin, hidup kamu sudah enak sekarang. Biarkan mereka hidup sesuai porsinya."
"Oh tidak bisa. Jangan mengira aku ini seorang wanita yang berhati kapas. Hutang harus dibayar bukan? itu akan lunas saat aku sudah sukses nanti,"
"Ingat! ada dua anak yang membutuhkanmu, jangan karena dendam, kamu malah membuat anak-anakmu jadi yatim. Kamu Pasti tahu rasanya jadi anak yatim gimana," ujar Sera.
"Kamu tenang saja, perang kali ini tidak main fisik. Mereka melukai fisikku, dan berharap aku mati. Tapi tidak denganku, aku ingin menghancurkan hati dan mental mereka, hingga mereka tidak berani lagi menatap dunia."
"Sayang...."
"Noh...kang mas prabu sudah manggil," ujar Sera.
Marinka segera bergegas pergi untuk menemui suaminya itu.
"Ya bang?"
"Dek. Nanti malam abang akan pergi sama Ando,"
"Kemana?"
"Ada salah seorang patner bisnis yang sedang berulang tahun hari ini. Dia mengundang kami untuk merayakan hari jadinya itu di klub."
"Klub? jadi kalian mau mabuk-mabukkan?"
"Sayang. Ke klub nggak berarti kita wajib mabuk-mabukkan. Disana juga disediakan kok minuman non alkohol."
"Tapi disanakan banyak wanita cantik bang. Yang bajunya kurang bahan juga banyak. Abang pasti mau cuci mata ya disana?"
"Ya ampun dek, pikiranmu kok sudah jauh gitu? abang malah nggak kepikiran sama sekali loh. Lagian ada Ando, kami bisa saling mengingatkan kalau ada sesuatu yang nggak beres."
"Ya udah. Tapi pulangnya jangan malam-malam ya bang? adek tungguin abang pulang loh,"
__ADS_1
"Iya. Takut banget sih kehilangan abang. Hem?" Ezra mencubit dagu Marinka.
"Ya iyalah takut bang. Lah wong suami satu-satunya, nggak punya cadangan lain." Jawab Marinka.
"Kalau abang nggak pulang jam 10, adek tidur duluan saja. Abang nggak bisa janji bakal pulang tepat waktu."
"Emm." Marinka mengangguk.
Waktu menunjukkan pukul 7 malam, saat Ezra dan Ando pergi kesalah satu klub terbesar di kota Paris. Sebuah ruangan private room sudah disewa oleh salah seorang pengusaha batu permata.
"Mr. Ezra dan Mr. Ando juga datang rupanya, saya kira pengusaha sibuk seperti kalian ini tidak berkenan hadir dihari jadi saya," ujar Mr. Smith.
"Mana mungkin kami tidak hadir, kita merupakan rekan bisnis hingga akhir hayat." Jawab Ezra diselingi tawa yang ringan.
"Mari silahkan duduk. Aku juga sudah menyiapkan wanita-wanita cantik untuk tuan-tuan sekalian," ujar Mr. Smith.
8 orang pengusaha lainnya menyeringai senang, tapi tidak dengan Ezra dan Ando.
"Anda cukup menyediakan 8 saja. Saya dan tuan Ando tidak berminat," ucap Ezra.
"Benarkah? kenapa? apa service nyonyamu sangat memuaskan?" tanya Mr. Smith sembari terkekeh.
"Kami baru satu tahun menikah, dan baru memiliki anak. Jadi hubungan seperti itu masih sedang panas-panasnya." Jawab Ezra, dia ingin menolak secara halus.
"Bagaimana dengan tuan Ando? bukankah anda masih bujangan? harus banyak berlatih dari sekadang."
"Sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan seorang lady escort handal untuk kalian semua Dia juga berasal dari negara yang sama dengan anda," ujar Mr. Smith.
"Begitu? kalau begitu hadirkan sampah negara itu kemari. Aku ingin lihat seperti apa dia," ujar Ezra yang sedikit panas mendengar Smith menyinggung masalah negaranya.
"Apa anda ingin menyewa jasanya? dia ini sangat cantik dan seksi. Selain bisa jadi teman ngobrol, dia juga ngambil job ekstra loh. Terus terang saya sudah berkali-kali memakainya, dan dia sangat hebat diranjang." ucap Smith sembari terkekeh.
"Tidak. Anda saja," tolak Ezra.
Ando tertawa geli, dia tahu betul Ezra pencinta kebersihan. Mana mungkin dia mau memasuki barang bekas yang sudah dipakai berkali-kali dengan pria yang berbeda-beda.
Smith membuat panggilan untuk manager klub. 8 orang lady escort memasuki ruangan itu dengan pakaian yang lumayan sexy.
"Mr. Smith apa kamu merindukanku?"
"Tentu saja. Kamu semakin cantik,"
"Ah...Mr. Smith selalu menggodaku," suara wanita itu terdengar sangat manja. Hingga dua orang pria diseberang tempat duduk itu serasa ingin muntah.
"Apa kamu tidak memiliki teman yang masih bersegel?" tanya Smith.
__ADS_1
"Kenapa? apa serviceku kurang memuaskan Mr. Smith?" wanita itu bergerak cepat dengan meraba-raba pusaka berharga milik pria itu.
"Kenapa wajahmu tampak biasa saja? apa kamu tidak terkejut, wanita yang membuat hatimu bergetar ternyata donat kebanyakan terigu?" bisik Ezra.
"Aku sudah tahu." Jawab Ando sembari menyesap softdrink ditangannya.
"Sudah tahu? kamu menjijikan Ando, kamu mau sama wanita salome begitu?" bisik Ezra.
"Jangan lupa kamu juga pernah mencicipinya loh,"
"Sembarangan. Mencicipi gigimu, aku nggak pernah nyicipin donatnya."
"Iya tahu. Kamu cuma nyicip gunungnya kan?"
"Sebaiknya tutup mulutmu, mengenangnya saja aku jadi ingin muntah."
"Huu...sekarang aja kamu bilang begitu, dulu mungkin kamu minum susunya sampai tertidur seperti bayi," ledek Ando.
"Sontoloyo, kamu..."
Ucapan Ezra terhenti saat Mr. Smith memprekenalkan lady Escortnya pada dirinya dan Ando.
"Mr. Ezra. Kata Lady ku dia memiliki teman yang baru bergabung, dia baru dipakai satu kali. Apa anda berminat?" tanya Smith.
Tubuh Renata menegang saat Smith menyebutkan nama Ezra. Wanita itu membalikkan tubuhnya untuk memastikan pria yang dimaksud adalah pria yang ada dipikirannya. Mata Renata tambah terbelalak, saat melihat keberadaan Ando disamping Ezra. Namun Renata berusaha bersikap tenang, dia memikirkan cara agar Ando masih bisa dia kuasai.
"Tidak Mr. Smith terima kasih." Jawab Ezra.
"Baiklah kalau begitu."ujar Smith.
"Baby aku ingin service seperti biasanya," bisik Smith.
Renata tampak ragu, meski dia biasa melakukan itu didepan orang banyak, tapi saat ini ada dua orang pria yang ingin dia incar. Tapi tidak mungkin bagi Renata menolak Smith, dia tahu hari ini pria itu berulang tahun, terlebih dia tidak mungkin membuat pria berduit itu kehilangan muka dihadapan teman-temannya.
Renata berlutut diantara kedua paha Mr. Smith. Wanita itu perlahan membuka resleting pria itu dan mengeluarkan benda kebanggannya.
"Ando. Kita pulang saja, aku benar-benar ingin muntah."
"Oke." Jawab Ando sembari menyesap kembali softdrink dengan mata yang tertuju kearah Renata. Kepala wanita itu tengah naik turun menikmati sesuatu disana.
Suara Mr. Smith bahkan melengguh dengan mata yang kadang terbuka dan sesekali tertutup, karena aksi yang Renata lakukan.
"Mr. Smith kami nggak bisa lama, selamat ulang tahun untukmu. Lady Escortmu sangat luar biasa. Selamat menikmatinya," ujar Ezra.
Mr. Smith hanya mengacungkan kedua jempolnya, karena pria itu tak sanggup lagi bicara dengan normal. Sementara itu Renata masih berusaha membuat benda kebanggaan pria itu segera muntah.
__ADS_1
TO BE CONTINUE...🤗🙏