
"Entah sebenarnya kalian itu serius atau tidak dengan hubungan ini. Tapi yang pasti mendengar cerita kalian lebih baik kalian tunangan saja dulu," ujar Ezra.
"Kenapa om? apa aku dinilai belum layak buat putri om?" tanya Anser.
"Bukan begitu maksud om mu Ans. Kalian itu tidak berpacaran, terlebih kuliah saja belum selesai. Minimal kalian punya ikatan saja dulu," ujar Ando.
"Bagaimana menurutmu Mei?" tanya Ezra pada putrinya.
"Mei menurut saja pa." Jawab Meiza.
"Ya sudah kita lakukan pertunangan sederhana saja besok. Sebagai tanda Meiza sudah resmi di ikat," ujar Ezra.
"Sepakat." Jawab Ando.
Keesokkan harinya acara pertunangan Anser dan Meiza digelar. Dengan dihadiri oleh keluarga besar. Hanya Moza yang tidak hadir diacara itu karena dia tengah berada di London. Dan pernikahan mereka ditetapkan setelah mereka sama-sama lulus kuliah.
Setelah pertunangan itu, Anser berusaha menghubungi Meiza secara intens agar Meiza cepat menumbuhkan rasa cintanya terhadap dirinya. Meski berada di negara berbeda, itu tidak menyurutkan mereka untuk tetap intens berkomunikasi. Hingga hal tak terdugapun terjadi. Meiza bertemu pria lain, pria yang mampu menggetarkan hatinya dan diam-diam Meiza menjalin hubungan terlarang dengan pria itu.
"Kamu sudah gila Mei. Bagaimana dengan Anser? kamu sadar tidak sekarang kamu itu sedang bermain api?" tanya Moza yang tidak rela Anser di permainkan.
"Ya aku harus gimana Za. Aku sudah berusaha selama ini agar bisa mencintai Anser, tapi nyatanya aku gagal. Jujur saja, aku sama sekali tidak ada perasaan dengan Anser. Ku akui dia pria baik, juga nyambung denganku. Tapi sepertinya bukan dia tujuan hidupku."
"Egois kamu. Seharusnya kamu jangan menerimanya waktu itu. Dia itu sangat mencintaimu," ucap Moza.
"Gimana dong Za. Papa pasti marah kalau aku membatalkan pernikahan ini. Terlebih aku merasa tidak enak dengan om Ando. Tapi bagaimana lagi, aku sudah merancang masa depanku bersama dokter Ilyas." Jawab Meiza.
"Kamu harus menjelaskan pada Anser secepatnya. Sebelum pernikahan itu terjadi. Waktu kelulusan kita sudah tidak lama lagi. Hanya tinggal 7 bulan lagi. Mungkin kalau kamu membatalkannya sekarang, dia bisa memperbaiki hatinya selama 7 bulan itu," ujar Moza.
"Tapi rasanya aku nggak sanggup buat ngomongnya. Moza, bukankah kamu tidak punya pacar? untuk menyelamatkan malu keluarga kita, bagaimana kalau kamu saja yang menggantikan aku," tanya Meiza.
"Kamu ini benar-benar sudah kehilangan kewarasanmu. Kamu pikir Anser bola? yang seenaknya kamu oper begitu saja? Anser itu mencintaimu, bukan mencintaiku. Dia pasti akan merasa terhina diperlakukan seperti barang mainan." Jawab Moza.
"Jadi gimana dong? gimana caraku ngomongnya?" tanya Meiza.
"Kamu yang buat masalah. Jadi kamu pikirkan saja sendiri solusinya." Jawab Moza sembari berlalu dari hadapan Meiza.
Sementara itu Meiza tampak ragu untuk menghubungi Anser. Ponsel yang semula sudah dia genggam, kembali dia letakkan diatas meja. Dia ingin banyak merangkai kata dulu, sebelum akhirnya memiliki keberanian itu.
*****
Hoekkk
Hoeekkk
__ADS_1
Hooeekkk
Sudah tiga hari ini Gadlyn merasakan tidak enak diperutnya. Nafsu makannya pun menurun, hingga menyebabkan wajahnya menjadi pucat.
"Sayang kita ke dokter saja ya? aku takut kamu punya penyakit serius dan kita terlambat menanganinya," ujar Rakha.
"Nggak mau. Nanti aku disuntik," rengek Gadlyn.
"Aku akan menyuntik dokternya kalau mereka berani menyuntikmu," rayu Rakha.
"Lemes," ujar Gadlyn.
"Aku gendong ya?"
"Emm." Gadlyn mengangguk.
Rakhapun menggendong Gadlyn dan meletakkannya di kursi depan. Sementara dirinya mengemudikan mobilnya. Sesekali Rakha menoleh ke arah Gadlyn yang terlihat lemas dengan wajah yang sedikit pucat. Rakhapun semakin mempercepat laju mobilnya .
"Sayang. Bangunlah! kita sudah sampai," ujar Rakha sembari mengelus pipi Gadlyn dengan lembut.
Gadlyn membuka matanya perlahan, dan merasa kepalanya sedikit pusing.
"Kamu kenapa? masih lemas?" tanya Rakha.
Rakha tidak ingin membuang waktu lagi. Rakhapun bergegas menggendong Gadlyn dan membawanya ke ruang tindakkan khusus keluarga Hawiranata.
"Periksa dengan detail keadaan istriku. Jangan sampai ada yang terlewatkan," ujar Rakha.
"Baik tuan muda." Jawab dokter.
Rakhapun keluar dari ruang tindakan. Dia ingin dokter berkonsentrasi dengan pekerjaannya tanpa merasa terintimidasi dengan kehadirannya.
Krieekkk
"Bagaimana hasilnya?" tanya Rakha.
"Maaf tuan muda. Saya sarankan agar nona muda di konsultasikan ke dokter kandungan."
"Dokter kandungan? kenapa?" tanya Rakha.
"Saya curiga nona muda sedang mengandung saat ini." Jawab dokter.
"Ap-Apa kau yakin?" perasaan Rakha campur aduk saat mendengar ucapan dokter itu.
__ADS_1
"Itulah sebabnya untuk memastikannya kita harus konsultasikan ini pada dokter kandungan. Kalau mendengar dari gejalanya sih memang seperti itu," ujar dokter.
"Baiklah. Lakukan yang terbaik. Kalau istriku benar-benar hamil, aku akan menaikkan seluruh gaji kalian di rumah sakit ini," ujar Rakha.
"Terima kasih tuan muda," ucap dokter sembari setengah membungkuk.
Dokter itupun memerintahkan dua orang perawat agar membantu Gadlyn duduk di kursi roda. Gadlyn akan dibawa keruang dokter kandungan, untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.
Dokter kandungpun mulai melakukan pemeriksaan dengan alat USG. Senyum dokter itupun mengembang saat tahu Gadlyn memang tengah hamil saat ini.
"Selamat tuan muda. Sesuai dugaan kami, nona muda memang tengah hamil saat ini," ujar dokter itu.
"Benarkah?" tanya Rakha antusias.
"Benar tuan. Dan satu lagi kabar yang menggembirakan. Nona muda tengah hamil anak kembar saat ini,"
Rakha menutup mulutnya. Air mata bahagia langsung meluncur tiba-tiba.
"Sayang. Kamu dengar itu? Rakha junior sudah hadir. Oh...God, aku masih tidak percaya ini," Rakha menggenggam erat tangan Gadlyn.
Tidak jauh berbeda dengan Rakha, Gadlynpun menangis haru. Dia tidak menyangka bakal diberi anugerah secepat ini. Melihat kemesraan majikannya, dokter itu tersipu malu.
"Tapi dok. Kenapa istriku mual muntah terus menerus. Dan sekarang disertai pusing juga," tanya Rakha.
"Pada kehamilan di trimester pertama memang sering terjadi demikian. Namun kondisi disetiap ibu hamil tidaklah sama. Ada juga ibu hamil yang tidak merasakan hal ini sama sekali." Jawab dokter.
"Jadi apa yang harus saya lakukan dok? setiap apa yang ku makan, pasti akan keluar lagi. Aku takut mempengaruhi kondisi anakku," tanya Gadlyn.
"Disarankan nona tetap makan dengan porsi sedikit tapi sering. Banyak makan buah dan juga sayur." Jawab dokter.
"Apa saat hamil boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya Rakha dengan wajah serius. Namun tidak bagi Gadlyn. Mata Gadlyn seperti hendak keluar dari sarangnya saat mendengar pertanyaan Rakha.
"Sayang. Malu," ujar Gadlyn setengah berbisik.
Dokter yang mendengar bisik-bisik itu hanya bisa mengulum senyumnya melihat pasangan muda itu.
"Kehamilan muda memang sedikit rentan. Tapi asal melakukannya dengan pelan, tidak jadi masalah. Perhatikan juga durasinya juga kuantitasnya. Tapi kalau memang mau aman, sebaiknya jangan dulu. Terlebih saat ini kondisi nona muda agak lemah." Jawab dokter.
"Tuh dengerin," ujar Gadlyn yang merasa diatas angin. Sementara wajah Rakha jadi masam seketika.
Setelah melakukan konsultasi dengan dokter kandungan, Gadlyn dan Rakhapun pulang kerumah. Rakha dan Gadlyn memberi kabar gembira itu pada keluarga mereka masing-masing.
Sementara itu di sisi lain Anser saat ini sedang merasa galau, akhir-akhir ini Meiza seperti sedang menghindarinya. Padahal Anser benar-benar sangat merindukan gadis itu.
__ADS_1
To be continue...🤗🙏