Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.18. Perdebatan


__ADS_3

Plakkkk


Masayu meletakkan setumpuk foto para gadis cantik dan berkelas diatas meja, untuk dipilih oleh putranya. Ezra memutar bola mata dengan malas, karena lagi-lagi kedua orang tuanya ingin kembali menjodohkannya dengan orang yang tidak dia kenal.


"Ada apa dengan tatapanmu itu? kali ini kami tidak menerima penolakkan lagi, sekarang kamu harus memilih salah satu gadis yang ada di foto itu," ujar Masayu.


"Ezra, papa dan mama ini sudah tua. Kami ingin segera menimang cucu," timpal Baskoro.


"Tunggulah 3 tahun lagi, setelah itu aku pasti akan menikah."


"Tiga tahun lagi? apa kamu yakin hidup papa dan mama bisa sampai tiga tahun lagi?"


"Apa yang mama dan papa katakan? kalian akan berumur panjang, waktu tiga tahun bukan waktu yang lama."


"Usiamu sudah 30 tahun, sudah matang untuk usia menikah. Kamu mau menunggu 3 tahun lagi, pasti kamu mau menunggu wanita itu bukan?"


"Ma, aku mencintai Jihan."


"Tapi dia tidak mencintaimu, kamu bisa memberikan segalanya untuk dia, tapi dia malah lebih memilih kariernya. Kenapa kamu itu bodoh soal urusan wanita?"


"Pokoknya mama tidak perduli siapapun wanita yang kamu bawa, kamu haus menikah secepatnya. Tapi akan lebih baik kamu memilih salah satu dari foto ini, semua gadis ini adalah gadis yang berkelas dan berpendidikan tinggi. Jadi kamu pasti cocok dengan salah satu dari mereka."


"Akan aku fikirkan."


"Mama tidak ingin kamu berfikir. Mama ingin cucu secepatnya."


"Ckk...apaan sih Ma? kenapa jadi kayak anak kecil begini? mama minta cucu seolah minta permen saja."


Ezra yang kesal langsung meninggalkan kediaman orang tuanya dan menuju pulang kerumah pribadinya.


"Jihan. Kapan kamu akan kembali?"


"Sayang. Bukankah kita sering membahas soal ini? karierku sedang bagus disini, kalau kamu merindukanku kamu bisa datang kemari."


"Bukan hanya itu, ada hal penting yang ingin kubicarakan padamu."


"Ada apa?"


"Papa dan Mamaku memaksaku menerima sebuah perjodohan, mereka sangat menginginkan seorang cucu, itulah sebabnya aku ingin kamu kembali dan kita menikah segera."

__ADS_1


"Tidak bisa mendadak begitu sayang. Kontrak lamaku saja berakhir enam bulan kemudian. Dan aku berencana ingin memperpanjang kontrak yang baru. Ada banyak brand yang menginginkan aku untuk menjadi model produk mereka."


"Jihan kumohon kamu berhenti saja jadi model, batalkan semua kontrak itu dan aku akan membayar semua pinaltinya."


"Ini bukan masalah uang saja, tapi kamu tahu sendiri Model adalah identitas hidupku. Ini impianku sejak kecil. Begini saja, aku akan memberikan solusi yang baik untuk masalah kita."


"Apa?"


"Aku akan kembali setelah sisa kontrakku berakhir. Kamu nikahi saja wanita pilihan orang tuamu itu, setelah enam bulan kemudian kamu ceraikan dia dan menikah denganku. Bagaimana?"


"Apa kamu sudah gila? memangnya wanita itu bodoh? mereka anak-anak orang berkelas, siapa yang mau jadi janda setelah 6 bulan pernikahan?'


"Kalau begitu kamu fikirkan dong bagaimana caranya. Bila perlu kamu cari wanita yang mau menikah kontrak selama 6 bulan denganmu."


"Jihan. Idemu ini benar-benar konyol, sebenarnya kamu anggap apa aku ini?"


"Sayang. Aku tidak bermaksud merendahkanmu, aku juga sudah berkorban loh untuk tidak menerima kontrak baru itu. Aku hanya minta waktu selama 6 bulan saja, agar namaku tidak jelek dan aku masih bisa berkarier di tanah air nantinya."


"Tapi orang tuaku tidak mau menunggu selama itu."


"Maka dari itu aku memberikan solusi tadi untuk masalah kita. Dengan uang semuanya akan berjalan lancar,"


"Aku tahu kamu hanya mencintaiku. Tidak ada wanita yang layak mendampingimu selain aku. Jadi aku memberikan kepercayaan padamu. Satu lagi, aku tidak ingin kamu sampai menyentuh wanita itu. Tubuh dan hatimu hanya milikku."


"Ya sudah kalau itu memang yang kamu inginkan, aku terpaksa menyetujuinya. Cepatlah kembali,"


"Iya sayang. Tunggu aku 6 bulan lagi ya?"


"Emm."


"Aku tutup telponnya."


"Ya."


Ezra menghela nafas panjang, yang menjadi fikirannya saat ini adalah, dimana dia bisa menemukan wanita yang cocok untuk memerankan istri kontrak selama 6 bulan.


"Ada apa? ini kurang malam untuk mengganggu orang yang sedang enak terlelap," tanya Yuda dari seberang telpon.


"Saat Bosmu membutuhkan bantuan, meskipun berada dalam kobaran api kamu harus tetap membantunya."

__ADS_1


"Apa yang bisa kubantu?"


"Papa mama ingin aku membawa calon menantu untuk mereka secepatnya. Sedangkan jihan baru bisa pulang enam bulan lagi. Jihan menyarankan aku mencari istri kontrak selama 6 bulan sampai dia kembali dari Amerika."


"Sebenarnya dimana fikiran kekasihmu itu? nasib orang seperti jadi mainan saja."


"Jadi bagaimana? apa kamu bisa menemukan wanita yang bisa diajak kerjasama?"


"Wanita yang mau pasti membutuhkan banyak uang, atau wanita yang terlilit hutang. Kalaupun ada, akan sulit mencarinya yang sesuai dan cocok untuk pria sepertimu. Kecuali..."


"Kecuali apa?"


"Ada satu orang wanita yang mungkin bisa membantumu keluar dari masalah ini, tapi aku tidak yakin dia mau membantumu. Sebab tidak semua orang suka mempermainkan sebuah pernikahan yang suci, ini menyangkut soal harga diri seseorang."


"Siapa?"


"Marinka."


"Marinka?"


"Ya. Bukankah kamu terlanjur mengatakan dia berhutang sebanyak 6 milyar padamu? kamu bisa memanfaatkan hal itu untuk menjeratnya."


"Itu terlalu jahat Yud. Wanita itu baru saja terkena musibah, tapi kita malah mau menambah penderitaannya. Bahkan dia belum sempat bertemu keluarganya."


"Ya itukan hanya saranku saja. Lagipula menurutku hanya dia yang cocok bersanding denganmu, wajahnya sangat cantik dan berkelas. Tidak akan ada yang curiga kalau dia hanya kamu jadikan istri kontrak selama 6 bulan."


"Sebenarnya apa yang kamu bilang ada benarnya juga, tapi tetap saja Marinka pasti mempunyai keluarga besar bukan? mana ada orang tua yang rela anaknya dinikahi hanya selama 6 bulan saja?"


"Aihhh...masalahmu ini sangat rumit. Ya sudah kita bicarakan besok saja, besok aku akan mulai mencarikan wanita yang cocok untukmu."


"Baiklah. Mungkin besok kita akan menemukan solusi yang bagus untuk masalah ini."


"Emm. Aku tutup telponnya."


"Ya."


Ezra dan Yuda mengakhiri percakapan itu. Sementara Marinka yang berada dirumah sakit hanya bisa termenung meratapi nasibnya. Wanita itu terkenang akan kekejaman-kekejaman yang Galang lakukan padanya.


"Bagaimanapun caranya, aku akan menuntut balas atas apa yang mereka lakukan padaku. Aku yakin Karin beserta seluruh keluarga itu juga terlibat ingin melenyapkanku. Tapi sayangnya rencana kalian gagal, aku masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk membalas semua perlakuan kalian padaku," ujar Marinka lirih.

__ADS_1


Marinka melangkah kearah cermin besar yang ada diruangan itu, Marinka menyunggingkan senyum misterius kearah benda yang memantulkan bayang dirinya. Namun sesaat kemudian wajah cantik itu berubah dingin seketika, karena dia yakin suatu saat dia bisa membalaskan semua dendamnya itu.


__ADS_2