Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.77. Syok


__ADS_3

Pemberitahuan untuk teman-teman yang masih bingung apa novel ini update tiap hari? novel ini update tiap hari ya teman-teman, biar dapat notif update, silahkan klik Favorite. Sembari nunggu update, yuk baca juga karya ku yang lainnya🤗🙏


*****


Ezra berjalan mondar mandir diruangannya. Pria itu sengaja berangkat lebih pagi karena tidak sabar ingin bertemu dengan Yuda.


"Ckk...Yuda sialan, ini sudah jan 9. Kemana dia? bawahan tidak punya ahlak, seharusnya dia datang lebih dulu dari bosnya," gerutu Ezra.


Ezra membuat panggilan berkali-kali untuk Yuda, namun Yuda sama sekali tidak mengangkat panggilan itu karena posisi ponsel pria itu sedang dia buat silent.


"Sumpah ya, Yuda benar-benar membuatku kesal setengah mati," wajah Ezra sudah berubah jadi masam.


Tring


Tring


Tring


ponsel Ezra berdering, terlihat ada nama Jihan dilayar ponsel pria itu, namun hatinya sama sekali tidak tergerak untuk menerima panggilan itu.


Sementara itu ditempat berbeda, Yuda tengah menguap lebar. Sudah bertahun-tahun dia bekerja diperusahaan Ezra, namun baru kali ini dia bermalas-malasan. Yuda sengaja melakukan itu karena ingin membuat Ezra mati penasaran.


Yuda meraih ponselnya untuk melihat jam disana. Mata pria itu sedikit menyipit karena tidak ingin salah mengenali angka dilayar ponsel itu.


"Sudah jam 09.30. Pasti bibir Ezra sudah nyampe kehidung karena cemberut," ujar Yuda.


Yuda mengklik layar ponselnya karena melihat ada banyak panggilan tak terjawab di ponsel itu.


"Busyetttt zra..saking nggak sabarnya, nelpon sampe 77 kali panggilan tak terjawab. Nanti juga kamu bakalan tahu, yang penting siap-siap saja senam jantung." ucap Yuda.


Yuda menyibak selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya tadi malam. Pria itu bergegas ke kamar mandi sembari bersiul menyanyikan lagu kesukaannya.


"Ah...sudah lama tidak berendam air hangat dan busa sabun yang melimpah. Sepertinya enak kali ya?"


Yuda mengisi bathupnya hingga penuh dan membuat busa sabun yang berlimpah. Yuda juga menambahkan sedikit aroma terapy, untuk menenangkan syaraf yang terasa tegang.


"Ah...ini baru surga dunia," ujar Yuda sat pria itu mulai menenggelamkan diri kedalam air hangat yang berbusa.


Yuda memejamkan mata sembari menikmati aroma terapy yang menyeruak kedalam hidungnya.


Sementara di kantor, Ezra masih blingsatan menunggu Yuda yang tak kunjung datang.


"Sebenarnya dia ada dimana? apa yang dia kerjakan? bukankah dia bilang akan masuk kerja hari ini?" ujar Ezra.


Ezra yang hilang kesabaran langsung menyambar kunci mobilnya, dan melenggang pergi dari kantor.


Dengan kecepatan diatas rata-rata, Ezra membawa mobilnya menuju Apartemen mewah milik Yuda. Pria itu sangat tidak sabar ingin tahu, apa yang sedang dilakukan sahabatnya itu sehingga sangat terlambat datang ke kantor.


Tanpa perlu menekan bel, Ezra menekan beberapa digit nomor, untuk membuka pintu apartement itu.

__ADS_1


Ceklek


Kesan pertama yang Ezra dapatkan hanyalah kesunyian, karena Yuda memang tinggal sendiri di Apartement mewah itu.


Ezra kemudian mendorong pintu kamar sahabatnya itu, namun sama sekali tidak menemukan keberadaan pria itu.


"Kemana dia? apa dia memang sedang tidak ada dirumah?" ucap Ezra lirih.


Ezra juga memasang telinganya, untuk mengetahui apa Yuda sedang berada didalam kamar mandi atau tidak. Namun tak ada suara gemercik airpun dari dalam sana, sehingga Ezra beranggapan Yuda tidak berada didalam sana.


"Hah...Yuda sialan, kemana bocah itu."


Ezra kembali membuat panggilan untuk Yuda, agar mengetahui keberadaan pria yang sudah membuatnya kesal itu.


Drttt


Drrrrtt


Drrtt


Suara getar ponsel Yuda bisa Ezra dengar disekitarnya, pria itu mencari-cari asal suara yang ternyata berada dibawah bantal itu.


"Yudaaaaaaa..." teriak Ezra.


Teriakkan yang menggelegar itu mampu membuat Yuda membuka matanya yang sudah terlelap beberapa menit yang lalu.


Dorrr


Dor


Dorr


Ezra menggedor pintu kamar mandi Yuda dengan lumayan keras.


"Yuda brengsek...keluarlah! dalam hitungan 10 tidak keluar, aku akan membuat pintu kamar mandi ini hancur,"


"Astaga...jadi itu tadi beneran dia? matilah aku, dia pasti mengamuk saat ini,"


"10, 9, 8, 7..."


Kriekkk


"Mana ada orang berhitung secepat itu. Kamu alasan saja ingin memarahiku kan?"


"Yuda sialan... aku di kantor mondar mandir seperti orang gila sementara kamu disini sedang asyik berendam? kemarilah!"


Ezra menyeret tangan Yuda untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Eh...kamu mau apa?" tanya Yuda.

__ADS_1


"Kamu ingin berendam bukan? aku akan menenggelamkanmu kedalam bathup, agar kamu bisa berendam selamanya."


"Eiitttss...jangan marah-marah dong bos, kalau aku mati sekarang, apa kamu yakin tidak penasaran dengan apa yang akan aku tunjukkan padamu? aku sudah selesai menyelidiki kekasih tersayangmu itu loh,"


Ezra dengan kesal menghempaskan tangan Yuda. Sementara Yuda tersenyum penuh kemenangan.


"Ya sudahlah, berhubung kamu sudah sampai sini, kita sebaiknya nonton layar tancep bersama saja," ujar Yuda.


Yuda dan Ezra keluar dari kamar mandi, sementara Ezra menunggu yuda berpakaian, Ezra menyiapkan televisi beserta flashdisk yang diberikan Yuda, karena mereka ingin menonton bersama.


"Aku tidak bisa membayangkan saat Ezra melihat apa yang akan kami tonton, apa dia akan melarangku melihat tubuh kekasihnya itu? kan lumayan tontonan gratis," batin Yuda.


"Cepetan dong Yud! jagan lelet kayak emak-emak beranak selusin."


"Nggak sabaran amat Zra. Apa kamu yakin akan kuat saat melihat videonya?"


"Ckk..jangan berteka-teki, sebaiknya kamu tunjukkan saja, dimana kamu menyimpan filenya."


"Sabar dong, nggak seru kalau nonton sendirian,"


Yuda mulai mendekat kearah Ezra setelah selesai berpakaian.


"Tunggu! sebelum nonton, alangkah baiknya kita siapkan camilan dulu."


"Camilan apa? jangan kebanyakan drama, cepat buka filenya."


"Ckk...nggak sabaran banget jadi orang."


"Aku akan full kan volume suaranya, agar Ezra kena serangan jantung saat melihatnya,"


Yuda membuka file satu persatu, Yuda memang sengaja menyimpan file Jihan ditempat yang sulit, karena dia tidak ingin ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.


Klikkk


Saat Yuda membuja file itu, puluhan video tidak senonoh tampil dilayar.


"Apa ini maksudnya? aku ingin menonton kebenaran tentang Jihan, kenapa kamu malah membuka video tidak senonoh seperti ini"


Bukan tanpa alasan Ezra protes, sebelum menekan tombol play, video yang bercover manusia telanjang itu cukup mengganggu mata Ezra.


"Kamu akan tahu setelah kita membukanya. Aku sudah susah payah menyusun video ini dari awal kejadian, sampai akhir kejadian."


Klikk


Yuda menekan tombol play, divideo itu tampak Jihan yang masih berusia 19 tahun tengah bersama seorang pria parubaya sedang memadu kasih. Mata Ezra terbelalak saat menyaksikan video tidak senonoh itu, bahkan belum selesai menonton satu video, Yuda juga memperlihatkan video yang lainnya, saat Jihan tengah berbuat mesum dengan pria yang sama.


Syok...hanya satu kata itu yang bisa Yuda jabarkan saat melihat wajah Ezra yang terpaku melihat layar televisi. Pria itu bahkan tidak bisa menyangkal lagi, karena gadis yang ada didalam video itu benar-benar kekasihnya.


TO BE CONTINUE..."

__ADS_1


__ADS_2