
"Bagaimana perasaanmu saat ini. Hem? apa kamu merasakan sakit di punggungmu? kenapa kamu menghadang peluru itu untukku?" tanya Joana dengan rentetan pertanyaan.
"Mana mungkin aku membiarkan orang yang aku cintai mati di depan mataku. Ya meskipun kamu tidak mencintaiku, tapi itu tidak apa-apa. Bagiku tidak ada perbedaan. toh mau tidak mau kamu tetap akan menjadi istriku." Jawab Abizard.
"Kedengarannya memaksa sekali. Seperti aku mau saja jadi istrimu," ujar Joana.
"Kamu pasti setuju. Aku tahu kamu juga mencintaiku," ucap Abizard yang membuat pipinya merona.
"A-Abi. sejujurnya aku takut," ujar Joana dengan wajah tertunduk.
"Takut? takut apa?" tanya Abizard.
"Aku tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini. Aku juga tidak ada kepandaian apapun sebagai seorang wanita yang bisa dibanggakan di depan seorang suami. Aku takut kamu akan kecewa pada akhirnya, karena aku tidak sesuai dengan espektasimu." Jawab Joana.
"Apa maksudmu tentang kepandaian memasak dan beberes rumah?" tanya Abizard yang kemudian diangguki oleh Joana.
Abizard mengelus pipi Joana sembari tersenyum.
"Aku itu mencari istri, bukan mencari pembantu. Kamu cukup melatih satu kepandaian saja untukku," ujar Abizard.
"Kepandaian apa? kalau menembak tidak usah kamu ragukan lagi. Akulah ahlinya," ucap Joana.
"Kepandaian saat melayani aku diatas ranjang." Jawab Abizard yang membuat wajah Joana jadi bersemu merah.
"Ma-Mana bisa begitu. Aku ini bukan seperti gadis yang sering kamu tiduri. Aku tidak punya pengalaman seperti itu," ucap Joana.
"Tidak harus sering ditiduri untuk pandai memuaskanku," ujar Abizard sembari mengedipkan mata.
"Ckk...dasar casanova. Katakan padaku sudah berapa wanita yang kamu tiduri? jangan-jangan sudah terjangkit penyakit aneh?" tanya Joana sembari mencubit lengan Abizard.
"Awwwww...sakit sayang. Kamu belum apa-apa sudah KDRT. Aku lupa berapa banyak, tapi yang pasti pakai pengaman." Jawab Abizard semabari mengelus lengannya.
"Awas saja kalau tiba-tiba datang wanita dengan perut buncit. Aku akan meledakkan perut wanita itu dengan pistolku. Sekalian aku ledakkan juga kemaluanmu agar tidak bisa mesum lagi," ujar Joana.
"Kejam sekali," Abizard mengerucutkan bibirnya.
Namun Joana tiba-tiba memasang wajah sendu. Abizard meraih dahu Joana untuk kembali menatapnya.
__ADS_1
"Ada apa. Hem?" tanya Abizard.
"Entah mengapa rasa takut itu kembali datang." Jawab Joana.
"Sekarang apalagi yang kamu takutkan?" tanya Abizard.
"Kamu sering mencicipi banyak wanita. Itu artinya kamu memiliki sifat bosan. Aku takut setelah kamu bosan denganku, kamu mencampakkan aku setelah aku memberikan seluruh hatiku untukmu."
"Abizard. Mungkin aku terlihat keras dan garang diluar. Tapi sebenarnya keras dan garang itu hanya kujadikan sebagai tameng, untuk menutupi kerapuhan hatiku selama ini. Aku sudah banyak mengalami kepahitan hidup selama ini. Aku selalu sendirian. Jadi kalau kamu sampai merenggut sisa kepercayaan diriku, sudah dipastikan aku akan hancur sehancur-hancurnya," sambung Joana dengan air mata yang kembali menetes tiba-tiba.
Abizard menyeka air mata gadis pujaannya itu, dan membuat kepala gadis itu berbaring di dadanya.
"Maaf karena kamu harus mendapat pria sisa wanita lain. Tapi percayalah, aku yang paling beruntung memilikimu di dunia ini. Joan, mungkin aku tidak bisa berjanji besar, dan membuat harapan besar untukmu. Tapi aku berani bersumpah atas nama ibuku, aku akan selalu setia padamu sampai akhir."
"Tidak akan ada wanita lain yang pantas menjadi ibu dari anak-anakku selain kamu. Aku sungguh-sungguh ingin menjadikanmu satu-satunya ratu dihatiku," sambung Abizard.
Kepala Joana bangkit dari dada Abizard, dan tangannya menepuk dada Abizard pelan.
"Awwww...kenapa dipukul lagi sayang?" tanya Abizard.
"Pantas saja banyak wanita yang tergila-gila padamu. Ternyata mulutmu itu memang sudah kamu celupkan di lautan madu ya? manis sekali," ujar Joana.
"Ehemmm" Ezra berdehem keras, hingga dua sejoli itu saling berjauhan seketika.
"Apa belum cukup juga kalian membuat para orang tua ini menjadi iri?" tanya Ezra sembari masuk ruangan bersama Mario dan yang lainnya.
"Sepertinya aku juga mau dapat cucu cepat ini kak," timpal Mario.
"Segerakan. Mumpung belum kiamat. Nanti nggak bisa gendong cucu," ujar Ezra.
"Bagaimana keadaanmu sayang? apa masih sakit?" tanya Milana.
"Tidak Ma. Aku sangat merasa baik. Atur kepulanganku segera. Aku sudah tidak sabar ingin segera menikah." Jawab Abizard yang membuat mata Joana jadi melotot.
"Jangan dengarkan dia tante. Masih ada hal yang harus aku lakukan dulu," ujar Joana.
"Emang kamu mau melakukan apa?" tanya Abizard.
__ADS_1
"Aku belum membuat perhitungan dengan Deryl." Jawab Joana.
"Deryl sekarang sudah ada dimarkas. Kamu bebas mau melakukan apa saja padanya," ujar Ezra.
"Sayang. Kamu tidak perlu melakukan itu. Biar aku menyelesaikan semuanya," ujar Abizard.
"Tidak bisa. Ini sudah menjadi tekadku." Jawab Joana.
"Hah. Iya baiklah, sesuai inginmu sayangku," ucap Abizard.
"Preeettt...awas aja sayang-sayang, tapi loe kecewain dia. Gue sunat loe," ujar Meiza.
"Ya ampun kak ganas amat. Lagian aku udah tobat kok. Aku sadar kalau harus mendapat wanita baik, aku harus memperbaiki diri dulu. Udah lama nggak gituan lagi," ucap Abizard.
"Kapan terakhir kali?" tanya Meiza.
"3 minggu yang lalu." Jawab Abizard.
"Tobat 3 minggu yang lalu sama aja boong. Itu artinya pas ketemu joana dong," ujar Meiza sembari mencebikkan bibirnya.
"Tapi kan niatnya kak. Iya nggak sayang?" tanya Abizard pada Joana.
"Kalian tenang saja. Aku punya cara sendiri buat menjinakkan burung yang gatal," ujar Joana.
"Mampus loe Bi. Bisa meledak ama pistol Joana tuh burung," timpal Meiza sembari terkekeh.
Semua orang jadi menertawakan Abizard. Sementara pria itu jadi mengerucutkan bibirnya.
"Jadi kapan kita pulang nih?" tanya Abizard.
"Om. Apa bisa kita pulang langsung ke markas om itu?" tanya Joana.
"Bisa." Jawab Ezra.
"Kalau begitu kita pulang hari ini saja," timpal Abizard.
"Ya. Kita akan pulang dengan jet pribadi," ujar Ezra.
__ADS_1
Ezra dan Mario kemudian mengurus administrasi kepulangan Abizard. Setelah selesai merekapun pulang ke kota J dengan menggunakan jet pribadi.