Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.295. Gelisah


__ADS_3

Sudah dua hari Joana berada di Jerman. Tapi gadis itu sama sekali tidak mendapat pesan atau kabar apapun dari Abizard. Saat ini dia tengah berada di rumah sakit tempat Meiza di rawat secara bohongan.


Krieekkk


Meiza dan Ilyas baru keluar dari kamar mandi, karena Meiza membantu Ilyas membersihkan diri.


"Hai Jo, sudah datang ya?" sapa Meiza yang hanya dibalas senyuman kecil oleh Joana.


"Sebentar ya? biar aku bantu Ilyas pakai baju dulu," ujar Meiza yang diangguki oleh Joana.


Joana memperhatikan kebersamaan antara Meiza dan Ilyas. Terutama saat Meiza mengenakan baju untuk pria itu. Ilyas memeluk pinggang Meiza sembari mencium perut buncit istrinya itu. Pemandangan manis itu dilihat Joana dengan senyuman. entah mengapa rasa cemburu yang biasanya dia rasakan terhadap mereka, menguap begitu saja.


Setelah selesai berpakaian, Meiza dan Ilyas duduk bersama Joana untuk membahas rencana mereka.


"Kapan kamu datang Jo?" Meiza basa basi.


"Kemarin lusa. Apa orang-orangmu menangkap ada orang suruhan Deryl yang mengintai?" tanya Joana.


"Ya. Orangku menemukannya. Mereka menyamar sebagai perawat untuk memastikan ruanganku." Jawab Meiza.


"Berhati-Hatilah. Saat ketahuan nanti, Deryl pasti akan mengirim Christian kesini," ujar Joana.


Ilyas paham apa yang Joana katakan. Karena dia tahu siapa Christian yang dimaksud Joana.


"Daripada itu, kamu juga harus berhati-hati. Kamu pasti akan menjadi sasaran Deryl juga," ujar Ilyas.


"Oh ya bagaimana kabar Abizard?" sindir Meiza.


Mata Joana terbelalak saat Meiza menyebutkan nama Abizard didepan Ilyas.


"A-Abizard siapa?" Joana berpura-pura tidak kenal.


"Dia menelponku dua hari ini. Dia bilang minta kami menjagamu. Anak sontoloyo itu kutu kupret sekali. Sudah tahu kakaknya lagi bunting, kakak iparnya lagi nggak bisa jalan, kok malah disuruh jagain kamu. Yang ada kamu yang jagain kami," ucap Meiza.


Joana melirik kearah Ilyas. Dia ingin tahu reaksi pria itu.


"Tidak apa. Abizard pria yang baik. Joana, mungkin kehadiran Abizard diantara kita semua, bisa menghilangkan perjanjian konyol diantara kita. Walau bagaimanapun kamu berhak mendapatkan pria sempurna dari aku," ucap Ilyas.


"Tapi aku tidak mencintainya." Jawab Joana.


"Belum tentu. Mungkin saja kamu sedang bingung dengan perasaanmu saat ini. Selama ini kamu dan Ilyas karena kamu sudah terbiasa dengannya. Jadi saat Ilyas hilang, kamu merasa kehilangan. Tapi untuk memahami perasaanmu itu, coba kamu rasakan sendiri saat kami berciuman dengan Abizard," ujar Meiza.

__ADS_1


Lagi-Lagi mata Joana membulat, pipinya pun memerah. Meiza terkekeh melihat reaksi Joana itu.


"Bukankah kamu sudah dibawa Abizard kerumahnya? itu kali pertama dia membawa gadis kerumah. Artinya dia serius terhadapmu. Kami tahu betul kunyuk itu sangat playboy selama ini. Tapi tidak sekalipun dia membawa gadis kerumah. Dia bilang siapapun yang dia bawa kerumah, berarti dia menginginkan gadis itu jadi istrinya."


"Joana. Abizard pria yang patut dipertimbangkan. Aku bisa menjamin dia itu sangat mencintaimu. Kamu juga tidak perlu lagi bekerja untuk siapapun, terlebih melakukan pekerjaan kotor. Dia pria tampan dan mapan," sambung Meiza.


"Justru dia memiliki segalanya aku jadi bertambah tidak yakin. Setelah dia bosan denganku, dia pasti akan mencampakkanku. Aku sudah merasakan kepahitan dalam hidup, jadi aku tidak mau sengsara karena cinta." Jawab Joana.


Tanpa Joana tahu, Abizard mendengarkan semua ucapannya. Karena Meiza diam-diam membuat panggilan video call untuk Abizard agar bisa melihat wajah gadis pujaannya itu secara diam-diam.


"Aku sudah bertanya padanya, apa kamu mencintainya? tapi dia jawab tidak. Apa kamu tahu kalau saat ini Abizard sedang sakit karena memikirkanmu? dia sangat sedih dan patah hati karena kamu bilang ingin bertemu Ilyas," ujar Meiza.


"A-Abizard sakit?" Joana terkejut.


Sementara diseberang telpon Abizard menepuk dahinya karena Meiza mengarangnya terlalu lancar.


"Abizard itu sangat pandai menyembunyikan perasaannya. Dia tidak ingin melihatmu tidak bahagia, meskipun bukan bersama dia." Jawab Meiza.


Abizard bisa melihat wajah sedih Joana di layar ponselnya. Abizard menyunggingkan senyumnya karena dia yakin dia sudah memiliki hati Joana.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!" ujar Abizard.


Dua orang berpakaian preman masuk, karena ingin melaporkan informasi yang mereka dapat secara langsung.


"Ada apa?" tanya Abizard.


"Deryl sudah tahu Nona Joana berkhianat. Pria itu tahu saat anda mengajak Nona Joana kerumah. Deryl mengirim penembak Jitu dari Australia untuk melenyapkan Ilyas dan istrinya serta Joana di Jerman." Jawab pria bertato itu.


Deg


Abizard mendadak cemas. Dia segera menghubungi Meiza untuk memberitahukan kabar itu. Meiza yang masih bersama Joana dan Ilyas cukup terkejut mendengar berita itu.


"Jadi menurutmu kami harus bagaimana?" tanya Meiza.


"Pergilah dari negara itu. Kamu bisa kembali ke negara I atau negara manapun yang bisa manjadi tempat perlindungan." Jawab Abizard.

__ADS_1


"Baiklah akan aku rundingkan dulu dengan papa," ujar Meiza.


"Aku akan menangani Deryl disini. Emmm...kak,"


"Ada apa?" tanya Meiza yang sengaja membuat pengeras suara.


"Tolong jaga Joana untukku. Dia sangat berarti buatku," ucap Abizard.


Deg


Deg


Deg


Jantung Joana berdegup dengan kencang saat mendengar suara Abizard. Terlebih saat pria itu mengkhawatirkan dirinya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk," ujar Meiza.


"Maaf Non. Kami cuma mau melaporkan. Orang-Orang Deryl saat ini sudah berada di bandara. Kami tidak tahu apa tujuannya, tapi sepertinya mereka tidak hanya berada di bandara saja. Kami harap nona lebih berhati-hati,"


"Baiklah. Pergilah! tetap waspada," ujar Meiza.


Orang suruhan Ezrapun pergi. Meizapun segera menghubungi Ezra dan menjelaskan semuanya.


"Ada apa?" tanya Joana setelah panggilan telpon terputus.


"Deryl sudah bergerak cepat mengutus penembak Jitu itu ke Jerman. Deryl sudah tahu penghianatanmu, karena mereka melihatmu jalan bersama Abizard."


"Joana. Tetaplah bersama kami. Abizard sangat mengkhawatirkanmu," sambung Meiza.


"Ya." Joana menurut.


Sementara itu Ezra yang mendapat kabar itu, langsung mengerahkan beberapa penembak jitunya untuk pergi bersama dirinya ke Jerman.


"Jangan lupa bawa alat pendeteksi," ujar Ezra.

__ADS_1


Ezra memang memiliki alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan senjata tertentu dalam jarak tertentu. Alat itu sengaja dirakit oleh ahli khusus dari jaringannya di luar negeri.


Setelah persiapan selesai, Ezrapun berangkat bersama anak buahnya, untuk menjemput putri dan menantunya itu. Sementara itu Abizard segera bertindak bersama anak buahnya. Namun dia kecewa, karena ternyata Deryl juga pergi ke Jerman satu jam yang lalu.


__ADS_2