
Galang begitu frustasi karena perusahaannya saat ini sedang mengalami guncangan. Galang berusaha keras agar perusahaannya bisa kembali seperti semula. Dalam pikirannya saat ini adalah, dia harus tetap kaya agar dirinya tetap mempunyai nilai dimata Marinka. Karena kalau sampai dirinya jatuh miskin, dia tidak ingin Marinka menganggap bahwa dirinya mencari wanita itu karena sedang menderita.
"Bang. Adek mau nanya deh," tanya Marinka.
"Kenapa?" tanya Ezra.
"Abang bikin saham Galang turun?" tanya Marinka.
"Iya. Bukankah adek pengennya gitu? sebentar lagi dia akan bangkrut." Jawab Ezra.
"Nggak bang, adek nggak ingin dia bangkrut. Kasihan anaknya kalau sampai dia bangkrut dan nggak punya apa-apa lagi,"
"Jadi adek maunya bagaimana?" tanya Ezra.
"Buat dia kehilangan, tapi tidak sepenuhnya. Minimal masih bisa menghidupi anak dan orang tuanya."
Ezra menghela nafas, kemudian membawa Marinka kedalam pelukkannya. Dia tahu istrinya itu berhati lembut, bukan tipe wanita yang mudah menyakiti orang lain tanpa pertimbangan.
"Kenapa adek masih ingin menyelamatkannya? bukankah bagus kalau dia bangkrut dan hidup menderita?" tanya Ezra.
"Tadinya adek juga berpikir begitu. Tapi adek baru ingat kalau mereka punya anak yang harus dibesarkan. Adek jadi membayangkan bagaimana kalau di posisi itu adalah anak-anak kita. Kan kasihan bang," ujar Marinka.
"Ah...ya baiklah abang akan ubah lagi rencananya," ucap Ezra.
"Abang nggak nyangka loh, niat balas dendammu jadi tanggung begini?" sambung Ezra.
"Bang,"
"Hem?"
"Menurut abang apa adek salah melampiaskan dendam ini? apa sebaiknya adek akhiri saja?" tanya Marinka.
"Kenapa kamu berpikir begitu?" tanya Ezra.
"Kadang hatiku selalu merasa tidak puas, meskipun aku sudah membuat mereka jatuh. Rasanya selalu ingin lagi dan lagi. Rasanya aku sudah seperti jadi mereka yang dulu jahat padaku," ujar Marinka.
"Abang akan mendukung apapun keputusanmu. Kalau kamu ingin mengakhiri semuanya, ya sudah akhiri semuanya,"
"Apa menurut abang, adek ini sudah jadi wanita jahat?" tanya Marinka.
"Manusia itu tidak ada yang sempurna, kamu berhak menentukan jalan hidupmu sendiri. Abang sama sekali tidak masalah soal kamu yang balas dendam ke mereka. Mungkin kalau itu di posisiku, aku nggak akan membuat mereka selonggar ini. Aku pasti akan menekan mereka, sampai mereka benar-benar kesulitan bernafas." Jawab Ezra.
"Lalu mau seperti apa kamu ingin mengakhiri permainan ini?" tanya Ezra.
__ADS_1
"Menurut abang bagaimana? apakah aku harus menemui mereka dan membuka jati diriku didepan mereka? atau aku membuka identitasku didepan piblik, setelah itu baru menemui mereka? itulah yang jadi kebimbanganku saat ini." Jawab Marinka.
Ezra tampak terdiam, pria itu jadi memikirkan solusi yang bagus untuk istrinya itu.
"Bagaimana kalau kamu buka identitasmu ke publik dulu?" tanya Ezra.
"Alasannya?" tanya Marinka.
"Kita akan undang karin dan Galang sebagai bintang tamu di salah satu stasiun tv. Kamu bebas menceritakan apapun saat disana nanti. kita bebaskan pembawa acara menanyakan apapun saat kamu jadi nara sumber disana nanti. Bagaimana?" tanya Ezra.
Marinka tampak terdiam, wanita itu seolah berpikir dengan keras untuk menerima saran Ezra yang terdengar sangat masuk akal itu.
"Lalu tujuan utamanya apa kita mengundang mereka?" tanya Marinka.
"Karin tipe wanita yang tinggi hati dan iri hati. Tujuan utama kita tentu saja mengenalkanmu pada publik sebagai sosok MD yang misterius selama ini. Saat Karin tahu temannya seorang yang sangat sukses, dia pasti akan mendekatimu dan berusaha menjilatmu. Disaat itulah kamu bisa membongkar semua identitasmu pada Karin dan Galang, biar mereka kalah telak."
"Ah...adek benar-benar beruntung punya abang. Makasih ya bang," Marinka mengeratkan pelukkannya pada tubuh kekar Ezra.
"Sama-Sama sayang. Apa adek butuh piknik? tanya Ezra sembari sedikit menjauhkan tubuh Marinka.
"Piknik?" tanya Marinka balik.
"Barangkali adek mengalami stres berlebih, karena memikirkan hal ini."Jawab Ezra.
"Nggak stres sama sekali bang, malahan adek sangat enjoy. Kita akan piknik setelah semua ini berakhir," ucap Marinka sembari kembali masuk kedalam dekapan Ezra.
"Bolehkah adek minta bantuan abang lagi untuk mengatur semua itu?" tanya Marinka.
"Baiklah. Anggap saja abang ini adalah manager adek saat ini. Sebagai manager, nanti abang akan membuat postingan untuk umum. Abang akan membuat pengumuman di media sosial MD collection." Jawab Ezra.
"Makasih ya sayang, bangga deh punya suami kayak abang."
"Emmm...manis sekali mulut adek hari ini, tahu sendiri upah manager ini nggak pakai uang. Jadi...."
Marinka memutar bola matanya dengan malas. Ezra selalu mencari kesempatan dalam keluangan menurut Marinka.
*****
"Hai...para pencinta MD collection. Kita secara resmi akan mengumumkan, bahwa akhir pekan nanti Designer kondang selaku pemilik dan perancang busana MD collection akan membuka jati dirinya secara live di salah satu stasiun tv. Jangan lupa nonton ya...😜"
Postingan itu hanya sekejap saja sudah dibanjiri oleh komentar dari para netizen. Responnya sangat beragam, namun sudah di pastikan 100% komentarnya adalah komentar positif.
Paparie@:OMG...ini serius kan? aku sangat senang mendengar berita ini. Aku nggak akan melewatkannya.
__ADS_1
Goutour@ : demi apa dia akan membuka identitasnya secepat ini? apa karena dia berada di tanah air, jadi dia merasa aman dan nyaman? aku janji akan menontonmu😘
Poetry@ : nggak sabar pengen tahu wajah aslinya. Aku yakin dia sosok yang sempurna. Aku pasti akan pantengin terus tv nya.
Sugiono@ : Dia ini sosok yang luar biasa. Meski saya nggak tahu dia siapa, tapi keluhan saya benar-benar di dengar waktu itu. Dan saya pun sudah di rekrut menjadi salah satu karyawan di MD collection. Makasih mbak MD, ijazah saya jadi berguna🙏
Tanpa diduga komentar Sugionopun jadi banjir komentar. Banyak yang bertanya tentang sosok MD yang misterius dan ada juga yang bertanya tentang lowongan pekerjaan. Marinka yang membaca komentar postingan itu jadi senyum-senyum sendiri.
Hanya dalam waktu 30 menit saja, ribuan komentar sudah memenuhi postingan itu. Dan yang lebih luar biasa lagi, postingan itu langsung di bahas oleh beberapa infotaiment di berbagai stasiun tv.
"Ya Tuhan bang...ini responnya luar biasa sekali. Aku sudah kayak jadi artis loh," ujar Marinka.
"Siap-Siap saja setelah kamu membuka jati dirimu, kamu akan di undang di berbagai stasiun tv sebagai bintang tamu," ucap Ezra.
"Apa abang keberatan?" tanya Marinka.
"Tentu saja tidak. Selama itu membuatmu bahagia, happy dan tersenyum, abang pasti akan mendukungmu." Jawab Ezra sembari mengelus pipi Marinka dengan lembut.
"Emmm...bagaimana kalau mereka ingin tahu sosok suami dari MD? apa abang juga tidak keberatan kalau adek memberitahu mereka?" tanya Marinka.
"Tidak masalah. Bila perlu kita akan tampil berdua di depan publik." Jawab Marinka.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Marinka mencium Ezra di tiap inci wajah pria itu. Dan yang terakhir, Marinka menyesap bibir suaminya cukup lama, hingga ciuman yang singkat itu berubah ciuman yang berdurasi karena Ezra tidak ingin melepaskan Marinka begitu saja.
"Bang. Ini kan di kantor?" tanya Marinka.
Marinka saat ini memang tengah berada dikantor Ezra. Wanita itu ingin mengajak suaminya untuk makan siang bersama di luar.
"Kita belum pernah mencobanya disini," bisik Ezra yang sudah meletakkan Marinka diatas meja kerjanya.
"Tapi bang...."
Mulut Marinka tak lagi bersuara, karena suara itu sudah diredam oleh cumbuan Ezra yang membabi buta.
__ADS_1
Cetekkkk
Ezra mengunci ruangan itu dengan tombol otomati, dan di juga mengganti ruangan itu dengan mode peredam suara. Marinka dan Ezra membuat ruangan ber Ac itu panas seketika.