
Marinka tersenyum sinis dari kejauhan, saat melihat Karin tengah di marahi oleh kepala cleaning service, karena pekerjaannya yang tidak becus. Karin terlihat menggerutu dan menghempaskan alat pel ke lantai setelah kepala cleaning service pergi dari tempat itu.
"Belagu banget sih, baru juga jadi kepala cleaning service. Sudah berasa jadi pemilik MD collection ini," gerutu Karin.
Marinka berjalan kearah Karin, seolah-olah tidak melihat keberadaan wanita itu karena sibuk dengan ponselnya. Mata Karin terbelalak, saat melihat Marinka yang dia kenal sebagai istri dari pengusaha nomor satu di kota J.
"Mampus. Gimana kalau sampai dia mengenalku? lagian ngapain dia ada disini? dia nggak boleh sampai melihatku, mau diletakkan dimana wajahku kalau sampai dia tahu istri dari pengusaha nomor 3 di kota J, sekarang jadi cleaning service," batin Karin.
Karin meraih alat pel, dan membelakangi Marinka seolah tidak melihat kehadiran wanita itu.
"Emm...mau berpura-pura tidak melihatku dan mengenalku ya? aku sudah mengaturmu agar kamu terlihat seperti tidak berharga, seperti kamu memperlakukan aku waktu itu. Rasakan pembalasanku Karin," batin Marinka.
"Sorry mbak, sebelah sini ada tumpahan air. Bahaya kalau ada yang kepleset," ujar Marinka.
Karin berpura-pura tidak mendengar. Sangat tidak masuk akal kalau wanita itu tidak mendengar ucapan Marinka, mengingat koridor itu terbilang lumayan sepi.
"Mbak," Marinka menepuk bahu Karin yang mendadak sangat kaku.
Karin perlahan membalikkan tubuhnya, dengan mata sedikit terpejam.
"Karin?" Marinka pura-pura terkejut.
"Nyonya Marinka?" Karin berpura-pula.
"Kamu ngapain pakai baju CS?" tanya Marinka.
"Eh? emm...nyonya sendiri ngapain ada disini? apa mau belanja pakaian?" tanya Karin balik.
"Disini mana ada pakaian? disini kan kantor pusatnya MD." Jawab Marinka.
"Saya bekerja disini, sebagai manager." Sambung Marinka.
"An-Anda bekerja sebagai manager disini? kenapa anda mau bekerja disini? bukankah suami anda sudah kaya raya?" tanya Karin.
"Cuma buat nyalurin hoby. Lagi pula dulu saya kuliah memang di bidang design kan?" ujar Marinka.
"Benar juga. Enak banget ya jadi nyonya, sudah dapat suami tampan dan kaya raya, di izinkan kerja, karier anda juga lumayan bagus. Tidak seperti saya," Karin memasang wajah memelas.
"Oh iya kamu belum menjawab pertanyaan saya loh, kamubkenapa kerja jadi CS begini? apa suamimu tidak memberimu uang?" tanya Marinka.
"Saya sudah bercerai dengan suami saya."
"Apa?" Marinka berpura-pura terkejut.
"Ya. Saya sudah tidak tahan dengan perlakuan kasarnya, dan dia juga berselingkuh dibelakang saya." Jawab Karin.
__ADS_1
"Astaga...wanita ini benar-benar wanita luar biasa. Disituasi seperti ini, masih bisa-bisanya dia memfitnah orang," batin Marinka.
"Sungguh? aku nggak nyangka loh kalau tuan Galang pribadi yang seperti itu," tanya Marinka.
"Iya. Bahkan dia sepeserpun tidak memberikan harta gono gini,"
"Ya Tuhan...kejam sekali dia," ujar Marinka.
"Itulah sebabnya aku kerja banting tulang meski jadi cleaning sevice, agar bisa menghidupi anakku. Anda tahu sendiri kan cari kerja sangat sulit? itulah sebabnya sementara ini saya bekerja jadi cleaning service dulu,"
"Sabar ya Karin," ujar Marinka.
"Emm...suami nyonya kan punya kantor besar, cabangnya juga ada dimana-mana, apa tidak ada pekerjaan bagus buat saya nyonya?" tanya Karin dengan tidak tahu malunya.
"Dasar wanita ular, jadi tujuannya tadi hanya ingin menjilatku?" batin Marinka.
"Waduh, kok bisa kebetulan gini ya? ditempat kerja suamiku juga kekurangan orang katanya,"
"Benarkah? bolehkah untukku saja nyonya?" tanya Karin antusias.
"Buat apa kamu pindah kerja kesana? soalnya pekerjaannya juga cuma jadi cleaning service. Gajihnya juga cuma UMR. Mending disini saja kan? gajihnya dua kali lipat,"
Mendengar itu wajah Karin berubah jadi masam.
"Makasih nyonya," ucap Karin.
"Pekerjaan bagus? mimpi saja kamu Karin. Berhayal terus saja kamu, karena itu suatu yang mustahil. Seperti kamu disuruh menggulung aspal, seperti itulah hayalanmu itu," batin Marinka.
"Ya sudah kamu lanjutkan saja kerjanya ya? aku mau masuk keruanganku dulu. Maaf nih harus ku injak lagi lantai yang sudah kamu pel," ujar Marinka.
"Nggak masalah nyonya, silahkan." ucap Karin.
Marinka melenggang penuh kepuasan diwajahnya. Tanpa Karin tahu, Marinka menyeringai di balik punggungnya. Sementara itu Karin senyum-senyum sendiri karena merasa dirinya berhasil mengelabuhi Marinka.
"Orang kaya memang banyak yang bodoh. Percaya gitu aja dengan omonganku. Tapi nggak sia-sia sih aku kenal ama dia, sebentar lagi karierku akan nanjak kalau sudah kerja di kantor siaminya." ujar Karin lirih.
"Kamu pasti mengataiku bodoh karena percaya dengan ucapan kamu. Heh, Karin...lihat saja, sehari kamu bekerja disini, maka kamu akan merasa seperti berada di neraka," batin Marinka.
Seperti yang Marinka katakan, dia membuat Karin seperti pecundang berada ditempat itu. Dengan bekerjasama dengan kepala CS, Karin sengaja dibuat lelah dan dibuat banyak melakukan kesalahan. Bahkan diam-diam Karin pernah bersembunyi di gudang, hanya ingin numpang menangis disana.
"Puas?" tanya Ezra saat Marinka menceritakan semua yang dia lakukan pada Karin.
"Belum." Jawab Marinka.
Ezra menghela nafas, dia sangat takut Marinka jadi orang berbeda karena misi balas dendamnya itu. Pria itu membelai lembut rambut panjang istrinya.
__ADS_1
"Sayang. Sampai kapan misi balas dendammu itu selesai? abang takut kamu dibutakan oleh dendammu, dan kamu jadi orang yang tinggi hati," tanya Ezra.
"Abang tenang saja ya? adek bisa mengendalikan diri kok. Balas dendam ini akan selesai, saat aku sudah bertemu dengan bajingan itu dan terakhir aku akan membuka jati diriku agar pria itu tahu, sudah jadi apa orang yang mereka campakkan dulu."
"Kapan kamu akan menemuinya?" tanya Ezra.
"Sedikit lagi, biarkan aku bermain-main dulu dengan wanita itu. Oh ya bang, apa abang bisa mengganggu sedikit perusahaan pria itu?"
"Mengganggu seperti apa yang kamu mau?" tanya Ezra.
"Buat dia kehilangan banyak klien, investor, atau rekan bisnis. Aku ingin perusahaannya itu sedikit bergelombang, dan di saat itu aku akan mengajaknya bertemu."
"Itu urusan gampang. Bagaimana kamu ingin membayar jasaku itu?" tanya Ezra dengan menaik turunkan alisnya.
Marinka memutar bola mata dengan malas, entah mengapa tingkat kemesuman Ezra akhir-akhir ini sangat luar biasa.
"Abang nggak bosan gituan terus?" tanya Marinka.
"Nggaklah! kan biar cepat jadi dek,"
"Uggghhh ...modus aja terus si abang mah,"
Tanpa banyak bicara lagi, Ezra melancarkan aksinya. Tentu saja Marinka tidak sanggup lagi menolak, karena sejujurnya dia juga menyukai apapun yang suaminya lakukan padanya.
*****
Seperti yang Ezra janjikan pada Marinka, saat ini Galang tengah dalam kepanikkan. Hampir 25% rekan bisnisnya membatalkan kerja sama dengannya dan beralih bekerja sama dengan perusahaan Ezra. Siapa yang sanggup menolak bekerja sama dengan EH Corp, perusahaan dengan puluhan cabang, baik didalam dan di luar negeri. Mereka tentu menginginkan keuntungan yang lebih besar dari yang mereka dapatkan di perusahaan Galang.
"Sial. Kenapa aku sial sekali akhir-akhir ini. Apa ini benar-benar karmaku dulu yang sudah menyakiti Marinka? ah...kapan dia akan menemuiku? aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengannya dan meminta maaf padanya," ujar Galang lirih.
Tok
Tok
Tok
"Tuan," ujar sang asisten.
"Ada apa?" tanya Galang.
"Maaf tuan. Dari statistik hari ini, saham kita mengalami penurunan. Kalau begini terus, perusahaan bisa kolaps."
Galang tertegun mendengarnya, pria itu bahkan tersandar di kursi kebesarannya.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
__ADS_1