Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.81. Dia Mencintaimu


__ADS_3

Kriekkkk


Yuda mengerutkan dahinya saat mendapati Ezra berada tepat didepan pintu apartementnya. Penampilan pria itu tampak kusut, bahkan Ezra masih mengenakan pakaian yang sama seperti tadi siang.


"Hah...masuklah!" ujar Yuda.


Ezra mengekor dibelakang Yuda dengan langkah lesu.


"Kamu darimana? bahkan kamu nggak sempat mengganti pakaianmu begitu? belum mandi kan? punya kebiasaan baru ya?"


"Ckk..kebiasaan baru apa?"


"Kebiasaan baru jorok."


"Yud, aku kesini mau dengar apa katamu tadi siang. Aku sudah menonton videonya, bukan mau ngasih bogem mentah diwajah jelekmu itu." ujar Ezra kesal.


"Sensitif sekali kayak pantat bayi."


"Jadi apa yang kamu ketahui tentang Marinka? jangan-jangan kamu tahu juga dimana Marinka saat ini berada?"


"Apa maksudmu? aku terakhir ketemu dia dihari kalian tanda tangan surat cerai itu, setelah itu aku nggak ketemu lagi sama dia."


"Kamu bohongkan? sudahlah Yud, lebih baik kamu beritahu saja ada dimana dia saat ini, biar urusannya cepat kelar."


"Apaan si Zra, datang-datang asal nuduh aja. Kamu yang buat perkara kok aku yang kena imbas? lagian kamu tahu dia ilang dari siapa?"


"Aku sudah mendatangi kampusnya dan bertemu dengan teman-temannya. Tapi temannya bilang Marinka sudah pindah dari kampus itu."


"Pindah? pindah kemana?"


"Aku tidak tahu."


"Terus kamu sudah mendatangi apartemennya lagi?"


"Sudah. Tapi sepertinya dia tidak ada didalam."


"Seperti bukan berarti tidak ada didalam, bisa saja dia bersembunyi didalam apartement itu. Kamu kan punya kunci serep apartemen itu."


"Eh? oh iya, aku lupa kalau punya itu. Apa menurutmu dia marah padaku? sehingga dia tidak ingin bertemu denganku?"


"Aku tidak tahu kalau soal itu, ada kemungkinan dia ingin menenangkan diri dulu."


"Sebenarnya fakta apa yang kamu ketahui tentang dia. Di video itu aku melihat dia menangis, padahal aku yakin saat dia pergi dia tidak mengeluarkan air mata sedikitpun."


"Bodoh. Marinka itu tipe wanita yang pandai menyembunyikan kesedihannya, tapi satu hal yang dia lupa. Wanita itu ditakdirkan mempunyai perasaan yang lebih halus, sehingga tersentuh sedikit saja, air mata mereka bisa membuat banjir kota J."


"Jadi sebenarnya dia kenapa?"


"Dihari dia pergi, aku mendatangi apartementnya. Saat itu dia baru turun dari taksi dengan kondisi basah kuyup. Aku melihat tubuhnya bergetar, bukan dingin karena kehujanan, melainkan karena isak tangisnya. Matanya juga bengkak, mungkin karena dia terlalu banyak menangis."


"Lalu?"


"Saat melihatku didepannya, dia langsung memelukku dengan erat, begini...."

__ADS_1


Yuda mempraktekkan saat dirinya memeluk etat Marinka, yang membuat Ezra jadi panas terbakar.


"Kamu memeluk istriku? kamu mencari kesempatan dalam kesempitan ya?"


"Dalam kesempitan apanya? justru itu dalam keluangan."


Bagh


Bugh


Bagh


Bugh


"Awwww...sakit Zra, gimana kalau bahuku patah?"


"Rasakan! beraninya kamu memeluk istriku."


"Istri apa? wong kalian sudah menandatangani surat cerai itu."


"Tapi aku belum mengajukannya kepengadilan, secara hukum aku masih suaminya."


"Secara agama?"


"Aku tidak tahu. Perasaan aku nggak ngucap talak sama dia,"


"Anggap saja sudah bercerai secara agama."


"Enak saja, mana bisa cuma main anggap begitu?"


"Dia kenapa?" tanya Ezra.


"Sebenarnya aku sudah berjanji padanya kalau aku tidak akan memberitahu hal ini padamu. Tapi aku rasa aku perlu meluruskan hal ini, agar kamu tahu kalau kamu sudah membuat kesalahan besar."


"Ada apa sebenarnya? katakan semuanya padaku, jangan ada yang ditutupi lagi."


"Zra...sebenarnya Marinka sangat mencintaimu,"


"Mencintaiku? apa dia sendiri yang mengatakan itu?"


"Ya. Dia tidak bisa mengatakan itu padamu, karena tidak ingin menghancurkan kebahagiaanmu dan Jihan. Karena dia menganggap dirinya hanya orang ketiga diantara kamu dan Jihan. Dia sangat ingin melihatmu bahagia,"


Deg


Deg


Deg


Jantung Ezra berdegup dengan kencang, saat tahu fakta baru ini. Kini dia baru menyadari, jantungnya yang berdegup saat berada dekat dengan Marinka, karena sebenarnya dia memiliki perasaan yang sama dengan wanita itu. Tapi dia sama sekali tidak menyadari, karena perasaannya masih tertutup oleh hubungannya dengan Jihan.


"Yud. Temani aku mencari Marinka sekarang!"


Ezra menarik tangan Yuda agar segera beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Jangan gila, coba kamu lihat ini sudah jam berapa?"


Ezra melirik kearah jam dinding rumah Yuda, dan waktu sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam.


"Kamu akan dianggap mengganggu ketenangan orang. Belum lagi kamu ingin mengambil kunci serep itu dirumahmu dulu bukan? jadi pasti kita akan sampai di apartement Marinka larut malam. Sebaiknya besok saja, besok kita akan menemuinya pagi-pagi oke?"


Ezra melepaskan tangan Yuda, pria itu kembali duduk di sofa dengan perasaan tidak menentu.


"Dek. Kamu sungguh mencintai abang? maafkan abang yang sudah menyakiti perasaanmu, abang tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaanmu waktu itu. Maafkan kebodohan abang dek,"


Tes


Air mata Ezra menetes dari sudut matanya. Pria itu saat ini tengah berbaring disebuah sofa panjang sembari menutupi dahi dengan tangannya.


"Aku sudah menduga, kamu pasti akan menyesal Zra,"


"Mata itu, seharusnya aku tahu tatapan mata Marinka saat akan menandatangani surat perceraian itu, adalah tatapan penuh cinta darinya. Dan pelukkan itu....oh ya Tuhan...rasanya aku ingin mati saja kalau mengingat semua kebodohanku. Tanpa perasaan aku sudah mencampakkan dia begitu saja, padahal aku sudah merenggut hal berharga darinya. Ezra...kamu itu pria berkedok Hero didepan Marinka, padahal aslinya kamu itu seorang bajingan sejati."


Ezra kembali mengingat-ingat saat kebersamaanya dengan Marinka. Kenangan yang begitu manis, dan hangat.


"Siang cepatlah datang, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan dia. Aku akan berlutut dihadapannya, dan mengakui semua perasaanku padanya. Dek...abang mencintaimu..."


*****


"Bang. Bangun Bang, bukankah abang merindukanku? abang cepat datang ya, adek merindukanmu,"


Cup


Marinka mengecup bibir Ezra sekilas, namun ketika Ezra ingin menahan ciuman itu lebih lama, wajah Ezra seperti ada yang menoyor.


Pak


Puk


Pak


Puk


"Dasar mesum!" hardik Yuda sembari memukul bahu dan dada Ezra.


"Awww...sakit Yud,"


"Tahu sakit ya? gimana kalau batangmu masuk kedubur, itu pasti lebih sakit. Maaf saja ya, aku masih normal meskipun jomblo."


"Apaan sih Yud? kok ngomongmu jadi ngawur?"


"Ngawur kamu bilang? kamu tadi mau menciumku, kalau aku tidak tangkas alamat duburku tidak orisinil lagi."


"Menciummu? yang benar saja, walau mau belok juga aku akan pilih-pilih. Pria buluk sepertimu bukan seleraku,"


"Bukan seleranu, tapi buktinya tadi mau nyosor. Kamu kenapa sih? mimpi mesum ya?"


"Eh?"

__ADS_1


Wajah Ezra jadi memerah karena malu, dia jadi teringat akan mimpinya beberapa menit yang lalu. Mimpi yang manis dan terasa begitu nyata. Ezra menyunggingkan senyumnya, karena saat bertemu dengan Marinka nanti, dia ingin mencium istrinya itu sepuasnya.


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2