Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.310. Jantungan


__ADS_3

"Apa ini tidak keterlaluan pa? aku takut terjadi sesuatu padanya dijalan, karena dia terlalu terburu-buru," tanya Meiza.


"Ilyas tidak selemah itu. Mengetahui dirimu dalam bahaya saja, dia langsung bisa jalan seketika. Nah ini dipaksa cerai, jangan-jangan nanti dia langsung bisa terbang." Jawab Ezra.


"Pokoknya kejutan ulang tahun Ilyas hari ini harus sukses," ucap Moza.


"Iya. Ini pasti keajaiban itu datang, karena kontak batinmu dengan Ilyas.Kamu teringat haru ulang tahunnya, itulah kamu jadi cepat siuman," timpal Ezka.


Saat ini mereka tengah berada di ruang home teater, karena hanya ruangan itu yang agak gelap. Sangat cocok untuk memberi kejutan ulang tahun untuk Ilyas . Setelah menunggu hampir 25 menit, Ilyas akhirnya tiba di kediaman Hawiranata dalam keadaan berantakan.


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Krieeeekk


"Tuan muda. Silahkan masuk!" ujar pelayan.


"Dimana tuan besar?" tanya Ilyas.


"Beliau berada di ruang home teater bersama keluarga. Anda di suruh kesana, saat sudah sampai." Jawab pelayan.


"Baiklah." Jawab Ilyas dan langsung bergegas kedalam.


Kriekkkk


Ilyas membuka pintu home teater dan mendapati Ezra dan Marinka tengah menonton sebuah film action. Ezra mengecilkan volume, agar percakapan mereka tidak terganggu. Ezra kemudian bangkit dan menghampiri Ilyas, dan mengajak pria itu ke lantai bagian depan.


"Pa...a-aku...."


"Seperti apa yang aku katakan di telpon, aku akan membuatmu bercerai dari putriku. Sudah cukup dia menderita dan kesakitan, karena kamu tidak becus mengurusnya. Atau jangan-jangan selama ini kamu sengaja ya? membiarkan dia mati perlahan?"


"Ti-Tidak pa. Jangan katakan itu. Aku sangat mencintai Meiza. Mana mungkin aku membiarkan dia mati. Aku akui aku teledor, aku berjanji tidak akan memgulanginya lagi. Aku akan mengurus Meiza dengan lebih baik lagi. Tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengannya ya pa, aku tidak bisa hidup tanpa dia." Jawab Ilyas.


Meiza yang mendengarkan kata-kata Ilyas dari salah sudut ruang yang agak gelap, jadi menagis haru.

__ADS_1


"Meiza. Apa kamu mendengar itu? dia bilang sangat mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpamu," ucap Ezra.


"Iya pa aku dengar. Karena aku juga sangat mencintai dia dan tidak bisa hidup tanpanya." Jawab Meiza.


Mendengar suara Meiza, Ilyas jadi tertegun. Dia takut dirinya salah mendengar.


"Sa-Sayang? ka-kamu dimana?" tanya Ilyas dengan air mata yang sudah merebak.


Plappppp


Sebuah lilin menyala diatas sebuah kue ulang tahun. Perlahan cahaya itu mendekat kearah Ilyas dan berdiri tepat dihadapan Ilyas.


Plapppp


Lampu tiba-tiba menyala dengan terang, dan Meiza berada tepat di hadapan Ilyas. Bibir pria itu sampai bergetar dengan air mata yang sudah memenuhi wajahnya. Meiza menyeka air mata Ilyas, sementara air matanya sendiri sudah membasahi wajahnya.


Ilyas juga menyeka air mata Meiza, dan mencium kening istrinya itu.


"Selamat ulang tahun sayang," ucap Meiza.


Ilyas bergegas meniup lilin, dan meraih kue itu untuk di letakkan di meja. Ilyas sudah tidak sabar ingin memeluk Meiza. Dia pun membawa Meiza dalam pelukkannya dan menangis terisak. Yang menyaksikan adegan haru itupun ikut menangis.


"Aku juga, aku juga sangat merindukanmu," ucap Meiza.


Mereka saling mengeratkan pelukkan mereka masing-masing. Dan sesaat kemudian merekapun berciuman untuk melepas rindu.


"Ehemm"


Ezra berdehem keras, hingga membuat pagutan mereka terlepas. Mereka benar-benar lupa, kalau saat ini masih ada orang lain yang berada di ruangan itu.


"Kalian yang benar aja dong, masa film action jadi berubah blue film," ujar Moza.


Meiza dan Ilyas jadi tersipu malu. Andai saja disana tidak ada orang, pasti mereka sudah berbagi keringat saat ini.


"Pa. Kami pulang ya?" ucap Meiza.


Ezra menatap wajah putrinya yang tiba-tiba tersenyum malu itu.

__ADS_1


"Ya ampun Mei, bisa nahan bentar kali Mei. Jangan kamu kira kami nggak tahu apa yang ada di pikiran kalian berdua," ujar Ezka.


"Apaan sih kak?" ujar Meiza tersipu malu.


"Terima kasih atas kejutannya hari ini, aku benar-benar merasa terharu. Bisa dibilang ini adalah ulang tahun pertamaku selama aku hidup selama 30 tahun. Aku benar-benar mersa sangat bahagia hari ini," ujar Ilyas.


"Tuhan maha baik setelah memberikan aku banyak cobaan. Pertama kakiku disembuhkannya, yang kedua Meiza sudah kembali padaku lagi. Aku benar-benar bahagia sekali hari ini," sambung Ilyas sembari merangkul pundak Meiza.


"Selamat ya? kami do'akan rumah tangga kalian selalu harmonis, dan bahagia," ujar Marinka.


"Amin." Jawab mereka serentak.


"Kamu sudah melihat anak-anak?" tanya Ilyas.


"Sudah. Sekarang anak-anak ada diatas, main sama anak-anaknya Moza dan baby sittter." Jawab Meiza.


"Karena hari ini hari bersejarah, papa putuskan kita makan siang diluar. Untuk Merayakan kesembuhan ilyas sekaligus ulang tahun Ilyas. Dan juga merayakan kesembuhan Meiza," ujar Ezra.


Merekapun menyetujui ucapn Ezra, dan keluar dari ruangan itu satu persatu.


"Sabar ya sayang. Aku janji akan menghilangkan dahagamu sepuasnya," bisik Meiza.


"Bagaimana kalau kita tidak usah ikut dan bercinta diruangan ini?" bisik Ilyas.


"Mana mungkin. Hari ini kita berdualah bintangnya. Mereka pergi karena ingin merayakan hal kita berdua. Kalau kita tidak pergi, itu akan terasa aneh." Jawab Meiza.


"Aku tahu. Aku hanya bercanda," ujar Ilyas.


Merekapun akhirnya mengunjungi salah satu restaurat cabang keluarga mereka. Ezra mereservasi meja keluarga dengan panjang meja hampir mencapai 4 meter. Semua hidangan andalan restauran itu disajikan penuh diatas meja. Meiza dan Ilyas terlihat sangat lahap memakannya.


"Ya ampun Mei, pelan-pelan sedikit dong. Nanti keselek kamunya," ujar Rakha.


"Uda seperti tidak tahu saja. Selama aku koma, kalian hanya memberikan aku bubur saring lewat selang NGT sialan itu. Bobot tubuhku hilang banyak, jadi aku mau balas dendam." Jawab Meiza.


"Sayang. Kamu harus makan yang banyak, kamu juga sudah kurus sama sepertiku. Hari ini aku akan membiarkanmu makan sebanyak 3 bakul," sambung Meiza.


"Biarkan saja dia. Kalau kekenyangan, jadi nggak bisa goyang ataupun menggoyang," sindir Moza, yang dibalas kekehan oleh semua orang.

__ADS_1


Dan benar saja, saat mendengar ucapan Moza, Meiza dan Ilyas jadi saling toleh menoleh. Meiza dan Ilyas yang semula makan dengan rakus, mendadak makan dengan kalem.


__ADS_2