Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.254. Dingin


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


"Yugie. Kita perlu bicara, aku mohon buka pintunya," Vania berusaha membujuk Yugie yang sedang berada dikamar sebelah.


"Kita harus meluruskan kesalahpahaman ini Yugie," sambung Vania.


Tak ada respon sama sekali dari dalam kamar itu. Yugie masih saja diam membisu dan sama sekali tidak menggubris ucapan Vania.


Sementara itu ditempat berbeda, suasana kamar tampak romantis. Kelopak bunga mawar bertaburan diatas tempat tidur berukuran king size. Suasana sengaja dibuat sedikit remang, menambah kesan romantis didalamnya.


Suara decap kedua insan yang bercumbu, memecah kesunyian kamar itu..Saat ini kedua sejoli itu saling sentuh satu sama lain, agar pemanasan yang mereka lakukan benar-benar cukup.


"Sa-Sayang aku takut," bisik Gadlyn saat Rakha sedang bermain diceruk lehernya.


"Aku akan melakukannya dengan lembut," bisik Rakha.


"Ah...."


Gadlyn me**mas rambut Rakha, saat pria itu tiba-tiba membenamkan wajah di puncak dadanya. Suara merdu sesekali terdengar dari mulut Gadlyn, saat Rakha dengan lihai bermain disana.


"Ahh...emmppptt"


Gadlyn lagi-lagi bergelinjang, saat Rakha tiba-tiba sudah bermain diarea terlarangnya. Gadlyn hanya bisa menyalurkan rasa nikmat yang dia rasakan dengan me**mas rambut dan juga bersuara merdu. Setelah pemanasan dirasakan sudah cukup, Rakha perlahan memposisikan dirinya diantara kedua paha Gadlyn.


Perlahan Rakha menekan miliknya dengan lembut, dan sedikit mendorongnya agar sedikit melesak masuk. Rakha tahu istrinya itu masih perawan, itu terbukti saat ini dirinya merasa kesulitan menembus pertahanan istrinya itu.


"Ahhkkk sakiittt. Hikzz..."


Gadlyn menangis, saat benda besar dan tumpul kebanggaan suaminya sudah melesak masuk sepenuhnya dengan dua kali hentakkan.


"Maaf," Rakha menyeka air mata Gadlyn dan menciumi tiap inci wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.


Setelah melihat Gadlyn sudah tenang, Rakha perlahan memompa miliknya perlahan. Gadlyn yang semula merasakan sakit, perlahan sudah digantikan dengan rasa nikmat yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Suara insan yang sedang bercinta itu memecah kesunyian kamar, Gadlynpun tidak ingat sudah berapa kali dirinya mengalami pelepasan. Karena merekapun melakukannya hingga berkali-kali.


Hosh


Hosh


Hosh

__ADS_1


Nafas keduanya memburu satu sama lain, setelah mereka mencapai puncak untuk kesekian kalinya.


Cup


Rakha mencium kening Gadlyn, sebelum akhirnya mencabut kepemilikkannya.


"Terima kasih sayang. Kamu sungguh nikmat," bisik Rakha yang membuat Gadlyn jadi tersipu.


"Mau lagi?" tanya Rakha yang dibalas gelengan cepat oleh Gadlyn.


"Capek sayang. Lain kali lagi ya?" ujar Gadlyn.


"Emm. Tidurlah!" ucap Rakha sembari membawa Gadlyn dalam dekapannya.


Kedua sejoli itupun terlelap dengan saling berpelukkan satu sama lain.


*****


"Yugie. Sarapan dulu," ujar Vania saat melihat Yugie yang sudah berseragam, akan keluar pintu.


Yugie menghentikan sejenak langkahnya, namun sesaat kemudian pria itu kembali melangkah dan menutup pintu dengan lumayan keras. Vania hanya bisa menghela nafas, dia bisa memaklumi sikap Yugie saat ini yang sedang marah padanya.


"Kak Yure bilang hari ini adalah hari ulang tahun Yugie. Aku harus membuat kejutan untuknya," ujar Vania.


Vaniapun memutuskan untuk pergi ke toko kue. Dia ingin memberi kejutan untuk suaminya itu. Setelah selesai, diapun memutuskan untuk segera pulang. Namun saat dirinya dalam perjalanan pulang, tanpa sengaja dirinya melihat Yugie tengah membonceng seorang polwan dengan menggunakan motor biasa, bukan dengan motor dinas yang biasa dia gunakan.


Vania memutuskan mengikuti Yugie, yang ternyata berhenti di toko perhiasan itu. Dapat Vania lihat, Yugie tampak menjadikan polwan cantik itu sebagai model dari perhiasan yang dia pilih. Polwan cantik itu tampak tersenyum renyah, begitu juga dengan Yugie.


Dada Vania jadi bergemuruh melihatnya. Terlebih saat melihat Yugie memasangkan sebuah kalung di leher jenjang Polwan cantik itu.


"Jadi begini rasanya saat Yugie melihatku berpelukkan dengan kak Yure? kenapa rasanya sangat sakit sekali. Yugie, sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku? apakah kamu marah karena cemburu? tapi kalau cemburu, kenapa kamu tidak pernah mengungkapkan perasaanmu padaku? atau kamu marah hanya karena tidak suka istrimu disentuh orang lain?" batin Vania.


Vania menyeka air matanya dan segera pergi dari situ. Dia melanjutkan tangisnya itu setelah tiba dirumah, hingga matanya bengkak.


Waktu menunjukkan pukul 5 sore, saat Yugie pulang kerumah. Saat pria itu membuka pintu, dia sempat melihat sebuah kotak diatas meja makan, namun sama sekali tidak ada niat untuk membukanya. Yugie memilih segera masuk kamar.


Kriekkkk


Yugie dapat melihat Vania tengah meringkuk diatas tempat tidur, dengan gaun yang masih dia kenakan saat pergi membeli kue. Yugie tidak menggubris Vania, dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi, Yugie pergi kedapur namun tidak melihat apapun yang bisa dimakan kecuali kotak yang masih dalam keadaan tertutup.


Yugie yang penasaran membuka isi kotak itu dan mendapati kue yang bertuliskan 'HBdy suamiku'. Yugie tersenyum miris saat membaca tulisan itu, dan kembali menutup kotak itu. Yugie lebih memilih memasak mie instan, daripada memakan kue ulang tahun itu.


Setelah selesai makan, Yugie kembali kekamar dan berbaring disebelah Vania sembari bermain ponsel. Diliriknya Vania yang matanya terpejam, namun Yugie merasa ada yang beda dengan wajah istrinya itu. Kelopak mata Vania terlihat bengkak, Hidung dan pipinya tampak merah.

__ADS_1


"Apa dia habis menangis? tapi apa yang dia tangisi? bukankah aku tidak ada artinya bagi dia?" batin Yugie.


"Yugie. Aku mau bicara denganmu," ujar Vania tiba-tiba.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Semua sudah jelas." Jawab Yugie tanpa menoleh.


"Lalu apa kamu bisa menjelaskan ada hubungan apa kamu dengan Polwan yang ada di toko perhiasan tadi?" tanya Vania.


Deg


Jantung Yugie terasa berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan Vania.


"Seperti yang kamu lihat, seperti itulah penjelasannya." Jawab Yugie cuek.


Vania tiba-tiba menarik tangan Yugie lumayan kuat, hingga tubuh Yugie jadi menghadap kearah Vania.


Plakkkk


"Dasar brengsek kamu. Aku pikir kamu berbeda dari pria lainnya. Aku benci kamu Yugie...aku benci kamu. Hikz..."


Vania segera berdiri dan meraih tasnya.


"Kamu sendiri apa? bermain api dengan kakak iparnu sendiri," teriak Yugie.


"Seharusnya sebelum menuduhku, kamu cari dulu kebenarannya. Tapi aku bersyukur dengan adanya kejadian ini, aku jadi tahu siapa kamu sebenarnya. Yugie, tidak ada gunanya kita meneruskan hubungan ini. Aku ingin kita pisah," ucap Vania.


Vania membuka pintu kamar dan membantingnya cukup keras.


Brakkkkkkk


"Aaakkkhhhhh..."


Bagh


Bugh


Bagh


Bugh


Yugie meninju tempat tidur berkali-kali. Dia merasa bingung dengan masalah rumah tangganya saat ini.


"Apa benar aku sudah salah paham padanya? aku harus menemui kak Yure untuk minta penjelasan padanya," ucap Yugie.


Yugie pun memutuskan pergi kerumah Yure. Dia tidak ingin masalah rumah tangganya menjadi runyam karena kesalahpahaman.

__ADS_1


To be continue...🤗🙏


__ADS_2