
Hosh
Hosh
Hosh
"Ah...sayang...ini sungguh luar biasa. Belum pernah aku bercinta senikmat ini," ujar Abizard setelah dirinya dan Joana baru saja perang keringat di dalam mobil.
Sungguh Joana tidak pernah membayangkan, kalau fantasi bercinta Abizard benar-benar seliar itu. Hingga bisa melakukannya dimana saja.
"Masih marah. Hem?" tanya Abizard.
"Apa ini yang orang bilang? kalau penyelesaian terbaik saat ada masalah yaitu diatas ranjang? rasanya dadaku sedikit lega," ucap Joana.
"Ya. Itulah sebabnya aku mengajakmu bercinta, agar kamu merasa rileks kembali." Jawab Abizard.
"Kalau itu mah memang doyannya kamu," ujar Joana.
"Kita pindah ke kamar yuk yank? barangkali kamu pengen nambah lagi," ucap Abizard.
"Bisa aja ngalasin aku. Padahal kamu yang pengen nambah," ujar Joana.
Abizard terkekeh dan kemudian membantu Joana mengenakan pakaian. Setelah selesai merekapun masuk kedalam rumah sembari berpegangan tangan.
"Aku mau mandi dulu ya?" ujar Joana sembari melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Tidak berapa lama kemudian Abizard menyusul dan ikut berendam ke dalam bathup.
Abizard memeluk Joana dari belakang, dengan dagu bertumpu pada bahu mulus Joana.
"Abi. Apa menurutmu aku akan kuat, jika tiap kali ada wanita datang dan mengaku pernah kamu tiduri?"
"Jujur saja. Aku baru merasakan jantung dan hatiku seolah terbakar, saat mendengar wanita lain pernah kamu tiduri," sambung Joana.
"Aku senang mendengarnya," ujar Abizard.
"Kamu senang melihat jantung dan hatiku terbakar?" tanya Joana.
"Itu tandanya kamu mencintaiku. Itulah yang dinamakan rasa cemburu." Jawab Abizard.
"Sayang. Mungkin kamu akan bosan saat aku mengatakan hal ini padamu. Tapi memamg hanya kata ini yang bisa aku katakan padamu, untuk meyakinkan padamu kalau aku sangat mencintaimu."
"Sayang. Aku memang tidak bisa menghitung jumlah gadis yang pernah aku tiduri. Tapi aku tidak pernah melibatkan perasaan saat melakukannya, termasuk dengan Yeni. Aku baru tahu tadi kalau selama ini Yeni menyimpan perasaan padaku. Tapi bukan berarti aku harus memiliki perasaan yang sama dengannya kan?"
"Kamu memang mendapat pria bekas. Tapi aku bisa menjamin, aku tidak akan pernah melakukan itu lagi selain denganmu. Aku juga ingin menjadi ayah yang baik buat anak-anakku nanti. Bukankah kata orang mending jadi mantan penjahat, daripada mantan kiyai?"
"Aku memang tidak sempurna. Adanya kamulah yang bisa menyempurnakan kekuranganku. Kamu mau kan maafin kesalahan aku di masalalu?" tanya Abizard.
"Aku mohon jangan lakukan itu lagi. Karena aku bukan wanita penyabar. Jujur saja, sebenarnya tadi aku ingin memberikanmu pilihan,".
"Pilihan? pilihan apa?" tanya Abizard.
__ADS_1
"Apa kamu mau merelakan biji burungmu, atau mau merelakan aku?" tanya Joana.
"Ya ampun sayang. Kok nggak ada yang enak? nggak punya biji juga nggak bisa punya anak yank. Kamu tinggalin juga nggak enak, jadi nggak bisa buat anak. Mending kamu masukin aku kedalam sumur aja sekalian." Jawab Abizard.
"Ya habisnya aku kesal sama kamu. Kamu pasti tadi curi-curi kesempatan liat dada si Yeni itu kan?" tanya Joana.
"Ih...apaan? kok nuduh gitu? mana sempat aku merhatiin dada orang. Orang perutku sakit banget, jalanpun susah. Liat kamu kayaknya langsung sembuh." Gombal Abizard.
"Ho'oh. Sembuh karena ketakutan. Takut burungmu kena sunat dua kali," ujar Joana.
"Gini amat punya bini pinter main sejata. Bawaannya horor terus. Kalau gini aku jadi takut tidur," ujar Abizard.
"Kenapa?" tanya Joana.
"Takut bagung-bangun burungku hilang." Jawab Abizard.
Joana jadi tidak bisa menahan tawanya. Sudah cukup sejak tadi rahangnya terasa pegal, saat mendengar kata-kata lucu dari Abizard. Abizard menatap tawa Joana dengan senyuman, sesaat kemudian Abizard meraih wajah Joana dan kembali mengajak istrinya itu bercumbu mesra.
"Abi...ah..."
Joana dibuat terombang ambing, dalam bathup berisi air penuh itu. Tidak berapa lama kemudian Joana dan Abizard kembali mengerang panjang.
"Aku mencintaimu Joana. Tidak akan pernah ada siapapun dihatiku selain kamu. Aku akan menghempas siapapun yang sudah membuat hatimu tidak senang," ujar Abizard.
"Termasuk sahabatmu itu?" tanya Joana.
"Tentu saja." Jawab Abizard.
Tok
Tok
Tok
"Siapa?" tanya Abizard dari dalam kamar mandi.
"Nona Yeni." Jawab ART.
"Sepertinya Tuhan ingin memberikan kamu kesempatan buat membuktikan kata-katamu itu," ujar Joana dengan senyum mengejek.
"Yeni sialan. Tidak bisakah datangnya lain hari saja? aku baru saja menjinakkan sarangku. Kalau dia sampai merajuk lagi, bisa-bisa nanti malam nggak bisa nambah ini," batin Abizard.
"Abi,"
"Hem?"
"Buatkan aku tanda merah yang banyak dibagian leher dan dadaku," ujar Joana.
"Ini sudah ada." Jawab Abizard sembari menunjuk kearah leher dan dada Joana.
"Aku mau yang banyak." Jawab Joana.
__ADS_1
"Buat apa sih? ntar malam akan aku buat yang banyak," tanya Abizard.
"Orang gatalnya sekarang, masak garuknya besok?" tanya Joana.
Abizard tidak lagi mengajak Joana berdebat. Lebih baik dia menuruti permintaan istrinya itu.
"Dah...sudah banyak. Sekarang cepat bersihkan dirimu, kita temui tamu tak di undang itu sama-sama. Aku nggak mau kamu salah paham lagi padaku, dan membuat burungku jadi puasa. Sekarang burungku, tidak bisa hidup tanpa sarangnya," ujar Abizard.
"Kamu duluan saja. Nanti aku akan menyusul," ujar Joana.
"Baiklah." Jawab Abizard.
Abizard turun menemui Yeni lebih dulu. Yeni tampak semringah saat melihat kedatangan Abizard.
"Ada apa?" tanya Abizard.
"Aku sudah menemui mama, papamu. Aku sudah minta izin agar kamu diperbolehkan poligami. Dan mereka menyerahkan semua keputusan ada ditanganmu."
"Abi. Aku tidak masalah, kalau kamu mau menjadikanku istri kedua. Karena aku benar-benar mencintaimu," ujar Yeni.
"Aku yakin soal diranjang aku lebih hebat dari bule itu. Karena kita sama-sama berpengalaman bukan?"
"Ya Tuhan Yeni. Bagaimana bisa kamu berkata tidak tahu malu begitu. Sebejat-bejatnya pria, pasti mau nyari wanita yang baik untuk dijadikan istri. Bukan wanita bekas pakai sembarang pria," ucap Abizard.
"Lalu bagaimana dengan istrimu? kamu tahu sendiri pergaulan bule di luar negeri,"
Abizard tersenyum lebar. Karena dia jadi teringat, saat dirinya pertama kali membobol keperawanan istrinya itu.
"Akulah orang yang pertama kali menikmati keperawanannya," ujar Abizard bangga.
Tap
Tap
Tap
Greppp
Melihat Joana menuruni tangga, Yeni tiba-tiba memeluk Abizard dengan sengaja.
"Gadis sialan ini sepertinya sengaja memprovokasiku. Kita lihat saja, siapa yang akan terbakar lebih dulu," batin Joana.
"Yeni lepaskan! apa yang kamu lakukan?"
"Sayang," seru Joana, yang membuat Abizard jadi menegang lagi.
"Sa-Sayang," Abizard mendorong Yeni menjauh dan menghampiri Joana.
"Sayang. Kenapa kamu berpakaian seperti ini keluar kamar?" tanya Abizard yang heran, saat melihat Joana mengenakan lingerie tipis berbentuk gaun.
Joana menarik tangan Abizard dan membuat pria itu duduk di sofa. Joana kemudian duduk dipangkuan Abizard, dengan posisi menghadap Yeni.
__ADS_1
"Kamu kok ninggalin aku gitu aja? padahalkan kita mainya belum puas?" rengek Joana dengan manja.
Joana sengaja memperlihatkan pada Yeni, betapa banyaknya tanda cinta yang dia miliki di tubuhnya. Abizard yang mengerti rencana Joana, menyambut dengan gembira permainan itu. Bahkan itu kesempatan buat dia mencumbu istrinya di depan Yeni, yang matanya sudah terbelalak sempurna.