
"Kamu biasa bawa gadis ke kamarmu ya?" tanya Joana.
"Ini pertama kalinya." Jawab Abizard.
Abizard meraih tangan Joana dan membuat gadis itu duduk dipangkuannya. Abizard menyelipkan rambut pirang Joana kebelakang telinga gadis itu. Sentuhan lembut Abizard membuat jantung Joana berdegup dengan kencang.
"A-Abi. Maaf aku tidak bisa memenuhi harapanmu. Aku sudah mencintai orang lain," ujar Joana yang membuat gerakkan tangan Abizard terhenti.
"Kamu sudah tahu dilihat dari segi apapun kita ini sama sekali tidak cocok. Aku tidak mau keluargamu yang baik terhadapku jadi kecewa, karena aku sama sekali tidak memenuhi espektasi mereka."
"Jujur saja. Ini pertama kali aku merasakan kehangatan keluarga. Sejak kecil aku dididik keras oleh orang tuaku, dan aku sama sekali tidak dekat dengan mereka akibat kesibukkan mereka itu. Aku kehilangan mereka saat usiaku 10 tahun, dan sejak itu segala sesuatu tentang diriku berubah."
"Semua temanku menjauhiku. Semua orang membullyku karena aku anak terpidana mati kasus narkoba. Aku sendirian, aku kesepian, dan aku kemudian bertemu Deryl yang membesarkanku dan memfasilitasi kemampuanku. Meski tujuannya hanya ingin memanfaatkanku, tapi itu seimbang untuk biaya yang dia keluarkan untuk hidupku selama ini."
"Abi. Dunia kita jauh berbeda. Keluarga keraton bukan keluarga sembarangan. Aku tidak mau karena kamu bergaul denganku, kamu malah...."
Hap
Abizard malah melahap bibir Joana. Mata Joana terbelalak sempurna, namun lambat laun matanya meredup dan terpejam. Abizard percaya kalau Joana tidak pernah ciuman, itu terbukti gadis itu bergerak sangat kaku.
"Ya Tuhan...ada apa denganku? kenapa pria ini begitu cepat menguasaiku? apa karena dia tampan? apa karena keluarganya? apa karena tubuhnya? ah...yang pasti aku tidak bersedia mendorong tubuhnya menjauh saat ini," batin Joana.
Abizard mengangkat tubuh Joana dan membarigkan gadis itu perlahan diatas tempat tidur. Tangan nakal Abizard membelai lembut paha mulus gadis itu, sembari terus mencium gadis itu.
Hah
Hah
Hah
"Kita harus berhenti sekarang Abizard. Aku tidak mencintaimu?" ujar Joana lirih.
Jarak berbicara mereka sangat dekat, Abizard bahkan bisa melihat bibir Joana tampak memerah, karena terlalu lama Abizard me**matnya.
"Tapi aku merasa tubuhmu lebih jujur dari mulutmu Jika yang kamu maksud si Ilyas, aku sama sekali tidak keberatan, jika harus bersaing dengan kakak iparku itu." Jawab Abizard.
Mendengar itu tubuh Joana jadi menegang. Gadis itu bahkan mendorong tubuh Abizard, hingga pria itu jatuh kesamping.
__ADS_1
"Apa maksudmu Ilyas kakak iparmu?"tanya Joana yang air mukanya sudah berubah.
"Duduklak. Aku akan menceritakan semuanya padamu. Setelah kamu mendengar ceritaku, terserah padamu mau percaya atau tidak," ujar Abizard.
Abizard kemudian menceritakan tentang silsilah keluarganya pada Joana. Joana cukup terkejut dengan semua kebetulan yang Abizard ceritakan. Gadis itu tertunduk, seperti sedang mencerna sesuatu. Abizard yang menyudahi ceritanya kemudian menaikkam dagu gadis pujaannya itu.
"Jadi katakan padaku, apa kamu akan tega memisahkan ayah dari anak-anaknya? kamu sudah pernah merasakan kurangnya kasih sayang keluarga yang utuh. Seharusnya kamu tidak mengulanginya dengan menjadikan anak lain sama sepertimu," ujar Abizard.
"Apa semua ini palsu? apa kamu sengaja mendekatiku, agar aku tidak jadi melenyapkan kakak sepupumu itu?" tanya Joana dengan mengepalkan tangannya.
Abizard melihat kepalan tangan Joana. Pria itu mengerti dengan apa yang Joana rasakan atau fikirkan saat ini. Abizard kemudian meraih kedua tangan gadis yang tengah berdiri itu, kemudian mencium tangan itu secara bergantian.
"Apa kamu percaya, jika aku mengatakan kalau aku baru tahu saat kamu mengobrol dengan nenek Lilian tadi? sayang. Apa kamu percaya dengan takdir? bagaimana kalau sebenarnya Tuhan sengaja mengirimku bertemu denganmu, sebagai jalan dalam misi perdamaian," tanya Abizard.
"Deryl tidak akan mau berdamai dengan kalian. Dia menyuruhku menghabisi keturunan Hawiranata, termasuk kamu." Jawab Joana.
Abizard meletakkan telapak tangan Joana dipipinya, dan kemudian mencium telapak tangan itu.
"Maka sebaiknya kamu habisi saja aku, jangan kakakku. Karena aku tidak bisa melihat keponakkanku hidup menderita tanpa ibunya," ujar Abizard.
Joana menarik tangannya. Perlakuan Abizard sungguh membuat jantungnya berdebar-debar saat ini.
Joana langsung berbalik badan, dan lagi-lagi tangannya ditangkap oleh Abizard.
Brukkkk
Tubuh Joana jatuh diatas tubub Abizard. Lagi-Lagi pria itu membuat jantung Joana berdebar saat Abizard menciumnya kembali. Joana yang awalnya menolak, lambat laun membalas ciuman itu. Tanpa sadar, Abizardlah pria yang mengajarinya cara berciuman yang memabukkan itu.
Hah
Hah
Hah
"Pergilah jika memang Ilyas bisa membuatmu bahagia. Aku sadar kalau kita ini baru saling mengenal, dan aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu selain memberikan cinta yang besar untukmu."
"Tapi saat kamu mendatangi Ilyas dan dia menolakmu. Jangan pernah kamu memaksakan cintamu yang berharga itu, demi pria yang sama sekali tidak akan pernah menghargaimu. Datanglah padaku, karena aku akan selalu menerimamu dengan tangan terbuka."
__ADS_1
"Aku izinkan kamu berpetualang sejauh mungkin. Aku izinkan kamu untuk mencari tahu tetang perasaanmu terhadap Ilyas. Tapi disaat kamu sudah lelah, kamu pasti tahu jalan untuk kembali bukan?"
"Lalu bagaimana dengan Deryl?" tanya Joana.
"Dia bukan sebuah ancaman bagi kami. Pamanku sudah bergerak, dia pasti akan hancur." Jawab Abizard.
"Sekarang yang aku khawatirkan bukan lagi keluargaku. Tapi aku mengkhawatirkanmu. Perjaka tua itu pasti akan mengincarmu saat tahu kamu dekat denganku. Sekarang kamulah prioritas yang akan aku lindungi," ujar Abizard.
"Aku tidak selemah itu," ucap Joana.
"Sungguh? padahal seingatku aku sudah berapa kali menciummu. Banyak kesempatan bagimu untuk menolakku, tapi kamu tidak melakukannya. Tanpa kamu sadar, sebenernya kamu juga menginginkanku,"
Ucapan Abizard membuat pipi Joana merona sembari memalingkan wajahnya.
"Aku suka warna merah alami pipimu," bisik Abizard.
"A-Aku pulang," ucap Joana.
Abizard tidak lagi menahan tangan Joana. Pria itu mengantar Joana pulang setelah berpamitan dengan keluarganya.
"Hemmpptt,"
Pakkk
Joana menepis tangan Abizard yang tengah memegang kedua sisi wajahnya, sembari me**mat bibirnya.
"Kamu kenapa suka sekali mencium tanpa seizinku," ujar Joana sembari menyeka sisa ciuman mereka.
"Bibirmu manis. Aku menyukainya." Jawab Abizard sembari mengedipkan matanya.
Joana kemudian membuka pintu mobil dan pergi begitu saja.
"Joana," seru Abizard.
Tanpa menoleh Joana menghentikan langkahnya.
"Aku mencintaimu," ujar Abizard.
__ADS_1
Tanpa Abizard tahu, Joana menyunggingkan senyum.
To be continue😘