Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.316. Super Sensitif


__ADS_3

Joana menyeret kopernya. Saat ini dirinya tengah berada di bandara. Dia sudah berencana pulang ke tanah air, karena ingin memberi kejutan untuk Abizard. Sudah dia rasakan hidup terpisah dari Abizard selama dua hari. Dan itu jauh lebih menyedihkan ketimbang dirinya sedih memikirkan urusan anak.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, saat dirinya tiba di rumah, karena Joana ikut penerbangan pagi. Joana bergegas pergi ke toko kue, karena dia ingin memebwrikan kejutan di kantor Abizard. Joana kemudian membeli kue berukuran sedang, san tidak lupa dua buah lilin angka sebagai pelengkap.


Setelah selesai, Joana kemudian pergi dengan menggunakan taksi online. Setelah sampai disana, merekapun disambut hangat oleh para karyawan kantor. Joana bergegas menaiki lift. Disepanjang jalan koridor menuju ruangan Abizard, Joana senyum-senyum sendiri sembari menenteng kotak kue ditangannya.


Kriekkkkkk


Joana menekan handle pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Abizard terkejut saat melihat kehadiran Joana, karena saat ini dirinya tengah disuapi kue ulang tahun oleh Yeni.


"Matilah aku! Joana pasti murka padaku. Yeni sialan, pantas saja aku merasa ada firasat buruk.Ternyata ini dia firasat buruk itu," batin Abizard.


Abizard bergegas melepes kue yang ada dalam mulutnya menggunakan tisu. Joana yang biasanya memiliki wibawa saat menghadapi situasi seperti ini, kini matanya terlihat berkaca-kaca. Dan Abizard tahu, dirinya akan mendapat kesulitan kali ini.


"Sayang. Kamu kenapa kembali sendiri? bukankah sudah aku bilang akan menjemputmu?" tanya Abizard yang langsung ingin memeluk Joana.


Joana segera menepis tangan Abizard. Abizard bisa melihat air mata Joana sudah mengalir ke pipinya.


"Kalau aku pulang memberitahumu, mana bisa aku melihat adegan seromantis ini?" ujar Joana.


"Sayang. Kamu salah paham, Yeni cuma ingin memberikan hadiah ulang tahunku hari ini," ucap Abizard.


"Tetap saja tidak pantas. Kamu bukan pria lajang, tapi pria beristri. Tapi entah juga kalau kamu ngakunya sudah tidak punya istri lagi," ucap Joana.


"Sayang. Kamu ngomong apa sih? kok jadi nuduh aku gitu? kalau aku mau selingkuh, tidak harus dengan Yeni juga. Masih banyak wanita sempurna diluar sana," Abizard mulai terpancing emosi.


"Iya kamu memang mampu cari wanita sempurna, karena aku memang tidak sempurna buat kamu. Aku nggak bisa kasih anak buat kamu. Hiks...."


"Lah...kok jadi merambat kesit...."


Kata-Kata Abizard menggantung, karena Joana sudah menghempaskan kotak kue kelantai, dan pergi begitu saja. Abizard memijat kepalanya, dirinya sadar karena sudah bersikap kasar pada Joana yang sedang sensitif. Abizard berniat ingin menyusul Joana, tapi langkahnya terhenti karena Yeni menghalanginya.


"Biarkan dia menenangkan dirinya sendiri dulu. Nanti setelah tenang baru ajak bicara," ujar Yeni.


"Maaf Yen. Kamu tidak perlu mengajari apa yang harus aku lakukan atau tidak. Karena seharusnya kamu tidak berada disekitarku lagi sejak aku sudah beristri. Kedepannya jangan lagi datang menemuiku, meskipun kamu membawakan kue ulang tahunku sekalipun. Aku tidak mau aku dan istriku jadi bertengkar karena kehadiranmu diantara kami," ucap Abizard.

__ADS_1


"Kamu kenapa bodoh begini sih Bi? dia tidak bisa memberikanmu anak. Sementara kamu dan aku pasti bisa. Kenapa kamu nggak ceraikan saja wanita tidak berguna itu, dan menikah denganku? aku yang paling ngerti kamu Bi," ujar Yeni.


"Kamu sudah gila ya? sampai kapanpun aku tidak akan pernah bercerai dengannya. Tujuanku menikah dengannya bukan serta merta karena ingin memiliki anak. Kalau cuma anak saja, mungkin aku sudah menilikinya dari wanita-wanita lain yng pernah aku tiduri selama ini. Ini karena aku memang mencintainya. Kamu ngerti nggak sih?"


"Tolong kamu jauhi aku buat selamanya. Atau aku akan melupakan kalau kita ini pernah menjadi seorang sahabat," sambung Abizard sembari mengatupkan tangan.


Sementara itu Joana yang sudah berada di dalam taksi tidak henti-hentinya menangis.


"Dasar Abizard brengsek. Mentang-Mentang aku nggak bisa kasih dia anak, dia langsung minta disuapi wanita lain. Jangan-Jangan mereka sudah berselingkuh. Jangan-Jangan Abizard mau ninggalin aku gara-gara aku nggak bisa kasih dia anak. Sekarang aja aku pergi nggak dia susulin. Kalau dia benar-benar mencampakkanku aku harus pergi kemana? hiks...." Joana terisak. Sang supir taksi hanya bisa diam, dia tidak berani bersuara.


Abizard yang sudah memberikan ultimatum pada Yeni, segera bergegas pergi. Dia ingin mencari Joana di rumahnya.


Brakkkk


Abizard menutup pintu mobil dengan cukup keras. Abizard menoleh kearah kotak yang dia letakkan di kursi samping kemudi. Kotak yang Joana sempat bawa saat keruangannya tadi. Abizard membuka kotak itu, yang ternyata kue ulang tahun yang sedikit rusak karena dihempaskan oleh Joana. Kue yang bertuliskan 'Selamat ulang tahun sayangku' dari istri tercintanya.


Chiittttttt


Mobil Abizard melesat dengan cepat dari basemant parkir. Abizard memacu kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata. Bahkan Abizard sesekali melanggar rambu-rambu lalu lintas. Dia begitu tidak sabar ingin sampai di rumah, dan bertemu dengan Joana.


Krieeekkk


"Sayang ka...eh? dimana dia?"


Abizard hendak turun ke bawah untuk menanyakan pada pelayan tentang keberadaan Joana, tapi langkah kaki Abizard berhenti saat melihat baju Joana yang tercecer. Abizard membuka pintu lemari, dan mendapati baju-baju Joana sudah tidak ada disana.


"Oh tidak...matilah aku, dia kabur dari rumah. Kemana aku harus mencarinya? ayo Abizard, berpikir keraslah,"


Abizard mondar mandir, tampak berpikir keras. Namun dipikirkan sekeras apapun, dia tidak bisa menebak dimana kemungkinan Joana pergi.


Brukkkk


Abizard menjambak-jambak rambutnya, dia sangat menyesal sudah berkata kasar pada Joana yang hatinya memang lagi super sensitif.


"Bodoh sekali kamu Abizard. Kalau kamu tidak menemukabnya, kamu pasti akan kehilangan dia selamanya. Dan kamu tidak bisa hidup tanpa dia kan?"

__ADS_1


Abizard berdiri seketika. Dia tidak ingin berpangku tangan begitu saja. Abizard memutuskan untuk mencari Joana disepanjang jalan yang pernah dia lalui namun tetap saja dia tidak bisa menemukan Joana.


"Ya Tuhan sayang...kamu dimana sih? aku harus kemana ini?" Abizard kebingungan.


*****


Satu minggu kemudian....


Abizard tampak kusut. Pria itu memutuskan menemui orang tua dan kakek neneknya, untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Sejak Joana pergi, pria itu tidak mengurus dirinya dengan baik, hingga tubuhnya terlihat kurus.


"Mama....hiks...."


Abizard langsung berhambur kepelukkan Milana, saat wanita parubaya itu membuka pintu. Milana menoleh kearah Mario, karena untuk pertama kalinya dia melihat putranya yang begitu kacau balau.


"Ada apa?" tanya Milana.


"Joana pergi dari rumah ma. Dia ninggalin aku. Aku tidak sanggup lagi kalau begini," ujar Abizard.


"Omonganmu seperti bukan omongan pria sejati. Ngawur," ucap Lilian dari balik punggung Milana.


"Lebih baik ajak putramu masuk kedalam. Malu kalau sampai dilihat para pelayan. Mantan casanova kok mewek," timpal Dirham.


Abizard dan keluarganya duduk di sofa ruang tamu. Abizard yang lesu karena sejak kemarin belum makan, langsung rebahan dipangkuan Milana.


"Ada apa? kalian bertengkar?" tanya Milana sembari mengusap kepala putranya itu.


"Dia salah paham padaku. Hari itu dia datang ke kantor sepulang dari Jepang. Tapi saat datang, Yeni sedang menyuapi aku kue ulang tahun. Aku cuma menghargai niat baik Yeni saja, aku bersumpah tidak selingkuh. Tapi salahku waktu itu aku agak berkata kasar padanya. Aku tidak tahu kalau dia akan langsung pergi dari rumah. Hiks...." Abizard terisak.


"Itulah kamu kenapa memberikan orang asing masuk diantara kalian," ujar Lilian.


"Aku nggak sengaja oma. Karena aku memang tidak ada niat buat selingkuh. Akhir-Akhir ini dia sangat sensitif, karena perihal anak.Padahal aku sudah berapa kali menegaskan padanya, kalau aku tidak masalah soal itu," ucap Abizard.


"Jadi sebenarnya kamu mencintai Joana atau tidak?" tanya Mario.


"Papa ini. Pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku sangat mencintai dia..Meskipun dia tidak bisa punya anak seumur hidupnya. Kalau aku tidak lagi bersamanya, lebih baik aku tidak bersama dengan wanita manapun lagi." Jawab Abizard.

__ADS_1


Semua orang tersenyum mendengar ucapan Abizard. Termasuk Joana yang mendengarkan ucapan Abizard dari balik tembok.


__ADS_2