
Yuda dan Regia tidak langsung pulang kerumah mereka. Mereka singgah dulu kerumah Ezra, untuk memberitahu tentang rencana ulang, antara Yure dan Ezka.
"Bagaimana?" tanya Ezra saat setelah mereka duduk berempat di ruang tamu.
"Kami baru saja dari rumah Sudirjo. Sesuai dugaan, mereka tidak menerima begitu saja keputusan itu. Sebenarnya aku juga tidak menyalahkannya, mungkin kalau kita berada di posisi dia, juga akan melakukan hal yang sama." Jawab Yuda.
"Jadi apa keputusan akhirnya?" tanya Ezra
"Mereka ingin rencana pernikahan bulan depan tetap di gelar. Tapi mempelai prianya harus di ganti dengan Yugie." Jawab Yuda.
"Yugie? apa dia akan bersedia? bagaimana kalau Yugie sudah memiliki kekasih?" tanya Ezra.
"Itulah yang sedang aku pikirkan saat ini. Sebenarnya aku juga tidak tega menjadikan dia kambing hitam masalah ini. Tapi kita tidak memiliki solusi lain kan?" ucap Yuda.
"Kenapa? apa Sudirjo tidak bersedia di beri kompensasi berupa uang, property atau aset lainnya?" tanya Ezra.
"Dia menolaknya. Dia bilang sudah memilikinya. Sekali lagi aku tidak menyalahkannya menolak semua itu, aku juga merasa kasihan padanya kalau pernikahan anaknya sampai di batalkan." Jawab Yuda.
"Lalu bagaimana dengan putrinya? apa dia menerima keputusan kalian?" tanya Ezra.
"Kalau tadi sih dia bilang menerima. Tapi kita tidak tahu apa yang ada di pikiran gadis itu. Masalah itu sekarang tidak penting, yang penting aku harus berhasil membujuk Yugie, agar mau menikahi Vania." Jawab Yuda.
"Kasihan Yugie," ujar Ezra.
"Mau bagaimana lagi. Aku juga terpaksa melakukannya. Yure putraku, Yugie juga putraku. Mana mungkin aku pilih kasih. Tapi ini keadaannya memang tidak mendukung. Yang kutakutkan mereka akan membuat kekacauan saat pernikahan Yure dan Ezka, kalau sampai kita mengecewakan mereka," ujar Yuda.
"Kalau aku sama sekali tidak takut dengan ancamannya. Kita bukan orang yang mudah disentuh," ucap Ezra.
"Ya. Tapi ini lebih ke beban moral, aku juga tidak tega kalau Sudirjo di gunjingkan oleh semua rekan bisnis dan koleganya," ujar Yuda.
"Jadi tanggal pernikahan Yure dan Ezka harus di ubah ya?" tanya Ezra.
"Harus. Karena Sudirjo sudah terlanjur mencetak undangan di tanggal itu." Jawab Yuda.
"Kalau begitu aku mau pernikahan Yure dan Ezka dipercepat sebelum pernikahan Vania dan Yugie," ujar Ezra.
"Kenapa?" tanya Yuda.
"Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan juga." Jawab Ezra.
"Baiklah. Bagaimana kalau kita adakan dua minggu lagi saja?" tanya Yuda.
"Setuju." Jawab Ezra.
Sementara itu Regia dan Marinka hanya mencebikkan bibir mereka. Kedua pria berkuasa itu seolah tidak butuh pendapat mereka tentang pernikahan putra dan putri mereka.
*****
__ADS_1
Srettttt
Yugie menarik diri dari kursi, saat pria itu baru saja selesai makan malam bersama keluarganya. Tidak hanya Yuda dan Regia, disana juga ada keberadaan Yure. Mereka sepakat akan membujuk Yugie bersama malam ini.
"Yugie. Kami ingin bicara sebentar sama kamu. Kamu tunggulah diruang tamu," ujar Yuda.
"Apa sangat penting? Yugie capek banget soalnya pa. Pengen tidur lebih awal," ujar Yugie.
"Sangat penting." Jawab Yuda.
"Baiklah," ujar Yugie.
Yugie segera menuju ruang tamu. Pria itu bermain game di ponselnya, sembari menunggu keluarganya selesai makan malam.
"Yugie. Apa kamu sudah punya kekasih saat ini?" tanya Yuda, saat keluarganya sudah berkumpul bersama.
"Belum. Aku nggak mau pacaran, kalau ada jodohnya lebih baik seperti kak Yure saja." Jawab Yugie.
Jawaban Yugie seperti angin segar bagi Yuda, Regia dan Yure.
"Yugie. Apa kamu sayang sama papa, mama, dan kak Yure?" tanya Yuda.
"Pertanyaan macam apa itu pa? tentu saja Yugie sayang kalian. Ada apa sih? kok perasaanku jadi nggak enak gini?" tanya Yugie heran.
"Yugie. Kita terkena masalah besar kali ini. Yure gagal menikah dengan Vania, karena Yure akan menikah dengan Ezka." Jawab Yuda.
"Ada apa ini? kenapa jadi kak Yure menikah dengan Kak Ezka?" tanya Yugie
"Ezka hamil anakku. Aku harus bertanggung jawab akan hal itu. Terlebih kami memang saling mencintai." Jawab Yure.
"Astaga kak Yure. Kok bisa kakak melakukan itu pada kak Ezka? kalau kalian saling mencintai, kenapa tidak menikah secara benar. Bukan dengan cara hamidun seperti ini?" ucap Yugie.
"Panjang ceritanya, nanti akan kakak ceritakan semuanya padamu. Tapi saat ini ada hal yang lebih penting dari itu. Tadi kami sudah mendatangi rumah pak Sudirjo, untuk membicarakan perihal pembatalan pernikahan. Tapi mereka tidak terima, dan mengajukan syarat lain."
"Tentu saja mereka tidak akan terima. Mereka pasti akan di permalukan. Jadi mereka mengajukan syarat apa? apa mereka meminta uang?" tanya Yugie.
"Kalau mereka meminta uang, tentu papa tidak akan sepusing ini. Pak Sudirjo menginginkanmu menggantikan posisi Yure." jawab Yuda.
"Ap-Apa? bagaimana bisa begitu pa?" tanya Yugie.
"Semua keputusan ada di tangan kamu. Kamu sendiri yang bilang, keluarga mereka pasti akan dipermalukan. Dan keluarga kita pasti akan di cap jahat. Terlebih dua pekan lagi Yure dan Ezka akan melangsungkan pernikahan. Ah...aku merasa tidak beruntung memiliki dua orang putra, kalau tahu begini aku akan membuat anak laki-laki sebanyak satu lusin," Yuda berpura-pura memasang wajah sedih.
Yugie dan Yuda memutar bola mata malas secara bersamaan.
"Ya sudahlah pa. Yugie percaya semua ini pasti ada alasan dan hikmahnya. Kalau ini bisa membuat papa mama bahagia, Yugie akan terima perjodohan ini," ujar Yugie.
"Oh...putraku sayang. Tidak sia-sia aku mengeluarkan spermaku, dan jadinya putra yang berbakti sepertimu," ujar Yuda sembari memeluk putranya.
__ADS_1
Sementara Yure dan Regia memutar bola mata dengan malas, saat melihat tingkah absurd Yuda.
"Yure ke kamar dulu," ujar Yure.
Yure kemudian melangkah pergi ke kamarnya, karena sudah tidak sabar ingin vc dengan pujaan hatinya.
"Sayang Rindu," ujar Yure.
"Kata Dilan jangan rindu, nanti berat." Jawab Ezka sembari terkekeh.
"Gimana dengan anak kita hari ini? apa mereka makan buah dan sayur?" tanya Yure.
"Iya. Mereka makannya sangat lahap. Mereka juga makan ayam kriuk habis 5 potong." Jawab Ezka.
"Sayang. Kamu makan junkfood lagi? kasihan anak kita," tanya Yure.
"Pengen." Jawab Ezka.
"Pengen kok sampai 5 potong yank? susu hamilnya sudah di minum belum?" tanya Yure.
"Belum." Jawab Ezka.
"Jangan bandel ya? sana minta buatin bibik. Kasihan nanti anak-anak kekurangan kalsium dan nutrisi," ujar Yure.
"Iya sayangku yang bawel." Jawab Ezka.
"Ya sudah kamu cepat minum susunya, setelah itu langsung tidur. jangan begadang ya yank? jaga kesehatan kamu," ujar Yure.
"Iya." Ezka mengerucutkan bibirnya,
Yure pun melakukan hal yang sama.
"Muuuaacchh....dada ayang Ezka,"
Panggilan vc itu terputus setelah mereka melakukan ciuman dari jarak jauh. Ezka senyum-senyum sendiri. Gadis itu merasa sangat bahagia saat ini.
*****
"Aku ingin bertemu denganmu di tempat biasa," chat Reno.
"Aku tidak mau dan tidak akan pernah mau," balas Gadlyn.
"Sial. Sombong sekali dia? tapi bagaimnapun caranya aku harus kembali padanya, aku yakin dia masih bisa dirayu lagi. Dia sangat mencintaiku. Asalkan aku sedikit membuat cerita, dia pasti akan luluh dengan mudah," Reno menyeringai.
Reno ingin segera putus dengan Poppy setelah gadis itu mengatakan sudah mengandung anaknya. Reno yang belum siap menikah, tentu saja menolak untuk bertanggung jawab. Namun dengan rayuan mautnya, Poppy berhasil dia bujuk untuk menggugurkan kandungan gadis itu. Saat ini Poppy sedang berada di rumah sakit untuk menunggu hasil permeriksaan.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
__ADS_1