
Deryl mengeluarkan uang dari sebuah tas besar berwarna hitam. Tumpukkan uang merah itu akan dia gunakan untuk menggaji orang-orang di dunia hitamnya. Saat ini dia tengah bersama orang kepercayaannya, untuk memasukkan uang kedalam sebuah amplop kecil berwarna coklat.
"Joana sudah memberi kabar?" tanya Heru.
"Belum. Kamu tidak usah khawatir, bule bodoh itu pasti akan melakukan tugasnya dengan baik. Dia tidak pernah gagal dalam bertugas. Sebentar lagi pasti akan ada kabar baik dari dia." Jawab Deryl sembari sibuk dengan lembaran uangnya.
"Kamu tidak takut si Joana lambat laun tahu, kalau sebenarnya hasil job yang dia dapat bukan kamu bagi 50:50? tapi 20 persen dari hasil yang di dapat?" tanya Heru
"Dia tidak akan tahu, karena uang yang masuk langsung ke rekeningku. Lagian tidak ada yang tahu hal ini, cuma aku dan kamu saja." Jawab Deryl.
"Waktu itu keluarga Hawiranata mengajakmu berdamai, kenapa kamu menolaknya? bukankah ini kesempatan bagus? kamu bisa memintanya damai, dengan meminta uang yang banyak pada mereka," tanya Heru.
"Untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan uang mereka. Memakan uang mereka, sama saja terasa memakan bangkai ayahku sendiri. Aku sangat dekat dengan Ayah. Ayah bahkan mempercayakan semua asetnya di kelolah olehku. Dan aku tidak pernah lupa kata-kata ayah sebelum di eksekusi. Dia ingin aku membalaskan dendamnya." Jawab Deryl.
"Aku sudah menyelidiki dan mendengar tentang ayahku. Dia mungkin bersalah sudah membunuh saudaranya dan juga menyekap seseorang. Tapi bukan berarti mereka bisa mengakhiri hidup ayahku juga. Aku tidak bisa menerima hal itu," ujar Deryl.
"Itu namanya dendam Gila. Takutnya pria ini akan sengsara sendiri," batin Heru.
"Apa kamu sudah tahu tentang Joana yang menyukai Ilyas?" tanya Heru.
Deryl tiba-tiba menghentikan gerakkan tangannya, dan menoleh kearah Heu.
"Darimana kamu tahu? tidak mungkin Joana menyukai Ilyas," tanya Deryl.
"Aku pikir kamu sudah tahu. Itulah sebabnya aku heran kamu mengirim dia untuk melenyapkan Ilyas dan istrinya. Aku yakin dia tidak akan tega. Mungkin terhadap istri Ilyas dia akan senang melakukannya, karena wanita itu saingan cintanya." Jawab Heru.
Deryl tampak berpikir. Namun sesaat kemudian dia tersenyum sinis.
"Tidak masalah kalau dia ingin bersama Ilyas. Karena tujuan utamaku bukan pada Ilyas, tapi pada keluarga Hawiranata. Aku akan memanfaatkan tangan Joana, untuk menghabisi keturunan Hawiranata," ujar Deryl.
"Lalu bagaimana kalau sampai Joana tertangkap? keluarga Hawiranata merupakan mafia terbesar di kota J. Dia pasti akan menghabisi Joana dan kita juga," tanya Heru.
"Disaat situasi terjepit, barulah kita gunakan kesepakatan damai pada mereka." Jawab Deryl sembari tertawa keras.
__ADS_1
Greeeeettttt
Joana yang mendengar semua ucapan Deryl, mengepalkan tangannya dengan erat.
"Dasar rubah tua. Jadi selama ini Kamu memang menipuku? kamu juga ingin memanfaatkan kemampuanku, dan juga ingin menjadikanku kambing hitam tangan kotormu? lihat saja Deryl. Aku pastikan kamu akan mati dengan cara mengenaskan," batin Joana.
"Kamu lihat saja. Bagaimana nanti aku akan mempermainkan Emosimu, hingga kamu terbenam dalam lumpur yang hina,"
Joana kemudian meninggalkan tempat itu dan pergi kesebuah kafe.
"Hallo bos. Aku sudah menyelesaikan misi untuk sementara waktu. Meskipun misi tidak berjalan sempurna, tapi aku sudah membuat Meiza berada di rumah sakit," ujar Joana melalui panggilan telpon.
"Benarkah? apa dia sudah mati?" tanya Deryl senang.
"Belum. Aku sengaja melakukannya dengan santai. Aku ingin membuat semua keluarga Hawiranata kalang kabut, dan berkumpul disuatu tempat." Jawab Joana.
"Apa maksudmu?" tanya Deryl.
"Jika Meiza terluka, otomatis keluarganya akan datang ke Jerman untuk menjenguk Meiza. Aku tidak ingin melakukan pekerjaan berkali-kali. Kalau bisa sekali jalan, aku bisa menghabisi keturunan Hawiranata sebanyak mungkin." Jawab Joana.
"Sesuai inginmu bos." Jawab Joana.
"Bagus. Aku akan memberikanmu bonus kali ini. Satu orang dari keluarga Hawiranata berhasil kamu lenyapkan, maka nilai uangnya sama dengan satu job yang kamu terima selama ini. Jadi bekerja keraslah. Keluarga Hawiranata sangat banyak. Aku akan menghitung harganya termasuk bayi sekalipun," ujar Deryl.
"Siap bos." Jawab Joana.
Joana dan Deryl mengakhiri percakapan itu. Deryl kemudian tertawa keras.
"Kamu lihat Her. Joana sangat bisa dihandalkan. Baru dua hari disana, dia sudah bisa membuat keturunan Hawiranata berada dirumah sakit," ujar Deryl.
"Kerja bagus. Joana memang bisa diandalkan," timpal Heru.
Sementara itu, Joana yang masih berada di kafe tersenyum misterius setelah menutup telponnya.
__ADS_1
"Tertawalah sebanyak mungkin Deryl. Karena sebentar lagi kamu tidak akan bisa tertawa lagi. Aku bahkan akan membuat kuburan ayahmu jungkir balik, agar kamu mati karena emosi," ucap Joana lirih.
Tanpa sadar diseberang mejanya ada seorang pria yang memperhatikannya. Pria tampan itu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri meja Joana dengan memasang senyum terbaiknya.
Joana yang tengah menyeruput kopinya, menghentikan gerakkan tangannya saat ada seseorang berdiri di hadapannya.
"Ada apa?" tanya Joana.
"Mau nikah sama aku tidak? aku bercita-cita pengen punya istri bule. Aku lihat kamu sangat cocok denganku, anak perempuan kita pasti akan cantik sepertimu," ujar Abizard.
Joana memutar bola mata dengan malas. Ini bukan pertama kali dirinya dirayu oleh seorang pria. Tapi rayuan pria di depannya ini benar-benar konyol menurutnya.
"Apa kamu tidak takut mati?" tanya Joana dengan serius.
"Asal mati bersamamu aku rela baby." Jawab Abizard yang langsung menarik kursi dan duduk dihadapan Joana.
Joana benar-benar kesal dibuat Abizard.
"Mendekatlah!" ucap Joana sembari menjentikkan jari telunjuknya kearah Abizard.
"Eh? secepat itu beb? terus terang bibirku masih perjaka loh. Kamu secepat ini mau ngajakin aku ciuman, kita nggak boleh sampai nggak jadi nikah. Kamu harus tanggung jawab loh," ujar Abizard.
Grepppppp
Joana menarik baju Abizard bagian depan, hingga tubuh Abizard tertarik kearah Joana. Joana kemudian membuka sedikit jaket hitam bagian dalamnya, untuk memperlihatkan pistol yang dia bawa.
Abizard melirik sekilas pistol itu, dan kemudian melihat kearah Joana. Jarak wajah mereka sangat dekat saat ini. Abizard tiba-tiba tersenyum nakal, dan mengedipkan mata genit kearah Joana. Joana sedikit menghempas tangannya saat melepaskan cengkraman tangannya di baju Abizard.
"Pergilah! aku tidak mau melubangi kepalamu disini," ujar Joana sembari kembali menyesap tehnya.
"Aku akan pergi, kalau kamu menerimaku lamaranku." Jawab Abizard.
"Dasar gila!" Joana bangkit dari tempat duduknya dan pergi begitu saja tanpa perduli dengan Abizard.
__ADS_1
Namun sialnya Joana melupakan ponselnya yang berada diatas meja. Abizard menyeringai senang, karena dia yakin Joana adalah jodohnya.
Hayooooo siapa Abizard? kasih jawaban di komen ya? khusus pengguna axis akan mendapat voucer 1,5 GB untuk satu orang jawaban yang benar, dan dipilih berdasarkan urutan teratas. Mayan buat semangat membacaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ™ˆðŸ™ˆðŸ™ˆ