Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.173. Disambar Petir


__ADS_3

"Wow...kisah cinta yang sangat luar biasa. Saya sangat terharu, aku jadi penasaran seperti apa situasinya saat itu." ujar Rafly.


Marinka menyeka air matanya, dan secepat mungkin mengendalikan dirinya


"Selama ini kita hanya bisa melihat bagaimana orang secara utuh terbakar di dalam sinetron atau sebuah film. Tapi saat itu aku benar-benar merasakannya saat api melalap semua pakaianku dan juga kulitku. Apa mas Rafly tahu? suami saya waktu itu tidak ragu menerjang bahaya dengab mobil mewahnya demi menyelamatkan orang yang sama sekali tidak dia kenal,"


"Saya tidak bisa membayangkan, kalau saat itu tidak ada manusia jelmaan malaikat seprti dia. Mungkin saya tidak akan bisa bercerita di hadapan kalian semua sampai saat ini. Suami saya yang membiayai saya selama dirumah sakit. Bahkan wajah inipun pilihan suami saya,"


"Jadi tuan Ezra jatuh cinta dengan mbak MD karena hatinya, atau wajahnya nih?" tanya Rafly dengan candaan.


"Kisah cinta kami tidak semulus itu,"


"Iya. Seperti yang tuan tahu, mbak MD punya background seperti itu, maaf dalam artian seorang janda. Nah, sedang anda yang kita tahu adalah seorang bujangan dan pengusaha sukses. Apa anda tidak keberatan?"


"Seperti yang saya bilang tadi mas Rafly, kisah cinta kami tidak semulus itu. Dan benar kata orang, kalau orang baik pasti dapatnya yang istimewa juga. Apa kamu tahu? meski janda dia masih perawan."


Ucapan Ezra itu sungguh membuat gempar studio maupun penonton dirumah. Sementara itu Marinka hanya bisa menepuk dahinya karena kekonyolan suaminya itu.


"Nah loh...kok bisa? ini Mbak MD jadi tersipu gitu? apa itu benar mbak?"


"Aduh...malu saya mas Rafly. Seharusnya hal yang ini tidak perlu di ceritakan. Tapi memang itulah kenyataannya. Saya malah berterima kasih pada orang itu, dengan begitu itu menjadi rejeki dan hadiah dariku untuk suamiku."


"Wow...sakingnya ya? saking pria itu membuktikan bahwa dia itu tidak menyukai anda, dan menghina anda dengan cara demikian."


"Ya."


"Lalu kenapa anda membiarkan dia berkeliaran dengan bebas tanpa mendapat hukuman sama sekali?" tanya Rafly.


"Tidak juga. Segala sesuatu yang kita lakukan, pasti akan mendapatkan balasan bukan? mungkin dengan saya tampil di tv, merupakan pelajaran pertama yang akan saya lakukan."


"Jadi anda tidak akan melaporkannya pada pihak berwajib?" tanya Rafly.

__ADS_1


"Sedang proses menuju kesitu." Jawab Marinka.


Jawaban Marinka itu membuat jantung Karin betalu-talu, bahkan keringat sebesar biji jagung sudah membanjiri dahinya, padahal ruangan itu full ac.


"Kami mendukung anda secara penuh mbak MD. Keadilan itu harus di tegakkan. Agar tidak ada lagi bentuk diskriminasi atau kekerasan baik fisik maupun verbal, yang selalu menimpa kaum wanita yang pria anggap lemah."


"Dari sisi tuan Ezra sendiri, bagaimana menanggapi kasus seperti ini dalam pandangan anda sebagai kaum pria?" tanya Rafly.


Ezra terdiam. Pria itu juga merasa dirinya pernah melakukan kesalahan dan menyakiti hati Marinka. Marinka menggenggam tangan suaminya dan menganggukkan kepalanya.


"Pria seperti itu adalah pria yang pengecut. Sangat tidak layak dicintai. Tapi aku sangat bersyukur dia mencampakkan istriku, dengan begitu akulah pria yang beruntung itu. Istri saya ini sangat luar biasa orangnya. Dia orang yang lemah lembut dan pemaaf. Dia pandai melayani suami, baik urusan dapur, kasur, dan sumur. Dia sosok pribadi yang sangat mudah dicintai, karena dia mempunyai hati yang baik dan tulus pada semua orang. Itulah sebabnya saya sangat mencintainya," ujar Ezra panjang lebar yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton.


"Mas Rafly. Jujur ya, saya baru ketemu sama orang yang sabarnya luar biasa seperti istri saya ini. Saya pernah melakukan kesalahan yang menurut saya itu sangat fatal, dan dia dengan mudah memaafkan saya. Itu benar-benar membuat saya terharu sekali," sambung Ezra.


"Kesalahan? apa anda selingkuh?" tanya Rafly.


"Rumit kalau mau di jelaskan. Tapi bisa dianggap itu memang ranah perselingkuhan walaupun sebenarnya tidak niat kesitu. Tapi dia...." Ezra menitikkan air matanya saat mengingat kejadian saat dirinya dengan kejam bermesraan dihadapan orang yang jelas-jelas istri sahnya.


"Kenapa? anda bisa mengungkapkan isi hati anda dihadapan istri anda sendiri," ucap Rafly sembari menyodorkan selembar tisu.


"Tapi sekarang kalian sudah berdamai tentunya bukan?" tanya Rafly.


"Ya." Jawab Ezra.


"Apa pesan anda untuk orang yang sudah menyakiti istri anda, dan untuk seluruh para pria khususnya pelaku KDRT?" tanya Rafly.


"Saya nggak mau ngejudge orang, karena saya juga pernah melakukan kesalahan. Tapi saya cuma mau bilang, stop! berhenti melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Hargai istri kita selagi kita bersama dia, kita melakukan kekerasan bukan berarti kita hebat, lebih tinggi atau lebih segalanya. Sayangi istri kita, karena dia patner hidup kita. Tidak lagi mencintai tidak masalah, bukan berarti kita membenarkan perselingkuhan, jadi tuduh menuduh dan berakhir dengan kasus KDRT. Kalau tidak cinta lagi, mending bercerai dengan cara baik-baik, pulangkan dia ke orang tuanya dengan baik-baik."


"Betul tuan Ezra, saya sangat setuju dengan hal itu. Memang banyak di luar sana pria menjadikan istri yang nggak terawat, sebagai alasan untuk berselingkuh. Tapi dengan wanita lain sangat royal," ujar Rafly.


"Benar mas Rafly. itu sangat salah. Kalau mau istri cantik, ya harus dimodali. Jangan mempercantik wanita diluar sana dengan uang kita."

__ADS_1


"Betul. Nah, apa pesan anda untuk mantan suami mbak MD?"


"Apa ya? makasih aja sih, makasih sudah memberikan wanita sebaik dia untuk saya." ucap Ezra membari menggenggam tangan Marinka dengan erat.


"Coba aku pengen dengar pendapat penonton deh satu orang. Aku pengen dengar hujatan keras dan terpanas, untuk mewakili kalian sebagai kaum wanita, ciee..." Rafly berdiri dan menyodorkan sebuah mic ke salah satu penonton wanita.


"Semoga orang itu nggak bahagia dengan selingkuhannya, semoga istri barunya itu selingkuh dan orang itu mati di sambar petir karena terkejut," ujar salah seorang penonton.


"Wadaww...sadis amat euy," Rafly terkekeh di ikuti oleh seluruh orang di studio.


"Aku merasa kutukkan kita seolah nggak mempan pada orang itu. Apalagi orang itu tidak tahu wajah asli anda." ujar Rafly sembari kembali ke tempat duduknya.


"Sebentar lagi dia akan tahu," ujar Marinka dengan santai.


"Hufffftt...benar-benar menegangkan. Tapi jujur ku katakan, kalian itu adalah pasangan sempurna. Semoga kalian tak akan terpisahkan," ujar Rafly.


"Amiin." Jawab seluruh orang di studio.


"Kita dari tadi asyik membahas manusia laknat, sampai kita mengabaikan dua bintang tamu kita. Menurut tuan Galang sendiri, bagaimana menanggapi tentang kasus yang mbak MD hadapi pada saat itu?" tanya Rafly.


Galang menegakkan tubuhnya, pertanyaan ini sungguh bergelayut di benaknya, hingga sejak tadi dia hanya bisa menerka-nerka, tapi juga ketakutan.


"Sebelum saya mengomentari hal itu, izinkan saya mendapat jawaban dari pertanyaan saya yang sudah meracuni pikiran saya sejak tadi."


"Apa itu?" tanya Rafly.


"Selama ini kita hanya tahu nama nyonya ini adalah MD, saya sendiri tahu namanya cuma Marinka. Saya ingin sekali tahu nama panjangnya. D nya itu apa ya mbak? maaf kalau tidak berkenan," tanya Galang.


Marinka menyunggingkan senyumnya dengan lebar. Pertanyaan itu sanggat menggelitik perasaannya. Karena dia tahu, pria disudut tempat duduknya itu tengah mati penasaran.


"Marinka. Marinka DI-NING-RAT, itu nama panjang saya." Jawab Marinka penuh dengan penekanan.

__ADS_1


Wajah Galang pucat pasi saat mendengarnya, pria itu bahkan tersandar di tempat duduknya. Namun sesaat kemudian matanya beralih menatap Karin, yang wajahnya sudah seputih kapas.


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2