Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.72. Kecewa


__ADS_3

"Mandi gih biar segar," ujar Jihan sembari memberikan selembar handuk berwarna putih pada Ezra.


Ezra meraih handuk itu dan langsung masuk kekamar mandi.


Shaaaaaa


Air dari shower membasahi tubuh Ezra, pria itu memejamkan matanya dan entah mengapa bayangan wajah Marinka selalu menari-nari dipelupuk matanya.


"Ini tidak bisa dibiarkan, besok aku harus menemui Marinka. Sebenarnya dia ada dimana? apa dia sedang liburan? tapi kenapa nomor ponselnya tidak di aktifkan? entah mengapa hatiku sangat gelisah, aku takut terjadi sesuatu dengannya,"


Greppppp


Sedang asyik larut dalam pemikirannya sendiri, sebuah tangan melingkar manja diperut Ezra. Kulit Jihan dan kulit pria itu benar-benar menempel satu sama lain.


"Sayang. Jangan seperti ini," ujar Ezra sembari melepaskan pelukkan Jihan.


"Kamu kenapa sih? kamu nggak nafsu liat aku?" kita sudah mau menikah minggu depan, kenapa harus menahan diri?"


Ezra menatap wajah Jihan, gadis yang sedang tidak mengenakan apa-apa itu tampak menggoda iman kelaki-lakian Ezra.


"Aku jadi ragu, apa sebenarnya kamu itu mencintaiku apa tidak."


Ezra meraih wajah Jihan, dan langsung mencum*u kekasihnya itu. Sungguh hati Jihan saat ini sedang bersorak gembira. Rencana yang dia susun sejak lama, akhirnya akan terwujud juga.


Suara decap keduanya memenuhi kamar mandi.


"Emmmpptt...ah..." Jihan mende*ah saat Ezra dengan lihai bermain dipuncak dadanya secara bergantian.


Dengan tidak tahu malunya, Jihan meraih kejanta*an Ezra dan membuat gerakkan yang membuat benda itu tegang sempurna.


"Ah...sayang..."


Mata Ezra terpejam, saat dengan berani Jihan sudah melahap habis benda kebanggaannya itu. Namun hal gila yang ada dalam bayangan pria itu adalah, Marinkalah yang melakukannya.


Ezra yang hilang kendali langsung membopong tubuh Jihan dan membawa gadis itu keatas tempat tidur. Kedua insan itu kembali bercum*u satu sama lain.


"Sayang. Aku menginginkanmu," bisik Jihan.


Seperti terhipnotis, Ezra menuruti apa yang Jihan katakan. Ezra memposisikan benda kebanggaannya diantara kedua paha Jihan. Perlahan pria itu menekan miliknya, karena takut akan menyakiti Jihan. Namun diluar dugaannya benda besar kesayangannya masuk begitu saja tanpa merasa ada yang menghalangi sedikitpun.


Jlebbbb


Ezra langsung terdiam terpaku, dengan seluruh kesadarannya, pria itu segera menarik miliknya kembali dan segera beranjak dari tempat tidur.


"Sayang," seru Jihan.


Brakkkkk


Ezra menutup pintu kamar mandi dengan sangat keras.


"Ayo Jihan. Ini semua sudah kamu rencanakan, jangan sampai Ezra lepas dari genggaman tanganmu. Dia tambang emasmu, kamu tidak boleh melepaskan dia sedikitpun."

__ADS_1


Jihan mulai pura-pura terisak, bahkan isak tangisnya semakin keras, saat mendengar Ezra keluar dari kamar mandi.


"Sayang. Aku bisa menjelaskan semuanya. Aku tahu kamu pasti kecewa, tapi aku juga sebagai korban disini."


"Korban?"


"Ya. Kemarilah, aku akan menceritakan semuanya padamu. Setelah kamu mendengarnya, aku serahkan semuanya padamu, aku pasrah kalau kamu ingin meninggalkanku."


"Kamu tahu? kenapa aku selalu ingin melakukannya sebelum kita menikah? aku ingin agar kamu tahu, dan aku bisa menjelaskan semuanya. Seandainya aku memang punya niat jahat, tentu kamu akan tahu setelah kita menikah."


"Jangan bertele-tele, sebaiknya kamu katakan apa yang terjadi sebenarnya, siapa yang sudah menyentuhmu sebelum aku?"


"Malam itu aku baru pulang dari pemotretan. Seorang pria mengikutiku sejak aku keluar dari studio. Aku sama sekali tidak waspada, ternyata pria itu juga dipengaruhi oleh alhkohol. Saat tiba dijalan sepi, pria itu menghadangku dan menyeretku masuk kedalam gudang. Dan ..dan...dan aku diperkosa oleh pria itu. Hikz..." Jihan terisak.


"Aku bersumpah, aku tidak pernah menghianati cinta kita. Kamu adalah pria sempurna dan memiliki segalanya, mana mungkin aku mau berpaling dengan pria yang tidak jelas masa depannya. Sayang, kumohon percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu, hikz..."


Ezra meraih kepala Jihan dan membawa gadis itu kedalam pelukkannya. Sementara Jihan menyeringai menang.


"Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kamu mengalami masa sulit seperti itu."


"Apa itu artinya kamu percaya padaku? kamu tidak akan meninggalkan aku karena aku tidak perawan lagi bukan?"


"Tidak akan. Aku mencintaimu, bukan keperawananmu."


"Sayang, aku merasa sangat beruntung memiliki kekasih sempurna sepertimu."


"Ya. Aku juga."


Ezra perlahan menarik tangannya dan membaringkan Jihan diatas tempat tidur.


"Tidurlah! sejujurnya aku sangat lelah hari ini, kita bisa melakukannya lain kali atau setelah kita menikah."


"Baiklah. Tapi aku ingin kamu tidur sembari memelukku."


"Emm." Ezra mengangguk.


Meski berada dalam satu selimut yang sama, Ezra tidak lagi memiliki na*su pada Jihan. Padahal saat ini mereka sama-sama tidak mengenakan apapun ditubuhnya. Entahlah, mungkin Ezra memang lelah, atau juga sedikit kecewa pada Jihan.


*****


"Kamu mau kemana sepagi ini?" tanya Jihan saat melihat Ezra mengenakan pakaian dengan tergesa-gesa.


"Aku harus pulang. Pagi ini ada meeting penting."


"Hah...calon suami yang gila kerja. Jadi selama nunggu hari pernikahan, apa yang bisa aku lakukan agar tidak bosan?"


Ezra mengeluarkan sebuah kartu berwarna gold dan menyodorkannya pada Jihan.


"Belanjalah biar kamu tidak bosan. Didalam kartu itu ada uang sekitar 50 juta. Kamu bisa belanja sepuasnya, hubungi aku kalau kurang."


"Ah...sayang..kamu memang yang terbaik."

__ADS_1


Jihan berhambur kepelukkan Ezra. Ezra mengusap puncak kepala Jihan, dan mencium kening gadis itu.


"Aku pergi ya?"


"Emm."Jihan mengangguk.


Ezra kemudian membuka handle pintu dan pergi dari apartement Jihan. Sementara itu Jihan tertawa keras, karena merasa semua rencananya berjalan mulus.


Tringgg


Tringgg


Suara ponsel Jihan berdering, Senyum gadis itu terbit dari bibirnya dan dia langsung menerima panggilan telpon itu.


"Papi. Apa Papi jadi ngajak belanja hari ini?"


"Jadi dong." Jawab pria diujung telpon.


"Jihan pengen tas keluaran terbaru,"


"Tidak masalah."


"Kalau gitu jemput Jihan di apartement ya?"


"Oke."


Jihan mengakhiri panggilan itu dan bergegas membersihkan diri. Setelah selesai, gadis itu berdandan secantik mungkin. Dres ketat dengan belahan dada rendah menjadi pilihannya.


"Cantik, setiap pria pasti tunduk dengan pesonaku. Termasuk Ezra sang pengusaha nomor satu di kota J." Jihan terkekeh.


Tringggg


"Hallo? Papi sudah dibawah?"


"Ya. Kamu cepat turun ya,"


"Ya."


Jihan bergegas menaiki lift, dan melenggang pergi saat melihat sebuah mobil mewah sedang parkir menunggu dirinya.


"Kamu cantik sekali baby,"


Cup


Pria parubaya itu tidak tahan untuk tidak mencu*bu Jihan yang tampak menggoda dengan separuh dadanya yang menyembul keluar.


"Ih...Papi. Nanti aja ih..kita kudu belanja dulu, nanti service nya sesuai apa yang Papi beli buat Jihan."


"Gadis nakal," pria parubaya itu mengusap puncak kepala Jihan.


Dua insan beda separuh usia itu akhirnya pergi berbelanja sesuai keinginan Jihan. Setelah puas berbelanja, merekapun menyewa sebuah hotel untuk melepaskan semua hasrat yang terpendam.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2