Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.84. Ampun


__ADS_3

Ting tong


Ting tong


Ting tong


Kriekkkk


Seorang pelayan berseragam warna hitam membukakan pintu untuk Ezra. Pria itu bergegas masuk dan mencari keberadaan orang tuanya.


"Tuan muda mencari nyonya dan tuan besar?" tanya seorang pelayan.


"Ya. Dimana mereka?" tanya Ezra.


"Mereka sedang berkebun ditaman belakang. Apa tuan muda ingin saya memberitahu mereka?"


"Tidak perlu. Biar saya saja yang kesana," ujar Ezra.


Ezra melangkah pergi menuju taman belakang. Jujur saja, Ezra sedikit gugup mengingat apa yang sudah dia lakukan terhadap orang tuanya terakhir kali.


Baskoro yang sedang memegang selang air, dan Masayu yang sedang menanam bunga, tampak menghentikan aktifitas mereka saat melihat Ezra dari kejauhan.


"Pa, Ma," sapa Ezra.


"Mau apa kamu kemari? kita sudah tidak memiliki hubungan apapun sejak kamu lebih memilih wanita itu daripada orang tua kandungmu sendiri," tanya Baskoro.


"Benar. Jangan kamu mengira kami akan menangisimu 7 hari 7 malam, hanya karena kamu putra semata wayangku. Aku akan menganggap tidak pernah melahirkan putra sepertimu. Pergilah! kamu tidak diterima disini," hardik Masayu.


Brukkkkkk


Ezra tiba-tiba meraih kaki Masayu. Pria itu benar-benar ketakutan saat ini, karena wanita yang melahirkannya tampak murka kepadanya.


"Ampun Ma. Maafin Ezra Ma, Ezra mengaku salah. Hikz...." Ezra terisak.


"Minta ampun saja tidak akan mengobati rasa sakit hati kami. Yah...sekarang kamu memang sudah tumbuh besar, jadi pengusaha sukses. Kamu bisa melakukan apa saja seperti yang kamu mau, termasuk membuang orang tuamu yang sudah lemah tak berdaya ini."


"Tidak Ma...jangan bicara seperti itu. Ezra tidak pernah berniat membuang kalian, Ezra kesini ingin mengakui kesalahan."


"Kenapa? apa baru ketahuan sekarang belang wanita itu? percuma, Marinka juga sudah pergi bukan? jadi tidak ada gunanya kamu menyesali semuanya. Lebih baik teruskan saja menikahi wanita pilihanmu itu,"


"Nggak Ma. Maafin Ezra, Ezra tahu sudah melakukan kesalahan besar kali ini. Ezra mohon maafin Ezra kali ini."


"Katakan perbuatan apa saja yang sudah kamu lakukan dengan wanita murahan itu?" tanya Baskoro.


Ezra diam membisu, membuat Baskoro jadi berang seketika. Diamnya pria itu seolah membenarkan sesuatu yang ada didalam pikiran pria parubaya itu.

__ADS_1


"Kotor! pria beristri yang asal celup pada wanita yang bukan muhrim, itu pria yang kotor! kamu harus membersihkan diri sebelum masuk ke rumahku!" hardik Baskoro.


Byuuurrrrrrr


Baskoro menyemprotkan selang air pada tubuh Ezra, hingga pria itu jadi basah kuyup sembari terisak. Tak ada niat Ezra beranjak dari situ, meskipun tubuhnya kedinginan. Pria itu bertekad tidak akan bangun sebelum orang tuanya memaafkan dirinya.


"Kami sebagai orang tua tidak pernah mengajarimu berbuat hal hina seperti itu. Hanya karena godaan wanita yang tidak seberapa itu, kamu reka mendaftarkan dirimu kedalam neraka. Aku sangat kecewa!" ujar Baskoro sembari tetap menyiram tubuh Ezra dengan selang.


"Pokoknya pendirianku tetap sama Pa, sebelum dia berhasil menemukan Marinka, lebih baik kamu tidak usah menginjakkan kaki lagi dirumah ini," timpal Masayu.


"Ezra janji akan membawa Marinka kembali Ma. Kini Ezra sadar, Ezra sangat mencintai Marinka."


"Enak saja kamu bilang cintanya sekarang. Kemarin-Kemarin kemana? kamu sudah melukai hatinya begitu dalam, hingga dia merasa tidak sanggup melihat kebahagiaanmu dengan wanita lain dan kemudian memilih pergi."


"Ya Tuhan...andai membunuh orang tidak berdosa, sejak kemarin-kemarin aku sudah melenyapkan anak bodoh sepertimu," sambung Masayu.


Ezra terdiam, bibir pria itu tampak bergetar dan biru karena sudah kedinginan. Baskoro mematikan selang air dan memanggil pelayan agar membawakan handuk buat Ezra.


"Sudah sampai mana tahap pencarianmu?" tanya Baskoro setelah mereka berada diruang tamu, dan Ezra sudah mengganti pakaiannya.


"Aku sudah memerintahkan orang untuk mencari Marinka diseluruh pelosok negeri. Aku juga sudah mencari lewat penerbangan, tapi sepertinya Marinka tidak pergi keluar negeri."


"Coba cari dulu lewat jalur darat. Misalkan kereta api atau bus. Barangkali Marinka masih punya teman atau sanak saudara yang tinggal di luar kota."


"Baik Pa. Ezra akan mengusahakan semuanya sampai Marinka ketemu."


"Aku belum menemuinya. Setelah tahu dia menghianatiku dan berbohong padaku, aku tidak menggubris dirinya lagi. Aku lebih fokus mencari Marinka dulu saat ini,"


"Tapi kamu harus menghukum wanita itu, jangan sampai ada korban selanjutnya yang bisa dia perdaya."


"Itu pasti. Saat ini biarkan Yuda yang menangani wanita itu dulu,"


"Kenapa dengan Yuda?"


"Dia tidak rela uang yang sudah aku berikan untuk Jihan berakhir sia-sia. Jadi pria itu meneror Jihan, agar uang itu bisa kembali."


"Seberapa banyak?"


Ezra terdiam. Jika dia mengatakan yang sebenarnya, sudah pasti dia kena sembur kembali. Tapi jika tidak jujur, lambat laun orang tuanya pasti tahu.


"160."


"Ah...bersyukur baru 160 juta. Tidak masalah, anggap saja itu sedekah," ujar Masayu.


"160 milyar." sambung Ezra.

__ADS_1


"Ap-Apa?" Baskoro dan Masayu berteriak bersamaan.


Pak


Puk


Pak


Puk


Masayu memukul Ezra dengan bantal sofa.


"Tega kamu ya? Mama saja yang orang tua kandungmu, tidak pernah kamu berikan uang sebanyak itu. Kamu malah memberikannya pada wanita penipu itu? ya Tuhan...kau buatkan dari apa otak anakku ini,"


"Maaf Ma. Mama mau uang 160 milyar?" bujuk Ezra.


"Enak saja. Mama mau 1 triliun."


"Akan Ezra beri. Mama jangan marah lagi ya?" bujuk Ezra.


Sementara itu Baskoro hanya bisa memijat keningnya. Pria parubaya itu tahu putranya tidak kekurangan uang. Hanya saja kebaikkan pria itu sering kali dimanfaatkan orang.


"Ezra bolehkan nginap disini? dirumahku masih ada wanita itu, dia ingin menagih janji pernikahan yang akan dilakukan akhir pekan ini."


"Jadi apa yang mau kamu lakukan?"


"Tentu saja mempermalukan wanita itu, hingga dia benar-benar kehilangan muka."


"Baguslah. Kami mendukung tindakkanmu kali ini, wanita itu memang perlu diberikan pelajaran." ujar Masayu.


"Emm." Ezra mengangguk.


Sementara itu ditempat berbeda, Yuda tengah berada disebuah bank bersama serketaris Ezra. Dia ingin memanfaatkan gadis itu, karena tahu Regia menyukainya. Yuda meminta bantuan Regia untuk membuat Akun bank yang baru yang akan dia gunakan untuk mengambil uang kiriman Jihan nanti.


"Makasih Regia, karena kamu sudah membantuku."


"Sebenarnya kenapa tuan memakai namaku untuk membuat tabungan baru? kenapa tidak memakai nama tuan sendiri?"


"Ceritanya panjang, aku ingin mengambil hak tuan Ezra yang dicuri oleh seorang wanita culas. Dan uang ini tidak sedikit, kalau dapat nanti, aku berjanji akan memberikan bagianmu."


"Tidak perlu tuan, aku ikhlas melakukannya."


"Terima kasih Regia," ujar Yuda sembari menatap Regia."


"Ezra benar, setelah diperhatikan lagi, Regia ini gadis yang cantik. Tapi sayang, kaca mata tebalnya ini memperjelek penampilannya." batin Yuda,"

__ADS_1


Di tatap seintens itu, mendadak wajah Regia merona merah. Gadis itu sudah salah faham, dan mengira Yuda juga menyukai dirinya.


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2