Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.139.Sukses


__ADS_3

Krieeeekkkk


Ando membuka pintu kamar mandi dan tampak tergesa-gesa mengeringkan rambutnya.


"Sayang. Kamu sudah siap belum?" tanya Ando sembari mengusapkan handuk di kepalanya.


Tak ada respon dari orang yang dia panggil dengan sebutan 'sayang' itu. Ando menghentikan gerakkan tangannya, dan memutar langkahnya untuk melihat istrinya dari depan, karena Sera sedang membelakangi dirinya.


"Ya...salammm...sayang, kok malah ninggalin kakak tidur duluan? gimana urusan malam pertama kita ini?" tanya Ando.


Tetap tak ada respon dari istrinya itu, malah terdengar ada suara dengkuran halus dari istri yang dia nikahi beberapa jam yang lalu. Karena tidak sabar, Ando sengaja menjahili Sera, agar istrinya itu terbangun dan memenuhi hasratnya.


"Sayang. Malam pertama," bisik Ando ditelinga Sera.


"Capek kak, besok saja." Jawab Sera dengan mata masih terpejam.


"Ntar dosa loh," bisik Ando lagi.


Mata Sera langsung terbuka, namun tetap saja pandangan matanya sudah sangat sayu.


"Ngantuk banget ya?" tanya Ando.


"Emm." Sera menganggukkan kepalanya dan kembali menjatuhkan kepala diatas bantal.


Ando menghela nafasnya, dia jadi merasa tidak tega melihat istrinya itu. Ando memutuskan untuk menahan diri, dan merekapun tidur lelap bersama.


*****


"Sayang. Ikut aku yuk?"


"Kemana? tanya Sera.


"Mau liat rumah baru. Nanti kita akan tinggal disana." Jawab Ando.


"Jadi kita pisah rumah dari mama dan papa Kak?" tanya Sera.


"Ya. Lagi pula kita ini sudah berkeluarga." Jawab Ando.


"Apa mama dan papa tidak keberatan? kakak kan anak satu-satunya." tanya Sera.


"Tentu saja tidak. Mereka akan mengerti," ujar Ando.


"Baiklah."


Sera dan Ando akhirnya pergi untuk melihat rumah baru mereka. Rumah itu tampak mewah, dan Sera sangat menyukainya.


"Kapan kita akan pindah kak?" tanya Sera.


"Besok kita sudah mulai bisa memindahkan barang-barang. Berangsur saja,"


"Ya."


"Apa kamu suka rumahnya?"


"Emm. Bahkan ini terlalu mewah menurutku," ujar Sera.


"Tidak masalah. Kita akan memenuhi rumah ini dengan banyak anak-anak,"

__ADS_1


"Satu aja belum, kok sudah mikirnya banyak kak."


"Makanya cepat di cicil, biar cepat jadi dan cepat lahir."


"Kakak pikir bikin adonan bakwan bisa secepat itu?" gerutu Sera.


Sera meninggalkan Ando dibelakang menuju mobil. Sementara itu Ando mengoceh tak tahu arah, tanpa Sera gubris. Wanita ini bahkan tertidur didalam mobil, tanpa Ando tahu saat ini Sera sedang menahan nyeri diperutnya karena pagi tadi baru saja datang bulan.


"Kamu mau kemana Re?" tanya Ando.


"Mau pulang." Jawab Rehan sembari mengenakan tas ransel dipunggungnya.


"Kenapa cepat sekali?" tanya Sera.


"Cepat apanya? aku sudah lebih dari sebulan tinggal disini. Sebentar lagi masuk kuliah,".


"Sudah beli tiket?" tanya Ando.


"Sudah."


"Ya sudah. Kakak antar ke bandara," ujar Ando.


"Nggak usah, kakak pasti capek. Kan baru saja pergi,"


"Tidak juga. Tadi cuma habis lihat rumah,"


"Rumah baru?"


"Ya. Nanti kalau kamu ke Paris lagi, kamu harus kerumah."


"Emm." Rehan mengangguk.


"Sera mana Ma?" tanya Ando.


"Kayaknya di kamar. Abis bantuin mama masak, dia langsung naik keatas. Mama lihat dia juga sedikit pucat."


Tanpa banyak bicara Ando bergegas naik keatas untuk memastikan keadaan istrinya itu.


Kriekkk


Ando membuka pintu perlahan, dan mendapati Sera meringkuk didalam selimut dengan membelakangi pintu.


"Sayang?"


"Hem?" Sera membuka mata dan mendapati suami tampannya sedang berada dihadapannya.


"Kamu sakit?" tanya Ando.


"Cuma datang bulan kak. Tapi memang agak nyeri diperut.


"Kamu datang bulan?"


"Emm." Sera mengangguk.


Ando menepuk dahinya, dan membuat tubuhnya tertelentang pasrah diatas tempat tidur.


"Kenapa kak?" tanya sera.

__ADS_1


"Gatot lagi. Berapa lama?"


"Satu minggu."


"Ya....salamm...benar-benar cobaan berat,"


Sera terkekeh, kini dia tahu kenapa wajah suaminya menjadi muram.


"Sabar ya kak, nggak lama cuma seminggu doang."


"Iya sabar kok," ujar Ando sembari mengelus dadanya tapi dengan ekspresi wajah yang aneh membuat Sera jadi terkekeh.


Hari-Hari berikutnya dijalani pasangan pengantin baru itu dengan bahagia, kini mereka juga sudah pindah kerumah yang baru. Seperti yang Sera janjikan, masa datang bulan sudah berakhir sejak seminggu yang lalu. Ando sudah bisa mulai mencicil, karena pria itu menginginkan anak yang banyak.


Karena niat baik dan tulus, do'a Ando segera dikabulkan oleh sang maha pencipta. Dibulan berikutnya, Sera diberi kesempatan untuk mengandung buah cinta mereka yang pertama. Sama seperti halnya dengan para ibu hamil yang lainnya, Sera juga mengalami fase mual muntah yang cukup membuatnya kelelahan. Namun Ando dengan sabar dan telaten mengurus istrinya itu, agar istrinya itu semakin semangat menjalani masa kehamilannya. Hingha tidak terasa masa usia kehamilan 9 bulanpun usai, dan kini Sera tengah berada dirumah sakit, karena baru saja melahirkan putra pertamanya.


Sementara itu, Marinka tengah disibukkan dengan grand opening pabrik barunya. ribuan koleksi pakaian yang Marinka design juga sudah siap di pasarkan. Karena ingin mendulang sukses yang luar biasa, Marinka akhirnya memproduksi pakaian dengan berbagai kalangan.Mulai dari kalangan bawah, menengah dan kalangan atas.


Dan sungguh mengejutkan, setelah grand openinng itu selesai, respon masyarakatpun sangat baik. Semua koleksi bisa diterima dan dalam sekejap, ribuan koleksi yang diberi nama MD Colection itu laku terjual.


Dengan adanya pabrik itu, Marinka benar-benar sibuk. Bahkan dia dituntut harus banyak membuat design-design baru, untuk menambah koleksi pakaiannya.


"Capek?" tanya Ezra.


"Emm. Tapi adek sangat bahagia Bang,"


"Baguslah kalau kamu senang. Karena abang membangun pabrik itu memang tujuannya agar membuatmu senang."


"Makasih ya bang,"


"Emm. Kapan kita mau jengukin Sera?"


"Besok pagi saja. Hari ini adek benar-benar lelah."


"Istirahatlah. Besok kita akan melihat bayi mungil pasangan ajaib itu,"


"Emm." Marinka mengangguk.


*****


"Selamat bro Ando. Udah dapat penerus ," ujar Ezra saat dia dan Marinka tiba dirumah skait


Marinka bisa melihat, wajah Sera masih terlihat pucat karena baru saja habis melahirkan putra pertamanya.


"Selamat ya Ra? aku turut bahagia untukmu," ucap Marinka.


"Makasih ya Rin. Oh ya, si kembar nggak diajak?" tanya Sera.


"Ada sama baby sitter di rumah. Udah lincah, repot kalau harus ngurus sendiri, soalnya dipabrik sangat sibuk." Jawab Marinka.


"Aku senang kamu sudah sukses sekarang."


"Masih belum, ini profitnya belum terlalu kelihatan, aku harus memikirkan gebrakan-gebrakan baru untuk kedepannya."


"Sukses terus untuk mu Rin. Kalau ada event-event untuk para Designer, kamu harus ikut andil. Biar koleksi pakaian kamu cepat dikenal."


"Ya. Itu sedang aku lakukan saat ini," ucap Marinka.

__ADS_1


Marinka dan Sera memperbincangkan banyak hal, begitu juga dengan Ando dan Ezra. Kedua pasangan itu tampak bahagia menjalani rumah tangga mereka masing-masing.


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2