Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.143. Gempar


__ADS_3

Ezra sudah menduga respon dari masyarakat pasti sangat menggemparkan, saat identitas istrinya itu sudah terkuak didepan publik. Bahkan seharian disetiap stasiun tv menayangkan hasil wawancara istrinya itu. Dan kehebohan itu tidak hanya terjadi didunia nyata, bahkan wawancara itu jadi tranding topik didunia maya.


Seharian Ezra mendengar gosip tentang istrinya itu di kantor. Para karyawan tidak ada yang tahu, bahwa orang yang mereka bicarakan itu adalah istri dari bos mereka sendiri. Ternyata nyaris semua karyawan Ezra, merupakan pengagum dan pemakai brand istrinya yang terkenal dengan merakyat itu.


Dan ternyata kehebohan itu tidak hanya menggemparkan Paris saja, tapi juga menggemparkan dunia, terutama negara asalnya Indonesia. Bahkan respon luar biasa datang dari para musuh istrinya, andai saja Marinka mengetahuinya.


Karin yang tengah berada dikediaman rumah Paulin, berjingkrak-jingkrak saat tahu ada berita heboh tentang idolanya di berbagai artikel dan juga media sosial lainnya.


"Mama coba lihat ini ma, mama pasti kaget saat tahu idola kita ternyata berasal dari negara kita," ujar Karin sembari memperlihatkan sebuah video yang menayangkan Marinka saat di wawancara.


"Ah...ini benar-benar luar biasa. Meskipun kita nggak kenal dia, tapi mama juga merasa bangga sama dia," ucap Paulin saat mendengarkan Marinka yang menjawab semua pertanyaan Wartawan dengan menggunakan bahasa prancis.


"Mama benar, rasanya jadi ikutan bangga. Ternyata negara kita mempunyai anak bangsa yang sehebat dia. Karin sangat senang, kalau dia benar-benar mau buka cabang perusahaan di Indonesia. Itu artinya kita bisa belanja sepuasnya."


"Ho'oh. Jadi nggak berat ongkir lagi kalau mau pesan baju dia dari prancis." timpal Paulin.


"Meski pakai topeng, terlihat sekali dia ini sangat cantik dan anggun. Karin nggak sabar pengen tahu identitas dia sebenarnya. Aku sangat kagum, di usianya yang baru 26 tahun, tapi bisa sesukses ini. Padahal dia juga ibu dari dua orang anak."


"Jadi dia sudah punya anak juga?" tanya Paulin.


"Coba mama baca artikel dibawahnya, jangan dengarkan wawancaranya yang pake bahasa prancis itu. Di artikel itu tertulis dia sudah memilki suami pengusaha dan juga dua orang anak kembar."


"Wah...sempurna sekali hidupnya. Oh ya, gimana senamnya? apa sudah berhasil menurunkan berat badanmu?" tanya Paulin.


"Belum turun banget sih, baru sekitar sekiloan. Aku juga daftar kelas yoga." Jawab Karin, sembari melihat-lihat artikel tentang Marinka.


Sepertinya Karin masih belum bisa move on, karena kegemparan yang terjadi. Dia benar-benar sangat penasaran tentang jati diri sang idolanya itu.


"MD ini istrinya tuan Ezra kan Mas?" tanya Regia.

__ADS_1


"Ya. Tapi jangan sampai bocor ya? Marinka masih belum mau membuka jati dirinya." Jawab Yuda.


Ternyata kegemparan juga terjadi di kantor milik Ezra yang ada si indonesia. Tanpa Marinka tahu, banyak pengagum dirinya disana. Meski mereka hanya memakai brand kalangan menengah, tapi mereka cukup puas dengan hasil karya idola mereka itu.


Karena gosip itu sudah beredar sampai ke tanah air, para wartawan tidak menyia-nyiakan kesempatan, menjadikan itu sebagai bahan berita untuk publik di tanah air. Bahkan salah satu stasiun tv menyiarkan sebuah tanyangan yang memperlihatkan opini masyarakat tentang barand MD collection. Mereka berharap sang designer benar-benar pulang dan membangun pabrik besar di negara mereka.


"Apa alasan anda ingin MD membangun pabrik besar di negara ini?" tanya Salah seorang Reporter pada salah seorang masyarakat pengguna brand MD collection.


"Kalau alasan saya sih simpel ya, sebagai warga sipil. Saya mau MD menyediakan lapangan pekerjaan buat orang-orang di negara kita yang masih banyak pengangguran." Jawab Seorang ibu parubaya yang melintas.


Reporter itu memberikan beberapa pertanyaan dengan orang berbeda, berharap suara masyarakat bisa sampai di telinga Marinka. Dan keinginan masyarakat bisa terwujud.


"Kalau saya sih, biar bisa beli baju banyak. Soalnya harganya ramah dikantong sih, bagus lagi bahannya." Jawab warga sipil yang lain.


"Kalau saya selain pengen belanja sepuasnya, saya juga pengen dong kenal ama designernya. Liat di tv kayaknya nggak sombong ya?"


"Kalau saya pengen tuh kerja disana, tukang pack barang juga nggak apa. Saya lulusan SMA soalnya. Mbak MD cepat pulang yak? sukses terus untuk mbak MD."


"Mbak MD cepat pulang ke Indo dong. Kita bangga punya mbak MD. Sukses terus ya Mbak. Love you,"


Ada banyak lagi opini dan harapan dari masyarakat yang sudah terekam dan ditayangkan langsung di stasiun tv itu. Dan benar saja, Ezra sudah yakin kalau istrinya melihat tayangan itu akan mempengaruhi emosinya.


Air mata Marinka merebak, saat menyaksikan semua ungkapan masyarakat Indonesia untuk dirinya. Wanita itu benar-benar terharu karena mendapat respon positif dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bahkan lapisan masyarakat dunia.


"Bang," Marinka menyeka air matanya dengan selembar tisu.


"Kenapa? terharu ya?" Ezra mengusap puncak kepala istrinya.


"Emm." Marinka mengangguk.

__ADS_1


"Abang bisakah adek mintak tolong?" tanya Marinka.


"Minta tolong apa sayang,"


"Bisakah abang mempercepat pembangunan pabrik itu?" tanya Marinka.


"Sedang abang lakukan. Adek tenang saja Dalam waktu 3 bulan lagi, kita akan kembali ke Indonesia. Dan kamu bisa berbisnis disana, sementara pabrik disini kita akan menyuruh orang kepercayaan kita untuk mengelolahnya."


"Makasih ya bang? rencananya adek juga ingin membuka gerai MD collection di seluruh propinsi. Agar masyarakat yang ingin mengenakan MD collection bisa mudah menjangkaunya."


"Akan abang wujudkan semua keinginanmu itu sayang," timpal Ezra.


"Hah...adek bersyukur sekali respon masyarakat sangat bagus. Adek jadi lebih bersemangat lagi."


"Sebenarnya abang jadi merasa takut," ujar Ezra.


"Takut kenapa bang?" tanya Marinka.


"Nanti kalau adek sibuk, adek nggak perhatian lagi sama abang." Jawab Ezra.


Marinka meraih kedua sisi wajah suaminya, dan kemudian mencium bibir suaminya yang sedikit mengerucut.


"Bahkan jika abang menyuruh adek menanggalkan semua popularitas ini sekarang juga, maka adek akan menuruti abang. Harta dan kedudukkan bisa dicari, tapi suami seperti abang, sama sekali tidak tergantikan. Tidak ada orang yang tidak senang menjadi terkenal, tapi kalau harus kehilangan keluarga, itu sama sekali bukan tujuan hidupku."


"Abang mencintaimu. Kita tidak akan pernah lagi terpisahkan. Cukup sekali saja adek membuat abang menderita kehilangan, abang tidak akan sanggup kehilangan adek lagi."


Marinka masuk kedalam dekapan suaminya. Dekapan yang selalu membuatnya hangat sampai menyentuh palung hatinya yang paling terdalam.


TO BE CONTINUE ...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2