
Sejak pulang dari restauran, Joana hanya diam saja dan memasang wajah dingin. Abizard pun jadi tidak berani bertanya, karena takut.
"Aduh...bagaimana ini. Sepertinya dia sangat marah padaku padahal aku sudah jauh-jauh pergi ke Swiss. Tapi masih saja bertemu gadis pembawa bencana. Aku bahkan tidak ingat pernah tidur dengannya atau tidak," batin Abizard.
Kriekkk
Joana keluar dari kamar mandi setelah dirinya mencuci muka. Wajah wanita itu masih terlihat datar. Joana kemudian duduk di depan cermin dan memakai krim malam di wajahnya.
"Bagus sekali Abizard. Kamu sudah membuat suasana hatiku menjadi sangat buruk hari ini. Lihat saja, aku akan membuatmu blingsatan malam ini," batin Joana.
Joana tiba-tiba berdiri dan melepas pakaiannya, untuk digantikan dengan baju yang diberikan oleh Meiza.
"Heh...biar sepanjang malam burungmu bangun terus, tapi nggak bisa masuk ke sangkarnya," batin Joana.
Abizard melongo, saat melihat Joana bertelanjang tapi membelakanginya. Joana kemudian menggunakan lingerie yang sangat menggoda. Jangan ditanya bagaimana reaksi kejantanan yang Abizard miliki. Tidak perlu melihat bagian depan Joana, bagian belakang saja sudah membuat dirinya menelan ludah berkali-kali.
Abizard sedikit meremas miliknya sendiri yang sudah mengeras sejak tadi. Dan itu membuat ruang didalam kain segitiganya benar-benar sempit dan sesak.
Joana berjalan melenggak lenggok mengelilingi tempat tidur. Wajah Abizard memerah, saat melihat dada Joana yang menonjol nyaris terlihat sepenuhnya. Dengan bagian pusat yang terbuka, dan bagian inti yng begitu menggoda.
Joana kemudian meletakkan bokongnya di tepi tempat tidur dengan sangat pelan. Dia sengaja melakukan itu, karena ingin membuat Abizard lebih tersiksa lagi.
"Ah...aku lupa. Aku kan belum memakai handbody," Joana seolah bicara sendiri
__ADS_1
Joana kembali berlenggak lenggok di depan Abizard dan mengambil handbody yang dia letakkan dibawah loker meja rias. Dengan posisi menungging, tentu saja posisi itu sangat menggoda bagi Abizard. Nafas pria itu bahkan sudah terasa naik turun.
Setelah mendapatkan apa yang dia ambil, Joana duduk di meja rias dengan posisi menyamping, agar Abizard bisa melihat apa yang dia lakukan saat ini.
Dengan gerakkan lembut Joana mengoles handbody di kakinya dengan gerakkan sepelan mungkin. Dapat Abizard lihat Joana menaikkan satu kakinya yang mulus. Joana mengoles benda itu hingga ke pangkal pahanya yang menggoda. Dan yang membuat Abizard tidak tahan adalah, ketika Joana memberikan handbody pada dada besarnya dengan sedikit me**mas dengan gaya menggoda.
Abizard tiba-tiba berdiri dari tempat tidur dan mengahampiri Joana. Namun belum sempat dekat dengan Joana, Joana melirik dengan tatapan tajam. Hingga langkah kaki Abizard terhenti seketika.
"Sa-Sayang...sudah cukup kamu menyiksaku. Aku benar-benar minta ampun. Aku sungguh tidak tahan lagi," ujar Abizard dengan wajah memelas.
"Aku tahu aku salah. Tapi itu kan sudah masa lalu. Aku tidak akan mengulanginya lagi," sambung Abizard.
"Aku tidak perduli kalau kamu mau mengulanginya. Mau kamu nemuin dia juga terserah. Palingan kamu tidak akan melihat aku lagi selamanya," ucap Joana yang sekuat tenaga menahan tawa karena melihat ekspresi Abizard yang lucu.
Abizard dengan cepat melepas celananya, jadi kini giliran Joana yang malu saat melihat kejantanan Abizard yang sudah mengacung sempurna.
"Kamu main sendiri saja di kamar mandi. Aku sudah tidak mood lagi buat malam pertama denganmu," ujar Joana pura-pura merajuk.
Joana berjalan kearah tempat tidur dan berbaring membelakangi Abizard. Abizard segera menyusul dengan sudah tidak mengenakan apa-apa lagi. Dipepetnya tubuh Joana hingga menempel sempurna. Dapat Joana rasakan kejantanan suaminya sudah menempel di belakang pinggangnya dan itu benar-benar membuat Joana merasa tidak nyaman, saat Abizard dengan sengaja menggesek-gesekkan miliknya itu.
"Sayang. Main yuk?" bisik Abizard sambil sesekali mencium punggung istrinya itu.
Sebenarnya Joana sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Abizard. Karena dia seorang wanita normal.
__ADS_1
"Sayang. Bagaimana kalau milik suamimu jadi terkena struk? kasihan dia yank," rayu Abizard.
"Emang yang itu bisa kena struk?" tanya Joana penasaran.
"Tentu saja bisa. Biar aku beritahu kamu ya. Jadi kalau dia kena struk, dia nggak akan bisa bangun lagi. Meskipun sudah dirangsang sedemikian rupa. Kasihan dia, pertumbuhannya sangat bagus. Dia aku pelihara dengan baik hingga menjadi besar dan panjang. Kalau kena struk kan jadi mubazir yank. Iya kan?" Abizard dengan berbagai cara mengeluarkan jurusnya agar Joana mau dia tiduri malam ini.
"Ya baguslah kalau gitu. Agar punyamu itu nggak gatal celup sana celup sini." Jawab Joana asal.
"Kalau itu sampai terjadi, gimana dengan anak keturunan kita yank? kamu nggak mau punya anak selamanya denganku? terus kamu nggak mau merasakan nikmatnya surga dunia? enak banget loh yank, nyesal kamu kalau nggak merasakannya," ujar Abizard.
Wajah Joana jadi merona nendengar ucapan konyol Abizard.
"Pantas saja semua gadis mau kamu tiduri. Ternyata kamu sangat pandai mengeluarkan rayuan maut. Tapi maaf saja, malam ini khusus untuk aku beristirahat. Besok saja malam pertamanya," ujar Joana.
"Yah...kok gitu yank. Gimana ini nasibnya si otong? kasihan ini, dia minta dijinakkan oleh pawangnya," tanya Abizard.
"Kasih air dingin dulu biar tidur dia," ucap Joana sembari menahan tawanya.
"Dosa nolak ajakkan suami loh yank,"
"Nanti dosanya biar ngitung belakangan di akhirat." Jawab Joana.
Abizard yang hilang kesabaran, langsung menarik lengan Joana dan membuat istrinya itu berada di bawah kungkungannya.
__ADS_1