
"Wah...sudah kepalang basah ini, jadi kepo dengan sosok suaminya. Boleh dong kapan-kapan kita undang di sini?" ucap Raply.
"Boleh-Boleh." Jawab Marinka.
"Kita sangat penasaran dengan sosok mbak MD ini sejak awal kemunculan anda yang cukup kontroversi, karena menggunakan topeng. Emang itu alasannya kenapa sih? boleh dong cerita-cerita tentang kehidupan mbak MD seperti apa?"
"Nggak ada sih, alasannya cuma alasan pribadi saja. Tadinya saya nggak mau membuka identitas saya, karena saya rasa tidak diperlukan. Saya sempat berpikir yang paling penting itu karya yang saya hasilkan. Tapi saya jadi berpikir ulang setelah melihat dan mendengar komentar tiap warga yang sangat ingin mengetahui siapa sosok MD sebenarnya. Jujur saya sangat terharu sih," Jawab Marinka.
"Terus seperti apa sih kisah masa lalu mbak MD sebelum mendulang sukses seperti ini? biar buat motivasi untuk para pebisnis yang baru merintis usahanya, biar lebih semangat setelah nonton tayangan ini?" tanya Rafly.
"Terus semangat saja, terus berkarya, jangan pikirkan keuntungan yang akan kita raih. Karena kalau hasil karya kita bagus, progres dan profit itu pasti mengikuti,"
"Betul. Apa yang mbak MD bilang itu benar sekali. Itu bagaimana kok bisa mbak MD punya pemikiran untuk buat brand tiap kalangan. Itu pasti sangat sulit sekali,"
"Nggak sulit, asal sudah kita niatkan dari awal. Ide ini timbul karena banyak para masyarakat dari kalangan menengah ke bawah pengen pakai barang bagus tapi uang nggak cukup buat beli. Jadilah saya ingin mewujudkan keinginan mereka, meski harga murah tapi kualitas bahan tidak mengecewakan."
"Apa itu tidak rugi mbak?" tanya Rafli.
"Kalau rugi sih tidak, tapi keuntungannya sangat tipis. Tapi itu tidak masalah, karena saya sudah meniatkan bisnis ini untuk bersedekah dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak."
"Wah...luar biasa sekali. Saya pribadi sangat terharu mendengarnya, apalagi masyarakat luas. Kalian harus berterima kasih loh pada mbak MD ini,"
"Oke baiklah, kalau begitu kita akan menghadirkan dua orang bintang tamu. Yang satu ini bintang tamunya adalah orang yang bekerja di MD collection, mewakili dari sisi masyarakat. Dan yang satunya lagi perwakilan dari para pengusaha. Mari kita sambut Karin dan tuan Galang suwiryo,"
Gemuruh tepuk tangan memenuhi studio. Para penonton sangat antusias karena mereka tahu Galang cukup populer di kalangan Masyarakat sebagai pengusaha no 3 di kota J.
Karin dan Galang keluar dari sisi yang berbeda. Saat keduanya keluar dan saling melihat satu sama lain, keduanya cukup terkejut. Karin sangat malu, karena dirinya saat ini sedang mengenakan seragam CS. Sementara Galang bersikap cuek, seolah tidak mengenal Karin.
Karin dan Galang duduk berseberangan, sementara Marinka duduk ditengah-tengah.
"Mungkin bisa langsung memperkenalkan diri, mulai dari mbaknya." ujar Raply merujuk pada Karin.
"Nama saya Karina putri. Saya bekerja di MD collection," ucap Karin singkat.
"Maaf, mbaknya bekerja sebagai apa?" tanya Rafly.
Karin meneguk air ludahnya. Bibirnya begitu kaku saat ingin menyebutkan profesinya saat ini.
"Cleaning service." Jawab Karin.
__ADS_1
"What? Karin mau kerja sebagai cleaning service? tapi itu tidak masalah, itu bisa memberi dia sedikit pelajaran, agar bijak menggunakan uang," batin Galang.
"Puas kamu? kamu pasti sedang menertawakan aku sekarang kan?" batin Karin.
"Apa menurut pendapat anda selaku salah satu pekerja di MD collection?" tanya Rafli.
"Saya sangat senang bekerja disana, orangnya ramah-ramah dan saling menghargai satu sama lain."
"Apa anda pernah bertemu sosok mbak MD disana?" tanya Rafly.
"Terus terang belum. Saya juga mau mengucapkan terima kasih karena saya sudah diterima bekerja disana," ujar Karin yang mengangguk ke arah Marinka.
Marinka menganggukkan kepala sembari tersenyum.
"Oh...sayangku, aku suka senyummu itu. Jangan lagi kamu tersenyum di depan mantanmu itu. Kalau tidak, abang akan mati karena cemburu," ujar Ezra saat melihat senyum cantik Marinka dari layar kaca.
"Menurut pendapat anda bagaimana sih tentang MD collection ini? maaf, menurun pandangan anda dari segi kalangan menengah kebawah?" tanya Rafly.
"Tentu saja ini sangat membantu. Konsepnya sangat bagus, terutama yang saya rasakan sendiri. Pengen sekali punya barang bagus tapi kualitas nggak mengecewakan. Pokoknya sukses terus buat mbak MD," ujar Karin panjang lebar.
Sementara di mobil, Ezra tertawa keras saat mendengar komentar dari Karin. Wanita itu tidak tahu, orang yang dia puji dan agung-agungkan itu adalah orang yang dia tindas dulunya.
"Saya turut mengapresiasi mbak MD. Saya sebagai pengusaha juga belum tentu kepikiran membuat konsep merakyat seperti itu. Ya tahu sendiri, orang-orang lebih banyak mengejar keuntungan besar daripada keuntungan kecil. Tapi mbak MD ini malah membuktikan, kalau berbisnis itu nggak serta merta hanya mengejar keuntungan, tapi menyenangkan hati masyarakat merupakan kepuasan tersendiri. Bukan begitu mbak MD?" tanya Galang.
"Betul." Jawab Marinka singkat sembari tersenyum.
"Oh...no honey. Abang benar-benar tidak suka melihatmu tersenyum di depan kunyuk itu. Sial, kalau tahu begitu aku ikut saja masuk. Aku bisa menunjukkan kalau dia istriku," ujar Ezra lirih.
"Wah...bisa jadi nanti kalian akan melakukan kerjasama bukan?" tanya Rafly.
"Kalau saya tidak masalah, mungkin dari pihak mbak MD yang keberatan. Secara sekarang lagi naik daun kan?" ujar Galang sembari terkekeh.
"Itu bisa di bicarakan," ujar Marinka tersenyum.
"Aku yang akan melarangmu. Enak saja, si duda itu akan mencari kesempatan dalam kesempitan," ujar Ezra uring-uringan.
"Oh ya, apa benar isu yang beredar kalau mbak MD ini sudah memiliki dua anak?" tanya Rafly.
"Boleh saya mengungkapkan isi hati saya di sini?" tanya Marinka.
__ADS_1
"Tentu saja. Kami akan sangat senang mendengarnya," ujar Rafly.
"Teruntuk suami saya tercinta, yang saat ini sedang menyaksikan saya di layar kaca. Terima kasih sudah memberikan aku banyak cinta selama ini, selalu sayang sama aku, selalu mensuport apapun yang saya lakukan. Aku sangat bahagia bersamamu, kamu suami terbaik didunia, selama menikah kamu nggak pernah memarahiku apalagi bersikap kasar. Aku sangat bangga dan merasa beruntung mempunyai suami sempurna sepertimu. Aku juga bangga memiliki sepasang anak kembar yang terlahir dari bibit yang luar biasa. Semoga kita tidak terpisahkan, aku mencintaimu sayang,"
Tes
Tes
Tes
Air mata Marinka dan Ezra menetes secara bersamaan.
"Sial. Dia begitu manis sekali, ingin sekali aku berlari kedekatnya dan mencium dia sepuasnya," ujar Ezra sembari menyeka air matanya.
"Oh...sweet banget sih mbak. Mas nya pasti sangat terharu. Sepertinya anda sangat mencintai suami anda itu," ujar Rafly.
"Sangat mas rafly. Biarpun di dunia ini menawarkan saya pria setampan dan sekaya apapun, tapi aku hanya menginginkan suamiku saja. Karena saya tidak mudah punya suami seperti dia itu, saya harus mempunyai suami yang sifatnya seperti fir'aun sebelum dia."
"What? tunggu-tunggu, ini maksudnya apa ya?" tanya Rafly.
Tidak hanya Rafly yang terkejut, seluruh orang yang menyaksikan hal itu jadi ikut penasaran dengan pernyataan Marinka.
"Ya. Ini adalah suami kedua saya, saya sudah pernah menikah sebelumnya." Jawab Marinka.
Jawaban Marinka itu sangat menggemparkan masyarakat. Mereka jadi bertambah penasaran dengan kisah hidup MD tersebut.
"Wah...sumpah, ini benar-benar di luar dugaan kita. Seorang MD punya kisah yang luar biasa misterius. Kita beneran nggak nyangka loh mbak. Itu maksudnya suami sifat Fir'aun gimana maksudnya? apa anda mengalami kekerasan dalam rumah tangga?"
"Mungkin saya akan menjawab ini di acara yang lain kali ya? hari ini kita akan fokus untuk memperkenalkan jati diri saya saja," ucap Marinka.
"Oh...saya jadi nggak sabar buat mandu acara itu mbak. Kita akan bertemu lagi di program selanjutnya, untuk mengupas tuntas tentang sosok MD sebenarnya." ucap Rafly.
"Betul mas Rafly. Nanti kalau saya di undang lagi di program lain, saya akan menceritakan semua tentang kisah hidup saya. Ini bukan bermaksud apa-apa, karena seperti yang kita tahu, di luar sana masih banyak sekali wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, namun bertahan atas dasar nama cinta. Dan itu banyak sekali kasusnya, termasuk saya,"
"Waduh...pembahasan yang berat, sangat-sangat mendebarkan. Baiklah, mungkin inilah saatnya dipenghujung acara. Mari kita bersama-sama menyaksikan siapa sih sosok MD ini? atau jangan-jangan tetangga kita," ujar Rafly terkekeh, yang disambut tawa penonton.
"Silahkan mbak MD," ujar Rafly.
Marinka perlahan membuka topengnya. Saat topeng itu terbuka, mata Karin dan Galang terbelalak seketika.
__ADS_1
TO BE CONTINUE...🤗🙏