Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.305. Menolak Godaan


__ADS_3

Promo dulu sebelum lanjut teman-teman๐Ÿคญ๐Ÿคญ






Mampir ya teman-teman. Di jamin nggak kalah seru dan bikin baper๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


*****


Joana mendekati meja resepsionis dan bertanya pada mereka tentang ruangan tempat Abizard bekerja.


"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Abizard?" tanya Resepsionis.


"Sudah. Katakan saja padanya kalau Joana sudah datang." Jawab Joana.


"Sebentar ya bu, biar saya pastikan dulu,"


Resepsionis itu menghubungi telpon kantor yang ada di meja Abizard, namun sama sekali tidak diangkat. Wanita itu terlihat menilai Joana, dan dia yakin kalau Joana tidak berbohong padanya.


"Anda silahkan naik ke lantai 21 rungan sebelah kanan paling ujung. Saat ini tuan Abizard sedang kedatangan tamu juga. Tapi kalau anda sudah buat janji, saya rasa gidak masalah kalau anda langsung menemuinya,"


"Tamu? siapa?" Joana ingin sedikit mengorek informasi tentang wanita yang sempat berbicara melalui telpon.


"Kekasih tuan Abizard yang baru tiba dari Australia."


Joana lagi-lagi tertegun. Wanita yang berada di hadapannya tidak mungkin berbohong. Dan sepertinya gadis yang di maksud memang sudah biasa keluar masuk kantor itu dan di kenal oleh orang kantor itu.


"Aneh. Kalau dia karyawan biasa, kenapa bisa bebas membawa orang asing kedalam ruangan? apa dia sudah biasa melakukan itu?"


"Abizard. Aku akan meledakkan burungmu, kalau kamu sampai menghianatiku," batin Joana.


Joana bergegas menaiki lift dengan menekan tombol 21. Joana berbelok ke arah kanan ,setelah sampai. Dan menatap ruangan yang bertuliskan ruangan presiden direktur.


"Apa aku salah ruangan?" ucap Joana lirih.


Tapi Joana kemudian nekad mengetuk pintu itu, dan yang membukanya seorang wanita. Joana dan gadis itu saling tatap. Joana melihat pakaian gadis itu terlalu seronok, dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Abizard yang mesum akut, saat melihat penampilan gadis itu.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya Yeni.


"Aku mau bertemu Abizard, karena kami sudah membuat janji penting." Jawab Joana.


"Kamu orang yang di telpon tadi?" tanya Yeni.


"Ya." Jawab Joana.


"Bukankah aku sudah...."


Joana memotong ucapan Yeni dengan mendorong gadis itu, dan kemudian dia masuk kedalam ruangan itu. Hal pertama yang dia pastikan adalah papan nama yang ada diatas meja. Dan tentu saja Joana cukup terkejut, saat tahu Abizard adalah seorang presiden direktur di kantor itu. Namun dia sama sekali tidak menemukan keberadaan pria yang dicarinya itu.


Joana memutuskan duduk di salah satu sofa dengan menyilangkan salah satu kakinya.


"Lancang sekali kamu? apa kamu tahu aku siapa?"


"Tahu. Kekasih Abizard kan? dimana dia sekarang?"


"Kamu siapa? apa kamu klien barunya? kamu tidak sopan begini, apa tidak takut aku akan menyuruh Abizard membatalkan kerja sama kalian?"


Krieeekkkk


Abizard yang baru keluar dari kamar mandi tampak lemas, karena bolak balik ke toilet.


Abizard yang tengah lesu, sama sekali tidak memperdulikan tentang panggilan sayang Yeni padanya. Bahkan dia tidak tahu, kalau Joana tengah berada di ruangan itu.


"Nggak tahu nih. Tiba-Tiba aku kena diare." Jawab Abizard sembari memegang perutnya.


"Kita kerumah sakit aja yuk?" tanya Yeni.


"Tidak usah. Tadi aku udah minum obat. Sekarang sudah agak mendingan, cuma butuh istirahat saja." Jawab Abizard.


"Kamu dengar itu? Abi lagi sakit, dia butuh istirahat. Nggak ada waktu buat membahas kerja sama kalian," ujar Yeni sembari menggeser tubuhnya.


Setelah Yeni menggeser tubuhnya, barulah Abizard bisa melihat keberdaan Joana. Bisa Abizard lihat Joana menatap kearahnya dengan tatapan membunuh.


"Mati aku. Bisa-Bisa burungku tidak bisa masuk sarang nanti malam. Rugilah aku," batin Abizard.


"Sa-Sayang. Kamu sudah datang?" tanya Abizard sembari memasang senyum kaku.


"A-Abi. Kenapa kamu memanggil dia sayang? emang siapa dia?" tanya Yeni cemburu.

__ADS_1


"Maaf ya Yen. Karena aku sakit perut, aku belum sempat bicara banyak denganmu,"


Abizard kemudian mendekati Joana, dan merangkul pundak istrinya itu.


"Dia Joana. Istriku." Jawab Abizard tanpa ragu.


"Ap-Apa? istri? nggak mungkin. Kamu bohong kan?" tanya Yeni syok.


"Aku nggak bohong. Kami sudah menikah di kota J, jadi memang belum banyak yang tahu tentang status Joana sebagai istriku." Jawab Abizard.


Tes


Air mata Yeni melesak keluar membasahi pipi gadis itu.


"Lalu bagaimana denganku? kamu sudah meniduriku, apa kamu tidak ingin bertanggung jawab dengan itu?" tanya Yeni penuh harap.


Mata Abizard terbelalak saat mendengar ucapan Yeni. Padahal hal itu sudah pernah mereka bahas, dan tidak jadi masalah bagi Yeni. Kenapa Yeni jadi berubah pikiran? Abizard sangat takut Joana salah paham, karena sejak tadi Aura yang Joana pancarkan sangatlah tidak enak.


"Ye-Yeni. Apa yang kamu katakan? kita sudah membahas masalah ini, dan kamu bilang tidak masalah dengan kejadian itu. Kamu juga tahu saat itu aku tidak sengaja melakukannya, karena aku dalam keadaan mabuk. Dan satu lagi, bukan aku juga yang melakukan itu pertama kali denganmu kan?"


"Yeni. Kamu itu sahabatku. Aku tahu kamu, kamu juga tahu aku. Seharusnya kamu bahagia melihatku bahagia sekarang. Tapi kenapa kamu seperti ini?"


"Tapi aku mencintaimu Abizard. Aku sudah bertekad pulang dari Australia akan menyatakan perasaanku padamu, tapi saat aku kembali kamu malah menikah dengan orang lain. Padahal kita sering berkomunikasi, tapi kamu tidak pernah bilang kalau kamu menyukai seseorang. Tapi sekarang? hiks...."


"Maaf Yen. Aku dengan Joana memang bertemu secara singkat. Aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama,"


"Bohong. Dia pasti sama seperti gadis yang kamu tiduri itu kan? dia pasti menjebakmu kan?"


"Yeni!" hardik Abizard yang mulai hilang kesabaran saat mendengar Yeni menghina istrinya.


Yeni bergegas keluar dalam keadaan menangis. Abizard sama sekali tidak memperdulikan hal itu, karena dia lebih peduli dengan emosi istrinya.


"Sayang. Aku mohon dengarkan penjelasanku dulu ya? jangan emosi, jangan cepat narik kesimpulan. Yeni itu sahabatku dari kecil, waktu itu dia sudah punya pacar dan sudah sering tidur bersama. Suatu hari aku mabuk, dan memang tidur dengannya. Tapi aku juga tidak ingat aku memang tidur dengan dia atau tidak. Tapi saat terbangun, aku memang tidak mengenakan apapun waktu itu."


"Sayang. Dimasa lalu aku memang seorang bajingan alias penjahat kelamin. Dan kamu tahu soal itu. Tapi sejak bersamamu aku tidak pernah lagi melakukan itu. Aku mohon kamu jangan marah ya?" sambung Abizard dengan wajah memelas.


"Aku pulang dulu,"


Cuma kata itu yang keluar dari mulut Joana. Wanita itu bergegas pergi dari situ.


"Matilah aku...benar-benar nggak bisa masuk sarang ntar malam ini," batin Abizard.

__ADS_1


Abizard segera menyusul Joana. Dia tidak ingin membiarkan masalahnya berlarut-larut. Karena saat ini dia benar-benar mabuk kepayang dengan istrinya itu.


To be continue...๐Ÿค—๐Ÿ™


__ADS_2