Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.24. Apa?


__ADS_3

Yuda berjalan dengan tidak sabar saat ingin memasuki ruangan Ezra. Ezra yang tengah sibuk menandatangani banyak berkas, terpaksa menghentikan kegiatannya itu.


"Ada apa?"


"Kamu pasti akan terkejut mendengar apa yang akan aku katakan ini."


"Apa?"


"Ternyata Marinka adalah mantan istri dari Galang Suwiryo."


"Galang Suwiryo? bukankah dia orang yang dinobatkan sebagai pengusaha nomor 3 di kota J?"


"Betul."


"Emm. Menarik, kenapa Marinka bisa terjebak dengan orang seperti dia?"


"Tidak hanya itu, selain menikahi adik angkat Marinka, dengan kejam mereka melakukan hal itu diranjang yang sama dengan Marinka."


"Apa maksudnya itu? apa mereka melakukan threesome?"


"Aku tidak tahu maksudnya apa, aku cukup malu menanyakan hal itu pada Marinka. Marinka cuma mengatakan bahwa mereka pernah tidur seranjang bertiga."


"Astaga, itu benar-benar penghinaan untuk Marinka. Aku tidak menyangka seorang pengusaha berpendidikkan bisa melakukan hal layaknya seekor binatang."


"Kasihan Marinka, Selain tidak mempunyai tempat bersandar, dia jadi memasrahkan seluruh takdir hidupnya pada hukum alam yang menuntunnya."


"Apa maksudmu?" tanya Ezra.


"Kau tahu? dia bilang padaku, demi membalas jasa baikmu, dia rela melakukan apa saja demi kebahagiaanmu walaupun harus mengorbankan hidupnya sendiri. Dia menganggap hidupnya tidak berarti lagi, jadi dia beranggapan meski mati sekali lagi, dia sangat rela bisa mati karena membantu orang yang rela mengorbankan nyawa untuk dirinya waktu itu. Naif sekali bukan?"


"Dia bilang seperti itu?"


"Emm."


"Dia manis sekali, mungkin kalau tidak memiliki Jihan, hatiku bisa goyah terhadap wanita seperti dia," ujar Ezra.


"Dan aku perlahan akan menyingkirkan Jihan dari hidupmu Ezra. Aku ingin kamu hidup bersama Marinka selamanya," batin Yuda.


Ting


Sebuah chat masuk kedalam ponsel Ezra. Wajah pria itu tersenyum saat membaca chat rayuan dari sang kekasih.


"Yud, tolong kirim uang 300 juta ke rekening Jihan."


"What? lagi? bukankah baru 3 hari yang lalu dia meminta 300 juta padamu? tidak! kalau tidak salah dalam bulan ini dia sudah meminta uang lebih dari 1 milyar padamu. Untuk apa dia uang sebanyak itu?"

__ADS_1


"Yud lakukan saja. Kita terlalu sering memperdebatkan hal ini. Lagipula uang tidak masalah buatku. Itu sangat wajar karena dia seorang model papan atas saat ini. Dia butuh barang untuk menunjang penampilannya."


"Aku hanya merasa kamu dimanfaatkan oleh Jihan."


"Aku tidak merasa seperti itu, dia kekasihku jadi aku wajib memenuhi kebutuhannya."


Yuda berdecak kesal dan pergi dari hadapan Ezra untuk melaksanakan perintah atasan sekaligus sahabatnya itu.


"Lihat saja, suatu saat aku pasti bisa membongkar kebusukan wanita matre itu. Aku hanya tinggal menunggu perintah saja, dari dulu aku sudah ingin menyelidikinya, tapi pria bodoh itu selalu melarangku habis-habisan," gerutu Yuda.


Tangan Yuda bergerak cepat saat mentransfer sejumlah uang ke rekening Jihan. Setelah uang itu terkirim, Yuda langsung membuat panggilan pada gadis itu.


"Uangmu sudah terkirim. Jihan, apa kau ingin memanfaatkan Ezra? jika demikian, sebaiknya kamu jauhi saja dia."


"Apa atasanmu itu tahu kalau anjingnya sudah berbicara kasar padaku? kamu hanya perlu menuruti semua perintahnya, bukan malah meragukan kekasih yang sangat dicintainya. Tidak perlu terlalu ikut campur urusanku, kalau kamu diam dan menuruti apa yang diperintahkan bosmu, maka aku bisa menjamin posisimu itu masih aman. Tapi kalau tidak, aku bisa saja memerintahkan Ezra untuk menendangmu dari sana."


"Kamu terlalu memandang tinggi dirimu itu Jihan. Gadis sombong dan matrealistis sepertimu, tidak akan pernah berakhir dengan baik. Kita lihat saja, siapa yang akan terusir dari kehidupan Ezra nantinya."


Yuda mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


"Gadis itu benar-benar kurang ajar, kenapa Ezra begitu buta bisa menyukai gadis seperti dia?"


Yuda kembali keruangan Ezra karena ingin memberitahukan perintah pria itu sudah dialaksanakan.


"Sudah selesai?"


"Kenapa kamu cemberut? apa kamu bertengkar lagi dengan Jihan?"


"Kekasihmu itu selalu membuatku kesal. Gadis bermulut pedas."


Ezra terkekeh mendengar keluhan Yuda. Baginya itu sudah terdengar biasa, sejak dulu Yuda dan Jihan memang tidak pernah akur.


"Kamu jangan memprovokasinya, dia akan menggitmu jika kamu membuatnya kesal."


"Jangan bicarakan dia lagi, lebih baik bicarakan tentang pernikahanmu dengan Marinka saja."


"Kan yang mau menikah aku? kenapa kamu yang bersemangat?"


"Aku lebih suka gadis itu daripada Jihan."


"Aih...mulai lagi, nanti setelah 6 bulan pernikahanku, kamu bisa menikahinya kalau kamu mau."


"Apa yang kamu bicarakan? kamu terdengar sama saja dengan si Galang itu, apa kamu fikir Marinka bisa dipermainkan sesuka hati hanya karena nasibnya yang tidak beruntung?"


"Bu-Bukan seperti itu maksudku,"

__ADS_1


"Kalau bukan karena kamu sedang dalam kesulitan menghadapi orang tuamu, tentu aku dengan senang hati akan menikahi Marinka, tak akan kubiarkan seorangpun merendahkan dia lagi."


Yuda pergi dari hadapan Ezra, yang membuat pria itu langsung memijat kepalanya.


"Sepertinya aku sudah salah bicara, saat ini Yuda sedang bersimpati pada Marinka. Ya sudahlah, nanti aku akan mengajaknya bicara lagi, setelah suasana hatinya dingin," ucap Ezra.


Ezra kemudian melanjutkan kembali aktifitasnya menandatangani banyak berkas.


*****


"Woahhh...sepertinya kita makan besar hari ini Ma," ujar Baskoro.


"Iya Pa, kita diberi kesempatan buat icip-icip masakan calon mantu. Marinka luwes sekali saat didapur, pokoknya dia calon mantu idaman deh,"


Marinka hanya menyunggingkan senyuman saat mendengar pujian itu dari Masayu.


"Jadi semua ini hasil masakanmu?" tanya Ezra.


"Emm." Marinka mengangguk.


"Kamu tidak salah pilih calon istri Zra, seorang istri itu ya harus begini, nggak cuma pandai bersolek dan ngabisin uang suami," sindir Masayu.


Ezra tidak menggubris ucapan Masayu, dia ingin segera mencicipi hasil masakkan Marinka.


"Emm. Enak sekali masakan Marinka, rasanya tidak jauh dari masakkan restauran, bahkan bisa dibilang sebanding," batin Ezra.


"Emm masakkan kamu lezat sekali nak, ini udah selevel restauran loh," puji Baskoro.


"Ah...Om bisa saja, Marinka masih belajar Om,"


"No...No...No. Apa yang dibilang Om kamu benar, ini masakkan terenak yang pernah tante makan. Lihat tu Ezra sampai lahap begitu makannya."


Uhukkk


Uhukkk


Ezra yang baru sadar, jadi terbatuk saat Masayu menyebut namanya. Marinka segera menyodorkan air minum dan mengusap-usap punggung Ezra. Melihat adegan itu Masayu menyenggol sikut suaminya, mereka sangat senang karena sepertinya Marinka wanita yang penuh perhatian dan bisa diandalkan dalam rumah tangga.


"Terima kasih," ujar Ezra setelah meneguk tandas air minum yang diberikan Marinka.


"Mama benar, masakkan Marinka enak sekali. Sampai-Sampai aku lupa bicara," ujar Ezra untuk menghilangkan malunya.


"Iya kan? kamu nggak salah pilih Marinka, kalau kamu nikah ama si Jihan itu, yang ada kamu makan masakkan pembantu terus tiap hari. Gadis itu pasti sayang dengan kuku-kuku cantiknya."


"Ma...."

__ADS_1


Kata-Kata Ezra tertahan, saat tangan Marinka menahan tangan Ezra dari bawah Meja. Marinka perlahan menggelengkan kepalanya agar Ezra tidak mengatakan hal yang tidak-tidak pada Masayu yang akan menyakiti perasaan orang yang telah melahirkannya itu.


__ADS_2