
Tidak terasa sudah seminggu Ezra dan Marinka menjalani bulan madu palsu. Bulan madu yang orang tua Ezra bayangkan, hanya sarana bagi Ezra dan Marinka untuk menghabiskan waktu dengan jalan-jalan sepuasnya. Kini pasangan beda usia 8 tahun itu harus kembali ketanah air untuk menjalankan rutinitas seperti biasanya.
"Ah...rasanya nggak mau pulang ya bang? rasanya sangat menyenangkan berada disini,"
"Ya. Lain kali kita akan jalan-jalan lagi. Untuk saat ini kita harus kembali dulu, pekerjaan kantor sudah sangat menumpuk."
"Ya, jangan sampai abang dipecat gara-gara bulan madu yang nggak penting," Marinka terkekeh.
"Betul. Kalau sampai abang dipecat, maka abang tidak bisa menafkahi istri kecilku lagi,"
"Dan itu sangat berdosa tuan tampan," ledek Marinka.
Ezra mengusap puncak kepala Marinka sembari tersenyum.
"Ayo kita berangkat, 30 menit lagi pesawat kita akan lepas landas."
"Emm." Marinka mengangguk kemudian menyeret kopernya.
"Bang. Apa abang yakin mama dan papa menyukai oleh-oleh yang sudah adek beli?" tanya Marinka ketika pasangan itu sudah berada dalam pesawat.
"Mereka pasti menyukai apapun yang kamu beli, jangan khawatir."
"Adek hanya takut barangnya tidak sesuai dengan selera mereka."
"Jangan khawatir, mereka pasti akan suka."
"Apa besok abang langsung ngantor?"
"Ya. Abang harus bangun pagi, ada rapat penting yang harus ditangani."
Marinka terdiam, dia sudah mengerti apa yang harus dia lakukan sebagai seorang istri. Karena dia sudah terbiasa melayani Galang, saat dirinya masih berstatus sebagai seorang istri pengusaha.
Setelah memakan waktu hampir 5 jam perjalanan, Marinka dan Ezra akhirnya tiba di tanah air pada sore hari. Marinka sempat mengalami jetlag dan langsung tertidur saat dirinya sampai dirumah.
"Dek. Bangunlah! kamu belum makan malam," bisik Ezra.
Marinka menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal karena duduk terlalu lama.
"Jam berapa sekarang bang?"
"Jam 7 malam."
"Jam 7? astaga, adek bahkan belum membersihkan diri. Maaf ya bang, adej jadi telat nyiapin makan malam buat abang."
"Tidak apa, pelayan sudah menyiapkan semuanya. Sekarang lebih baik kamu bersihkan diri, setelah itu kita makan malam bersama."
"Kalau abang sudah lapar, sebaiknya abang duluan saja, nanti biar adek nyusul."
"Nggak, kita makan malam bersama. Cepatlah, abang akan menunggumu,"
"Oke, tunggu bentar ya bang?"
"Emm."
Marinka bergegas masuk kedalam kamar mandi, tidak sampai 15 menit Marinka keluar dengan sudah mengenakan pakaian ganti.
"Yuk bang,"
"Keringkan dulu rambutmu,"
"Tapi nanti abang telat makan malamnya,"
__ADS_1
"Tidak apa, sini biar abang bantu keringkan,"
"Eh?"
Ezra mengeluarkan hairdryer dari loker meja rias, dan mencolokkan kabar itu pada stop kontak yang ada didekat situ.
Ezra mulai mengeringkan rambut panjang Marinka, hingga semuanya benar-benar kering merata.
"Makasih ya bang, besok gantian adek yang akan membantu abang mencukur jenggot dan kumis."
"Janji ya?"
"Emm."Marinka mengangguk.
"Senang deh punya adik perempuan baik kayak kamu,"
"Adek juga senang punya kakak pengertian kayak abang,"
"Yuk kita makan malam?"
"Ayo."
Ezra dan Marinka menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan, para pelayan yang melihat kemesraan mereka menyangka bahwa hubungan yang terjalin diantara keduanya layaknya sebagai pasangan suami istri pada umumnya. Para pelayan itu selalu memberikan laporan khusus pada Masayu, yang membuat wanita parubaya itu tersenyum bahagia.
Drrrrrttttt
Drrrrrrtttt
Drrrrrrrttt
Makin lama dering ponsel Marinka semakin memuncak, wanita itu terbangun karena alarm diponselnya memaksa dirinya untuk terjaga. Marinka meraih benda itu dan mematikan suara dering itu, yang artinya waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi sesuai jam yang dia atur sebelum terlelap.
Marinka menaikkan selimut, untuk menutupi tubuh Ezra yang tampak meringkuk kedinginan. Setelah itu dirinya masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka.
"Nyonya. Anda mau apa?" tanya salah seorang pelayan.
"Mau buat sarapan, sekalian buat bekal untuk bang Ezra."
"Biar kami saja yang mengerjakannya nyonya,"
"Kita kerjakan bersama. Mulai hari ini saya yang akan membuat sarapan dan bekal untuk tuan, kalian masak untuk makanan kita saja."
"Baik nyonya." Jawab mereka serentak.
Marinka bergegas memasak untuk sarapan dan bekal makan siang untuk suaminya. Dia tidak ingin Ezra sampai terlambat pergi ke kantor. Setelah selesai, Marinka naik keatas untuk membersihkan diri dan menunaikan kewajibannya. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi saat Marinka membangunkan Ezra.
"Bang bangun," bisik Marinka.
Blammmm
Mata Ezra langsung terbuka, dan mendapati wajah Marinka sangat berdekatan dengannya.
"Abang harus cepat bangun, bukankah abang bilang punya rapat penting pagi ini?"
"Ya." Ezra segera beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.
Marinka bergegas membersihkan dan merapikan tempat tidur, kemudian dirinya menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya. Setelah menyiapkan semuanya, Marinka kembali turun untuk menyiapkan bekal suaminya.
Ceklekkk
Ezra yang baru saja keluar dari kamar mandi mencari keberadaan Marinka, namun sama sekali tidak menemukan istri kecilnya itu. Ezra menyunggingkan senyumnya saat melihat pakaian kerja ya g telah disiapkan oleh Marinka.
__ADS_1
"Bang. Abang sudah selesai berpakaian?"
"Sudah. Tinggal pasang dasi saja, bisakah kamu membantu abang memasang dasinya!"
"Emm."
Marinka mendekati Ezra dan mulai memasangkan dasi untuk suaminya itu.
"Kamu sangat cekatan saat memasangnya, apa kamu biasa melakukan itu saat bersama mantan suamimu?"
"Ya." Jawab Marinka singkat.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, Marinka hanya bisa berkhayal melakukannya, karena Galang sama sekali tidak membiarkan Marinka menyentuhnya ataupun barang milik pria itu. Marinka mahir memasang dasi, berkat bantuan dari media sosial.
"Ayo kita sarapan bersama bang, nanti abang bisa telat,"
"Emm."
Marinka dan Ezra menuruni anak tangga bersama dan duduk dimeja makan secara berdampingan.
"Adek nggak tahu selera sarapan abang seperti apa kalau dirumah, jadi adek membuatkan nasi goreng seafood saja untuk abang,"
"Tidak masalah, abang bisa makan apapun. Apa ini buatanmu?"
"Ya. Maaf ya bang kalau rasanya tidak sesuai dengan lidah abang,"
"Tidak masalah, selagi tidak beracun pasti abang makan." Jawab Ezra sembari terkekeh.
Marinka mulai menaruh dua sendok besar nasi goreng seafood kedalam piring Ezra, Ezrapun mulai menyendokkan nasi goreng itu kedalam mulutnya.
"Makanan seenak ini aku tidak akan bosan meskipun memakannya setiap hari,"
"Kalau abang bosan, abang bisa bilang ingin makan apa setiap harinya. Adek kan belum faham makanan kesukaan abang,"
"Abang paling suka seafood, mau di olah seperti apapun pasti akan abang makan."
"Baiklah, adek akan mengingatnya."
Ezra memakan sarapannya dengan lahap dan tandas tanpa sisa, setelah itu dia berpamitan untuk pergi ke kantor.
"Bang ini bekal untuk abang,"
"Bekal?"
"Ya. Ini bekal makan siang untuk abang nanti, kebetulan adek masak seafood kesukaan abang,"
Ezra menatap Marinka kemudian mengusap puncak kepala istri kecilnya itu.
"Makasih ya dek, abang janji akan memakannya."
"Ya harus, soalnya mulai hari ini hingga 6 bulan pernikahan kita, adek akan selalu menyiapkan bekal buat abang tersayang,"
Ezra terkekeh mendengar ucapan Marinka.
"Oke, terima kasih adeknya abang yang imut. Abang pergi ya? hati-hati nanti kuliahnya,"
"Ya. Abang juga hati-hati dijalan,"
"Emm." Ezra mengangguk.
Ezra kemudian memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh supir pribadinya, Marinka melambaikan tangan saat sang supir membunyikan klakson untuk dirinya.
__ADS_1
TO BE CONTINUE...🤗🙏