
"Abang sudah pulang?" tanya Marinka saat melihat Ezra memasuki kamar mereka.
"Ya."
Marinka membantu Ezra melepaskan jas dari tubuh pria itu, dan meletakkan tas kerja suaminya ketempat semestinya.
"Abang langsung mandi ya? habis itu kita makan malam bersama."
"Ya."
Ezra bergegas masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai, Marinka dan Ezrapun turun kebawah untuk makan malam bersama.
"Bang,"
"Hem."
"Eh...anu...adek boleh nggak pergi liburan bersama teman-teman dikampus?"
"Liburan? dalam rangka apa?"
"Itu, karena kampus kami mendapatkan hasil lelang terbanyak, jadi pihak kampus mengadakan liburan untuk jurusan disign."
"Kemana?"
"Kepemandian air panas."
"Di?"
"Tidak jauh, cuma di kota B saja."
"Berapa jam? apa kamu akan pergi seharian?"
"Tiga hari."
"Apa? tiga hari?"
"I-Iya." Jawab Marinka.
Ezra terdiam, pria itu tampak seperti menimbang-nimbang sesuatu.
"Kalau abang tidak mengizinkan juga tidak apa kok, adek nggak usah pergi. Biar adek dirumah saja, kan bisa istirahat selama tiga hari jadinya."
Ezra menatap wajah Marinka yang terlihat sangat ingin pergi berlibur, Ezra kemudian menghela nafas pelan dan mencoba berpikir bijak.
"Ya sudah, kamu boleh pergi. Tapi ingat, jangan ceroboh, apalagi bergaul dengan laki-laki sembarangan disana."
"Benar boleh bang?" wajah Marinka mendadak bersinar.
"Emm." Ezra mengangguk.
"Yeyyy...." Marinka mendadak bangkit dari tempat duduknya dan spontan memeluk Ezra.
"Abang yang terbaik deh,"
Ezra menyunggingkan senyumnya dan mengusap punggung Marinka.
"Apa yang kamu butuhkan untuk pergi kesana?" tanya Ezra setelah pelukkan mereka terlerai.
"Adek nggak butuh apapun, disana cuma liburan biasa bukannya studytour."
"Katakan saja kalau kamu membutuhkan sesuatu nantinya,"
"Iya. Adek pasti bilang kok kalau butuh sesuatu."
Tiba-Tiba ponsel Ezra berdering, Ezra menyunggingkan senyumnya saat melihat sang kekasih yang menelpon dirinya.
"Ya sayang?"
"Kamu lagi apa?" tanya Jihan.
"Lagi makan malam."
__ADS_1
"Sendiri?"
"Bersama Marinka."
"Ckk...aku pengen juga makan malam sama kamu,"
"Sabar ya? bentar lagi kamu kan pulang,"
"Iya. 4 bulan lagi aku pulang. Kamu jangan nakal ya?"
"Nggak. Kamu juga jangan nakal disana,"
"Mana mungkin. Aku hanya mencintaimu seorang."Jawab Jihan.
"Aku tahu. Kamu sedang apa?"
"Aku sedang ada pemotretan, ini lagi istirahat sebentar. Karena kangen sama kamu, jadinya aku nelpon bentar deh."
"Aku sudah tidak sabar menunggu kepulanganmu,"
"Aku juga sayangku."
Marinka hanya tersenyum miris mendengar percakapan antara Ezra dan Jihan. Mendadak nafsu makannya jadi hilang seketika. Dan tanpa Ezra sadari Marinka naik ke atas lebih dulu.
"Sayang. Ada tas keluaran terbaru lagi nih,"
"Tas?"
"Ya."
"Bukankah baru 3 hari yang lalu kamu membeli tas baru?"
"Sayang. Aku ini seorang model papan atas, penampilanku sangat diperhatikan didepan publik. Apapun yang aku kenakan akan menjadi pusat perhatian dan menjadi trend tersendiri. Kalau aku ketinggalan fashion, itu tidak akan menarik."
"Baiklah aku mengerti. Berapa tasnya?"
"Nggak mahal, cuma 500 juta."
"Ah...sayang, kamu baik banget sih?"
"Aku kan sayang sama kamu,"
"Oh so sweet..."
"Ya sudah, aku tutup telponnya ya? sudah malam disini, aku sangat lelah."
"Oke. Love you,"
"Love you more,"
Ezra mengakhiri percakapan itu. Matanya melihat kekiri dan kekanan , dan tidak menemukan keberadaan Marinka. Ezra segera menghabiskan makanannya dan bergegas naik ke kamarnya.
Ceklekkk
Ezra membuka pintu kamarnya perlahan dan mendapati Marinka tengah tertidur.
"Apa aku terlalu lama menerima telpon? apa dia yang terlalu lelah?" ucap Ezra lirih.
Ezra kemudian ikut berbaring dan memeluk Marinka hingga terlelap.
*****
"Ckk...kenapa aku jadi sulit tidur begini? apa karena Marinka tidak ada disini?" ujar Ezra.
Ezra tampak berbolak balik karena tidak bisa tidur, hari ini adalah hari pertama Marinka tidak ada dirumah. Marinka sudah pergi tadi pagi mengikuti liburan bersama dipemandian air panas kota B. Karena tidak bisa tidur, Ezra memutuskan untuk membuat panggilan Video untuk Marinka.
"Abang belum tidur?"
"Belum, sebentar lagi. Kamu lagi apa?"
"Baru siap-siap mau tidur,"
__ADS_1
"Apa tadi pergi ke pemandian air panas?"
"Belum. Tadi cuma jalan-jalan sekitar penginapan saja, rencananya besok baru akan pergi ke pemandian air panas."
"Hati-Hati disana."
"Saat pulang, abang mau dibawakan oleh-oleh apa?"
"Tidak perlu, asal kamu pulang selamat saja itu sudah cukup."
"Abang jangan tidur terlalu malam, nanti bangunnya kesiangan loh,"
"Iya."
"Ya udah, adek tutup telponnya ya?"
"Dek..."
"Apa?"
"Mau nggak adek menyanyikan abang sebuah lagu? abang ingin tidur mendengar suaramu."
"Eh? ta-tapi suara adek tidak merdu bang,"
"Tidak masalah. Saat abang tidur, kamu baru boleh mematikan panggilan videonya.
"Baiklah,"
Marinka kemudian mulai menyanyikan sebuah lagu klasik untuk menghantar Ezra kealam mimpi. Tidak berapa lama kemudian, wajah tampan itu terlihat tidur lelap dilayar ponsel Marinka. Ponsel yang Ezra tegakkan dibantal, tampak seperti sedang menonton dirinya yang tengah terlelap.
Marinka tersenyum saat melihat wajah lelap Ezra yang menenangkan. Jauh dilubuk hatinya, dia juga sangat merindukan pria yang setiap tidur selalu memeluk dirinya itu. Marinka akhirnya memutuskan untuk tidak mengakhiri panggilan video itu. Matanya terus menatap kelayar ponsel melihat wajah tampan Ezra. Hingga saat kantuk mulai meyerang, panggilan video itu masih saja terhubung dan baru berakhir setelah batre ponsel Marinka habis.
*****
"Ini benar-benar menyenangkan," ujar Marinka saat dirinya mulai masuk kedalam pemandian air panas.
"Iya. Peredaran darah bisa lancar karena ini," timpal Mela.
"Eh, menurut kalian oleh-oleh apa yang bagus untuk suamiku?" tanya Marinka.
"Kamu mau beli oleh-oleh? aku juga mau dong, aku mau beli buat kerabatku," tanya Arumi.
"Iya. Tapi aku bingung oleh-oleh apa yang bagus," ujar Marinka.
"Apa saja, yang penting niatnya bukan bentuk dan harganya." Jawab Mela.
Marinka tampak berpikir keras, dia bingung karena Ezra pasti sudah memiliki segalanya. Baik itu yang murah maupun yang mahal, tapi tidak membawa apapun juga bukan ide yang bagus. Marinka ingin ada sedikit buah tangan untuk suaminya itu.
Setelah hampir satu jam berendam air panas, Marinka dan teman-temannya memutuskan untuk mencari makanan khas kota B yang bisa mereka nikmati. Tidak lupa mereka pergi ketempat pusat oleh-oleh, dan mengunjungi beberapa toko yang terkenal disana.
"Bagaimana? apa mandinya menyenangkan?" tanya ezra saat membuat panggilan video dimalam harinya.
Sepertinya hanya menjadi alasan bagi Ezra menanyakan hal yang tidak begitu penting pada Marinka. Padahal tujuan sebenarnya hanya ingin Marinka menemaninya tidur lewat sebuah panggilan video.
"Sangat menyenangkan, jika diberi kesempatan adek ingin pergi kesini bersama abang."
"Baiklah, abang akan atur jadwalnya."
"Sungguh?"
"Tentu saja."
"Ya sudah, ini sudah hampir jam 10 malam, abang tidur ya? nanti hampir kesiangan lagi kayak tadi pagi. Untung adek nelponin abang."
"Iya. Adek nyanyiin buat abang lagi ya?"
"Iya."
Marinka mulai menyanyikan lagu klasik lagi untuk menemani Ezra tidur, teman-teman Marinka yang mendengarkan jadi ikutan baper melihat kemesraan Marinka. Setidaknya itulah yang mereka pikirkan, tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Marinka dan suaminya.
TO BE CONTINUE...🤗🙏
__ADS_1