Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.86. Alergi


__ADS_3

"Re,"


"Ya tuan,"


Regia melihat kearah Yuda yang menyambangi meja kerjanya.


"Ada apa tuan?"


"Ikut aku makan siang. Sekalian ada yang ingin aku bicarakan,"


"Eh?" Regia terkejut.


"Ah...apa dia mau ngungkapin perasaannya sama aku? kenapa jantungku jadi berdebar-debar begini," batin Regia.


"Ayo cepat! nanti jam makan siang keburu habis," ujar Yuda setelah melihat Regia yang tak kunjung mengekor dibelakangnya.


"Eh? ba-baik tuan,"


Regia segera mempercepat langkahnya untuk meyusul Yuda. Saat masuk kedalam mobil pria itu, Regia hanya menggunakan mode diam, karena Yuda sama sekali tidak mengajaknya bicara.


"Kirim nomor rekeningmu lewat chat," Yuda membuka suaranya.


"Bu-Buat apa?" tanya Regia.


"Kirim saja, jangan banyak tanya."


Regia mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya. Regia kemudian mengirim nomor rekeningnya melalui chat.


"Sudah," ujar Regia.


Tak ada respon dari Yuda. Pria itu tampak diam saja. Setelah menemukan sebuah bank, mobil Yuda berbelok kearah sana dan berhenti tepat didepan bank tersebut.


"Kamu tunggu disini sebentar," ujar Yuda.


Yuda kemudian masuk kedalam, setelah menunggu hampir 20 menit, Yuda keluar dari tempat itu dan kembali masuk kedalam mobil.


"Apa tuan yang mengirimku uang?"


"Ya. Apa sudah ada laporannya?"


"Ya. Tapi buat apa uang sebanyak itu?"


"Tentu saja untukmu. Aku kan sudah bilang akan memberikan jatah untukmu, karena sudah meminjamkan akun bank mu untukku."


"Tapi itu tidak perlu tuan. Aku ikhlas melakukannya."


"Terima saja. Aku tidak suka penolakkan!"


"Tapi 500 juta terlalu banyak,"


Mata Yuda melotot kearah Regia, yang membuat gadis itu tertunduk karena ketakutan. Yuda membelokkan mobilnya kembali, saat melihat salah satu restaurant yang terkenal akan seafoodnya.


"Sebenarnya aku sangat bersyukur menerima uang ini, itu berarti ibu bisa melakukan operasi. Aku tidak menyangka orang yang diam-diam aku sukai, sudah membantuku. Kalau tidak, aku tidak tahu sampai kapan bisa mengumpulkan uang buat operasi ibuku,"


"Ckk...apa hoby mu itu melamun ya? ayo buruan turun!" tutur Yuda.


"Eh?" Regia yang terkejut reflek ingin turun dari mobil, namun naas keningnya terbentur pintu


"Ckk...bodoh!"


Yuda melenggang lebih dulu, sementara Regia buru-buru membuntuti Yuda dari belakang.


"Pesan makanan yang kamu sukai," ujar Yuda.


Regia meraih daftar menu, dan dirinya baru menyadari kalau mereka datang di restaurant seafood.


"Matilah aku. Kenapa harus seafood sih? aku kan nggak bisa makan seafood," batin Regia.


Regia tiba-tiba menggaruk lengannya perlahan, seolah efek alergi seafood sudah menyerangnya, padahal dia sama sekali belum memakannya.


"Ckk...melamun lagi. Sini biar aku yang pesan,"


Yuda meraih buku menu yang ada di tangan Regia dan memesan menu kesukaannya.

__ADS_1


"Bagaimana ini. Kalau aku menolak, pasti dia akan marah dan kecewa. Tuhan...sekali ini saja, jangan munculkan Alergi itu. Aku ingin menghargai kebaikkannya padaku hari ini," batin Regia.


Setelah menunggu hampir 20 menit, menu serba besar itu sudah nangkring diatas meja.


"Nah Regia. Karena hari ini aku sangat senang, jadi aku memesan menu besar. Kamu boleh makan sepuasnya, biar aku yang traktir." ucap Yuda.


"Te-Terima kasih tuan," ujar Regia.


Regia menatap ke arah kepiting yang beratnya sekitar 1 kg per ekor, dan juga loobster yang dimasak menggugah selera.


"Aku tahu kamu tidak pernah makan seenak ini bukan? matamu sampai berbinar melihatnya, aku juga lihat kamu meneguk air liurmu. Kamu tenang saja, kalau kurang kita bisa pesan lagi "


"Eh?"


"Bahkan rasanya aku ingin menangis melihat hewan didepanku ini. Tapi bagaimana aku mengatakannya, dia pasti akan marah secara ini bukan makanan murah,"


"Makanlah! tidak usah malu, apa kamu mau aku kupaskan kulitnya?"


"Eh? ti-tidak usah tuan, aku bisa sendiri."


"Baiklah. Habiskan kalau begitu,"


"Emm."Regia mengangguk.


Dengan tangan sedikit bergetar, Regia meraih seekor udang dan meletakkannya kedalam piring. Regia memejamkan matanya saat akan memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


"Aku tidak mau tahu ya, kita harus menghabiskan makanan ini tanpa sisa. enak kan?" tanya Yuda saat melihat Regia mulai mengunyah makanannya.


"I-Iya enak."


Meski sudah memaksakan diri, tetap saja menu sebanyak itu tidak bisa mereka habiskan berdua. Merekapun memutuskan untuk kembali kekantor setelah selesai makan siang.


Srukkkk


Srukkkk


Srukkkk


Setelah beberapa saat kemudian, Alergi yang Regia derita semakin parah, karena gadis itu mengalami gejala sesak nafas.


Shhhiiittttttt


Yuda mengerem mendadak karena melihat kondisi Regia yang tidak baik-baik saja.


"Re...kamu kenapa?"


"Tu-Tuan," suara Regia melemah.


Tanpa banyak kata, Yuda segera memacu kembali mobilnya dan membawa Regia ke EH hospital.


"Kalian cepat tangani dia, cek semuanya! jangan sampai ada yang terlewatkan," ujar Yuda panik.


Yuda membuat panggilan untuk Ezra. Ezra yang baru saja pulang makan siang, menerima panggilan telpon itu.


"Ya Yud?'


"Sepertinya aku dan Regia nggak balik kantor lagi Zra."


"Kenapa?"


"Aku tidak tahu. Tiba-Tiba saja terjadi sesuatu pada Regia,"


"Apa yang terjadi?"


"Dia sakit. Seluruh tubuhnya memerah dan sesak nafas."


"Apa dia terkena alergi sesuatu?"


"Alergi?"


"Ya. Sepertiku yang alergi dengan keju, mungkin saja dia alergi dengan makanan lain. Apa yang kalian makan siang ini?" tanya Ezra.


Yuda tertegun. Kini dia baru menyadari, ada segelintir orang yang memang tidak bisa memakan Seafood, dan mungkin Regia salah satunya.

__ADS_1


"Akan aku pastikan dulu. Kami memang makan seafood tadi siang."


"Bisa jadi itu pemicunya,"


"Baiklah, aku tutup telponnya." Yuda mengakhiri panggilan itu.


"Gadis ini benar-benar bodoh. Apa segitu takutnya padaku, sehingga dia tidak berani bilang kalau dirinya itu punya riwayat alergi makanan seafood," gerutu Yuda.


Ceklek


Seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan memberitahu Yuda tentang hasil diagnosanya.


"Bagaimana keadaannya? apa dia baik-baik saja? sakit apa dia sebenarnya?" tanya Yuda bertubi-tubi.


"Nona Regia punya riwayat alergi seafood. Beruntung anda cepat membawanya kemari, jadi bisa cepat ditangani."


"Apa aku sudah bisa menjenguknya?"


"Tentu. Tapi mungkin nona Regia sedikit tidak percaya diri,"


"Kenapa?"


"Saat ini wajahnya sedang bengkak. Saat seperti ini biasanya pasien suka sensitif."


"Baiklah saya mengerti,"


Yuda menekan handle pintu dan mendapati Regia membelakangi pintu ruangan.


"Regia,"


Sruppppp


Regia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Gadis itu tidak ingin Yuda melihat wajahnya yang terlihat buruk saat ini. Melihat itu Yuda menghela nafasnya. Sedikit banyak dirinya juga merasa bersalah, karena dia Regia jadi masuk rumah sakit.


"Maaf. Gara-Gara aku kamu jadi begini," ujar Yuda .


"Tapi seharusnya kamu bilang kalau punya alergi, apa kamu itu tidak punya mulut? apa segitu takutnya kamu sama aku? kamu ini selalu membuatku kesal saja,"


"Hikz.....hikz..." Regia terisak dalam selimut.


"Eh?" mendengar isak tangis Regia, Yuda jadi mengerem mulutnya.


Srakkkk


Yuda membuka selimut Regia, dan mendapati wajah bengkak itu banjir dengan air mata.


"Maaf,"


"Kenapa tuan jadi memarahiku. Aku sudah sangat menderita saat ini. Apa tuan tidak tahu, ini sangat gatal dan sakit? hiks..." Regia dengan berani memarahi Yuda.


"Hussstttt maaf," Yuda tiba-tiba membawa kepala Regia dalam pelukkannya yang membuat mulut Regia jadi terbungkam seketika.


Deg


Deg


Deg


"Ya Tuhan...ini terlalu dekat. Aku jadi lupa kan mau marahin dia apa tadi," batin Regia.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau punya Alergi seafood?" tanya Yuda dengan suara selembut mungkin.


"Aku takut tuan kecewa. Tuan sangat bersemangat hari ini, aku tidak mau melihat tuan marah."


"Bodoh, kalau seperti ini aku malah ingin memarahimu. Tapi beruntung kamu sedang sakit, jadi aku marahi kamu sedikit saja."


"Sekarang kamu harus istirahat, minum obatmu dengan teratur."


"Iya."


Yuda membantu Regia kembali berbaring. Yuda kemudian keluar dari ruangan itu untuk menemui dokter. Yuda ingin menanyakan keadaan Regia, karena jika memungkinkan dirinya ingin Regia dirawat jalan saja.


TO BE CONTINUE...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2