Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.95. Cuek


__ADS_3

"Ayo kita masuk Yud! nanti acaranya keburu mulai," ujar Ezra.


Yuda masih saja menatap kearah Regia, yang membuat Ezra mengulum senyumnya. Sementara Regia berpura-pura melihat kearah lain, sejujurnya dia sangat gugup ditatap oleh Yuda seperti itu.


"Ayo Re. Kamu gandeng tanganku, biar terlihat seperti pasangan sungguhan." ucap Ezra.


Gyuuuuttt


Regia langsung memeluk lengan Ezra. Ezra dan Regia masuk lebih dulu. Sementara Yuda dan Gendis mengekor dibelakangnya. Yuda memperhatikan penampilan Regia dari atas sampai bawah. Yuda baru menyadari kalau bentuk tubuh Regia sangat proposional dan sexy. Terlebih saat ini Regia sedang mengenakan gaun dengan model punggung terbuka, yang mengekspose kulitnya yang putih mulus.


"Sial, maksudnya si cupu apa? dia mau nyolong star aku? nggak akan aku biarkan," batin Gendis.


Ezra menemui sang empunya acara untuk mengucapkan selamat.


"Regia. Saya mau kesitu dulu, ada rekan bisnisku," ujar Ezra.


"Silahkan. Tuan pergi saja, sama mau lihat-lihat disana saja."


"Jangan jauh-jauh, bergabunglah bersama Yuda dan Gendis."


"Emm." Regia mengangguk.


Setelah Ezra pergi, Regia sama sekali tidak menuruti apa yang Ezra katakan. Regia pergi begitu saja dari hadapan Yuda dan Gendis kemudian pergi menuju meja minuman.


"Sendirian saja non?" sapa seseorang.


"Eh? tidak, saya datang bersama bos saya "


"Oh...seleranya tinggi juga. Bermain bersama bos-bos rupanya."


Regia mengerutkan dahinya, karena tidak mengerti dengan arah ucapan pria didepannya.


"Ikut aku Yuk. Aku juga bos kok,"


Tap


Pria itu mencekal tangan Regia.


"Eh? kemana? nanti bos saya nyariin," tanya Regia polos yang tidak mengerti dengan niat jahat seseorang.


"Ikut saja, dijamin kamu akan senang dan ketagihan."


"Maksudnya bagaimana ya?"


"Kita akan bersenang-bersenang," bisik pria itu.


Pria itu kemudian menyeret Regia. Regia yang kebingungan terpaksa mengikuti kemauan pria itu. Sementara itu, Yuda yang memperhatikan dari jauh berdecak kesal.


"Dis. Aku ke toilet dulu,"


"Jangan lama-lama."


"Emm." Yuda mengangguk.


"Tu-Tuan kita mau kemana?" tanya Regia saat melewati koridor beberapa kamar yang tampak sepi.


"Sudah tidak sabar ya? tunggu sebentar lagi, kamar kita ada dibagian ujung."


"Kamar? maksudnya apa?"

__ADS_1


"Kita akan bersenang-senang semalaman sampai kamu puas."


Regia langsung menghempaskan tangan pria itu, kini dirinya baru mengerti arti senang-senang yang pria itu maksudkan.


"Maaf tuan. Saya bukan wanita seperti itu, sebaiknya tuan cari wanita lain saja."


Tap


Pria itu kembali mencengkram tangan Regia lebih erat dari sebelumnya.


"Sudahlah jangan munafik. Aku tahu kamu sudah biasa melakukan ini,"


"Lepaskan saya tuan! saya bukan wanita seperti itu," Regia mulai ketakutan.


Tap


Tiba-Tiba tangan seseorang mencekal tangan pria yang ingin berbuat kurang ajar pada Regia.


"Apa kamu tuli? dia bilang lepaskan!" ujar Yuda.


"Bukankah dia asisten tuan Ezra? aku tidak boleh menyinggung dia, kalau tidak kerjasama perusahaan akan berakhir," batin pria itu.


"Pria itu kemudian melepaskan Regia dan pergi begitu saja.


"Terima kasih," ujar Regia yang langsung berbalik badan dan pergi.


Tap


Tangan Yuda mencekal lengan Regia.


Brukkkk


"Sikap macam apa yang kamu tunjukkan padaku itu? apa begitu caramu pada orang yang sudah menolongmu?" Yuda menekankan setiap kata yang dia ucapkan.


"Saya sudah mengucapkan terima kasih bukan?" tanya Regia dengan wajah tertunduk.


Yuda meraih dagu Regia, hingga tatapan matanya bertatapan dengan mata gadis itu. Karena terlampau gugup, Regia segera mendorong dada Yuda untuk menjauh.


"Maaf tuan.Takutnya tuan Ezra sedang nyariin saya," ujar Regia.


"Berani kamu mengabaikanku, lihat saja! aku akan...


Regia berbalik dan menatap Yuda dengan tajam, hingga giliran Yuda yang jadi takut dengan tatapan mata Regia itu.


"Akan apa? sebenarnya tuan mau apa? aku sedang berusaha menghindar dari tuan, karena tuan merasa jijik padaku kan? tuan juga bilang kalau aku ini sok cantik dan sok kaya. Aku culun, aku jelek, hingga tuan mau menyingkirkan aku dari perusahaan dan menggantikan aku dengan Gendis."


"Sekarang giliran aku ingin menjauh, kenapa tuan seolah tidak senang? sebenarnya tuan ingin saya bagaimana? apa orang seperti saya tidak pantas mengambil keputusan untuk hidup saya sendiri?"


"Bu-Bukan begitu..."


"Apa lagi? tuan mau apa dari saya? tolonglah, urus saja si Gendis itu, tidak usah menghiraukan apa yang saya perbuat, bukankah saya ini hanya orang rendahan yang tidak pantas menerima perhatian dari orang terhormat seperti anda?" Regia beranjak pergi namun lagi-lagi Yuda menangkap tangan Regia.


"Re..."


Regia menghempaskan tangan Yuda dan melenggang pergi sembari menghapus air matanya.


"Ckk...kenapa jadi begini? aku baru tahu, ternyata dia lumayan galak," ucap Yuda lirih.


Yuda menyusul Regia karena takut terjadi sesuatu pada gadis itu.

__ADS_1


"Yud. Apa kamu melihat Regia? aku mencarinya dari tadi," tanya Ezra.


"Dia marah padaku, terus pergi."


"Kamu cari dia, terus antar pulang."


"Gendis bagaimana?"


"Biar aku yang mengurusnya."


"Baiklah."


Yuda kemudian mencari keberadaan Regia, yang ternyata sedang menangis disebuah taman kecil, dengan ada air mancurnya. Yuda menghela nafas, kini dirinya bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Pria itu baru menyadari kalau ucapannya selama ini begitu menyakiti perasaan Regia.


"Re,"


Regia yang mendengar suara Yuda dibelakangnya, segera menghapus air matanya. Gadis itu segera beranjak dari duduknya dan mencoba pergi dari situ.


Tap


Lagi-Lagi Yuda mencekal tangan gadis itu, namun Regia menghempaskannya.


Greppppp


Yuda memeluk Regia dari belakang, hingga tubuh gadis itu jadi menegang.


"Maaf," bisik Yuda.


Hanya satu kata yang Yuda bisikkan ditelinganya, tapi mampu membuat aliran darah Regia terhempas dari atas ke bawah.


"Jangan mudah luluh Regia, enak saja cuma mengatakan satu kata itu dia anggap bisa merubah semuanya." batin Regia.


"Sudahlah tuan, mulai saat ini anggap saja kita tidak saling mengenal. Maaf kalau selama ini diriku sudah merusak pemandangan mata tuan."


Yuda semakin mengeratkan pelukkannya pada Regia. Bibir pria itu jadi diam membisu karena bingung harus bicara apalagi.


"Atau bila perlu besok aku akan memberikan surat risign. Itu kan yang tuan mau?"


"Tidak!" Yuda segera membalikkan tubuh Regia dan menatap wajah cantik gadis itu.


"Aku minta maaf kalau perkataanku selama ini sangat menyakitimu, a-aku tidak bermaksud begitu."


"Lalu apa maksud anda menghinaku seenaknya?"


"A-Aku..."


"Ckk..." Regia berdecak dan ingin meninggalkan Yuda kembali.


"Tuan Ezra menyuruhku mengantarmu pulang."


Regia menghentikan langkahnya, tanpa menoleh dia bermaksud menolak ajakkan Yuda.


"Terima kasih, saya bisa pulang sendiri."


"Dasar keras kepala," Yuda yang hilang kesabaran langsung menyeret tangan Regia.


Regia yang terkejut terpaksa mengikuti langkah kaki Yuda. Tanpa pria itu ketahui, Regia menyembunyikan senyum tipisnya.


TO BE CONTINUE...🤭🙏

__ADS_1


__ADS_2