
Hosh
Hosh
Hosh
Nafas Ezra dan Marinka saling bersahutan setelah keduanya bertempur habis-habisan.
"Lagi?" tanya Ezra saat pria itu berbaring disamping Marinka setelah mencabut kepemilikkannya.
Marinka menggeleng dengan cepat. Dia akui ketahanan Ezra luar biasa dalam hal itu, yang membuat tubuh Marinka terasa remuk setiap kali pria itu mengajaknya bermain di atas ranjang.
"Nggak mau bang. Pinggang adek udah nggak kuat lagi," ujar Marinka.
"Baru juga 3 dek," ucap Ezra.
"Pokoknya nggak mau bang. Lagian besok adek mau pergi ke acara itu kan? adek harus kelihatan fresh dan bugar. Jangan sampai gara-gara abang ngajakin begadang, besok muka adek kayak ayam sayur," ucap Marinka dengan bibir mengerucut.
"Ya baiklah. Abang lepasin buat malam ini, pokoknya setelah urusanmu tuntas, kita harus pokus buat baby lagi ya?"
"Oke." Jawab Marinka yang ingin segera pergi tidur.
"Kemarilah!" Ezra menginginkan agar Marinka masuk kedalam dekapannya.
Marinka menggeser tubuhnya, dan masuk kedalam pelukkan Ezra.
"Tidurlah!" ujar Ezra sembari mencium puncak kepala Marinka.
Tidak berapa lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari Marinka. Ezra mengeratkan pelukkannya pada istri kecilnya itu.
"Tuhan...aku harap kami selalu hidup berbahagia. Jangan lagi ada goda'an-goda'an kecil yang akan meruntuhkan bahtera rumah tangga kami. Sungguh aku tidak menginginkan wanita lainnya lagi dalam hidupku. Dia sudah sangat sempurna untukku, aku sangat mencintainya. Jika memang kami harus dipisahkan, maka pisahkan kami dengan kematian."
Perlahan Ezra mulai memejamkan matanya, karena lelah dirinya pun tertidur lelap.
*****
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, saat salah satu stasiun tv dipenuhi oleh para fans fanatik MD. Tidak hanya itu saja, para pemburu berita pun tidak kalah ramainya. Mereka ingin mendapatkan berita yang bagus menyangkut MD yang ingin membuka jati dirinya.
Kendati demikian, para keamanan sudah banyak di kerahkan. Baik dari stasiun tv, maupun dari pihak Marinka sendiri.
"Pemirsa. Dapat kita saksikan sekarang ini, ini situasi diluar gedung stasiun tv. sangat ramai sekali pemirsa, mereka mengklaim diri mereka sebagai fans fanatik sosok MD yang misterus. Hai....lambaikan tangan kalian kearah kamera," ujar Seorang host salah satu pemandu acara tersebut.
"Hai..." sapa para penggemar MD.
"Huuuu...heboh sekali pemirsa. Pokoknya kalian jangan sampai melewatkan acara ini, pantengin terus tv nya. Karena terus terang saya juga penasaran dengan sosok MD ini. Jadi jangan ganti chanel tv anda, karena sebentar lagi acaranya akan dimulai,"
Sementara itu dibelakang panggung, Karin tengah di make up oleh seorang make up artis. Dan di ruangan lain Galang tampak berbincang dengan beberapa artis yang ikut andil meramaikan acara tersebut.
"Apa sebaiknya abang ikut masuk saja?" tanya Marinka yang sebentar lagi akan tiba.
"Belum saatnya dek. Percayalah, setelah ini kita akan sering masuk ke stasiun tv. Di saat itu abang akan muncul denganmu. Sekarang mereka hanya ingin tahu sosokmu lebih dulu. Kenapa? adek gugup. Hem?" tanya Ezra.
"Emm." Marinka mengangguk.
Cup
"Abang akan menunggumu di mobil, dan menontonmu dari sini," Ezra menunjuk kearah layar segi 4 yang menampilkan program tv saat ini.
"Adek jangan takut ya? semuanya pasti akan baik-baik saja. Tapi sebenarnya apa yang adek takutkan saat ini?" tanya Ezra.
"Adek takut nggak bisa mengontrol diri saat melihat Karin dan Galang. Apa abang tahu? tiap kali bertemu Karin di kantor, darahku ini masih saja meletup-letup. Ternyata adek ini bukan defenisi wanita baik-baik, yang bisa menerima kesakitan yang lama dengan lapang dada. Tiap kali melihatnya, masih ada rasa ingin memukulnya, menjambak rambutnya, atau bahkan ingin mencekiknya. Apa adek salah bang masih punya perasaan begitu?"
"Tentu saja setiap tindakan yang seperti itu tetap dibilang salah. Tapi kita ini manusia biasa, manusia dhoif, sangat manusiawi kalau kita diperlakukan tidak adil, punya niat ingin membalasnya. Tapi abang senang, karena adek masih tahu batasan." Jawab Ezra.
Supir pribadi Ezra hanya diam saja mendengarkan percakapan mereka. Bahkan pria itu sedikit canggung, saat tidak sengaja melihat tuannya itu berciuman.
"Maaf tuan. Kita sudah sampai," ujar sang supir.
"Nah sudah sampai, bersiaplah! pakai topengmu, berjalanlah dengan anggun dan kepala tegak. Aku ingin melihat senyummu saat menyapa semua penggemarmu. Jangan takut jangan gugup, abang mendo'akanmu dari sini. Okey?"
Grepppp
__ADS_1
Marinka masuk kedalam pelukkan Ezra dengan erat. Marinka bahkan mengajak Ezra berciuman beberapa saat dan lupa kalau saat ini mereka sedang di mobil dan ada orang lain selain mereka.
Hosh
Hosh
Nafas Marinka terengah saat ciuman panas itu terlepas. Wanita itu kemudian tersenyum puas kearah Ezra.
"Makasih mood bosternya bang. Love you,"
"Love you more sayangku," ujar Ezra sembari mencubit pipi Marinka dengan gemas.
Marinka turun dari mobil setelah mengenakan topeng handalannya. Marinka memang sengaja masuk diarahkan lewat jalur khusus, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Marinka kemudian langsung dipersilahkan masuk ke ruangan yang sudah terdapat beberapa kru dan penonton. Langkah Marinka begitu mantap dan anggun, dengan senyum yang tak pernah lepas dari kamera.
Ezra yang menyaksikan itu dari layar kaca, hanya bisa tersenyum bangga melihat istrinya itu yang masih terlihat cantik, meskipun wajahnya ditutupi oleh sebagian topeng.
"Wow...tahukan anda pemirsa, saat ini saya sedang mengalami kegugupan. Bagaimana tidak? disebelah saya ini sudah hadir nara sumber kita yang sangat kita nantikan. Yang akhir-akhir ini begitu mengguncang jagad dunia, mungkin juga jagad akhirat," host itu terkekeh yang disambut tawa oleh penonton, begitu juga Marinka.
"Hufffttt ini benar-benar mendebarkan mbak MD. Terima kasih kami ucapkan pada mbak MD yang sudah mempercayakan stasiun tv kami, dalam rangka mengklarifikasi diri, waduh...sudah benar belum itu bahasanya mbak," host itu kembali terkekeh, yang disambut senyum hangat oleh Marinka.
"Sama-Sama. Saya juga senang bisa berada disini, di hadapan kalian semua. Terutama didepan para MD lovers," Marinka melambaikan kearah kamera. Tanpa Marinka tahu, diluar terjadi kehebohan dan teriakan dari para penggemarnya.
"Kalau boleh kita tanya-tanya nih, sebenarnya berapa lama sih mbak, anda menjadi seorang designer kondang? hingga bisa membangun pabrik sendiri dan brand sendiri. Yang kita tahu itu pasti memakan biaya yang tidak sedikit, iya kan?" tanya Host.
"Baik. Sejujurnya saya ini bisa dibilang designer kere Mas...."
"Mas Rafli." Jawab host.
"Yah... itu mas Rafli. Bisa dibilang awalnya modal saya itu cuma mimpi. Jadi dari saya kuliah dan bisa buat brand sendiri itu hanya berjarak sekitar 2 tahun saja,"
"Modal bangun pabriknya bagaimana? itu kan nggak murah mbak?" tanya Rafli.
"Nah...itu yang saya bilang, modal saya cuma mimpi. Yang mewujudkannya suami saya," jawab Marinka sembari terkekeh.
__ADS_1
"Wah...fakta baru ini pemirsa, perlu kita garis bawahi. Ternyata suami mbak MD ini sepertinya defenisi Sultan," ucap Rafli yang disambut tawa oleh penonton, tak terkecuali Marinka.