Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.314. Percuma


__ADS_3

Disepanjang perjalanan menuju bandara Joana diam membisu. Begitu juga saat mereka mengudara dengan burung besi. Joana seperti larut dalam pikirannya sendiri, dan Abizard sama sekali tidak berani mengganggunya. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, merekapun akhirnya tiba di Jepang.


"Pakai baju hangatmu dengan benar. Disini udaranya sangat dingin," ujar Abizard sembari merapikan baju hangat milik Joana.


"Kamu juga," ujar Joana sembari tersenyum dan merapikan baju hangat milik Abizard.


"Cantiknya," ucap Abizard.


"Siapa yang cantik?" Joana menoleh kekiri dan kekanan. Karena takut Abizard mengagumi kecantikkan wanita lain.


Abizard meraih kedua sisi wajah Joana yang sedang menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Inilah wanita yang paling cantik sedunia. Kamu sangat cantik ketika sedang tersenyum," ujar Abizard.


Joana kembali tersenyum dan menggenggam kedua tangan Abizard. Tiba-Tiba senyum itu menghilang, dan di gantikan dengan tatapan menyudutkan.


"Ada apa?" tanya Abizard.


"Percuma merayuku, aku tidak akan terpesona atau luluh dengan rayuan mautmu lagi. Sudah kenyang soalnya," ucap Joana sembari berjalan dengan cepat.


"Lah kok gitu? udara disini sangat dingin sayang. Sangat enak untuk saling menghangatkan." Teriak Abizard sembari mengejar Joana dengan tergesa-gesa.


"Jangan mengharap sebelum aku memintanya," ujar Joana.


"Duh...kok malah gini sih? Joana ini sangat sensitif sekali akhir-akhir ini. Moodnya berubah-ubah. Kadang jelek, kadang bagus. Kadang nangis, kadang tertawa," batin Abizard.


"Huffffttt capek," ujar Joana saat mereka sudah sampai ke penginapan.


"Mau pijat?" tanya Abizard.


"Disini ada tukang pijat? aku mau kalau ada," tanya Joana.


"Berbaringlah! Nanti akan aku pijat," ucap Abizard.


"Jangan. Kamu juga pasti lelah," ujar Joana.


"Tidak juga. Berbaringlah, aku ini sangat pandai memijat," ucap Abizard.


"Benarkah?" tanya Joana.


Joana kemudian mengambil posisi telungkup, dan Abizard mulai memijat bagian kaki Joana.


"Apa kah enak?" tanya Abuzard


"Emm. Kamu memang pandai memijat," ujar Joana.


"Lepaskan baju hangatmu. Aku akan memijat punggungmu. Baju hangat sangat tebal, akan sulit tanganku memihat punggungmu," ucap Abizard.


Joana menuruti ucapan Abiziard dan melepaskan baju hangatnya. Abizard kemudian memijat tubuh Joana dengan lembut, hinggga tanpa sadar wanita itupun tertidur.


Cup


Abizard mencium kening Joana .Terus terang dia lebih suka melihat Joana tertidur, daripada saat mata Joana terbuka dan menangis. Abizard kemudian turun kebawah, untuk megambil makanan dan minuman.


Tring

__ADS_1


Tring


Tring


Moza yang baru saja akan memejamkan mata, di kejutkan oleh suara ponselnya yang berdering.


"Abizard? tumben dia nelpon aku, ada apa ya?" ucap Moza lirih.


Moza menggeser tanda panah hijau dilayar ponselnya.


"Ya Bi?" tanya Moza.


"Kakak hamil lagi?" tanya Abizard balik.


"Eh? i-iya. Joana sudah cerita sama kamu ya?"


Abizard menghela nafasnya. Pria yang tengah menikmati secangkir kopi disebuah kafe dekat hotel itu, menyesap kopinya lebih dulu, sebelum mulai berbicara.


"Kak. Maaf sebelumnya kalau kata-kataku ini membuat kakak tersinggung,"


"Ada apa Bi? katakan saja," ujar Moza.


"Kedepannya kakak jangan menghubungi Joana untuk membahas masalah kehamilan kakak lagi ya?"


"Kenapa?"


"Joana sangat sensitif tiap kali orang membahas masalah kehamilan. Dia sudah ingin sekali punya anak. Habis telponan dengan kakak saja, dia langsung menangis histeris. Jadi aku mohon jangan bahas itu lagi saat bicara dengannya." Jawab Abizard.


"Astaga.Ya Tuhan...Abizard, kakak benar-benar minta maaf padamu dan Joana. Kakak berani bersumpah, kalau kakak sama sekali tidak ada niat untuk menyakiti hati Joana atau mau pamer," ucap Moza.


"Sejak kapan dia mulai ada perasaan seperti itu?" tanya Moza.


"Sejak 3 bulan terakhir ini. Tiap bulan saat dia datang bulan, dia selalu menangis di kamar mandi. Aku sampai kehabisan cara menghiburnya, agar dia tidak sedih lagi,"


"Apa kalian sudah konsultasi ke dokter?" tanya Moza.


"Belum. Dia menolak saat aku ajak konsul. Katanya takut nerima kenyataan," ujar Abizard.


"Hah...pokoknya aku sampai bingung cara mengatasi kesedihannya itu. Itulah aku mengajaknya liburan ke Jepang, agar dia tidak terlalu sedih lagi," sambung Abizard.


"Bersabarlah. Jangan sakiti hatinya dengan membentak dia, hanya karena kamu hilang kesabaran saat melihat dia menangis terus menerus. Dia akan bertambah sedih dan merasa kamu tidak menyayangi dia lagi saat dia merasa dirinya punya kekurangan," ujar Moza.


"Iya kak. Ya sudah aku mau balik ke kamar dulu ya? tadi aku tinggal dia sedang tidur," ucap Abizard.


"Baiklah. Selamat happy-happy ya? salam untuk Joana," ujar Moza.


"Ya kak." Jawab Abizard.


Merekapun mengakhiri percakapan itu. Abizard kemudian kembali ke kamarnya, dan mendapati Joana baru selesai mandi.


Greppppp


Abizard memeluk Joana dari belakang, dan meletakkan wajahnya diceruk leher istrinya itu.


"Wangi," ucap Abizard lirih.

__ADS_1


"Kamu mandi gih biar segar," ujar Joana.


"Mandikan aku," ucap Abizard.


"Modus ya?"


Abizard membalikkan tubuh Joana, dan meraih kedua sisi wajah istrinya itu.


"Aku mencintaimu," ucap Abizard.


"Eh? ada apa? kok tiba-tiba?" Joana memandang dengan curiga.


"Nggak romantis sekali. Biasanya kalau sang pria sudah berkata seperti itu, mereka kemudian saling berciuman." Jawab Abizard.


Joana melepas Kedua tangan Abizard dari kedua sisi wajahnya.


"Jangan menggodaku lagi, aku baru saja selesai mandi. Aku malas mandi dua kali," ujar Joana.


Abizard pura-pura cemberut, dan langsung berbaring diatas tempat tidur.


"Sayang. Kamu tidak mau mandi?" tanya Joana.


Abizard sengaja tidak menjawab dan berpura-pura merajuk. Joana tahu, itu trik lama Abizard agar bisa menidurinya dengan mudah.


"Sayang aku keluar ya?" ucap Joana yang masih tidak di jawab oleh Abizard.


"Sayang. Aku mau cari suami baru ya?"


Spontan Abizard langsung duduk tegak dan menatap Joana dengan kerutan di dahinya.


"Eh? a-aku cuma bercanda," ujar Joana yang takut melihat Abizard tampak tidak senang mendengar ucapannya.


"Kemarilah!" ujar Abizard.


Joana perlahan mendekat ke arah Abizard yang sudah duduk ditepi tempat tidur.


Greppp


Abizard menarik tangan Joana, hingga istrinya itu jatuh diatas pangkuan suaminya itu.


Griyuuttttt


Abizard mencubit pelan bibir mungil istrinya itu.


"Hati-Hati kalau berbicara. Kamu itu cuma milikku, sampai kapanpun akan selalu menjadi milikku. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku, meskipun kamu yang memintanya sendiri. Mengerti?"


"Me-Mengerti." Jawab Joana.


"Karena kamu sudah membuat kesalahan, jadi kamu harus di hukum," ujar Abizard.


Abizard tanpa basa basi langsung mencumbu Joana. Joana mau tak mau harus melayani suami tampannya itu.


"Ah...aku kena jebakkan buaya lagi," batin Joana.


Meski awalnya menolak, tapi tetap saja pada akhirnya Joana sangat menikmati pertempuran itu, hingga hal itu terjadi berulang-ulang.

__ADS_1


__ADS_2